【FULL】With You EP1【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Liu Xiang akan segera… mengikuti babak final. Liu Xiang sendiri… sangat percaya diri, karena lawannya, tidak ada yang menang darinya tahun ini. Selain itu, harus melewati rintangan pertama, keluarkan semua trik… yang telah dilatih selama ini. Siapa? Jangan nyalakan lampu! Kenapa begitu galak padaku? Aku sudah bawa lilin. Oh, lumayan juga Xu Yanliang.

Hei, aku kebetulan ada bawa bir. Kemari, kemari. Sudah bawa api? Kamu tidak bawa api? Tadi kalian bilang tidak bawa apa? Api. Tidak masalah. Ada baterai? Ah! Sshhh! Zhou Mo. Kamu sangat keren. Siapa bilang pintar belajar itu tidak ada gunanya? Jangan urus soal keran atau tidak. Mana Geng Geng dan Yu Huai? Oh ya.

Jangan-jangan mereka terjadi sesuatu di tengah jalan. Dasar mulut gagak! Kita bermasalah. Kenapa? Zhou Mo merusak baterainya. TV tidak bisa dibuka. Kenapa? Kembali, kembali. Ada kamera di atas. Hanya bisa… Jangan bergerak! Apa bisa seperti ini? Tutup mukaku dengan baik. Hei, bukan…bukan, kembali…kembali. Turunkan kepalanya! Turunkan kepalanya! Berhenti…berhenti! Sebelah sini! Sebenarnya kamu jalan ke mana?

Ada apa? Kenapa begitu sedih? TV tidak bisa ditonton. Apa maksudnya. Zhou Mo pakai baterai remote TV untuk menghidupkan api. Sekarang baterainya rusak. Apakah kamu bodoh? Benar pakai ketidakstabilan resistor untuk buat panas, tapi seharusnya dilapiskan dengan kertas. Jika gunakan kertas untuk memisahkan titik kontak, kontrol area hubung pendek secara akurat, baterai tidak akan rusak.

Hei, apa yang kamu lakukan Zhou Mo, carikan sesuatu untukku! Ini! Sudah kukatakan. Dalam hal seperti ini, Yu Huai paling jago. Wow! Wow! Pas, masih sempat. Siapa yang ada di kelas 5. Sedang apa kalian? Bagaimana ini? Celaka! bagaimana ini? Tidak masalah, masih sempat. Kita nonton dulu. Ka…kalian nonton saja, aku pergi dulu.

Xu Yanliang, duduk! Pengecut! Sudah kubilang, jangan datang. Aku tidak peduli lagi. Geng Geng, kamu ingin nonton sampai habis? Aku ikut kamu. Baiklah. Mulai, mulai. Perlombaan dimulai. Liu Xiang memulai perlombaan dengan mulus. Saat ini dia berada di posisi pertama. Di sampingnya adalah Trammel, Oligars… Liu Xiang. Liu Xiang berada di posisi terdepan. Liu Xiang.

Liu Xiang, Liu Xiang menang. Liu Xiang menciptakan sejarah… orang Tiongkok rambut hitam kulit kuning… Lari! Lari! Ayo! Buka pintunya! Cepat! Geng Geng! Kamu masuk IPS atau IPA? Apakah ini begitu penting? Tentu saja penting. Kami sudah sepakat selalu duduk bersama. Eh, lari! Jangan lari, berhenti! Bertahun-tahun kemudian, saat mengenang masa SMA,

Selalu akan teringat kembali kejadian malam itu. Kami berpegangan tangan, berlari di bawah sinar rembulan. Dia saat itu… adalah dirinya yang terbaik. Tapi diriku yang terbaik, adalah setelah waktu berlalu lama dari saat itu. Yang terbaik di antara kami… dipisahkan oleh masa muda. Masa muda yang tidak bisa dilewati dengan berlari. Kami yang Terbaik

Episode 01 Suatu Hari Pasti Dapat Karma! Namaku Geng Geng. Meskipun banyak orang tidak suka namaku… Kenapa nama ini terdengar aneh ya? …tapi aku suka. Ini ayahku. Namaku diambil dari masing-masing nama orangtuaku. Aku merasa waktu itu mereka pasti… memiliki harapan yang indah… akan cinta abadi mereka. Tapi… mereka tetap saja cerai. Geng Geng!

Geng Geng! Geng Geng! Apa yang sedang kamu pikirkan? Cepat dimakan! Hari ini… hari pertama masuk sekolah. Harus kenalan dengan teman baru, berikan kesan yang baik kepada setiap orang. Umm. Ayah, mana kameraku? Untuk apa bawa kamera ke sekolah? Kamera untuk mengenang kehidupan. Ayah. Kenapa kamu menggantungnya lagi? Hati-hati di jalan.

Saat ujian nasional, kebetulan tahun itu ada wabah SARS. Semua lapisan masyarakat di kota sangat panik. Jadi ujian juga ada perubahan. Hanya diuji 3 pelajaran, dan tingkat kesulitannya dikurangi. Aku diterima di Zhenhua. Menjadi berita sensasi SMP kami saat itu. Dapat durian runtuh seperti ini, aku rasa… aku pasti akan dapat karmanya. Aduh! Siapa? Maaf!

Apakah kamu baik-baik saja? Tertawa, Kamu masih tertawa! Diam! Teman. Sedang apa kamu di sini? Bagaimana kamu masuk? Aku masuk seperti ini. Kenapa kamu tidak terjebak? Sepertinya tempatmu itu saja yang sempit. Punyamu? Punyaku. Tidak perlu berterima kasih. Ada apa? Kamu sudah melemparku dengan bola. Kamu juga sudah membantuku ambil kamera. Berbuat baik jangan tanggung.

Bantu keluarkan aku, oke? Terima kasih. Jangan bergerak. Kamu! Salahkan siapa! Sabar! Sakit! Tidak, kepalaku hancur! Sedang apa kamu? Kenapa kepalamu besar sekali? Kepala siapa yang besar? Eh, sepertinya harus ganti cara lain. Cara apa? Jangan tertawa! Tunggu sebentar. Jangan bergerak. Ah! Kamu ingin membunuhku ya! Sudah keluar kan? Terima kasih. Bodoh sekali.

Jangan-jangan murid Zhenhua juga? Hai! Numpang tanya, di mana tempat pelaporan siswa baru? Aku juga siswa baru. Begini saja… sana ada sebuah papan pengumuman. Kamu lihat pengumuman itu dulu. Sana ada pembagian kelas masing-masing siswa. Lalu seharusnya cukup laporan ke kelas masing-masing. Oh, terima kasih. Aku sudah melihatnya! Dua kelas atas.

Anak-anak kita masuk kelas 2. Zhou Mo, Qianqian, anak kita Chuanzi, semuanya di kelas 2. Maaf ya! Kamu! Kamu lagi? Selalu sial jika bertemu denganmu. Apa yang kamu tertawakan? Bukan urusanmu. Apa yang kamu tertawakan? Lihatlah! Namaku Yu Huai. Nama orang di depanku adalah Geng Geng. Jika nama kami digabungkan jadi…

Geng Geng Yu Huai (selalu dipikirkan). Kamu adalah Yu Huai? Kamu kenal aku? Kenapa kamu ada di mana-mana? Seharusnya aku yang ngomong itu. Sudah kuduga, Zhenhua tidak bagus untukku. Hei, duduk tidak? Bukan urusanmu. Berdiri saja jika tidak mau duduk. Eh, kenapa kamu tidak duduk? Tidak ada bangku? Pak, pantatnya sakit. Pagi murid-murid!

Pagi Pak guru! Selamat datang ke Zhenhua. Aku adalah wali kelas kalian, juga guru fisika kalian. Namaku Zhang Ping. Ping dari kata Ping An (aman) Sekarang kita… saling kenal dulu. Aku panggil nama, yang dipanggil, silakan perkenalkan dirinya. Liu Wanhui. Hai semuanya, namaku Liu Wanhui. Dari Sekolah Menengah No.2. Yu Huai.

Hai semuanya, namaku Yu Huai. Dari Sekolah Menengah Afiliasi Beijing. Biasanya suka main basket. Dia adalah ranking pertama di kelas kita? Umm. Aku dengar karena tidak ujian dengan baik, jadi tidak masuk kelas 1 dan 2. Xu Yanliang. Namaku Xu Yanliang. Aku juga dari Sekolah Menengah Afiliasi Beijing. Masih ada yang belum disebutkan namanya?

Siapa namamu? Geng Geng. Geng Geng. Kamu murid di sini? Maaf ya. Ada di halaman terakhir, aku tidak melihatnya. Coba perkenalkan dirimu. Namaku Geng Geng. Dari Sekolah Menengah No.13. Sekolah Menengah No.13? Sekolah Menengah No.13 juga bisa masuk Zhenhua? Pantas dia di halaman terakhir. Aku jelaskan pengaturan pelatihan militer nantinya. Siapa yang bisa membantuku…

Bagi pakaian untuk pelatihan militer? Aku, aku, aku! Malam ini, istirahatlah dengan baik. Besok adalah hari pertama pelatihan militer. Hari terakhir, semuanya harus tinggal satu malam di kelas. Kemudian kita latihan pengumpulan darurat. Semuanya harus bersemangat. Oke? Baik! Baiklah, begini saja. Yu Huai. Ada apa? Setelah pelatihan militer, akan dibagikan tempat duduk.

Aku harap ini terakhir kalinya kita duduk sebangku. Bagus juga. Kalau tidak, kamu akan memberiku banyak masalah. Ha ha ha! Bertahanlah. Aku minum ini, aku minum ini. Mari. Geng Geng. Pekerjaan ibu sangat sibuk, jadi tidak sempat memperhatikanmu. Kebetulan hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah, mari kita rayakan dulu. Terima kasih, Ayah, Ibu.

Ayo, makan. Bagaimana dengan Zhenhua? Sekolahnya sangat bagus. Lingkungannya sangat cantik. Bagaimana dengan teman? Ada yang bisa akrab? Teman juga sangat baik. Sangat ramah. Yang bisa masuk Zhenhua adalah siswa yang baik. Kamu harus belajar dari mereka. Paham? Bu, kapan kita bisa keluar bersama lagi? Gunakan pikiranmu untuk belajar. Jangan selalu memikirkan yang tidak berguna.

Apa aku tidak boleh merindukan kamu? Tidak boleh. Karena kamu adalah putriku. Aku merasa kamu dan ayah, sangat mirip dengan Maori Kogorou dan Kisaki Eri. Mao apa? Itu adalah karakter di dalam Detektif Conan. Meskipun mereka berdua sudah berpisah, tapi tetap saling peduli. Aku pergi ya. Umm. Sampai jumpa. Hanya dengan melihat aktingnya,

Aku sudah merasa… dia tidak akan terkenal. Geng Geng, kamu masuk Zhenhua. Aku sudah tenang. Tenang apa? Aduh! Beberapa hari lagi, aku bawa kamu pergi bertemu dengan seorang bibi ya? Celaka, celaka! Kamu! Mana baju militermu? Tidak dibagi kemarin? Sudah dibagikan. Jadi kenapa kamu tidak pakai? Hari pertama pelatihan, kamu sudah ingin berulah ya?

Apa namanya? Kelas mana? Geng Geng. Sudah bawa baju militernya? Sudah. Tapi aku… Cepat diganti. Perlu aku memohonmu ya? Cepat pergi ganti. Kepala Direksi, jangan marah, jangan marah. Siswa-siswa ini selalu buat khawatir. Yah! Datang satu lagi. Kamu! Berhenti! Namaku Pan Yuansheng. Kepala Direksi Pengajaran kalian. Pelatihan militer, menguji keteguhan dan sifat kalian.

Setelah datang ke Zhenhua, semua kebiasaan buruk kalian… harus diubah. Serahkan semua… barang-barang kalian. Jika ketahuan… Akan diberi hukuman berat. Lemparkan tas kalian ke lantai. Keluarkan semua yang barang… yang tidak berhubungan dengan belajar. Jangan biarkan aku melihatnya. Bocah itu sangat tampan. Apakah kamu tampan? Siapa yang tampan? Kamu tampan, kamu tampan. Apa itu?

Apa itu? Ah! Ada wanita telanjang di buku ini. Sangat memalukan. Ibumu bersusah payah mengirimmu ke Zhenhua. Kamu malah lihat buku seperti ini. Siapa namamu? Zhou Mo. Nanti pergi bersihkan ruang peralatan. Hanya aku sendiri? Masih lari lapangan? Ya, pasti akan menyelesaikan tugas. Pak, aku bersihkan 2 kali, bisakah bukunya dikembalikan? Diam!

Sudah siap ganti baju? Selain baju, ada apa lagi di dalam tas? Apa ini? Ingin berikan untukku? Namamu Geng Geng ya? Pak! Geng Geng, cepatan. Nanti ada yang datang. Aduh. Cepatan, bajunya… lempar kemari. Berikan punyaku. Berikan dulu celanaku. Cepat, celana. Kamu suruh aku buka celana di toilet cewek? Jika tidak dibuka, aku pakai apa?

Kamu… berikan celanaku. Bagaimana dengan walkman aku? Berikan dulu kameraku. Kembalikan dulu walkman aku, baru aku kembalikan kameramu. Jaket, jaket. Aku sudah siap. Kamu sudah siap, berikan jaketku. Satu dua tiga empat… Satu dua… Tiga empat. Hormat! Tegak! Hormat! Tegak! Satu dua satu…Satu dua satu… Satu dua tiga empat… Satu dua tiga empat…

Satu dua satu… Jangan menundukkan kepala, sejajarkan dengan depan. Aku akan mati. Berdiri tegap, jangan bergerak. Rapatkan tangannya. Cari kamera? Kapan kamu pergi ambil barangku? Aku sudah melihatnya. Semua barang yang disita, ada di ruang peralatan olahraga. Setelah kamu kembalikan kameranya, aku akan pergi. Kita tunggu saja.

Aku sudah belajar sampai jilid 3 untuk pelajaran kimia. Semester berikutnya sudah bisa ikut lomba. Aku daftar kelas persiapan kuliah. Mulai belajar akhir pekan. Hei, Yuhai, bagaimana denganmu? Aku, aku ingin bermain basket. Sudah lama tidak main basket. Maaf. Bibi, aku mau ini. Bibi. Berikan lagi dong. Kamu juga makan lebih banyak.

Kamu Geng Geng kan? Namaku Xu Yanliang. Kita satu kelas. Apakah kamu masih ingat aku? Ingat, ingat. Kita adalah teman sekelas. Ke depannya harus saling membantu ya. Terima kasih, terima kasih. Xu! Instruktur sedang mencarimu, kamu sudah pergi? Instruktur mencari aku? Iya, sudah lama mencarimu. Oh ya? Kalau begitu, aku harus cepat pergi. Pergilah.

Hei, sini ada orang. Sudah pergi. Kenapa kamu tidak ada daging? Mau sepotong? Mau? Mau? Tidak! Terserah. Ngomong-ngomong… kapan kamu curikan barangnya untukku? Sudah sangat lama. Juga harus ada waktu dan kesempatan. Hei! Barang ini sangat berat. Lebih baik diserahkan saja. Kamu! Apa kamu sudah mendengarnya? Pas sekali. Ucapkan selamat tinggal dengan kameramu. Jangan. Jadi…

Curi. Aku bantu kamu curi. Anak baik. Sadar diri. Ayo! Mana Yu Huai? Instruktur tidak mencari aku. Panas sekali. Siapa yang tidak panas? Aku capek sekali belakangan ini. Aku rasa aku pasti sudah hitam. Benar. Kita datang untuk belajar, bukan untuk jadi tentara. Mari, mari. Aku punya ide. Nanti dengar arahanku. Mengerti? Dengar arahanku.

Aduh, aduh, pusing sekali. Pusing sekali. Terlalu palsu. Hati-hati. Hei, kamu baik-baik saja? Kenapa? Manfaatkan kesempatan. Ah! Pak, dia tiba-tiba jatuh. Jangan-jangan kepanasan. Apa cewek perlu istirahat dulu? Instruktur, aku masih bisa bertahan sebentar. Tidak, tidak. Tubuh lebih penting. Semua cewek istirahat dulu di bawah pohon. Pergilah. Instruktur, terima kasih. Pergilah, pergilah. Tadi…

Kamu dan Yu Huai… kompak juga. Itu… kita perkenalkan diri dulu secara resmi. Namaku Jiang Niannian. Temanku memanggilku Beta. Dia Jiandan, orangnya sederhana, nama juga sederhana. Kami adalah teman sejak SMP. Namaku Geng Geng. Kita semua tahu. Panas sekali. Aku pergi ke toilet dulu. Ribut sekali. Semuanya berpura-pura pingsan. Sudah hebat?

Semua kira tidak akan dihukum? Siapa yang pertama pingsan? Geng Geng. Geng Geng. Geng Geng lagi. Geng Geng, keluar! Mana Geng Geng? Kembali ke barisan. Kembali ke barisan. Oh! Semuanya lompat kodok. Seratus kali. Cepat! Dia yang terlambat balik, jadi kita harus lari lima putaran lagi. Iya, nilai tidak bagus, orangnya juga bodoh.

Saat pura-pura pingsan, kalian juga tidak menolak. Tidak boleh menyalahkan Geng Geng. Hei, Yu Huai. Zhou Mo. Kebetulan, belum tidur ya? Sangat bosan. Tidak bisa tidur. Benar juga. Aku seharusnya bermain game di rumah sekarang, dan makan semangka besar. Sudahlah, sudahlah. Jangan bilang lagi. Begitu bilang semangka, aku lapar lagi. Benar juga. Ikut denganku.

Ada yang enak. Aku belum kencing. Tunggu dulu di depan. Sedang apa kamu? Kencinglah. Jangan melihatku, aku tidak bisa kencing. Banyak sekali masalahmu. Dasar! Ibu. Ada apa? Bukankah kamu sedang ikut pelatihan militer? Iya. Tidak bisa tidur. Ingin menelepon kamu. Apakah kamu baik-baik saja? Baik-baik saja. Bisa beradaptasi. Jika kamu baik-baik saja,

Ibu sangat sibuk sekarang. Belajar dengan baik di Zhenhua. Tunggu selesai kerjaan di sini, ibu akan pergi lihat kamu ya. Sudah ya. Bye. Ibu! Masih belum matang. Kenapa buah ara ini kecil sekali? Sudahlah. Semuanya sebesar ini. Sedang apa kalian? Menyalakan api malam-malam. Tidak takut dihukum ya? Jika kamu tidak bilang, tidak ada yang tahu.

Aku akan pergi lapor sekarang. Kamu berani? Lihat saja. Hei, jangan, jangan. Sedang apa kamu? Kembalikan kameraku. Tidak. Eh, eh, jangan, jangan. Jangan pergi. Mari, mari, kita bicarakan baik-baik. Sini, sini. Duduklah, duduk di sini, duduk di sini. Jangan panik. Ini, cobalah. Apa ini? Panggang buah ara. Resep rahasia, hanya diwariskan kepada cowok.

Malam yang panjang, kita makan dan minum bersama, sangat seru. Tidak mau. Kotor sekali. Kotor tapi tidak akan berbahaya. Cobalah. Enak dan aman. Baru siap dipanggang. Ketika aku masih kecil, baik yang bisa dimakan ataupun yang tidak bisa dimakan, semua dipanggang dan dimakan. Baru pertama kali aku makan buah ara panggang.

Begitu kamu bilang ini, aku teringat satu hal. Waktu itu tahun baru, aku pulang ke kampung. Keluar tangkap kelinci. Awalnya kira itu lubang kelinci, jadi lemparkan petasan ke dalamnya, ingin paksa kelinci keluar. Tapi ternyata, itu adalah kumbang tahi kerbau. Ish, kamu menjijikkan. Kalian semua siswa jenius. Kenapa sifatnya seperti itu?

Apa yang dimaksud dengan siswa jenius? Siswa jenius juga termasuk orang. Setiap orang harus tahu untuk hidup menarik. Kami tidak hanya sekedar belajar. Aku punya cita-cita. Cita-cita apa? Aku ingin masuk Universitas Tsinghua, lalu lanjut S2 di Amerika, menjadi seorang ahli fisika Tinggal satu. Ini enak juga. Ini untukmu. Kami sudah makan dari tadi.

Ada apa kalian, kenapa malah saling memberi. Tinggal dipetik lagi. Jaga dulu apinya. Jangan sampai apinya padam. Nanti harus dipanggang lagi. Oh ya. Besok akan kukembalikan kameramu. Semuanya, semangat! Tidak boleh ngantuk. Kalian semua harus ada persiapan mental. Tiga tahun ini, bukan tiga tahun yang biasa. Bukan untuk bersenang-senang. Itu agar kalian di sekolah…

Instruktur, sebelah sana kebakaran. Benar-benar kebakaran. Benar-benar kebakaran. Asapnya begitu besar. Benar-benar kebakaran. Siapa itu? Menyalakan api. Kamu juga belajar menyalakan api? Kamu seorang anak gadis, apa harus cari masalah dulu… baru merasa senang? Apakah hukumanku hari ini terlalu ringan? Bilang sendiri, bagaimana aku menghukum lagi? Maafkan aku, Kepala Direksi Pan. Salah. Hitung sendiri,

Pelatihan militer baru berlangsung berapa hari, sudah berapa kali kamu minta maaf? Kenapa aku tidak melihat kamu berubah? Katakan. Siapa yang ikut denganmu? Katakan. Aku yang menyalakan apinya. Aku lapar. Panggang sesuatu untuk dimakan. Ternyata kalian berdua lagi. Tidak perlu tidur malam ini. Bersihkan lantai di ruang peralatan! Dan tulis surat penyesalan 5000 kata.

Kumpulkan besok pagi. Tidak, Kepala Direksi Pan. Aku sendiri yang menghidupkan api, tidak ada hubungannya dengan dia. Aku tidak peduli berhubungan atau tidak. Kelas mana yang kurang orang lagi? Lapor! Kelas kamu kurang orang. Siapa? Lu Xinghe. Dicari! Kamu kenapa? Jangan menangis. Hanya dihukum saja. Tidak perlu begini, tidak perlu. Jangan menangis.

Aku kembalikan kameramu ya. Wanita itu memang ribet. Geng Geng. Bagaimana cara menulis huruf “Yan”? Huruf “Yan” yang ada dalam peribahasa tahu bertobat. Aku sudah ingat, aku sudah ingat. Kenapa hari ini kamu membantuku? Tadi kamu sudah nangis terisak-isak. Jika aku tidak mengerjakannya, siapa lagi? Bukan. Maksudku hari ini. Kenapa kamu maju untuk membantuku?

Itu karena aku lihat kamu bodoh. Bicara saja tidak pandai. Jika malam ini, mengurungmu nangis di sini, Zhenhua akan terjadi kasus bunuh diri. Tapi kamu ini… Pagi tadi, seharusnya kamu salahkan semuanya ke aku. Kamu cukup bilang, kamu hanya lewat dan melihat ada api, kemudian pergi untuk mematikannya. Zhou Mo, dasar pengecut. Dasar pengecut.

Lain kali aku traktir kamu makan. Oh ya! Walkman kamu ada di sini. Aku sudah lama mencarinya. Jangan-jangan diambil oleh Pak Pan. Oh tidak! Aku bercanda. Aku sudah mengambilnya saat ngepel tadi. Mau dengar? Sudah dua hari tidak dengar lagi ini, aku tidak bisa tidur. “Ada seseorang mencintaimu sangat lama” “Tapi angin…”

“Meniup jarak sehingga semakin jauh” Sebenarnya siapa yang melakukannya? Ada apa? Baju Kepala Direksi Pan tergantung di tiang bendera. Siapa yang melakukannya? Tidak boleh tertawa. Tidak boleh tertawa. Sudah balas dendam. Tidak boleh tertawa. Aku pasti akan menemukan pelakunya. Sakit! Sakit! Sakit! Zhenhua begitu gila, apa yang tidak bisa dilakukan? Cepat keluarkan aku.

Pak Zhang, sudah zaman apa sekarang, masih begitu kuno. Brengsek! Pak Zhang benar. Memang “Brengsek”. Kamu masih tahu aku gurumu? Hanya masalah kecil, jangan ganggu waktu belajar teman-teman lain. Kamu yang ngajar saja. Aku juga tidak bisa duduk dengan Geng Geng. Nilainya begitu buruk. Bagaimana jika memengaruhi aku? Aku telepon gurumu sekarang. Jangan, jangan, jangan.

Jangan telepon. Bisakah ceritakan pengalaman belajarmu? Kita sesama murid teladan, saling berbagi. Terima kasih. Sama-sama. Aku bilang kamu. Katakan sekali lagi, siapa yang kamu bilang? Sedang apa kalian? Jika tertangkap lagi, tanggung risikonya sendiri.