【FULL】With You EP4【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
Bisa naik motor tidak? Kenapa kelas 5 boleh pindah? Sekolah adalah rumahmu? Mengejar kebebasan dan keberanian, bukankah itu moto sekolah Zhenhua? Jika kamu mampu, jangan pernah kembali lagi. Baik! Tadi kalian bekerja sama untuk mempermainkan Zhang Feng? Kalau begitu, kita bertiga satu tim. Diam! Molekulnya adalah 6. Apa ini? Sedang apa kamu? Ma…maaf ya.
Aku sarankan, sekarang juga kembali ke kelasmu. Siswa yang berasap di belakang. Aku dengar Pak Zhang kelas kalian bilang, kamu sangat mengagumi kelas kami. Biarkan sekolah, ujian, guru idiot, pergilah ke neraka. Biarkan sekolah, ujian, pergilah ke neraka. Banyak hal dalam hidup, tidak bisa ditentukan oleh diri sendiri. Aku akan berusaha sesuai impianku.
Aku percaya suatu hari, aku akan menjadi orang yang aku inginkan. Kami yang Terbaik F-R-E-Q-U-E- ENTLY FREQUENTLY F-R-E-Q-U-E- Ah… TLY. Sering. Episode 04 Chen Haonan! Si gagap. Kenapa hari ini ramai sekali? Aku sudah bertemu pemandu sorak di lorong. Kamu tidak tahu ya? Tahu apa? Pertandingan basket. Jiandan, bagaimana persiapan kamu? Sudah siap.
Begitu peliut dibunyikan, aku akan langsung maju. Hei! Pertandingan basket, apa yang perlu kamu persiapkan? Ini saja kamu tidak tahu? Sia-sia kamu menjadi cewek. Tentu saja memberikan air minum. Ketika SMP, aku sudah memberikan air untuk Han Xu. Cowok yang tidak bisa main basket, bukan cowok yang baik.
Cewek yang tidak bisa memberikan air untuk cowok… saat main basket, bukanlah cewek yang baik. Kenapa aku tidak tahu? Inilah perbedaannya. Lihat Jiandan. Ada teknik… dan juga taktik. Kapan kamu perkembanganmu bisa matang? Kenapa aku tidak tahu ada aturan seperti ini? Perkembanganku sudah cukup. Berikan aku sebotol air.
Xu Yanliang, kamu makan terlalu banyak pagi tadi? Apa aturan ini berhubungan dengan ukuran tubuhmu? Pulang dan timbang dulu badanmu. Emang kenapa jika aku minum air? Kamu tidak tahu jika minum air bisa jadi gendut? Jadi aku harus haus sampai mati ya? Aku tadi baru tahu ada permainan basket.
Orang yang bolos sekolah, mana mungkin tahu. Teman-teman, kelas kita tidak ada slogan. Semuanya silakan berikan pendapat. Beri kontribusi untuk slogan kelas kita. Hei Jiandan, coba kamu katakan. Kaki yang melangkah, menginjak di atas awan. Hati sedang berkorbar. Kamu ringan bagaikan burung, ganas bagaikan elang. Kamu mengangkat lengan, mendukung… Kamu tidak marah lagi? Lihat penampilanmu.
Hei, kamu main basket, pasti ada banyak gadis yang memberimu air. Tentu saja. Kuberitahukan ya, Aku memenangkan MVP SMP kami selama tiga tahun. Sangat bergaya. Untuk terkenal di Zhenhua, itu hanya masalah waktu. Hei, melakukan penipuan seperti ini… hati-hati aku melaporkanmu nanti. Dasar berdarah dingin Baru saja kubilang ingin memberimu kesempatan. Kesempatan apa?
Bukankah kamu punya kamera? Foto aku saat main basket, bagaimana? Gampang. Aku foto dan tempel di depan gerbang Zhenhua. Geng Geng! Pan mencarimu. Jangan-jangan soal bolos sekolah. Akui kesalahan, jangan berbuat masalah dengannya. Aduh, kenapa aku begitu sial? Karena masalah bolos sekolah kan? Kenapa Kepala Direksi begitu cepat? Apa yang kamu takutkan?
Ada masalah, cukup salahkan saja ke aku. Tapi aku tetap saja bolos sekolah. Bilang saja aku menculikmu. Kepala sekolah. Sangat…sangat masuk akal. Tenang saja, Kepala sekolah. Aku pasti menyelesaikan tugas. Kepala Direksi Pan, hal ini tidak ada hubungannya dengan dia. Apa yang kamu berteriakan? Kamu berdua ada hubungan. Kamu bisa fotografi? Bisa sedikit.
Masalah bolos sekolah, untuk sementara, aku tidak menghukum kalian. Sekarang sekolah ada satu misi. Aku harap kalian berdua bisa menebus kesalahan. Kita ada kerja sama dengan sebuah sekolah di Jepang, sana akan datang tim wawancara. Kalian berdua… satu sebagai penerjemah, satu bertugas untuk foto. Aku tidak bisa bahasa Jepang. Omong kosong apa kamu? Lihatlah sendiri!
Waktu SD, kamu belajar di Jepang… saat itu tidak perlu bicara? Ya sudahlah. Lu Xinghe! Aku belum mempermasalahkan soal kamu pindah kelas. Kamu harus tahu diri. Geng Geng. Setelah tim wawancara datang besok, harus foto dari awal sampai akhir. Tapi Kepala Direksi Pan, besok kelas kami ada pertandingan basket. Aku harus pergi foto mereka.
Kamu sudah terpengaruh oleh Lu Xinghe. Apakah kamu tahu? Kamu adalah siswa kelas 5, terlebih adalah orang Zhenhua. Tapi… Tidak ada kata tapi. Seperti ini… Kelas kalian, jika masuk final, aku biarkan kamu pergi foto, oke? Kepala Direksi Pan… Kenapa kamu menarikku? Kenapa tidak biarkan aku menjelaskannya? Kamu masih tidak memahami Pan.
Tidak ada gunanya omong kosong dengan dia. Geng Geng! Lakukan dengan baik. Jangan khawatir, ada aku. Apa hukumannya? Tidak ada hukuman. Kepala Direksi Pan begitu baik hari ini? Lebih baik jika ada hukuman. Apa yang kamu katakan? Itu…aku… Apakah ada yang mau dikatakan lagi? Pertandingannya akan dimulai besok. Bisakah pikirkan slogannya lagi?
Sekarang hanya ada satu. Kuberitahukan ya, slogan itu sama sekali tidak berguna. Dari pengalaman aku, saat itu akan sembarang teriak, cukup tidak kalah bergaya saja. Sebenarnya, kita latihan slogan, lebih baik latih beberapa orang seperti Beta. Meskipun Beta sedikit ceroboh, tapi soal meriah, sangat bergantung padanya. Yu Huai! Sedang mengatai aku ya?
Aku bilang, kamu bisa menjadi ketua pemandu sorak. Serius? Iya. Aku ingin menjadi ketua pemandu sorak. Geng Geng! Geng Geng! Kamu jadi wakilnya. Boleh juga. Aku tidak bisa. Kenapa? Kepala Direksi Pan suruh aku foto tim perwakilan dari Jepang. Aku tidak bisa pergi nonton pertandingan basket kamu. Sudah pulang ya.
Hari ini aku bantu Bibi Qi pindah barang. Tidak sempat masak. Atau, nanti kita makan di luar saja. Oh, sekarang sudah tidak ingin masak lagi ya? Tidak, apa yang kamu katakan? Masakan Bibi Qi sangat enak. Teknik memasaknya, aku jamin kamu pasti akan ketagihan. Geng Geng! Pikirkan dulu apa yang ingin kamu makan ya.
Yang kita wakilkan bukan hanya sekedar Zhenhua, tapi adalah sekolah menengah Tiongkok. Tim perwakilan Jepang sudah tiba di bandara. Aku ingin melihat kondisi terbaik kalian. Lu Xinghe! Lu Xinghe! Bangkitkan semangatmu. Kondisi! Konnichiwa (Hai). Konnichiwa (Hai). Lu Xinghe! Benar tidak? Benar sekali. Sudah datang. Semangat! Ayo. Selamat datang, sambut dengan meriah!
Selamat datang, sambut dengan meriah! Konnichiwa (Hai). Bocah itu sangat tampan, seperti Oguri Shun. Tidak, seperti Kimura Takuya. Apa yang mereka bicarakan? Mereka bilang kita sangat cocok. Pasti adalah pasangan kekasih. Cepat kamu jelaskan. Jelaskan apa? Kamu tidak rugi. Aku… Aku rugi besar. Xu Yanliang! Berlagak karena kaki panjang. Dia tidak hanya punya kaki panjang,
Tapi juga besar. Apa yang kamu takutkan? Tegakkan pinggangnya. Apa yang dia punya, kamu juga punya. Yamin! Hai semuanya! Izinkan aku mewakili… Sekolah Menengah Sakura Tokyo untuk memberikan pidato. Jepang dan Tiongkok selalu menjalin hubungan yang baik. Sudah sejak lama, melakukan pertukaran politik dan budaya. Lihat! Kenapa Yu Huai tidak fokus? Apakah ada masalah?
Semangat! Semangat! Semangat! Meskipun baru pertama kali datang ke Tiongkok, tapi aku sangat suka suasana kota yang meriah ini. Dan… aku menemukan banyak hal menarik saat pertukaran siswa. Kegiatan kali ini pasti menjadi kenangan berharga bagiku. Ketua Direksi Pan! Sakit perut. Aku ingin pergi ke toilet. Untuk apa ke toilet? Tunggu sebentar!
Aku tidak tahan lagi. Kelas 5 menang. Cepat pergi, cepat pergi. Kamu hebat sekali hari ini. Apa yang kamu tertawakan? Kembalikan jika tidak mau minum. Minum, minum. Terima kasih. Roket akan meluncur. Seru kan? Oh, Geng Geng sudah pulang. Pas sekali. Temani adikmu bermain. Geng Geng sudah pulang. Aku masih harus kerja tugas.
Aku lihat dulu apakah sayurnya sudah siap. Fanfan, simpan mainannya. Jangan merusak mainan kakak. Aduh, mainan memang untuk dimain. Tidak akan rusak. Mainlah, mainlah. Geng Geng! Hari ini capek nggak di sekolah? Sekaligus tuangkan satu untuk ayah. Cepat. Ayo minum jus dulu. Baik. Ayo minum jus. Hari ini sesuai dengan maksud ayahmu,
Semua masakan bibi adalah kesukaanmu. Kemarin kamu tidak ada. Tim pemandu sorak itu sangat keterlaluan. Sama sekali tidak menganggap cewek kelas 5. Benar. Tidak hanya memberikan Yu Huai air, juga hampir menerkam dan menyiraminya. Untung aku bawa Han Xu pergi. Jangan ungkit soal air denganku. Eh, hati-hati. Apakah kamu baik-baik saja? Maaf, maaf. Tidak apa-apa.
Yu Huai, selanjutnya aku sudah buat taktik. Kamu gambarkan dulu. Bajumu kenapa? Kena saat minum air. Lepaskan saja. Aku merasa nyaman jika basah. Berdiri! Salam Guru! Duduklah. Keluarkan tugas kemarin. Lihat soal ketiga. Sudah berapa kali aku membahas soal ini? Begitu dengar penjelasan, kalian bisa. Begitu dikerjakan, langsung salah.
Aku akan bahas sekali lagi soal ini. Berdasarkan syarat yang diketahui, dalam kondisi, jumlah penjualan harian rata-rata adalah 480 kurang 40, kali X kurang 1 sama dengan 520 kurang 40X. Jangan sentuh aku. Jangan tulis lagi. Keluarkan! Jika begitu suka main basket, kenapa kamu tidak masuk sekolah olahraga?
Zhou Mo di kelas kami juga main basket. Hubungan kalian begitu baik, tapi kenapa saat belajar, dia tidak melakukan tindakan seperti kamu? Itu karena kamu tidak melihatnya. Keluar! Bodoh ya? Untuk apa kamu beradu mulut dengan Zhang Feng? Zhang Feng sedang emosi sekarang. Kamu tidak perlu mengaturku. Kamu pikir kamu siapa? Geng Geng! Ayolah.
Lihat apaan? Ayolah. Geng Geng, bisakah foto aku dulu? Film sisa sedikit, fotonya nanti saja. Baiklah, terima kasih. Bisa main basket nggak kamu? Jangan berkelahi. Apa-apaan? Bisa main tidak? Yu Huai kenapa hari ini? Aku merasa dia agak emosian. Terima kasih ya tadi. Kamu bertengkar dengan Yu Huai ya? Sudah tahu masih bertanya.
Menurutmu, apakah orang Jepang bisa bertengkar? Tidak hanya bertengkar, mereka sudah langsung keluar pisau. Aduh, sangat mengerikan. Tapi mereka terlihat sangat lembut. Itu namanya pura-pura polos. Bola 3 poin terakhir yang dimasukkan Yu Huai hari ini, sangat keren. Dia adalah McGrady di kelas kita. Benar, benar. Han Xu adalah Nash di kelas kita.
Aku adalah Artest di Zhentai. Berbual saja kamu. Tidak dapat satu poin pun, apa gunanya. Aku pergi ke toilet dulu. Ayo, ayo, ayo. Yu Huai hari ini meledak. Hampir berkelahi dengan orang. Aku dengar kamu menang hari ini. Pertandingan selanjutnya, apakah kamu akan datang? Siswa Zhenhua, menjadikan sekolah sebagai rumah sendiri.
Dan para siswa di dalamnya, dapat dikatakan sangat giat. Kepala Direksi Pan. Katakan isi dari lukisanmu. Ini demi kesuksesan peluncuran Shenzhou V. Lukisan yang aku gambar… Jiwa Tiongkok, mimpi Shenzhou. Ini adalah Jedi Starfighter yang dia gambar. Dia adalah penggemar Star Wars. Jika dilihat dari detailnya, memang agak mirip. Semangat, anak muda. Kemarilah, lihat itu.
Ini adalah kaligrafi Tiongkok. Semangat, semangat! Dia melanggar peraturan. Kartu merah. Sshh, tolong jangan malu-maluin. Mana ada kartu merah dalam pertandingan basket. Pertandingan sisa 3 menit. Ini adalah simpul Tiongkok yang aku buat. Guru mengajari kami, jadi orang harus tahu di mana akarnya. Akarku ada di Tiongkok. Simpul Tiongkok ini…
Mewakili cintaku yang mendalam terhadap tanah air. Tadi dia baca sebuah puisi, aku tidak memahaminya. Kemari, silakan sebelah sini. Ini adalah beberapa jenis perabot Dinasti Ming dan Qing. Ayo lihat ini. Ini adalah topi pejabat. Kamu kenapa? Sakit perut lagi? Jadi bagaimana? Kepala Direksi Pan. Aku ingin minta izin. Ingin apa lagi kamu?
Cukup 15 menit. Siapa yang berhak di sini? Kelas kami ikut semifinal basket hari ini. Aku harus pergi foto. Terima kasih, Kepala Direksi Pan. Kembali! Dia pergi ke toilet. Beberapa hari ini, aku juga sedikit tidak enak badan. Apa yang mereka katakan? Mereka bilang Geng Geng seperti zombie saat lari. Apa-apaan? Cepat bawa dia kembali.
Baik. Kenapa kamu baru datang? Sudah hampir berakhir. Han Xu sedang menggiring bola. Jangan berbicara. Hei, sedang apa kamu? Kamu minum airku, sedang apa kamu? Aduh, hausnya. Pan sudah marah, ayo cepat pergi. Lu Xinghe! Yu Huai, kamu hebat sekali tadi. Iya, sangat hebat. Ayo. Yu Huai, kamu sangat luar biasa. Apakah kamu sudah baikan?
Apa yang dia katakan? Bilang tak sangka kamu begitu tidak bertanggung jawab. Aku rasa, itu kamu yang karang sendiri. Baguslah jika tidak masalah. Aku tidak mempermasalahkan soal tadi. Foto kali ini sangat penting. Sekolah akan mengambilnya untuk majalah khusus. Koran di kota juga akan buat berita yang berhubungan.
Jika difoto dengan baik, tidak akan ada masalah. Kalau tidak, akan kuperhitungkan semua kesalahanmu. Mengerti? Aku tahu, Kepala Direksi Pan. Guru, murid-murid! Mari kita berfoto. Mari kita berfoto. Geng Geng! Kepalamu terapit pintu ya? Cepat foto. Geng Geng sudah pulang ya. Sudah pulang ya. Kenapa kamu merusak pesawatnya? Sudah kubilang jangan sentuh mainan kakak,
Aku sudah mengingatkanmu. Bukan aku yang ingin main, itu kalian. Aku yang memberikannya kepada Lin Fan. Itu mainan Geng Geng saat masih kecil. Dia tidak main lagi. Ini adalah hadiah ulang tahunku. Besok bibi pergi cari. Lihat apakah bisa menemukan yang sama. Oke? Tidak perlu. Bukankah hanya sebuah mainan? Tidak masalah jika rusak.
Mereka baru saja tiba, untuk apa kamu beremosi. Demi masalah kecil ini, kamu langsung marah, kenapa kamu sama persis seperti ayahmu? Itu adalah hadiah ulang tahunku ke-10, yang dibelikan oleh kamu dan ayah… di taman anak-anak. Waktu itu aku tidak tahu dia begitu mahal. Aku terus meminta kepada kalian. Minta sangat lama.
Lalu kamu dan Ayah… Jangan pikirkan itu lagi. Yang paling penting bagimu sekarang adalah belajar. Hubungan dengan mereka… jangan terlalu dekat, juga jangan terlalu sopan. Kamu atur sendiri. Soal hadiah, akan ibu berikan lagi. Aku tahu. Ini… kami sudah berusaha semampunya. Kenapa begini? Kamu pasti salah dalam pengaturan. Tidak ada yang bagus? Tidak ada.
Geng Geng, sedang apa? Mengendap-endap juga termasuk kejahatan. Dewa, butuh bantuan. Kita bukan satu tim. Katakan saja, bisa bantu tidak? Bisa tidak? Apakah aku tampan? Tampan. Penampilan tidak penting. Jangan terlalu peduli. Katakan, ada apa? Apa-apaan ini? Foto apa ini? Kamu tampan, tampan. Bisakah kamu bantu aku? Sudah kubilang, pakai otakmu.
Sepertinya aku seharusnya tidak ngomong padamu. Seharusnya aku bilang kepada ibumu. Sudahlah. Benar. Tak kusangka Yu Huai begitu hebat. Memimpin kelas kita masuk ke final. Aku hanya memainkan peran kecil di saat penting. Aduh. Yu Huai, Yu Huai… Setiap hari adalah Yu Huai. Geng Geng, kamu sudah datang ya. Aku ingin masuk.
Sudah bersedia pulang ya. Apa yang kamu sibukkan seharian? Kertas ujian matematika kamu sudah dibagikan. Hanya 65. Lihat kertas ujianmu. Ada apa dengan jawabanmu ini? Y sama dengan X, ini adalah angka ajaib. Biarkan aku. Tidak tahu kalian para cewek, depresi apa setiap hari? Seakan-akan begitu lahir… sudah ada yang berutang pada kalian,
Dan jenis bunga kali bunga. Tinggalkan aku sendiri. Marah? Kamu marah apa? Kamu kabur dengan bocah kelas 2, aku saja belum marah. Itu… kamu…kamu lagi dapat ya? Aku ambilkan air hangat ya? Yu Huai. Lihat sendiri. Lumayan nyata. Kepala Direksi Pan! Kepala Direksi Pan! Hari ini adalah pertandingan final. Aku tahu. Sebelumnya kamu sudah janji.
Jika masuk final, aku bisa pergi menyemangati mereka. Kelas kalian masuk final? Umm. Bagus, bagus sekali. Kamu semangatin mereka… di sini saja. Bukankah sebelumnya kamu bilang, aku boleh pergi… Eh, kenapa aku merasa proyektor ini miring ya? Coba kamu lihat di sana. Aku lihat di sini. Minggir! Mataku miring atau kenapa? Bagaimana?
Sudut kanan sedikit menurun kan? Lu Xinghe! Nanti jangan sembarangan translate. Nanti kalau kalah, jangan nangis ya. Aku menangis? Kamu jangan sampai berlutut di lantai. 88 tahun sejarah sekolah yang cemerlang. 52 kejuaraan dalam berbagai bidang. Cara mengelola sekolah yang bagus dari Zhenhua, telah diakui oleh… seluruh negara.
Dia tidak pernah berpikir bisa menjadi Kepala Direksi, juga tidak pernah berpikir bisa mendapatkan kekuasaan. Dia terlihat bersinar, tapi hatinya sebenarnya sangat ketakutan. Terjemahanmu benar tidak? Aku terjemahkan sama persis. Zhenhua mulai berdiri saat Republik Tiongkok. Mengalami perang perlawanan Jepang, perang kemerdekaan. Tapi kami, tetap mengelola sekolah sesuai dengan tradisi kami. Suka bertanya, menjunjung kebenaran.
Terkadang dia tidak bisa tidur di malam hari. Saat melihat cahaya bulan, dia akan berpikir… apa yang aku lakukan itu benar? Apakah itu baik? Dunia menyiksanya. Hatinya tidak bisa tenang. Itu…kamu ngomong beberapa kata. Tiongkok dan Jepang… adalah dua negara yang sangat akrab. Kepala Direksi Pan. Aku tahu apa yang ingin kamu katakan. Ingin foto?
Tidak boleh. Kenapa? Kamu sudah janji padaku, masuk final akan membiarkan aku pergi. Lalu kenapa dengan final? Final akan ditendang dengan kaki? Aduh, bukan itu artinya. Sudahlah, sudahlah. Jangan bilang apa pun lagi. Foto dengan baik hari ini. Lari lagi, tidak perlu belajar di Zhenhua lagi. Hei! Apa yang mereka perdebatkan?
Gadis itu ingin nonton pertandingan basket kelas mereka. Pertandingan basket? Hai semuanya. Zhenhua… lebih memperhatian… semangat olahraga siswa. Jadi sekarang sedang ada final pertandingan basket… yang sangat seru di luar sana. Jika semua orang tertarik, kita bisa pergi melihatnya. Cepat diterjemahkan. Sekolah kami sedang mengadakan pertandingan basket. Harap semuanya ikut merasakan semangat siswa Zhenhua.
Bagus sekali. Pak, aku ingin lihat siswa SMA Tiongkok main basket. Ayo kita pergi bersama. Terima kasih. Kepala Direksi Pan. Mereka bilang ingin nonton pertandingan basket. Untuk apa nonton itu? Katanya ingin merasakan… semangat maju… dari siswa Zhenhua. Oh! Moto sekolah dihafal dengan baik ya. Kalau begitu, mari kita pergi bersama.
Bagus sekali, ayo kita pergi bersama. Baiklah, selanjutnya… kita pergi nonton pertandingan bola. Kepala Direksi Pan, kamu sangat baik. Semangat! Semangat! Lemparan bebas dua kali. Pelan-pelan. Astaga! Yu Huai sudah populer sampai luar negeri. Semangat! Semangat! Semangat! Semangat! Yu Huai! Turun, turun. Semangat! Semangat! Semangat! Ngaku kalah saja. Siapa yang mau ngaku kalah. Turun.
Ada apa? Yu Huai, kamu baik-baik saja? Tidak apa-apa. Pelan-pelan, pelan-pelan. Aku temani kamu ke UKS, ayo. Waktu Chen Haonan terluka, Si gagap juga merawatnya seperti itu. Kamu tetap tidak nonton pertandinganku sampai habis. Aku bukan sengaja. Sudahlah. Aku bercanda, dasar bodoh. Oh ya! Apa? Kenapa aku begitu tampan? Jika bukan karena pintar belajar,
Aku sudah pergi jadi aktor. Benar. “Meteor Garden” tidak mencarimu, sayang sekali. Tapi jujur, kamu sangat berbakat dalam fotografi. Tentu saja. Lihatlah ekspresi dan gaya ini. Yu Huai! Yu Huai, kamu baik-baik saja? Kenapa ruang UKS tidak ada orang? Yu Huai, Yu Huai! Yu Huai ada di luar. Ayo. Yu Huai ada di luar.
Masih bisakah kamu datang ke sekolah besok? Tidak masalah. Aku sudah sering keseleo saat main bola. Kamu benar-benar tidak masalah? Masalah ini, kamu tenang saja. Aku akan pikirkan caranya. Terima kasih. Zhou Mo. Ayo. Beberapa tahun yang lalu, ada murid di sekolah kita, yang bunuh diri pada saat ujian.
Ibunya datang ke sekolah setiap tahun untuk cari keadilan. Ah! UJian tidak berperikemanusiaan, siswa jadi korban. Harus ujian lagi. Zhang Ping dijahati oleh Kepala Direksi Pan. Sedang apa semuanya? Aku rasa jika kali ini kita tidak ujian dengan baik, Zhang Ping akan sial. Aku mungkin tidak bisa pergi. Kenapa kamu tidak pergi?
Aku tidak ada waktu. Kamu menghabiskan seluruh waktu untuk bermain kan? Aku tidak berani pergi cari Kepala Direksi Pan. Geng Geng. Lagi pula, aku belum belajar untuk ujian tengah semester. Kali ini aku jadi orang baik. Aku akan membantumu. Jika nilai ujian tengah semester tidak bagus, semuanya kembali ke tempat duduk semula. Geng Geng. Ayolah.
Tidak! Kamu ingin aku ke toilet wanita? Apakah kamu sedang mendengar?