【FULL】Something Just Like This Eps 29【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [We are Young] [Episode 29] Lihatlah, Duan Ran. Ini adalah Fei Fei. [Menjadi aku yang baru.] Dia mengunggah wechat moment. Senyumannya lumayan senang. Kuberikan dia tanda like. [Like] Masalah Fei Fei sudah berlalu akhirnya kamu juga sudah bisa lega. Tapi, meskipun masalah ini sudah berakhir,
Lain kali kamu juga jangan mengungkit lagi persoalan menyuruhku kembali ke RUI, boleh tidak? Sungguh! Pekerjaan sekarang tampaknya sangat biasa tapi aku merasa sangat puas. Ada perasaan nyata yang sudah lama hilang. Aku merasa sangat senang. Anggap saja semacam pemulihan iman, aku tidak berharap waktu ini berlalu dengan cepat. Baik. Baik.
Kalau begitu aku naik dulu. Pergilah. Aku di sini membawakan beberapa buku untukmu. Semuanya ini berguna untukmu, bagus sekali, nanti coba kamu baca, belajarlah. Kamu ini sengaja! Jelas-jelas tahu kalau aku sekarang sedang beristirahat, kamu malah memberiku buku yang begitu rumit. Kalau begitu tidak perlu dibaca, letakkan saja di dalam rumah, boleh tidak? Memikirkanku sekali.
– Cepatlah pergi. – Kamu bantu aku pegang ini. Ini terlalu sulit. Aku itu… Kamu yang mana? – Terima kasih. – Cepat pulang. – Aku naik dulu. – Baik. Kamu hati-hati berkendara. Halo, tolong kamu beritahu lagi kepada direktur Chen, bilang saja kalau Kele sudah datang. Maaf, direktur Chen sedang rapat,
Lain kali kamu buat janji dulu baru datang. Aku tidak perlu buat janji, kamu bilang saja kepadanya kalau Kele sudah datang, apakah kamu tidak mengerti? Kele ya? Kemari, ikut aku. Pegang ini. Tunggu aku di sini. [Berarti dia sudah sedikit berubah.] Baiklah, aku sudah mengerti. Mengantri dulu. Apa maksudmu? Mari, daftar isi produk.
– Di sini? – Benar. Bagaimana dengan ruang ganti dan ruang live pribadi yang sebelumnya dijanjikan kepadaku? Nov.11th sedang sibuk, bergabung saja dulu. Di atas itu adalah ruang ganti, gunakanlah mana yang kosong. Direktur Chen yang berjanji padaku, aku mau mencari dia, dia ada di mana?
Direktur Chen sedang sibuk, kalau ada masalah cari saja aku. Sorean nanti akan menyusunkan tim operasi untukmu. Nov.11th, aku pergi dulu. Masih belum turun makan. Duan. Hari ini jangan pergi ke kantor, aku temani kamu pergi ke rumah sakit, ya? Untuk apa? Bukankah kamu bilang dadamu sesak? Kamu harus memeriksanya. Hanya penyakit lama,
Aku tahu sendiri. Hari ini ada banyak kerjaan di kantor. – Pagi. – Aduh, akhirnya anda sudah turun. Cepat makan. Tidak tidur nyenyak. Kakak, makan jangan bermain handphone, boleh tidak? Kamu tidak melihat wechat momentku ya? Wechat moment anda satu hari ada belasan lebih, aku lihat yang mana? Ibumu memang suka melakukan ini,
Suka melakukannya sampai tidak tahu lelah. Salah, itu adalah senang berbagi, senang berbagi. Senang berbagi. Untuk apa kalian berdua bangun pagi-pagi? Bisa tidak jangan menindasku? Kalau Xixi ada disini, kalian berdua pasti tidak berani. Sudah, duduk saja. Tunggu sebentar, aku ambilkan. Xixi, benar juga, sudah lama sekali tidak berjumpa dengannya.
Bagaimana kerjaan anak ini di toko? Lumayan baik. Dia berencana kapan kembali bekerja ke RUI? Aku berpikir, biarkan dia berlibur, beristirahat sebentar. Kemarin sudah terlalu lelah, kebetulan juga bisa menggunakan kesempatan ini memulihkan semangatnya. Buku yang aku suruh kamu berikan kepadanya, apakah sudah kamu berikan? Apakah kamu masih tidak tenang aku yang menangani masalah? Baiklah.
Istirahat sebentar juga baik. Menggunakan kesempatan ini untuk meringkas pengalaman, menenangkan diri sendiri, banyak membaca buku, juga bisa mengisi daya diri sendiri. Kenapa aku mendengarnya tidak seperti beristirahat, malah semakin melelahkan? Bagaimana nona cantik? Apakah kamu menyukainya? Tidak begitu, biasa-biasa saja. Kamu lihat, ini semua baju yang kamu pilih sendiri,
Kalau kamu rasa ada yang cocok atau suka, kamu bisa langsung meletakkannya di kasir dan melakukan pembayaran. Tidak apa-apa, tidak beli dulu, tidak begitu suka. Tidak mau dulu, terima kasih, terima kasih. Orang yang datang mencoba baju lagi. Apa yang terjadi sekarang ini? Membawa sebuah handphone untuk membeli baju. Masih belum keluar dari ruang ganti
Sudah selesai foto, juga sudah memesan dari internet. Jika terus seperti ini, bagaimana kita mau jualan? Aku prediksi, pasti ada e-commerce yang mengadakan promo, semua orang hanya datang mencoba baju. Mau bagaimana lagi? Simpanlah. Nov.11th segera datang, kalian pasti akan sangat sibuk. Jika Xixi tidak ada, apakah kalian sanggup menanganinya? Rupanya anda masih mengerti Nov.11th.
Lihatlah perkataanmu ini. Bagaimana pun ayahmu ini sudah bekerja satu tahun di bidang e-commerce. Performa penjualan sebelas sebelas di toko online maupun di toko offline adalah sama. Sekarang Nov.11th sudah berkembang menjadi hari berbelanja besar-besaran nasional, toko offline harus mengikuti tren dan situasi ini. Toko offline memang harus ikut menambah ketenaran Nov.11th ini. Tapi menurutku,
Sebenarnya Nov.11th terhadap toko offline tidak begitu membantu, tidak ada artinya. Itu karena kalian sembarangan memberi diskon, sembarangan membagikan kupon, membuat pasar ritel menjadi kacau. Memang begitulah industri kami. Industri baru masih belum memiliki aturan yang pasti. Tidak seperti bos besar perusahaan ritel seperti kalian, kalian sudah melewati berbagai macam hal,
Sudah mengerti, hati kalian juga tenang. Dunia siaran langsung kami beberapa diantaranya adalah orang yang tidak pernah bergabung dalam organisasi, berpindah haluan dari berbagai industri bekerja di siaran langsung ini. Kami ingin memilih dan melakukan sesuatu, mengumpulkan semua orang untuk rapat itu terlalu sulit, tidak akan ada yang mendengarkanmu. Aku malah merasa kalian seharusnya
Mempelajari aliansi entitas dengan baik. Semua orang bisa duduk dengan tenang, membicarakan masalah, menyelesaikan masalah, menetapkan peraturan industri. Harus ada sebuah organisasi yang bersatu. Ini semua untukku? Semuanya untukmu. Hari ini aku harus berterima kasih padamu dulu, aku datang untuk menyemangatimu. Tidak boleh, direktur Duan dua hari ini aku mempunyai banyak kencan buta,
Kalau aku gemuk, maka tidak ada yang menginginkanku. Kamu masih belum mengerti situasi sekarang? Sekarang saat apa ini? Setelah melewati Nov.11th ini, maka kamu akan menjadi wanita kaya, kencan buta apanya? Tidak perlu pergi kencan buta lagi, makan saja. Benar juga. – Kalau begitu hari ini aku akan mendengarmu. – Benar. Kuberitahu kepadamu,
Pekerjaan hari ini mudah sekali. Hanya dua kata, pembagian kupon. Terus bagikan, bagikan saja, tidak perlu menghemat uang, bagilah seberapa banyak yang bisa dibagikan. Tenang saja direktur Duan, aku sudah mengatur kuponnya, setiap jamnya sudah kuaturkan untuk dibagikan. Memang Su Su yang paling mengerti aku. Direktur Duan, mengapa hari ini kamu bersemangat sekali?
Aku tidak hanya bersemangat, hari ini aku seperti popeye yang baru saja memakan bayamnya, penuh dengan energi. Su Su, Su Su, cepat kemari lihat. Direktur Duan, cepat lihat. Tadi kuponnya sudah dibagikan, [Jumlah Pembayaran, Jumlah Pengunjung, Jumlah Pesanan] jumlah penggemar kita langsung naik 30 ribu, [Kupon sudah dibagikan] jumlah pesanan langsung naik 10%.
Sudah berhasil, sudah berhasil. Nov.11th kali ini kita sudah berhasil, benar bukan? Aku sudah bilang harus memberikan diskon, kan? Kamu harus memberikan keuntungan untuk konsumen, kalau tidak ada diskon, siapa yang mau membeli barang di tokomu? Benar tidak? Kali ini tidak perlu, tidak perlu pergi kencan buta lagi, tidak perlu melakukan wawancara lagi.
Kedepannya semuanya adalah wanita kaya. Kamu kemari, kemari, kemari. – Kemari, kemari, kemari. – Yu Shi, – kamu lihat ini, cepat lihat. – Cepat, kemari. – Yu Shi, Yu Shi, kamu lihat ini. – Sore ini pergi ke hotel di sebelah, aku akan membayar semua makanan tambahan kantor. Ayo semangat!
Apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu lakukan? Jangan menghabiskan uang itu lagi. Ada apa? Ada apa? Kalau begitu aku katakan. Tadi aku menerima sebuah email dari aliansi pakaian. Mereka memujiku? Mereka bilang mulai sekarang baju yang kita jual di online harganya harus sama dengan toko ritel. Tidak boleh mengadakan diskon-diskon itu lagi.
Kalau kita tidak mau bekerja sama, maka… Kalau tidak mau bekerja sama, maka apa? Mereka akan mengakhiri semua kerja sama dengan kita. – Keterlaluan! – Benar. Apa ini namanya? Sudah cukup kamu ini. Apa untungnya mereka berbuat seperti ini? Kalau sungguh menyamakan harga, keuntungan apa yang mereka dapat? Dia bisa mendapatkan seberapa banyak uang,
Ada uang tidak boleh dihasilkan bersama? Aku sudah cukup lama mempersiapkan Nov.11th ini, dia dengan sebaskom air dingin memadamkan apiku. Aku pikir ini bukan keputusan mendadak, mungkin saja sudah lama direncanakan. Tapi sekarang kita harus cepat pikirkan bagaimana mau menanggapi masalah ini. Aku sudah menanggapinya, direktur Duan. Aku sudah menelepon mereka. Sikap orang-orang ini
Keras sekali, sama sekali tidak mau berbicara denganku. Tadi aku dan Yu Shi sudah menghitung secara garis besar. Kalau berdasarkan aturan mereka sekarang, menyamakan semua harga jual, maka kita tidak mendapatkan untung. Aku memprediksi Nov.11th kali ini, jumlah penjualannya tidak bertambah banyak. Dan juga ini adalah reaksi berantai. Nantinya rencana kepemilikan saham yang kita katakan
Hanyalah sebuah omong kosong. Orang-orang akan kegelisahan RUI sungguh dalam bahaya. Coba kamu periksa gudang kita masih tersisa berapa banyak baju yang tidak bermerek. Nov.11th, kita jual baju yang tidak bermerek saja, yang bermerek tidak kita jual lagi, tidak mau bermain dengan mereka lagi. – Baik. – Baiklah. Sudah seperti ini masih bermain handphone?
Kamu ada begitu banyak cara, cepat sebutkan caramu. Direktur Duan, aku sungguh mempunyai sebuah cara. Cepat kamu katakan. Aku merasa ini sama seperti perperangan antar dua pihak, sekarang kita tidak bisa melakukannya, kan? Kita harus menyusun strategi dahulu, mencari orang. Kita menarik orang, membentuk sebuah front persatuan. Kalian seharusnya mempelajari aliansi entitas dengan baik.
Harus ada sebuah organisasi yang bersatu. Kita berkumpul bersama dulu lalu pelan-pelan merencanakannya. Semua orang bisa duduk dengan tenang, membicarakan masalah, menyelesaikan masalah, dan juga menetapkan sebuah peraturan industri. Apakah mereka akan bersedia? Kalau begitu sekarang kamu carikan perusahaan siaran langsung yang pemasarannya bagus kemari untuk berbincang-bincang. Katakan kepada mereka
Kalau kita akan membentuk sebuah aliansi live, langsung melawan aliansi pakaian itu. Perintah diterima! Kalau begitu aku pergi periksa gudang dulu. Kemeja ditotalkan ada 35 buah. Dress seperti ini totalnya ada 66 buah. Juga ada sebuah baju yang bahkan nenekku tidak akan memakainya. Aku, aku sudah lama sekali tidak melihat baju sekuno ini.
Sekarang kalau kuno saja tidak apa-apa, ini, jumlah yang kita miliki ini sama sekali tidak cukup untuk dijual. Celaka, celaka. Selesaikan dulu perhitungannya, lalu kita lihat total ada berapa yang bisa kita jual. Lagipula sekarang lebih baik daripada tidak ada, hitung seadanya dulu. Kamu harus kuat. Bukankah kamu bilang kalau
Nov.11th akan membawa kami masuk ke area internal? Dan juga kita harus membeli saham kita itu. Benar. Tidak apa-apa, baju ini lumayan bagus, kamu belikan saja untuk nenekmu. Retro, retro, gaya retro populer tahun ini. Baiklah, hanya dengan perkataan kalian ini saja, aku akan mencari cara membawa kita untuk melewati kesulitan.
Bagus, paling tidak aku anggap saja diriku sebagai kios kecil di pasar malam, tutup saja mata dan berteriak, benar tidak? Coba kamu teriak. – Aku… – Tunggu sebentar. Kamu bilang kios kecil? Benar! Kenapa aku tidak terpikirkan. Kamu ini berbakat sekali. Kita hanya bertiga, kalian berdua membeli begitu banyak? Hari ini setiap orang bisa meminum
Dua gelas milktea yang berbeda rasa. Katanya sedang promo Nov.11th, jadi beli satu gratis satu. Untung sekali. Habiskan! Kentang besar. [Balanced Scorecard] Kalau kamu meletakkan seperti ini, bukunya akan basah. Tidak apa-apa, bersihkan saja. Kuberitahu kepadamu, [Balanced Scorecard] buku ini terkenal sekali. Kamu lihat, ini edisi sampul tebal. Satu buku ini harganya 100 yuan lebih.
– 100 yuan? – 100 yuan? Hanya buku ini saja? Buku apa ini? Buku yang harus dibaca oleh semua pengelola bisnis. Hebat sekali? Coba aku lihat. Aku sering melihatnya di daftar buku terlaris di toko buku. Temanku yang memberikanku buku ini, aku tidak mempedulikannya. Sepertinya ini berseri, bacalah semuanya. Kamu mau pergi kemana Xixi?
Dua buku lainnya aku letakkan di gantungan baju di gudang aku bawa keluar dulu. Gadis ini. Yuan Bao. Apa yang terjadi? Tidak tahu. Ada apa mencariku? Apakah Jiayun ada mengatakan ada apa mencari kita? Katanya mau rapat. Rapat. Lima, sudah menunggumu seharian di luar, sedang apa di sini? Kenapa kamu bisa datang?
Bukan, jam pulang kerja sudah lewat berapa lama, merasa tidak tenang jadi datang menjemputmu. Su Su, iri sekali. Sudah, sudah, jangan iri lagi, kalau tidak ada urusan, kita pergi makan hotpot. Sayangku sekalian. Kalian juga sudah melihat penindasan aliansi pakaian kepada kita, aku juga berharap kalian semua mempunyai persiapan mental terhadap kondisi besok.
Kupon yang kita bagikan pagi ini pasti tidak bisa digunakan lagi. Nantinya penggemar pasti akan mengatakan kita plin plan, bahkan kecewa dan yang lainnya. Sekarang ini, adalah saat-saat hidup dan mati kantor kita. Jadi aku sebagai CEO sementara ingin memberikan arahan kepada kalian semua. Tahan, barulah kita mempunyai kemungkinan untuk menang, bisa tidak?
Tapi, meskipun kita bisa menahannya tapi tidak ada keuntungan harga, bagaimana mau menjual barangnya? Jadi selanjutnya aku akan mengatakan poin penting. Besok pagi semua orang berkumpul di depan pintu pasar pakaian. Begitu pasar dibuka, kita semua langsung terobos masuk. Pilih semua, ambil semua, beli semua. Jam, jam berapa? Jam setengah enam. Jam setengah enam?
Jam setengah enam pagi? Kakak kecil, burung yang bangun pagi akan mempunyai cacing untuk dimakan. Kebetulan kartu kredit sudah limit menunggu Nov.11th untuk mengisi kembali. Kalian semua tidak ada pertanyaan lagi, kan? Besok kalian semua jangan terlambat – terutama kamu, Yuan Bao, jangan terlambat. – Aku mengerti. Baiklah, kalau begitu besok aku mengandalkan kalian semua,
Boleh tidak? – Baik. – Baik. – Baik. – Tidak, tidak, tidak. – Semangat. – Tunggu sebentar, tunggu sebentar. Kalian ini satu per satu layaknya tuan putri, nona besar, besok mau pergi ke pasar pakaian memasok barang? Ada yang salah dengan kami? Lihatlah kalian ini satu per satunya tampak bodoh dan kaya. Kalau sungguh pergi,
Baju seharga sepuluh yuan juga bisa dijual 100 yuan. Bos toko pakaian adalah orang seperti apa? Yang satu lebih pintar dari yang satunya lagi. Di mata mereka, kalian adalah sapi gemuk yang sedang menunggu untuk disembelih. Tidak mau, aku tidak mau menjadi sapi gemuk. Tidak ingin disembelih? Bisa. Tapi menurutku,
Kalian harus mengganti baju dan dandanan kalian. Kakak kelima, kamu lihat bajuku ini. Cantik sekali. – Kamu kenapa? – Teman-teman, lihatlah apakah aku cantik? Kamu lihat. Ini adalah baju terjelek yang pernah kupakai seumur hidup. Kalian lihat punyaku ini, mirip dengan baju tidur tidak? Aku, aku berlari paling lambat, tidak bisa berebutan.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa, lumayan cantik. Sudahlah, sudah seperti ini. Kamu cepat ajarkan kepada kami rahasia tawar-menawar. Karena kalian sudah bertanya maka aku ajarkan tiga cara. Dengan adanya tiga cara ini, menjamin kalian tidak akan tertandingi, tidak akan terkalahkan, pasti akan menang. Kemari, kemari, kemari, ayo kita berseru. Semoga kita besok bisa menang.
Satu, dua, tiga. Semangat! Ayo, ayo, pergi makan hotpot. – Aku juga ingin makan hotpot. – Kamu jangan pergi. – Ayo, sama-sama. – Makan apa? Kamu jangan pergi. Dia mau berpacaran. – Pacaran. – Tidak bawa dia, tidak bawa dia, ayo pergi. Sombong sekali sudah berpacaran, tidak mau makan lagi. Aku juga mau makan.
[Miss Yun: Apakah sudah pulang kerja?] [Sudah mau.] Baiklah, direktur Liu, kalau begitu kita sudah sepakat bertemu di rapat, terima kasih, terima kasih. Baiklah, sampai jumpa. [Datang] [Tidak datang] Baiklah. Sekarang ada enam, tujuh, delapan, delapan yang datang, enam yang tidak datang, dan juga dua lagi tidak bisa dihubungi, benar?
Tidak apa-apa, besok aku bangun pagi langsung telepon mereka mengganggu mereka sebentar. Kalau sebagian besar ini bisa datang, maka sudah bisa. Maka aku akan lega, sudah tenang. Kemana perginya orang di luar sana? Direktur Duan, sudah tengah malam, para gadis-gadis sudah selesai siaran. Kalau tidak kita pergi juga, besok kita masih ada perperangan, istirahatlah.
Semuanya terlupakan karena sibuk, ayo pergi. Kemari, kemari, minum dulu. Nyaman. Aduh, sakit gigi. Sudahlah, sakit gigimu ini hanya sedikit sakit di tubuh. Kamu lihat aku CEO ini baru lelah. Biasanya aku hanya memikirkan diriku sendiri saja. Sekarang harus memikirkan seluruh kantor. Semantara ini kamu harus bekerja keras, kamu juga tidak perlu khawatir.
Kuberitahu, semua masalah pasti ada penyelesaiannya. Hari ini aku pergi berkeliling, semuanya tidak beda jauh. Semuanya sudah setuju untuk beraliansi? Apa yang kamu pikirkan? Kamu kira menumpang mobil, melambaikan tangan langsung berhenti? Hari ini menghubungi mereka dulu, besok mengumpulkan semuanya untuk rapat, membicarakannya. Kalau begitu malam ini aku harus membantumu memeluk kaki Buddha.
Semua dewa, kalian harus cepat memberkati aliansi ini cepat terbentuk. Aku juga bisa lega, oke? Aku juga harus memberitahumu sesuatu. Nanti saat Xixi datang, kamu jangan ceritakan ini semua kepadanya. Aku takut dia khawatir. Aku tahu, pokoknya kamu yang merintis, dia yang bersolek di belakang. Tapi aku berharap Xixi bisa segera merintis,
Aku juga bisa cepat kembali ke asalku. Dewi, anda berbaik hati menolonglah. Kamu beri aku dan dia sedikit waktu,oke? Jangan biarkan begitu dia kembali langsung menghadapi masalah ini. Tapi aku bertanya serius kepadamu. Apakah kamu ada berpikir kalau dia tahu tentang ini… Duan Ran. Xixi, kemari. – Cepat kemari. – Jiayun.
Kamu lihat wajah senyum Xixi kita ini, setiap kali aku melihat senyumannya ini maka semua yang kulakukan sudah berharga. Banyak sekali makanan yang enak. Duduk disini. Kalian berdua cepat sekali datang, semuanya sudah dipesan. Sudah lapar bukan? Belum makan. Ayo bersulang. Ayo, ayo, ayo. Sungguh tidak sanggup lagi melihatnya.
Gigi, gigimu sedang sakit, minum lebih sedikit yang dingin. Coba kamu makan tulang ayam itu. Hanya sekilas saja. Aku beritahu kepada kalian semua, hari ini sebelum keluar aku sudah meminum tiga gelas kopi jahe. Sekarang aku merasa darah di seluruh tubuhku mendidih. Aku juga semangat sekali.
Terakhir kali aku seperti ini adalah saat kompetisi olahraga kampus. Mataku tidak bisa terbuka. Huang Ya, sadarlah. Cepatlah, tinggal beberapa menit lagi, semuanya sadar, sadar, sadar. Teman-teman jangan lupakan rencana. [Dengan adanya tiga cara ini,] Ayo, maju, maju, maju. jamin kalian tak tertandingi, tak terkalahkan, Ya tuhan, tunggu sebentar. pasti menang. Ada apa?
Jangan injak aku, tolong aku. Habiskan, habiskan 15 baju terakhir. – Direktur Zhang, kalian berdua lihat toko ini. – Kita pergi kesana. – Kita terus maju ke depan. – Apa? Yang pertama, buatlah tipuan. Kualitas ini tidak begitu bagus. Renda ini biasa sekali. Bos, apakah ini masih ada warna lain?
Warna kami semuanya sudah digantung disana. – Semuanya sudah digantung disini. – Ini enak dipegang tapi modelnya tidak cantik. Baju yang kamu sukai, jangan langsung bertanya harga. Baju ini biasa sekali. Asal bertanya yang lain. Bos, apakah ada barang lain? Jangan biarkan mereka tahu yang mana paling kamu sukai. Yang kedua menggertak. 120 Yuan.
Di sana hanya 80 yuan saja. Ini 180 yuan, ini juga 180 yuan. Bos, bukan aku ingin mengatakannya baju toko kalian terlalu mahal. Orang lain menjual begitu murah, kamu menjual begitu mahal, – ada apa ini? – Sama persis dengan orang lain, modelnya juga sama, bahannya juga sama hanya menjual 60 yuan.
Beri mereka tekanan mental. Baik, kamu mau berapa, aku berikan untukmu. Yang ketiga bersikap kejam. Begitu masuk, langsung tawar harga. Berapa harga baju ini? Ini 150 yuan. Kamu tawar 2/3 dari harganya. 50 Yuan jual tidak? 50 Yuan tidak jual. Kalau tidak jual, putar kepalamu dan pergi. Tapi kamu harus jalan pelan sedikit.
Nona cantik, kembali, kembali, kujual untukmu. Aku jamin mereka akan memanggilmu kembali. Apa? Bagaimana ini bisa menjadi 15 baju terakhir? Itu semua, itu semua apa? Itu semua sudah dipesan oleh bos, hanya tersisa 15 baju, terserah mau atau tidak. Mau, mau, mau, bungkuskan semuanya untukku. Baiklah, hari ini aku membersihkan barang.
Bukankah ini baru buka, kenapa sudah habis? Yang penting ada. Kamu jangan kasih kurang. Tidak kurang, tenanglah. Kamu lihat ini bagaimana? Mau kemeja ini, kami mau jumlah lebih banyak. Cewek cantik. Apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu lakukan? – Kamu yang sedang apa? Kenapa mendorongku? – Su Su, Su Su. Dasar brengsek.
Mao, jangan berkelahi. Tunggu, jangan berkelahi! Jangan berkelahi! Jangan berkelahi lagi! Mau melapor polisi apa? Kalau lapor polisi, aku akan memukulmu sampai mati. Awas kamu! Jangan bertengkar lagi! Chen Lang, kenapa kamu ada di sini? Mao. Bukankah itu adalah Chen Lang? [Aliansi Live] Ini sudah jam berapa, mengapa belum ada yang datang?
Tidak apa-apa, mungkin mereka terkena macet. Maaf, maaf, bar itu nanti malam baru dibuka, disini adalah ruangan rapat. Bar apanya, aku datang untuk rapat. Bukankah itu tertulis aliansi live? Anda dari perusahaan mana? Aku dari perusahaan live Jinduoduo, kamu dari RUI ya? Benar. Iya, iya. Maaf, maaf. Kemari, kemari, silahkan duduk. Maaf.
Anda adalah orang pertama yang datang, aku sudah menunggu seharian, anda tahu tidak? Di sini lantai 27 ya? Benar, tapi kami tidak memesan makanan, apakah punya sebelah? Makanan? Kamu yang mengantar makanan, aku datang untuk mengikuti rapat aliansi live. Berpenampilan tampan hebat sekali ya? Meremehkan orang? Aliansi live bukan? Aku datang untuk mengikuti rapat.
Kak, tidak apa-apa, kan? Sudah berdarah. – Ada apa sebenarnya ini? – Iya. Mengapa begitu kami pergi kalian langsung berkelahi? Kamu sungguh tidak apa-apa? Aku tidak apa-apa, luka orang itu lebih serius dariku. Sudah sepakat jangan berkelahi, malah berkelahi lagi. Orang itu mengambil keuntungan darimu, apakah aku bisa menahannya? Aku sudah bilang aku tidak apa-apa.
Lihatlah, sekarang mempengaruhi semua orang tidak bisa lanjut membeli barang lagi. Kalau sungguh terjadi sesuatu kepadamu, bukankah sudah terlambat? Kamu berharap aku tidak apa-apa, jadi apakah aku berharap terjadi sesuatu kepadamu? Aku salah, aku salah. lain kali tidak berani lagi. – Masih ada tisu tidak? – Mana yang sakit? Perut sakit. Kamu pegang ini.
Kamu usap sendiri, aku takut membuatmu kesakitan. Sakit di dalam tubuh tidak seberapa tapi sakit hati yang kamu berikan kepadaku, apakah kamu sendiri tidak tahu? Siang bolong begini, bisakah kamu tidak mengatakan kata-kata menjijikkan seperti itu? Kalau tidak kalian pergi makan dulu – Nanti aku pergi cari kalian. – Baiklah.
– Pulang kerja. Ayo pergi. – Baik, ayo pergi. Aku saja yang pegang, aku saja yang pegang. Yuan Bao, aku bantu kamu. [Aliansi Live] Itu… Teman-teman sekalian, dengarkan aku. Akhir-akhir ini aliansi pakaian mengeluarkan beberapa permintaan yang tidak masuk akal. Mereka tidak mengizinkan kita menggunakan kupon. Mereka menentukan harga seluruh pakaian.
Ini adalah serangan yang cukup serius bagi kita, dan juga mereka sudah menghina semangat dunia siaran langsung kita. Hanya dengan cara kita bersatu baru mempunyai alat untuk berunding dengan aliansi pakaian. Hari ini aku memanggil kalian semua datang karena ingin berdiskusi dengan semuanya. Dunia siaran langsung kita harus mendirikan sebuah aliansi.
Aku mau bersekutu dengan setiap perusahaan di sini. Kita harus bersekutu untuk melawan aliansi pakaian. Kita harus mempunyai sikap kita sendiri. Kita harus melindungi industri siaran langsung kita. Jangan sampai aliansi pakaian mempengaruhi niat awal dan perasaan kita melakukan siaran langsung. Benar, kan? Kalau kalian semua ada pendapat boleh dikatakan, kita akan berdiskusi.
Direktur Duan, kalau begitu aku duluan mengatakan. Silahkan anda katakan. Aku tidak tertarik untuk membunuh musuh. Meskipun ada, itu hanya di dalam permainan. Lagipula, perusahaan kami hanya sebuah perusahaan kecil, tidak sanggup untuk menampar aliansi pakaian. Jadi, aku tidak berpartisipasi dalam perperangan kalian. Teman, bukan seperti itu. Kesulitan kali ini
Mempengaruhi seluruh dunia siaran langsung kita. Setiap perusahaan siaran langsung pasti terbebani. Dan juga kalau persyaratan ini terbentuk maka yang terpengaruhi tidak hanya beberapa perusahaan besar, perusahaan kecil kalian juga tidak bisa bertahan. Perusahaan kami tidak harus menjual barang bermerek, dengan barang tak bermerek, kami tetap bisa hidup. Seharusnya aliansi pakaian ini
Hari ini tidak memperbolehkanmu menggunakan kupon, maka besok mungkin sekali tidak memperbolehkanmu menjual merek lain, bagaimana dengan kalian? Kalau begitu hanya bisa gulung tikar pulang ke rumah temani istri. Direktur Duan, perasaan yang tadi anda katakan atau lainnya, aku sungguh tidak merasa begitu. Anda tuan muda QE, kan?
Anda adalah orang yang lahir di garis akhir. Bahkan jika perasaan Anda terhadap siaran langsung sudah hilang, Anda tetap bisa membereskannya dan melakukan yang lain, betul tidak? Lalu bagaimana dengan kami? Maka kami akan menjadi target panah. Bukan begitu, semuanya. Kalian semua harus percaya sedikit kepadaku, harus ada kepercayaan di antara kita.
Karena aku memimpin membentuk aliansi live, maka aku tidak akan berhenti di tengah jalan. Dan juga kita harus melawan sampai akhir dengan mereka. Hanya dengan melawan baru bisa mendapatkan hal yang kita butuhkan. Jadi, aku tidak akan melepaskan kalian semua, aku juga salah satu anggota di dalamnya. Omong-omong, kenapa kalian juga datang?
Pisau aliansi live ini sudah sampai di depan leher. Kalau tidak datang lagi maka akan hancur. Tampaknya semua orang menganggap di sini adalah pertolongan terakhir untuk hidup. Berebut seharian hanya mendapatkan begitu sedikit, juga tidak tahu apakah cukup dijual untuk sehari. Kak Lang, tadi aku dengar di sana ada perkelahian,
Bukan kamu yang mereka katakan, kan? Bukan aku. Kebetulan aku ada urusan mencarimu. Mobil barang yang kamu pesan itu sudah bersiap untuk berangkat, suruh seseorang di kantor untuk menerima barang. Oh benar, Zhu Wan. – Kamu cepat ikut Liu, awasi hal ini. – Baik. Kamu sudah bekerja keras, Liu. Tidak apa-apa, tidak mengganggu anda lagi.
Kamu kenal dia? Aku hari ini begitu buka pintu langsung masuk, dia mengatakan kepadaku kalau tidak ada barang lagi. Tentu saja dia harus bilang tidak ada barang. Kami adalah pelanggan tetap, sebelumnya sudah sepakat. Hari ini kemari untuk membayar dan memilih barang. Saat biasanya terjual dengan sangat cepat. Di saat genting seperti ini,
Kamu si wajah asing ini masuk ke dalam mana mungkin orang akan memberikan barang untukmu? Tampaknya hanya kantor kami saja yang tidak akan bertahan lama. Tidak tentu juga. Dibandingkan dengan kalian, kami mungkin paling lama hanya bisa bertahan dua atau tiga hari. Baiklah. Terima kasih untuk hari ini. Kamu memang harus berterima kasih untukku,
Tapi aku harus lebih berterima kasih kepada diriku sendiri. Berterima kasih untuk apa? Aku berterima kasih kepada diriku berani dan tegas, tepat waktu datang ke sini untuk memilih barang jadi bisa bertemu kamu yang cantik. Jodoh. Kakak. Aku hari ini berpakaian seperti ini, apakah kamu bisa lebih estetik sedikit? Ada apa dengan pakaianmu?
Kamu berpakaian seperti apa masih tetap seperti dewi. Baik, baik, baik. Mulutmu begitu pintar tampaknya kamu tidak apa-apa. Ada apa-apa, masih sakit, sakit. Sudah sedikit lewat, sudah cukup. Kalau kamu sudah berobat, kirim kepadaku biaya pengobatannya, aku akan membayarkannya untukmu. Lupakan tentang membayar biaya pengobatan. Menurutku bagi seseorang yang sakit, hiburan yang paling besar adalah
Dewi cantik mentraktirku makan, bagaimana menurutmu? Keadaan seperti ini mana ada suasana makan? Lain kali saja. Kalau begitu makan bersama kali ini kusimpan dulu pria sejati harus memenuhi perkataannya. Aku bukan pria sejati, aku wanita. Lihat suasana hatiku saja. Bukan orang yang sejenis, sama sekali bukan orang yang sejenis. Perkataanku tadi tidak ada masalah, kan?
Tidak ada masalah, terutama saat anda mengatakan kita harus mempunyai sikap sendiri, aku sangat kagum. Tidak mempunyai teman yang berambisi sama. Gigiku ini, kalau marah langsung sakit. Kalau tidak aku buatkan janji dengan dokter gigi, kamu tinggalkan dulu masalah ini. Kamu tidak perlu mempedulikanku, kamu pulanglah. Orang-orang ini masih tetap harus dihubungi.
Dan juga perusahaan yang tidak bisa dihubungi, lanjutkan untuk berkomunikasi. Kita hanya bisa hidup kalau ada mereka. Su Su, bagaimana jumlah penjualan hari ini? Sedikit sekali. Jarak dengan kualifikasi area internal yang kita butuhkan masih ribuan mil jauhnya. Bagaimana dengan stok baju yang kita ambil dari pasar? Itu hanya sedikit saja,
Aku sudah membagi rata untuk jumlah beberapa hari. Tapi seperti hari ini, tidak sampai satu jam sudah selesai live. Para penyiar menjual beberapa barang-barang sisa untuk memperpanjang waktu. Kamu lihat Yuan Bao sedang menjual spicy gluten. Kami ada dua plastik. Darimana dia mendapatkan spicy gluten? Sepertinya iklan yang diterima sebelumnya. Kuberitahu kepadamu.
Pagi ini sudah ada beberapa penyiar meminta izin. Mereka bilang sungguh tidak ada barang yang bisa disiarkan lagi, tidak ingin live lagi. Jadi terakhir hanya tersisa beberapa semuanya sedang sembarangan live. Tapi sembarangan live juga kehilangan penggemar, kan? Kamu lihat Huang Ya sampai menjual mainan. Berapa harga satu ini dia jual? Dua yuan.
Jadi meskipun dia berbicara selama dua jam, menjual 100 lebih, masih tidak lebih banyak dari orang membagi selebaran di jalanan. Benar. Sudahlah, mereka berdua juga termasuk bekerja keras, aku lihat orang lainnya lebih tidak ada cara lagi. Nov.11th segera tiba. Kalau kita masih tidak mencari cara lain, maka Nov.11th nanti tidak akan ada pertarungan lagi.
Tidak apa-apa, semua masalah pasti ada penyelesaiannya. Tenanglah. Aku masih ingin memberitahumu satu hal, masalah pribadiku. Kalau begitu bicarakan ke kantorku. Kalau begitu aku ganti baju dulu, baru pergi cari kamu. Kamu? Ganti baju? Mau ganti baju apa? Duan Ran, giliranmu. Aku hanya menambal gigi apakah harus meletakkan begitu banyak barang? Akan digunakan.
Gigiku tidak parah kan? Tidak begitu, gigi yang tercabut akan mengenai saraf gigi, mungkin akan sedikit sakit. Saraf gigi? Kalian pelan sedikit aku takut memeriksa gigi. Direktur Duan, sudah sebesar ini masih takut memeriksa gigi? Gigi dicabut karena sudah bermulut besar? Direktur Chen, kenapa kamu datang kesini? Ada apa dengan wajahmu? Dipukul orang?
Kamu tak berguna sekali, aku ini luka kerja. Aku ini karena cinta, cinta sejati. Dokter, nanti kalau ada apa-apa lakukan saja kepadaku, aku tidak takut sakit. Kalau yang di samping sana belum tentu. Dia anak orang kaya, lebih manja. Baguslah kalau kamu mempunyai persiapan mental ini. Tapi ada satu gigimu yang patah
Tapi sungguh akan sedikit sakit. Sungguh akan sedikit sakit? Se, seberapa sakit? – Sakitnya, seberapa sakit? – Kenapa kamu ada begitu banyak omong kosong? Apakah kamu masih mau periksa? Jika tidak mau maka keluarlah, jangan di sini mengganggu orang lain. Dokter, cabut saja gigiku ini, aku tidak mau lagi. Sudahlah, kalian berdua jangan mengobrol lagi.
Kemari, buka mulut lebar, kami akan memulai pengobatan. Ayo, rileks, buka mulut lebar, jangan takut. Pelan sedikit. Jangan gugup. Bagus, seperti ini. Jangan bergerak. Minta izin? Kamu berpakaian secantik ini mau pergi kemana? Juga sudah menggunakan parfum freesia itu? Aku mau pergi kencan buta. Ibuku dari minggu lalu sampai sekarang tidak berhenti mendesak.
Hari ini aku harus pergi. Tetapi sekarang adalah waktu bekerja, bagaimana dengan ruang kendali pusat jika kamu pergi?