【FULL】In a Class of Her Own Eps 35【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [In A Class Of Her Own] [Episode 35] Turunlah. – Kau tak apa-apa? – Aku baik-baik saja. – Ayo cepat pergi. – Cepat… Kejar mereka. Ayo. Xiao Man. Tuan Wen, cepat pergi. Sasaran mereka bukan aku. Aku bisa menghadapi mereka. – Cepat pergi. – Mana mungkin aku meninggalkanmu? Akulah target mereka.

Kau harus lari. Aku tidak mau melibatkanmu. Kalau begitu kita hidup dan mati bersama. Aku tak sepadan. Ayolah, cepat. Aku sudah bilang, kita hidup dan mati bersama. Sebenarnya aku membohongimu. Aku tak pantas mendapat cintamu, apalagi nyawamu. Kau membohongiku? Tentang apa? Sebenarnya… Sebenarnya aku seorang perempuan. Pantas saja. Pantas saja. Aku benar-benar bodoh.

Kau baik-baik saja? Mau apa? – Adik. – Siapa kalian? Ayo, naik ke punggungku. Hati-hati. Ayo. Apa yang terjadi? Kudengar kereta tahanan dibajak. Bagaimana dengan Wen Bin? Aku berhasil menahan mereka. Penyebar selebaran lain lari ke arah sini bersama Wen Bin, tapi aku tak bisa menemukan mereka. Penyebar selebaran lain? Tapi… Tapi aku baru melihat…

Melihat Han Sheng Zhi dan Mu Xiao Man… menunggang kuda ke arah sana. Ternyata Mu Xiao Man? Pantas saja aku merasa dia tampak familier. [Kediaman Yu Le] Ada orang? Kenapa kalian ke sini? Ternyata Ketua… menyembunyikan perempuan di dalam kamar. Aku sedang tidak bisa terima tamu hari ini.

Jika ada sesuatu, mari bicarakan saja di akademi. Apa kau melihat Wen Bin? Dia diselamatkan Feng Cheng Jun. Apa aku bisa berbicara berdua dengan Tuan Lei? – Jangan, Xiao Man. – Tentu saja bisa. Ketua suka bercanda. – Bukan begitu, Le Xuan. – Ayo.

– Terima kasih telah menolongku. – Terima kasih telah menolong Wen Bin. – Malam itu… – Malam itu… Kau dahulu. Aku tahu…. siapa yang mau membunuh Gu Zhe Yuan. Hal sekecil ini pun tak bisa kalian kerjakan. Dasar tak berguna. Tapi, Tuan… Tapi apa? Wen Bin terluka parah, belum tentu bisa hidup.

Waktu itu Tuan Muda… yang mencegah kami dari membunuhnya. – Makanya kami… – Tuan Muda? [Putra tak berbakti.] Bagaimana? Masih sakit? Aku sudah lebih baik. Jangan cemas. Aku… Sudah tahu sejak lama. Tentang apa? Di hari saat Gu Da Chao terbunuh, aku mendengar pembicaraan kalian. Maaf. Aku yang melibatkanmu dalam bahaya. Sudah kupikirkan,

Sebaiknya kau secepatnya meninggalkan Akademi Yun Shang. Aku tak pernah berpikir… mau masuk Akademi Yun Shang. Aku juga tak tahu siapa… yang menggunakan segala cara agar aku bisa masuk Akademi. Sekarang jadi begini. Aku tetap saja harus pergi. Baiklah. Aku pergi saja. Tak ada yang menahanku di sini. Begitu aku pulang, aku akan menikah saja.

Tidak bisa. Aku tak setuju. Bukankah itu sangat wajar? Jika tidak, siapa lagi yang menafkahi keluargaku, dan mengurus ibu dan adikku? Aku tak mau tahu, pokoknya aku tak setuju. Memangnya kau siapaku? [Adik.] Kau baik-baik saja? Tidak serius. Kau sedang apa? Mesra sekali. Aku jadi merasa kesepian. Singkirkan lenganmu. Menjauh dariku. Han Zheng Liang…

Mengumumkan penangkapan Wen Bin dan keluarganya. Keluargaku? Kalau begitu ibuku dan… adikku berada dalam bahaya sekarang? Tenanglah, Adik. Ayahku sudah menemukan tempat yang aman untuk mereka. Prioritas utama kita sekarang… adalah mempertemukan Wen Bing dengan Tuan Wang… untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Apa? Kau bilang Wen Bin… adalah putra Xue Ding Kun?

Aku sudah mengonfirmasinya. Aku sudah melakukan banyak penyelidikan, dan juga sudah bertemu dengan ibu Wen Bin. Pantas saat pertama kali bertemu, aku merasa mengenalnya. Ternyata begitu. Apa kau tahu di mana Wen Bin sekarang? Keberadaannya sekarang tidak diketahui. Kita harus menemukan Wen Bin sebelum Han Zheng Liang tahu jati dirinya.

Kita harus membuktikan dia tak bersalah. Jika Han Zheng Liang tahu jati diri Wen Bin, nyawanya akan terancam. Feng Cheng Jun datang? – Tuan Wang. – Jangan sungkan. Cheng Jun. Kau tahu di mana Wen Bin? Cepat! Kepung tempat ini. Ya, Pak! Kenapa… Kenapa pengawal istana bisa ke sini? Kak Feng belum kembali. Bagaimana ini?

Tersangka, Wen Bin ternyata di sini. Ayo, tangkap dia. – Berani-beraninya. – Berhenti. Komandan. Tersangka harus diserahkan kepada Utusan Khusus. Tapi… Apa kalian akan menentang perintah Tuan Wang? Utusan Khusus akan menginterogasi Wen Bin. Kau laporkan sejujurnya saja. Pejabat Han takkan menyalahkanmu. – Baik, Pak. – Pergilah. Terima kasih, Tuan Lei. Wen Bin, bagaimana lukamu?

Sudah lebih baik. Ze Xin, cepat cari tandu. Aku sendiri yang akan mengantar Wen Bin menemui Tuan Wang. Kau terluka parah, tak perlu memberi hormat. Berkat kenetralan dan ketegasan Tuan Wang. Jika tidak, nyawa Wen Bin akan dalam bahaya. Jika tidak bisa membuktikan Wen Bin tidak bersalah, dia akan tetap berada dalam bahaya.

Bagaimana cara membebaskan Wen Bin dari tuduhan distribusi buku terlarang? Pelakunya hanya aku sendiri. Aku akan bertanggung jawab. – Mau dibunuh atau apa… – Ze Xin, diamlah. Putraku bicara sembarangan, mohon Tuan Wang mengampuninya. Komandan Lei. Putramu begitu setia kawan dan jujur, kau harusnya bangga kepadanya. Terima kasih, Tuan Wang.

Aku sudah mengetahui isi buku terlarang dari awal. Aku tak merasa pembahasannya… ada yang tak pantas. Aku malah merasa maknanya sangat mendalam, dan pantas disebarluaskan. Sayang sekali… waktu itu Gubernur Feng dan Pejabat Han… bekerja sama dengan bangsawan Yunzhou… untuk menghadap Kaisar dan bersikeras melabelinya sebagai buku terlarang. Sepulangnya aku dari Negeri Gui,

Hal ini sudah diputuskan. Tuan Wang, kau adalah guru Kaisar. Mengapa tidak meminta Kaisar mencabut label buku terlarang itu? Benar, Tuan Wang. Menurutku, ayahku tidak menentang pembahasan dalam buku terlarang itu. Hal yang dilakukannya waktu itu… pasti karena posisinya sulit. Kekaisaran harus tegas. Penentuan buku terlarang tidak mudah diubah begitu saja.

Ayahmu dan Pejabat Han adalah penggagasnya. Masalah buku terlarang selalu… dibawah yurisdiksi bangsawan Yun dan Komandan. Pemerintah negeri dan Utusan Khusus tak diperbolehkan untuk ikut campur. Buku ini dianggap terlarang… dalam artian tidak boleh disebarluaskan untuk dibaca… ataupun dimiliki, bukan begitu? Tentu saja. Kalau begitu, jika di rumah Pejabat Han… tersimpan buku terlarang,

Bukankah dia juga melanggar kesalahan yang sama? Maksudmu Pejabat Han juga menyimpan buku terlarang? Wen Bin, kau ingat sebelum ujian keduamu, aku memintamu mengantarkan buku terlarang ke Kuil San Shen… untuk diserahkan kepadanya? Buku terlarang itu… dicuri Ketua dari Kediaman Keluarga Han. Di Kediaman Keluarga Han ada buku terlarang? Sungguh? Benar sekali. Tapi Keluarga Han…

Adalah keluarga terpandang dari Yun. Han Zheng Liang juga merupakan pejabat di bawah gubernur. Meski Tuan Wang adalah Utusan Khusus, tetap tak punya wewenang untuk menggeledah Kediaman Han. Kita adalah teman baik Ketua. Jika kita mengunjungi Ketua sebagai teman sekolahnya, harusnya alasannya cukup. Le Xuan, kau benar-benar cerdik. Kalau begitu,

Kita lakukan sesuai rencana Yu Le Xuan. Tuan-Tuan, ada keperluan apa? Tentunya kau masih mengenaliku ‘kan? Kami khusus datang mengunjungi Ketua. Mohon sampaikan kepadanya. Tolong tunggu sebentar, Tuan-Tuan. Santai saja. Ternyata Tuan Le Xuan. Nyonya Han, lama tidak bertemu. Kau tetap terlihat muda. Kau ini, masih begitu usil. Kalian pasti mencari Sheng Zhi?

Benar, waktu itu Ketua mengundang kami dengan ramah, Kedatangan kami ini untuk berterima kasih. Lihat, kami bawa banyak hadiah. Datang saja, untuk apa bawa hadiah? Sayang sekali, dia sedang tidak ada di rumah. Tidak apa-apa. Kami sudah buat janji sebelumnya. Dia akan segera kembali. Begitu? Kalau begitu ayo masuk. Silakan masuk. Tunggu, Nyonya Han.

– Ada apa? – Ini Feng Cheng Jun. Nyonya Han. Kedatanganku kali ini, selain untuk mengunjungi Ketua, juga untuk meminta maaf kepadamu. Tentang Nona Han, aku benar-benar menyesal. Tak perlu diungkit lagi. Terima kasih telah memaklumiku. Rumah pejabat megah sekali. Benar-benar mengagumkan. Sudahlah, Zi Weng, lain kali kau kuajak ke rumahku. Lebih hebat lagi.

Lihat halaman ini. Rumahku lebih cantik. Nanti jangan tegang, jangan sampai ketahuan. Terutama kau. Bagaimana penampilanku? Jangan lengah. Tenang saja. Nona Han. Kak Cheng Jun. Sebaiknya kita permisi dulu. Benar. Dasar pria-pria tak tahu malu. Ayo pergi. Ayo. – Nona Han. – Tuan Feng. Senang bertemu denganmu. Melihat keadaanmu yang begitu baik, aku merasa tenang.

Tentang kejadian waktu itu, aku meminta maaf lagi. Ada hal yang memang tidak bisa dipaksakan. Terima kasih… kau bisa berkata jujur kepadaku. Apakah kedatangan kalian kali ini… untuk menemui kakakku? Sejujurnya, kami datang untuk mencari cara menyelamatkan Wen Bin. Bagaimana keadaan Wen Bin sekarang? Saat ini kondisinya tak berbahaya, hanya saja,

Sekarang kami harus segera menemukan bukti… untuk membersihkan namanya. Apakah ada yang bisa kubantu? Ini sudah bantuan besar bagiku. Jangan menyanjungku. Tuan Feng. Apa sekarang… ada orang yang kau sukai? Aku ingin tahu siapa gadis yang beruntung itu? Aku mendoakan kalian. Kau adalah wanita menarik, kau pasti bisa menemukan pria yang tepat untukmu.

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi, tapi aku percaya… semua sudah ditakdirkan Dewa. Hormat kepada Tuan Wang. Hormat kepada Tuan Mo. Orang berbaju hitam itu… aku sudah lama memburunya. Aku pernah bertarung dengannya beberapa kali. Aku yakin… postur tubuhnya tidak sekecil Wen Bin. Selain itu, setelah orang berbaju hitam itu melukaiku,

Aku mendapati ada bekas luka lama pada punggung tangan kanannya. Lapor, Tuan Wang, meskipun Wen Bin bukan pembunuh, dia tak bisa lolos dari tuduhan penyebaran buku terlarang, karena dia bisa meniru… tulisan tangan di buku terlarang. Pemahaman yang disebarluaskan itu, pasti dilakukan olehnya. Menyimpan maupun menyebarkan buku terlarang… sama-sama pelanggaran berat…

Yang harus mendapatkan hukuman berat. Benar. Karena menyimpan buku terlarang adalah pelanggaran berat, tidakkah seharusnya Pejabat Han… introspeksi diri sendiri dulu? Feng Yan Wu, apa dasar ucapanmu? Tuan Wang, Tuan Mo, hari ini para murid mengunjungi Ketua, dan kebetulan dia tidak ada di rumah. Karena itu mereka berkeliling melihat-lihat… rumah Pejabat Han.

Tidak disangka anak-anak ini… masuk ke ruang kerja Pejabat Han… dan menemukan buku-buku terlarang. Pejabat Han. Kenapa bisa begini? Aku… Melihat Pejabat Han begitu terkejut, tampaknya perkataan Kepala Sekolah Feng benar. Lapor, Tuan Wang, aku hanya ingin menyimpan barang bukti di rumahku. Tidak ada maksud lain. Mohon kebijaksanaanmu. Kau menyimpan buku-buku terlarang ini…

Sebenarnya untuk membuktikan apa? Aku… Didengar dari maksud perkataanmu, jika Wen Bin bersalah telah menyebarkan buku terlarang, berarti Pejabat Han yang menyimpan begitu banyak buku terlarang… juga memiliki kesalahan yang sama dengan Wen Bin? Jangan-jangan perbuatan Wen Bin ini… atas perintah Pejabat Han? Coba pikirkan, buku terlarang ini sudah dinyatakan terlarang begitu lama.

Mengapa bisa ditemukan di ruang kerja Pejabat Han? – Benar tidak? – Benar. Tuan Wang, Tuan Mo, jangan dengarkan omongan sembarangan mereka. Mereka hanya sembarang bicara. Aku ini… telah dijebak oleh kalian dan para murid Yun Shang. Bicara itu harus dengan bukti. Han Zheng Liang, kau seorang pejabat Kantor Komandan.

Aku tak tahu kau bisa tak masuk akal. Masalah ini berhubungan dengan harga diri bangsawan Yun. Aku harus meminta Komandan menghukummu. Dulu Gubernur Feng dan Pejabat Han… bersikeras mau menjadikan buku-buku ini buku terlarang. Tentu saja… itu kejadian yang sudah sangat lama. Tuan Mo, silahkan lihat. Isi buku-buku ini… sekarang kelihatannya bukan pelanggaran besar.

Beberapa isinya sebenarnya bagus juga. Tentunya… aku hanya memberi masukan. Langkah selanjutnya… tetap bisa diputuskan oleh Pejabat Han sendiri. Apakah buku-buku ini termasuk buku terlarang… bergantung kepada keputusanmu, Han Zheng Liang. Karena… Karena Tuan Wang sendiri sudah bilang begitu, Kalau begitu… aku akan melakukan perintahmu, Tuan Wang. Aku ingin meminta Pejabat Han…

Untuk mengumpulkan para bangsawan… dan mendiskusikan apakah kita harus mencabut larangan ini. Baik, Tuan. Karena Pejabat Han sudah membuat keputusan, maka orang yang menyebarkan buku ini… dibebaskan dari tuntutan. Berarti Wen Bin juga tidak ada masalah lagi? Benar. Baguslah, itu bagus. Mungkin… Kau sudah kembali. Bersikap yang wajar. Jangan sampai ketahuan. Baik.

Kakak, Le Xuan. aku amat merindukan kalian. Wen Bin, aku juga sangat merindukanmu. Minggir, ini bukan giliranmu. – Tuan Wang. – Tuan Wang. Jangan sungkan. Hari ini aku menerima surat putusan. Karena para keluarga bangsawan Yun… mengangkat larangan untuk buku-buku itu, maka… permasalahan istana dengan Xue Ding Kun sebelumnya… dinyatakan selesai. Apa di antara kalian…

Adalah putra Xue Ding Kun? Akulah putra Xue Ding Kun. Kau mirip dia. Kau memang putra Xue Ding Kun. Terima kasih, Tuan Wang. Tuan Wang, bolehkah aku bertanya seperti apakah ayahku? Menurutku, Xue Ding Kun… adalah orang ambisius dan tulus… yang peduli dengan negara dan rakyat, serta seseorang yang berani bertanggung jawab.

Jika ayahku orang seperti itu, kenapa istana memerintahkan hukuman mati atas dirinya? Saat itu, pendekatan Xue Ding Kun atas reformasi pendidikan… tak hanya didukung oleh rakyat jelata, namun juga sebagian bangsawan. Pendekatannya praktis. dan mendorong perubahan signifikan dan positif… terhadap pendidikan pada masa itu. Tapi, sebuah laporan yang ditulisnya untuk Kaisar…

Tidak sesuai dengan prinsipnya selama ini. Tujuan dan prinsipnya amat berbeda… yang membuatnya dituduh membangkang, sehingga dia dijatuhi hukuman mati. Tuan Wang, ayahku dijebak. Kapan fakta ini baru bisa diungkapkan ke publik? Para pendukungnya yang ikut dihukum mati bersamanya… semuanya harus mendapatkan keadilan. Mohon bantuan Tuan Wang.

– Mohon bersihkan nama mereka, Tuan Wang. – Mohon bersihkan nama mereka, Tuan Wang. Aku telah melaporkan hal ini kepada Yang Mulia. Ini kasus yang belum terpecahkan. Karena itu Yang Mulia memerintahkan… ujian untuk Empat Kesatria Yun Shang kali ini… adalah penyelidikan atas kasus ini. Semoga kalian bisa memberikan jawaban memuaskan untuk Yang Mulia.

Terima kasih, Tuan Wang. Yang Mulia sungguh bijaksana. Apakah kalian bersedia menyelidiki hal ini bersama Wen Bin? Kurasa soal ujian kali ini… adalah soal terbaik. Semua yang telah kalian pelajari… akan diuji coba lewat praktik. Hasil yang kalian berikan… berkaitan dengan pendidikan Yun di masa lalu, masa kini dan masa depan.

Semoga kalian bisa mendapatkan nilai yang baik. Kami takkan mengecewakanmu. Pergilah. Tuan Wang, ini kasus yang besar… dan telah dinilai salah untuk waktu yang lama sekali. Jika kau menyerahkan sepenuhnya kepada mereka, aku ragu mereka akan mampu melakukannya. Kau harus percaya pada dirimu… dan juga murid-murid favoritmu. Aku susah payah baru bisa mendapatkan…

Kesempatan untuk membersihkan nama baik Xue Ding Kun dan pengikutnya. Jika kau merasa… keempatnya tidak sanggup, kau sebaiknya mencari kandidat lain yang lebih mampu dari mereka. Aku tak bisa memikirkan orang-orang… yang lebih baik dari mereka. Hanya saja tugasnya terlalu sulit. Aku percaya, mereka pasti bisa memberikan jawaban memuaskan.

Karena ayahku tersangka paling kuat dalam kasus ini, aku akan mendapatkan jawaban darinya. Kau yakin ayahmu akan jujur kepadamu? Wen Bin, Feng Cheng Jun sudah berinisiatif, artinya dia sudah bertekad. Kita harus mempercayai niat baiknya, juga moral dan kepandaiannya. Hubungan darah itu yang tersulit. Tak mudah melewati rintangan ini.

Tapi jika dia sudah meyakinkan diri sendiri, berarti dia sudah mengatasi rintangan ini. Jika dia sudah bisa mengatasinya, berikutnya sesulit apapun, dia pasti bisa menghadapinya. Apalagi masih ada kita. Aku akan mengumpulkan… semua orang yang terlibat masalah ini waktu itu. Mungkin saja mereka melewatkan sesuatu. Ke Shi Jun paling mencurigakan. Kurasa…

Pasti ada yang dia sembunyikan. Ayah. kau telah banyak menderita. Maaf, karena aku tidak berbakti. Nak, ada yang mau kau bicarakan? Katakan saja. Ayah. Yang Mulia telah menunjukku, untuk menyelidiki ulang kasus Xue Ding Kun. Aku berharap Ayah bisa jujur kepadaku… agar kebenaran bisa terungkap. Jika harga dari terungkapnya kasus Xue Ding Kun…

Adalah kepala ayahmu, apa yang akan kau lakukan? Nak, jawab Ayah. Ayah. Aku sudah memutuskan. Ayah, jika kau bersalah, aku akan menanggung semua kesalahan Ayah. Tugas ini adalah hasil permohonan Tuan Wang terhadap Kaisar. Kuharap Ayah bisa membantuku… menyelesaikan tugas ini. Sepertinya Tuan Wang telah bertekad… untuk membersihkan nama baik Xue Ding Kun. Ayah,

Sebenarnya apa yang terjadi? Sudah 20 tahun. Kasus ini seperti batu besar yang membebani hati Ayah. Akhirnya Ayah bisa melepaskannya. Ayah, seharusnya Ayah mengatakannya sejak awal. Aku bersedia berbagi beban dengan Ayah. Jika saatnya belum tiba, hanya akan menyulitkan lebih banyak orang. Kau adalah putraku. Ayah tak ingin melibatkanmu. Tapi sekarang kelihatannya,

Kau tak bisa melepaskan diri dari kasus ini. Yang bisa Ayah bantu hanyalah memberitahumu kenyataannya. Katakanlah. Xue Ding Kun membuat sebuah petisi. Dia mengusulkan, bangsawan, rakyat jelata maupun perempuan bisa mendapatkan pendidikan yang sama. mendapatkan dukungan banyak orang. Ada murid dari 20 keluarga… yang menandatangani petisinya ini… untuk diserahkan kepada Yang Mulia.

Tapi ada yang melaporkan bahwa mereka hendak memberontak. Aku dan Han Zheng Liang mencegat mereka dalam perjalanan. Aku membaca petisi itu… dan mendapati isinya adalah tentang pemberontakan. Petisi itu diambil oleh Han Zheng Liang… dan diserahkan kepada Kaisar. Ayah, apakah ada yang menukar petisi itu? Jika ditukar, seharusnya terjadi sebelum aku membacanya.

Apakah hukuman mati Xue Ding Kun… diperintahkan oleh Ayah? Bukan. Kalau begitu siapa? Saat itu… Kaisar sebelumnya meminta untuk mengusut kasus ini. Tapi Han Zheng Liang… mengusulkan agar Ayah yang mengusutnya sendiri. Saat itu Ayah berusaha keras mengelak, tapi tak Ayah sangka, dia memalsukan surat putusanku… sehingga kasus ini berakhir tragis.

Saat itu Ayah belum lama tiba di Yun, kekuatan politikku lemah. Han Zheng Liang berkomplot dengan keluarga terpandang di Yunzhou… untuk mengancam Ayah. Saat itu Ayah ragu-ragu, dan akhirnya tidak melawan mereka. Jadi… pelakunya Han Zheng Liang? Benar. Dia mengendalikan militer. Jika Ayah tidak menurutinya, akan ada lebih banyak orang yang dalam masalah. Terutama,

Pelajar Yun Shang. Tenanglah, Ayah. Aku pasti akan mengusut hal ini. Bagus. Bagus. Kau pernah melihat orang ini? Tidak. – Pernah melihat orang ini? – Tidak. Tidak pernah lihat. Pernah lihat dia? Tidak pernah. – Pernah melihat orang ini? – Ini… – Tidak pernah. – Kau pernah? Lihat lagi baik-baik. Benar-benar tidak pernah. Ayo.

Tuan Lei. Untung saja waktu itu kau membantuku. Aku sangat berterima kasih. Ini alamat orang yang kau cari. [Distrik Barat, rumah tua di Gang Zi] Ternyata kau. Kau mau apa lagi? Ke Shi Jun, sebaiknya kau mengaku sekarang Tuan, dulu, Pejabat Han… yang memerintahkanku menukar petisi itu. Dulu setelah Guru menuliskan petisi itu,

Dia menguncinya di dalam kotak. Bagaimana kau menukarnya? Aku membuat kotak dan segel yang sama persis, lalu menyembunyikannya dalam bungkusan. Saat Gubernur Feng dan Pejabat Han mencegat kami, aku menukarnya. Ternyata begitu. Dasar sampah, kenapa kau melakukannya? Tuan. Pejabat Han… mengancamku akan membunuh seluruh keluargaku. Aku terpaksa, Tuan. Bisa-bisanya kau… Kurang ajar.

Kalau kau membuat tuduhan palsu lagi, aku akan membunuhmu. Tuan Wang, ini semua omong kosong Ke Shi. Jangan dengarkan perkataan sepihaknya. Tuan Wang. Tuan, aku terpaksa. Tuan, ampuni aku. Terima kasih, Tuan. Lapor, Tuan Wang. Kedua pembunuh itu sudah mengaku, orang yang menyuruh mereka membunuh, adalah Pejabat Han Zheng Liang. Bukan itu saja.

Hormat kepada Tuan Wang. Pejabat Han menyuruh Komandan Xu… untuk membunuh pamanku, Gu Da Chao, serta pemilik dan pelayan balai pengobatan, lalu menimpakan kesalahan kepada penyebar brosur. Tuan Wang, aku melihat sendiri, setelah orang itu keluar dari ruang kerja Pejabat Han, dia memakai baju hitam dan pergi membunuh. Pejabat Han juga ingin membunuhku.

Kalian bicara sembarangan. Beri tahu aku, kenapa aku mau membunuhmu? Apa keuntungannya untukku? Karena aku dan orang-orang yang terbunuh itu, tahu rahasia pembukuanmu. Tuan-tuan, bawahan Han Zheng Liang… membuat pernyataan tentang korupsi yang dilakukan oleh Han Zheng Liang. [Pernyataan] [Cao Yu Jiang] [Zhao Shun Ping] Pejabat Han, ada lagi yang mau kau katakan?

Han Zheng Liang, kesalahanmu tidak bisa diampuni! Aku mengakui perbuatanku. Ayah. Terima kasih, Tuan Wang. Jangan sungkan. Tuan Feng, kasus Xue Ding Kun telah jelas. Han Zheng Liang telah dicopot dari jabatannya dan diadili. Kasus ini bisa diusut dengan lancar… juga berkat andil Feng Cheng Jun. Ayah, aku datang menjemput Ayah. Cheng Jun,

Kau melakukan tugas ini dengan baik. Tuan Feng, aku sudah melaporkan hal ini kepada Yang Mulia. Tuan Feng, kembalilah ke rumahmu… sambil menunggu putusan Yang Mulia. Tuan Wang, kasus Xue Ding Kun ini telah salah dihakimi selama beberapa tahun… karena aku tak bertindak. Kasus ini berhubungan erat denganku. Tuan Wang, mohon sampaikan permohonanku kepada Kaisar,

Untuk mencopot jabatanku. Biarkan hukumanku menjadi contoh bagi yang lain. [Masa depan Negeri Yun…] [ada di tangan para pemuda.]