【FULL】With You EP2【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

Namaku Geng Geng. Namaku diambil dari masing-masing nama orangtuaku. Meskipun banyak orang tidak suka namaku… Geng Geng… …tapi aku suka. Kamu lagi? Sedang apa kamu? Bertahanlah. Hari pertama pelatihan, kamu sudah ingin berulah ya? Berikan dulu celanaku. Kamu suruh aku buka celana di toilet cewek? Aku adalah wali kelas kalian. Namaku Zhang Ping.

Namaku Pan Yuansheng. Keluarkan semua yang barang… yang tidak berhubungan dengan belajar. Apa ini? Kami masih bisa bertahan sebentar. Semua cewek istirahat dulu di bawah pohon. Kembalikan kamera ke aku Tidak kembali Menyalakan api. Aku yang menyalakan apinya. Bersihkan lantai di ruang peralatan! Pagi tadi, seharusnya kamu salahkan semuanya ke aku. Sebenarnya siapa yang melakukannya?

Semua siswa… kumpul di lapangan! Kami yang Terbaik Sebenarnya siapa yang melakukannya? Hei, ada apa? Baju Kepala Direksi Pan tergantung di tiang bendera. Aku pasti akan menemukan pelakunya. Tidak boleh tertawa. Tidak boleh tertawa. Beraninya kamu tertawa. Semua siswa… kumpul di lapangan! Sebagai siswa yang baru masuk sekolah, beraninya melakukan…

Hal yang begitu tidak menghormati guru. Sungguh membuat orang emosi. Bagaimana siswa seperti ini… bisa masuk ke Zhenhua? Ini adalah tindakan yang sangat memalukan Zhenhua. Ingin lari lapangan? Tidak mau. Jika tidak mau, berdirilah dengan baik. Semuanya tidak mau mengakuinya? Bagus. Lompat katak di tempat sebanyak 50 kali.

Jika tetap tidak ngaku, lakukan 50 kali lagi. Sampai ada orang yang mengakuinya. Lompat! Lompat! Yang di belakang, lompat dengan semangat. Yang di belakang, lompat lebih tinggi. Lompat di depan saja kalau tidak lompat dengan baik. Lebih tinggi lagi. Yang di belakang, lompat lebih tinggi. Lompat! Yang di belakang, lompat lebih tinggi.

Aku tanya sekali lagi. Siapa yang menggantungkan bajuku di atas tiang bendera? Aku. Lihat semua temanmu menderita demi kamu. Tegakah kamu menjadi tikus perusak? Di sini! Pan! Jangan cari lagi. Aku yang melakukannya. Akulah tikus perusaknya. Dia? Jangan tertawa. Kamu kenal dia? Cepat keluarkan aku. Sedang apa kamu. Nanti kutangani kamu. Nanti…

Kita akan latihan susun huruf besar. Hanya bisa istirahat… setelah selesai. Aku baru saja siap melakukan lompat katak sebanyak 50 kali. Episode 02 Apakah kamu bersedia? Aku bersedia. Ayolah, kata “Hao Wen” Itu, kamu berdiri. Ada apa? Dua gadis itu. Kolom keempat. Kamu berdiri. Mundur ke belakang. Bisakah kamu jongkok? Baris ketiga kenapa?

Naik ke atas. “Li Xing” huruf “Xing”. Agak ke sebelah kanan. Hentikan. Berantakan sekali. Lu Xinghe! Tertawa apa kamu? Tunggu aku di kantor. Sini, aku saja. Semuanya berdiri! Hei, apa kamu baik-baik saja? “Li Xing”! Naikkan. Apa lagi yang terjadi? Salah lagi? Lihat ke mana? Geng Geng, sedang ngomongin kamu. Apakah kamu salah tempat?

Kepala Direksi Pan. Aku merasa ada yang salah. Apa yang kamu katakan? Sesuai dengan cara penyusunanmu, sampai besok juga tidak akan selesai. Kamu tahu apa? Setiap tahun kami susun seperti ini. Artinya, kalian salah setiap tahun. Jika ganti aku, tidak lebih dari satu jam, 8 huruf moto sekolah akan selesai aku susun. Ingin lari lapangan?

Aku serius. Jika aku tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu, jangankan 10 putaran, 50 putaran juga aku terima. Kepala Direksi, biarkan dia coba dulu. Kebetulan kita bisa istirahat dulu. Baiklah. Aku berikan waktu satu jam. Jika tidak bisa menyelesaikan tugas, lari 100 putaran. Bagaimana jika kami menyelesaikannya tepat waktu? Jika kami menyelesaikannya tepat waktu,

Kamu harus membatalkan pelatihan sore, biarkan kami bebas beraktivitas. Baik. Aku berikan waktu satu jam. Jika tidak bisa menyelesaikan tugas, lihat bagaimana kamu menanggung konsekuensinya. Teman-teman, mari kita istirahat dulu selama 20 menit. Yu Huai kali ini pasti bermasalah. Aku merasa dia sangat percaya diri. Hei, Geng Geng, Han Xu! Kalian datang bantu aku dulu.

Kalian pegang sendiri. Aku bilang, kalian tulis. Kalian juga ambil. Bantu aku menulisnya. Lu Xinghe, turun, turun! Hanya masalah kecil. Tidak perlu sampai bunuh diri. Turun, turun! Kenapa kamu baru datang? Lu Xinghe. Ayahmu bersusah payah mengirimmu ke Zhenhua. Apa tujuannya? Bukankah ingin kamu belajar dengan baik? Kamu seharian… Aku harus menghukummu, atau tidak menghukummu?

Pan! Tidak perlu hukum lagi. Langsung keluarkan aku saja. Lihat seperti apa perkataanmu. Aku tidak bisa menjelaskannya kepada ayahmu. Tidak perlu dijelaskan. Aku sekolah, dia cari uangnya, kami tidak berhubungan. Aku sudah mempelajari nilaimu dengan cermat. Dasarnya masih lumayan bagus. Jika kamu belajar lebih giat, lebih fokus… Masuk! Kepala Direksi Pan. Siap.

Begitu cepat sudah siap? Bagaimana cara melakukannya? Sebenarnya tidak sulit. Langkah pertama, letakkan semua siswa pada koordinat sumbu XY. Setiap orang seperti sebuah piksel. Langkah kedua, tuliskan delapan huruf moto sekolah di sumbu koordinat, lalu cari titik yang sesuai untuk setiap orang. Langkah ketiga, buat kode dengan angka 0 dan 1. 0 artinya jongkok.

1 artinya berdiri. Setelah siap buat kode, bagikan untuk semua orang. Dan langkah keempat… Tunggu sebentar. Kelompok pertama! Kelompok kedua! Kelompok ketiga! Kelompok keempat! Tidak lebih dan tidak kurang. Pas satu jam. Tugas ini diselesaikan dengan baik. Tapi lain kali tidak boleh bahas syarat dengan guru. Mengerti? Tidak boleh diulang lagi.

“Cinta datang terlalu cepat seperti tornado” “Tidak bisa pergi dari badai, tidak sempat kabur” “Aku tidak ingin berpikir lagi” “Aku tidak bisa berpikir lagi” Hei, Laishun. Kamu sedang baca puisi? Kalian saja. Ayo, ayo, sekali lagi. Kali ini mulai dari Geng Geng. Baik. Mulai. Kebetulan adalah Geng Geng dan Yu Huai dari kelas kita.

Kalian saling bertatapan selama 15 menit. Siapa yang duluan tertawa… Siapa yang duluan tertawa, telinganya harus dicubit. Cubit sampai merah. Baik. Bersiap, mulai. Geng Geng menang. Cubit dia. Cubit. Jangan terlalu kuat. Jangan lupa, aku sempat menyelamatkanmu. Aku akan membalas kebaikanmu. Oh, sakit, sakit, sakit! Ayo. Mari kita lanjutkan. Baik. Kita impas. Sudah sangat merah.

Jangan dendam padaku lagi. Transaksi Eh, oh ya! Ini. Terima kasih. Telingamu merah Pak Zhang datang. Lakukan satu pertunjukan! Ayolah! Pak Zhang, Pak Zhang, ayolah! Pertunjukan terakhir, aku yang tampil. Tapi sebelum dimulai, aku ingin bicara sesuatu. Ujian pengetesan besok… aku tekankan sekali lagi. Sebenarnya… adalah tindakan sekolah untuk mengetes kemampuan siswa.

Tepatnya untuk mencari tikus perusak Zhenhua. Kenapa kamu ngomong seperti itu? Karena akulah tikus perusak Zhenhua. Aku dengan kamu dan mereka, bukan orang dari dunia yang sama. Aku bisa masuk Zhenhua adalah suatu mukjizat. Kalau begitu, kamu duduk denganku saja. Aku akan membantumu. Ujian besok sangat penting. Kalian harus mengerjakannya dengan baik. Baik.

Shun diangkat dari lading pertanian. Jika Tuhan ingin memberikan misi kepada orang seperti ini, maka harus terlebih dahulu mengasah kehendaknya. Aduh, jika tahu begini, seharusnya aku tidak belajar sastra kuno dulu. Jangan berbicara selama ujian. Kerjakan ujiannya sendiri. Tiga panjang dan satu pendek, pilih yang terpendek. Tiga pendek dan satu panjang, pilih yang panjang.

Kenapa ini panjangnya sama semua? Jangan melirik ke mana-mana. Tidak ada jawaban di langit-langit. Siapa yang suruh kumpul dulu? Buang-buang waktu, sama dengan buang-buang nyawa. Masih ada setengah jam, cepat isi lembar jawabannya. Hei, bagaimana ujiannya hari ini? Aku rasa lumayan bagus. Pertanyaan-pertanyaan itu cukup gampang. Benar. Selain pertanyaan terakhir agak susah,

Yang lain semuanya sangat gampang. Contohnya pelajaran IPA, semua itu adalah pengetahuan SMP. Aku masih ingat ada di halaman berapa saja. Benar, benar. Aku rasa kali ini nilai kita pasti sangat bagus. Makan lebih banyak sayur. Lihat ini. Geng Geng ya? Mari duduklah. Lin Fan, panggil kakak. Kakak. Aku dengar, kamu masuk Zhenhua ya?

Sangat pintar. Mari kita minum teh dulu. Terima kasih. Fanfan. Lihat Kakak Geng Geng sangat hebat. Ke depannya harus belajar dari Kakak Geng Geng. Mengerti? Itu Benar-benar diblokir hari ini Hei, Geng Geng. Ini adalah Bibi Qi. Sudah kenalan. Oh! Geng Geng. Makan udangnya. Makan sayur. Kakak tidak suka makan udang ini.

Bantu kakak makan satu ya. Cepatan. Hasil ujian keluar hari ini. Hai! Jika tidak cepatan masuk, kamu bisa terlambat. Cepat, cepat, cepat! Terima kasih kakak kelas. Anak baru ya? Aku lihat kamu sudah berdiri lama di depan. Kenapa tidak masuk? Hais… Hari ini keluar nilai ujian. Katanya akan dikeluarkan jika nilai ujian tidak bagus.

Aku takut. Jangan khawatir. Itu sekolah sengaja menakut-nakuti siswa baru. Zhenhua memang suka seperti itu. Benarkah? Iya, jangan khawatir. Kami semua seperti itu. Cepat pergi. Jangan sampai terlambat. Terima kasih kakak kelas. Kakak kelas, kamu terlihat sangat cantik. Luo Zhi, cepat sekali daya pesona kamu… sampai ke SMA 1. Sedang apa? Kenapa kamu tidak masuk?

Hari ini keluar nilai ujian, kamu tahu kan? Saat ujian, semuanya ditentukan dengan lempar penghapus. Pasti akan dikeluarkan. Aku dengar, tidak akan benaran dikeluarkan. Zhenhua begitu gila, apa yang tidak bisa dilakukan? Aku dengar tahun ajaran lalu ada satu orang, ujian sampai setengah, bruk… lompat dari lantai 4. Benarkah? Kamu dengar dari siapa?

Intinya, jika aku dikeluarkan… aku pasti tidak bisa hidup lagi. Ayahku pasti naik pesawat kembali, untuk mengupas kulitku. Tidak! Kak Haonan bilang, jika ingin mati, juga harus mati dengan jelas. Ayo. Beta! Beta! Cepat kemari! Kamu duduk di sini. Ah! Cepat kemari. Namamu. Kita duduk sebangku. Aku tidak dikeluarkan. Tentu saja tidak dikeluarkan.

Hei, Geng Geng! Geng Geng, cepat kemari! Kita sekarang adalah sahabat. Sudah kubilang, kita tidak akan dikeluarkan. Kita berempat adalah sahabat. Siapa yang ingin bersahabat dengan kalian? Saat masuk, aku ranking keempat dari satu kelas. Kalian? Jika bukan karena aku demam waktu ujian, Mana mungkin aku bisa… duduk dengan siswa sampah seperti kalian.

Hei, Han Xu. Tempat kita diurutkan sesuai dengan apa? Sesuai dengan nilai. Silakan beberapa siswa, bagi buku pelajaran. Pak, biarkan aku saja. Sudah masuk sekolah beberapa saat. Aku ingin… memilih beberapa pengurus kelas. Jika ada yang ingin merekomendasikan diri, bisa beritahukan padaku. Kalau begitu, aku umumkan langsung. Ketua kelas adalah… Xu Yanliang. Sekretaris pembelajaran,

Han Xu. Sekretaris olahraga, Yu Huai. Sekretaris kebersihan, Zheng Yamin. Sekretaris kesenian dan sastra, Wen Xiaoxiao. Selanjutnya… adalah pelajaran fisika aku. Semuanya bersiap dulu. Kita bertiga, tidak ada yang jadi pengurus ya? Han Xu jadi sekretaris pembelajaran. Dasar! Aku harus menyelesaikan… masalah pribadiku dulu. Jangan terlalu peduli tempat duduk.

Duduk di mana itu tidak ada bedanya. Lagi pula, aku juga tidak boleh… menggantikan tempat duduk siswa tertentu. Aku juga tidak bisa duduk dengan Geng Geng. Nilainya begitu buruk. Bagaimana jika memengaruhi aku? Zhu Yao. Kamu tidak boleh seperti itu. Geng Geng adalah teman sekelasmu. Kamu seharusnya bantu dia. Kenapa malah tidak suka padanya?

Aku tidak ingin membantunya. Dia tidak suka belajar. Zhu Yao. Aduh, Pak! Punya kamu. Perpindahan adalah kuantitas fisik … yang menunjukkan perubahan posisi partikel. Jarak adalah panjang lintasan gerakan partikel. Apakah kalian mengerti? Mengerti. Aku berikan sebuah contoh lagi. Misalnya saat kereta berbelok, daya dukungan rel terhadap kereta adalah Fn. Sebenarnya, tempatmu ini sangat bagus.

Ngomong saja gampang. Atau…kita tukaran saja? Kamu duduk di depan. Tidak mau. Zaman apa sekarang, kenapa masih sampul buku? Aku suka. Kenapa kamu begitu galak? Baru hari pertama masuk sekolah, kenapa bukumu sudah rusak seperti ini? Yu Huai. Kamu cari aku? Tidak. Yu Huai Apakah kamu tahu? Ujian pengetesan kali ini,

Sepertinya nilaimu paling tinggi di kelas. Bisakah ceritakan pengalaman belajarmu? Kita sesama murid teladan, saling berbagi. Sebenarnya… pengalamanku… Sebenarnya adalah… tidak fokus saat belajar, lalu pulang rumah mainkan game. Kita semua adalah murid teladan, harus saling membantu. Jangan khawatir jika memberitahuku, aku akan merebut rankingmu. Aku tidak khawatir. Aku ngomong sebenarnya. Tidak berbohong padamu.

Sudahlah jika tidak mau bilang. Apanya yang hebat? Aku sudah siap mempelajari bahan SMA 2. Pakai punyaku dulu. Lumayan. Hanya sedikit tidak nyaman saja. Kamu ini… terlalu senang. Tidak ada yang akan bersimpati pada orang lemah. Tapi ketika di Sekolah Menengah No.13, aku tidak perlu duduk di barisan terakhir. Kamu duduk di barisan terakhir?

Tidak boleh seperti itu. Aku telepon gurumu sekarang. Suruh dia ganti tempat dudukmu. Jangan, jangan, jangan. Jangan telepon. Kami duduk bergiliran. Benarkah? Benar. Minggu depan aku sudah duduk di depan. Geng Geng, sangat sulit untuk diterima di Zhenhua. Dasar kamu tidak sebagus orang lain. Kamu harus lebih giat. Paham? Otakmu,

Jangan hanya memikirkan yang tidak penting. Tugas kemarin sudah siap dikerjakan? Tugas yang kubagikan kemarin, semuanya sudah selesai? Sudah. Bagus, kumpulkan sekarang. Kemarin ada dikasi tugas? Iya. Kemarin saat kamu tidak ada di kelas, Pak Pan datang memberikan tugas. Kenapa kamu tidak memberitahuku? Kamu tidak tanya padaku. Kenapa kamu begitu egois? Pantas tidak punya teman.

Siapa yang tidak mengumpulkan tugas? Berdiri sendiri. Ternyata ada satu. Baru berapa hari masuk sekolah, sudah malas kumpul tugas? Sebelum pulang sekolah, kumpulkan tugasmu ke kantorku. Jika tertangkap lagi, tanggung risikonya sendiri. Geng Geng. Jangan peduli dengan Zhu Yao. Ke depannya jika ada tugas, kami akan memberitahumu. Jangan dengarkan dia. Dia bisa ingat tugas,

Semuanya karena beruntungan. Terima kasih ya! Untuk apa berterima kasih. Ke depannya kita adalah sahabat baik di Zhenhua. Kenapa kamu memilih sampul buku seperti itu? Oh, aku membelinya untuk orang lain. Oh! Hei kamu! Pena yang bisa ditulis, semuanya tidak bermasalah. Kenapa sekali coba malah jadi menggambar? Berapa? Tes pena tapi tidak dibeli.

Lain kali sekalian saja bawa tugas kalian dan kerja di sini. Eh, ide ini bagus. Hei, Zhu Yao. Bukankah kamu selalu ingin duduk di baris pertama? Kita tukaran saja. Kamu ingin duduk di tempatku? Benar. Selanjutnya kelas Nenek Zhang. Aku melakukan hal buruk di depannya. Pasti akan dimarahi. Jadi, kita tukaran saja.

Lagipula, dia tidak kenal kamu. Hei Zhu Yao, aku beritahukan kamu ya. Tempat dudukku cukup dekat dengan Han Xu. Baiklah. Kali ini, anggap aku membantumu. Lain kali kamu harus mengajariku jika aku tidak bisa. Baiklah. Terima kasih. Hei, Han Xu! Nilaiku saat masuk berada di posisi keempat.

Nilai matematika hanya 5 poin lebih rendah dari kamu. Bisakah kamu ceritakan pengalaman belajarmu? Kita sesama murid teladan, saling berbagi. Siswa-siswa semuanya, buku pelajaran sastra kita saat ini, sebagian besar karangan di dalamnya, masih terlalu mendasar. Kenapa kamu tidak tulis? Tulisanku jelek. Kamu ini formalisme. Tulis nama buku dan nama kamu di buku.

Kamu tahu itu buku apa, orang lain tahu itu punya kamu, itu sudah cukup. Yu Huai. Umm. Bagaimana jika kamu bantu aku. Tulisanmu cantik. Terima kasih. Kali ini aku tidak tagih uang ya. Atau kamu bungkus ulang? Maafkan aku. Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Bantu tuliskan ini juga. Tidak masalah ingin tulis nama siapa. Oh ya!

Ini untuk kamu. Terima kasih. Sama-sama. Aku pulang. Tugas piket hari ini, kuserahkan padamu. Kenapa? Ini adalah tugas kita bersama. Karena malam hari ada les tambahan. Terima kasih. Ibu! Kenapa kamu begitu lambat? Ada tugas piket. Sekarang kamu masih duduk di barisan terakhir? Kamu harus segera bilang pada guru. Jika masih tidak bisa,

Katakan pada ibu. Aku yang cari gurumu. Tidak perlu. Di samping Zhenhua, aku suka sebuah rumah area sekolah yang bagus. Punya ruang peningkatan nilai yang tinggi. Nanti aku jual sahamku, dan beli rumahnya. Ibu, apakah kamu tidak menginginkan aku lagi? Apakah iya? Anak bodoh. Jika bukan karena ibu sibuk dengan pekerjaan,

Aku pasti harus menjagamu sendiri. Mengerti? Ibu. Ayahku… ayahku akan menikah. Namaku Zhang Feng, guru matematika kalian. Hari ini kita bahas tentang bab pertama bagian kedua. Aku dengar Pak Zhang ini… adalah teman sekelas Pak Zhang kita. Kenapa gayanya berbeda jauh dengan Pak Zhang? Bermain kata ya kamu? Siapa yang masih berbicara?

Jika ini di kelas 2 kami, akan segera dikeluarkan. Lihatlah nilai ujian pengetesannya kalian. Lihat papan tulis. Buktikan… buktikan bahwa OA tegak lurus terhadap OB. Baris ini siswa cewek keenam, coba kamu jawab. Tidak ada di dalam buku. Pak, aku tidak tahu. Teman di sampingnya. Jika ingin membuktikan bahwa OA tegak lurus terhadap OB,

Cukup buktikan kemiringan OA dikali dengan kemiringan OB, sama dengan minus 1. Bagus sekali, silakan duduk. Sama-sama duduk di barisan terakhir, tapi sudah ada perbedaannya. Pak! Hasil ujian masuk SMA aku di urutan keempat. Hanya saja, aku ceroboh saat ujian pengetesan. Aku berbeda dengan siswa buruk ini. Siapa yang kamu sebut siswa buruk?

Aku bilang kamu. Katakan sekali lagi, siapa yang kamu bilang? Sedang apa kalian? Orang jelek banyak berulah. Siapa kamu sebut jelek? Orang jelek banyak berulah. Zhu Yao! Bukankah kamu ingin duduk di barisan pertama? Sini, sini, aku tukaran denganmu. Berhenti! Siapa yang mengizinkanmu pindah tempat duduk sendiri? Pak, hanya pindah tempat duduk saja.

Kamu masih tahu aku gurumu? Ah? Hanya masalah kecil, jangan ganggu waktu belajar teman-teman lain. Mari. Datang ke tempatku. Kamu yang ngajar saja. Kalian yang dimaksud. Kamu katakan sekali lagi. Siswa buruk, siswa buruk. Jangan berantam lagi, jangan berantam lagi. Ada apa? Lihat saja sendiri. Pak Zhang sudah datang. Pak Zhang sudah datang.

Ada apa ini? Zhu Yao buat masalah. Dia bilang kami adalah siswa buruk. Pak, aku seharusnya tidak duduk di barisan terakhir. Berkelahi hanya karena masalah kecil seperti ini? Pak Zhang, ini bukan masalah kecil. Pengaturan tempat dudukmu tidak benar. Tapi ini adalah tradisi di Zhenhua. Guru Zhang, sudah zaman apa sekarang, masih begitu kuno.

Jika ingin melanggar tradisi, kamu harus punya kemampuan. Kalau begitu, Pak Zhang, kita berunding dulu. Apakah jika kami menang, kami bisa mengatur tempat duduk sendiri? Tapi jika kalian kalah, itu artinya mengganggu kedisiplinan kelas. Kalian harus belajar sambil berdiri selama seminggu. Satu minggu. Baik, Pak Zhang. Kita sepakat seperti ini. Baik.

Pak Zhang Ping lawan perwakilan siswa. Saling mengajukan pertanyaan. Jika jawabannya benar, dapat satu poin. Jika jawabannya salah, pihak lawan dapat satu poin. Yang duluan mendapatkan 5 poin, dapat menetapkan… Sudahlah, jangan cerewet. Mulai! Moto Sekolah Zhenhua. Suka bertanya, menjunjung kebenaran. Saat mengerjakan soal benar atau salah, Hua menjawabnya dengan lempar dadu. Kenapa 20 pertanyaan,

Dia menjawab 40 kali. Dia bermain dadu. Salah. Karena dia sedang melakukan pengecekan. Tepuk tangan! Katakan sebuah peribahasa, radikalnya sama semua. Wan bo li qiu (bermain kelereng). Berapa nilai rata-rata ujian masuk Zhenghua tahun lalu? 591.7. Salah, itu hanya sekolah utamanya. Tunggu sebentar. Bermain kelereng juga termasuk peribahasa? Benar juga.

Xu Yanliang, bagaimana kamu menjadi wasitnya? Tiga banding satu. Lanjutkan. Apa lagu pertama dari… album pertama David Zee Tao bagian B? Brengsek. Kenapa kamu marah orang? Pak Zhang benar. Memang “Brengsek”. Berapa daya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tiongkok, di Unit 1? 4,5 kali 10 pangkat 4. 4 banding 2. Bus mana yang berjalan…

Dari Central Avenue ke Stasiun Kereta Utara? Jalan 69. Kenapa kamu tanya pertanyaan yang begitu gampang? Tetap bus ini. Kualitas adalah M, berjalan di jalan raya yang lurus, ketika percepatan mobil adalah A, kecepatannya adalah V, daya mesin adalah P1, ketika daya mesin adalah P2… Jika daya rintangan tidak berubah, kecepatan maksimum bus adalah…

P2 dibagi dengan dalam kurung P1 dibagi dengan V, dikurangi Ma. Yang ingin aku tanyakan adalah… di mana stasiun terakhir bus ini. Pak, kenapa kamu main curang. Benar. Sudah 4 banding 4. Pertanyaan apa itu? Pertanyaan kelima aku. Serius tidak bisa. Apakah ada yang bisa? Kami belum mempelajari ini. Ini adalah pertanyaan tingkat senior.

Aku ingat sebuah kalimat dalam “Perkataan Guru”. “Di mana ada peraturan, di situlah ada guru”. Kita menang. Pindah tempat duduk. Pak Zhang! Aku juga ingin pindah. Itu… Geng Geng. Ah! Kita sudah sepakat. Apakah dia bersedia? Itu adalah barisan terakhir. Aku bersedia. Kenapa aku merasa… tadi kalian berdua seperti sedang melamar? Aku bersedia.

Kita sudah sepakat. Hai, teman sebangku. Semuanya… tadi mengganggu pelajaran Pak Zhang Feng. Kelas selanjutnya, ingatlah untuk minta maaf kepadanya. Sebenarnya, Pak Zhang Feng sangat baik. Kami duduk bersama dari SMP sampai SMA. Mereka berdua, satu namanya Zhang Ping, “Ping” dari kata “Ping yuan (dataran rendah)”. Satunya lagi namanya “Zhang Feng”,

“Feng” dari kata “Shang feng (puncak gunung)” Takdir seperti apa itu? Mungkin orang di sampingmu, adalah kekayaan yang paling berharga… bagimu seumur hidup. Hei, Geng Geng. Kamu punya kamera kan? Iya. Sini, foto kita semua. Satu dua tiga! Kenapa kamu membiarkan siswa mengacau? Guru lawan murid. Zhenhua, selama ini tidak pernah ada kelas…

Dan wali kelas seperti ini. Aduh, Kepala Direksi Pan. Jangan marah dulu. Seperti ini saja, jika ujian tengah semester, nilai kelas 5 menurun, aku akan menanggung semua konsekuensinya. Sudah pulang ya. Kenapa kamu kemari? Omong kosong. Aku pulang pasti ada urusan. Hari ini ada urusan di kelas, pulang agak telat. Sudah berapa kali aku bilang,

Jangan minum cola dingin, tidak bagus bagi lambung. Seharusnya di letakkan di luar, tunggu hangat dulu baru minum. Baru kali ini aku dengar cola harus tunggu hangat dulu. Jika ibumu yang memberitahumu, aku jamin… kamu tidak berani membantahnya. Aku minum 100 botol cola, mungkin sekali pun tidak bisa dilihatnya. Oh ya! Aku sudah menanyakannya.

Wali kelas kalian tahun ini… adalah siswa lulusan baru. Itu tidak boleh. Aku harus cari cara. Antara ganti guru, atau ganti kelas. Tidak perlu. Muda… belum tentu tidak bisa mengajar. Iya. Muda memang bagus. Waktu itu kamu yang ingin cerai. Sudahlah. Aku pergi dulu. Malam masih ada rapat. Lihat emosinya itu. Bisa naik motor tidak?

Hei! Motormu bagus. Punya kamu juga bagus. Kenapa kelas 5 boleh pindah? Guru kelas 5 lebih pengertian dari kamu. Siswa yang berasap di belakang. Tadi kalian bekerja sama untuk mempermainkan Zhang Feng? Kalau begitu, kita bertiga satu tim. Diam! Sebenarnya ngajar geografi di Zhenhua, adalah hal yang sangat berat. Geografi adalah IPS? Gampang.

Aku tidak percaya tidak bisa menanganinya. Cepat kembali. Bukankah kamu yang suruh aku ke kelas 5? Kenapa kamu ingin memperburuk dirimu sendiri? Bocah yang memalukan! Kamu juga tidak boleh beremosi terhadapnya. Yang sudah dipelajari, semuanya sudah dikembalikan. Apakah ini sangat penting bagi kamu? Bukan urusanmu. Ayah, apakah ke depannya kamu masih akan terus mencintaiku?

Intinya, dia sangat tidak normal. Mereka yang tiba-tiba muncul dalam hidup kita, semuanya bukan muncul setelah kamu siap. Semua itu adalah kejutan. Biarkan sekolah… ujian, pergi saja ke neraka.