【FULL】In a Class of Her Own Eps 8【INDO SUB】| iQiyi Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [In A Class of Her Own] [Episode 8] Pelayan, aku mau pesan. Apa yang kau inginkan, Tuan? Bolehkah aku bertanya sesuatu? Kemarin, apa ada insiden perundungan… dan dua murid maju untuk membantu? Aku akan memberitahumu… tapi tolong rahasiakan ini. Kedua murid itu tak sengaja merusak patung tersebut.
Seorang perundung telah mendorong murid yang lebih kecil… dan dia tak sengaja menabrak patung itu. Penjaga toko kami tahu kedua perundung itu tak mau membayar, maka dia membuat para murid itu yang bertanggung jawab. Adakah yang menyaksikan apa yang terjadi kemarin? Itu… Maafkan aku, Tuan. Terima kasih. Tidak perlu! Hei, bukumu!
Pasti ini harga yang harus dibayar karena dekat dengan Lei Ze Xin. Kini semua orang takut kepadaku. Kakak Ze Xin tak mau memperbaiki hubungannya dengan yang lain. Sepertinya ini percuma saja. Sebenarnya, Lei Ao adalah orang yang mudah dimengerti. Dia dapat dibujuk, bukan dipaksa. Cobalah bersikap menyedihkan di hadapannya… untuk menarik empatinya.
Mungkin itu bisa melunakkannya. Ketika dia melunak… kau akan dapat mengendalikannya. Mengendalikannya? Kau berlebihan. Kau tak akan pernah tahu sampai kau mencobanya. Bagaimana caranya agar aku terlihat menyedihkan? Sekarang saja kau sudah terlihat menyedihkan. Namun, kau bisa agak merengek saat berbicara dengannya. Seperti ini. Senior Lei, tolong bantu aku. Itu seperti anak perempuan saja. Ya.
Kau harus seperti anak perempuan. Bagaimana jika kau mencobanya? Aku yang akan menilainya. Senior… tolong bantu aku. Ada apa? Wen Bin, kau punya bakat untuk itu. Bakat apa? Aku baru saja menirumu. Agar Kakak Ze Xin akan mendengarkanku jika aku melakukan itu? Jangan khawatir. Aku yakin itu akan berhasil. [Kediaman Ru Wan] Tuan.
– Halo, Pak. – Apa kau ada di Kedai Minuman Tavern… ketika perkelahian itu terjadi? Ya. Namun, aku pergi ketika perkelahian itu terjadi. Apa kau sempat mendengar percakapan mereka? Aku tak ingat. Saat itu ada banyak piring dan mangkuk yang pecah. Aku tak bisa mendengar apa pun. Terima kasih. Hati-hati, Tuan. Tuan Feng.
Nona Xiao Qin. Nona Muda kami memiliki informasi yang kau cari. semangat! semangat! Tidak berarti tidak. Lei Ze Xin… maukah kau membantuku? Ini pasti bukan mimpi. Memang bukan. Tolong bantu aku, Senior. Junior. Apa kau baik-baik saja? Bagaimana bisa aku baik-baik saja? Aku akan dikeluarkan! Kau harus membantuku, Kakak Ze Xin!
Kau membuatku takut. Apa kau sudah gila? Tunggu, Senior! Mau ke mana kau, Senior? Senior! Jangan lari! Senior! Senior. Senior… aku perlu mendapatkan kepercayaan dari pelajar lainnya. Jika aku dikeluarkan dari Yun Shang, bayangkan betapa kecewanya kakakku kepadaku. Sejak kecil, dia selalu berkata… bahwa aku bisa masuk ke Akademi Yun Shang. Dia juga mengatakan…
Dia memintaku untuk memperkenalkan beberapa pelajar berbakat kepadanya. Jika aku dikeluarkan… bagaimana aku harus menghadapinya? [Belajarlah dengan keras, Adik.] [Jika kau besar nanti, kau juga akan belajar di Yun Shang.] [Aku akan belajar dengan giat.] [Aku tak akan mengecewakanmu.] [Aku masuk dulu, ya.] Senior… tolong bantu aku. Cukup! Tolong bantu aku, Senior. Senior, tolong… Cukup.
Aku akan membantumu. Namun, kau harus berjanji kepadaku… jangan pernah berbicara seperti ini lagi, mengerti? Tuan Feng. Maaf mengganggu, Nona Han. Sama sekali tidak. Aku senang bertemu denganmu lagi. Tolong beri tahu aku apa yang kau butuhkan. Aku kemari karena membutuhkan bantuanmu. Katakanlah kepadaku. Aku senang membantu jika aku bisa. Aku mendengar dari Xiao Qin…
Bahwa kau berada di Kedai Minuman Mingren tadi malam… ketika perkelahian itu terjadi. Itu benar. Namun, itu bukan perkelahian seperti apa yang kau pikirkan. Itu hanya dua pelajar yang berusaha menegakkan keadilan… dengan menghukum para perundung. Sudah kuduga. Akankah terlalu merepotkan bagimu untuk memberikan kesaksian? Aku akan dengan senang hati melakukannya.
Kebetulan sekali kau ada di sini. Kebetulan, Nona memiliki hadiah untukmu. Berikanlah kepadanya, Nona. Ini untukmu. Itu sangat berharga, Nona Han. Aku tak bisa menerimanya. Ini bukan sesuatu yang mahal. Ini hanya kantong yang kubuat sendiri. Nona Han, makna dari pemberian ini lebih dari nilainya. Aku benar-benar tak bisa menerimanya. Tuan, kau menghancurkan hati Nona.
Lihatlah tangannya. Ujung jarinya semua tertusuk. Kenapa kau langsung menolakku? Apa itu karena kau pikir aku tak cukup baik untukmu? Sama sekali bukan itu, Nona Han. Aku mengabdi pada studiku. Aku tak tertarik pada masalah cinta. Kuharap kau mengerti. Namun, karena kau tak akan menerima hadiahku… apa kita masih berteman? Tentu saja.
Maksudku, teman yang selalu berhubungan dan saling memikirkan. Tuan Li. Ini adalah tanda tangan dua pertiga pelajar… yang setuju untuk mengeluarkan Wen Bin dan Senior. Kau mendapatkannya dengan cepat. Segalanya bergerak cepat ketika Ketua mengambil alih. Inilah yang diinginkan para pelajar. Aku tak ada sangkut pautnya. Menurutku, Wen Bin dan Senior pasti akan dikeluarkan.
Guru ada di sini! – Guru ada di sini. – Dia di sini. Pertanyaan tes kali ini agak sulit. Kalian dapat melihatnya di meja kalian. Kalian boleh mulai sekarang. Bangun. Jangan tertidur! Aku tak sedang tidur. Senior. Senior. [Tuan Li.] Aku menemukan saksi yang dapat membuktikan… bahwa Senior dan Wen Bin memang membela yang lemah…
Saat kejadian tadi malam. Feng Cheng Jun. Apa kau pikir hanya menemukan seseorang… akan menyelamatkan Wen Bin? Aku tak berbohong. Saksi yang kutemukan sebenarnya adalah adik perempuanmu, Han Shu Min. Kau harus jeli. Perhatikan baik-baik. Dengan begitu, kau bisa menggambar lukisan yang bagus. Senior… kenapa kau tak menggambar? – Senior. – Siapa? Bagus.
Setidaknya kau membuka matamu sekali selama kelasku. Gambarlah! Lanjutkan melukis. Gambar. Senior… kau melakukan pekerjaan yang luar biasa hari ini. Jika kau terus melakukannya… maka semua orang akan berhenti berprasangka terhadap kita. Ketika itu terjadi, kita akan mengatakan yang sebenarnya kepada mereka. Mereka akan lebih memahami. Wen Bin. Kakak Feng.
Kau melewatkan semua kelas hari ini. Apa sesuatu terjadi di rumah? Kepala Sekolah Feng ingin bertemu kalian berdua di Paviliun Kerajinan. Kepala Sekolah Feng. Tolong beri kami satu kesempatan lagi. Kami berjanji untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Lihatlah Senior Lei. Dia berubah menjadi pribadi yang baru. Melihat Senior seperti ini… memang terasa sedikit aneh.
Kepala Sekolah Feng baru saja memujimu. Kalian berdua harus serius. Penyelidikan atas insiden di Mingren telah disimpulkan. Kalian telah bertindak demi keadilan. Sekolah akan terus memonitor… tindakan dan performa kalian. Selama periode tersebut… kalian harus mempertahankan nilai bagus di semua mata pelajaran. Jika kalian gagal mencapai hasil yang memuaskan, kalian tetap akan dikeluarkan.
Apa kalian mengerti? Namun, bagaimana kau tahu… bahwa Senior Lei dan aku telah bertindak demi keadilan? Feng Cheng Jun telah menemukan saksi. Senior, kita pasti sudah dikeluarkan jika bukan karena Kakak Feng. Kita perlu berterima kasih kepadanya. Dia hanya seorang munafik. Bagaimana kau bisa mengatakan itu? Wen Bin, ini nasihat untukmu.
Orang-orang seperti dia ingin memenangkan dukungan rakyat. Kau hanya bias terhadapnya. Jika itu yang kau pikirkan, artinya kau tak membutuhkan bantuanku. Senior, tolong bantu aku. Senior… Senior. Kakak Feng… apa kau tak punya sesuatu untuk dikatakan kepada kami? Seperti apa? Kau menghilang sepanjang hari. Dari mana saja kau? Ada beberapa masalah pribadi yang harus kuurus.
Apa urusanmu sudah selesai? Sudah. Urusanku juga sudah selesai. Aku bisa tetap sekolah. Begitukah? Aku turut senang. Masih terlalu dini untuk merasa senang. Mereka akan memantau performa kami. Aku baik-baik saja untuk saat ini. Namun, Senior mungkin berisiko. Dasar pembohong. Jangan berharap aku mengucapkan terima kasih. Aku tak melakukan hal-hal…
Agar orang lain mengucapkan terima kasih kepadaku. [Aneh sekali.] [Dia suka berfilosofi kepada kami.] [Namun, kini dia tak mengatakan apa-apa.] Wen Bin… aku selalu mendukungmu. Menghancurkan properti publik… dan hukuman kalian hanyalah menyapu daun yang jatuh di halaman. Aku tak mengerti. Kau licik, Wen Bin. Kau mendekati Feng Cheng Jun sejak kau datang kemari.
Sekarang, bahkan Senior membelamu. Aku telah meremehkanmu. Mereka sudah tahu apa yang terjadi di kedai minuman. Jika meragukan keputusan Kepala Sekolah, ajukan banding saja kepadanya. Berhentilah mencoba melabeliku. Kau sudah memiliki keterampilan itu, ‘kan? Aku yakin kau ingin memukulku lagi. Kau boleh memukulku. Ayolah. Aku berdiri di sini. Pukul aku. Senior, kita dalam masa percobaan.
Aku tak percaya Senior ketakutan. Kau mau aku pukul? Mereka sengaja melakukannya. Jangan tertipu. Bagus. Sangat bagus. Aku akan menunggu dan melihat berapa lama lagi pelanggar aturan… sepertimu ini bisa tetap jinak. Si Arogan itu… Senior, kau melewatkan kelas pagi. Kau tak boleh melakukan itu. Kelas Tuan Ding ada sore ini. Kau harus hadir!
“Empat Buku dan Lima Karya Klasik” membosankan. Aku tak mau hadir. Tuan Ding tahu apa yang dia bicarakan. Kau harus hadir. Ditambah lagi, aku dengar dia punya cara mengajar sendiri. Mungkin kau menyukainya. Tidak, terima kasih. Baiklah, aku akan hadir. [Ke Shi Jun, Qin Bei Chuan] [Apa semua tulisan tangan guru ada di sini?]
[Kita tak memiliki catatan…] [guru baru untuk “Lima Karya Klasik”.] Kau mengagetkanku! Kepala sekolah Feng. Kerajinan kendi itu sangat indah. Kau memiliki mata yang bagus. Aku berusaha keras dalam membuatnya. Hari ini, kelas pertama Tuan Ding Ruo Yang. Apa kau tak akan memeriksanya? Tidak perlu. Ada Feng Cheng Jun yang melakukan inspeksi.
Mengisi kendi ini dengan bunga… adalah masalah yang mendesak. Kakak Feng. Junior. Permisi. Senior. Apa kau benar-benar di sini untuk “Empat Buku dan Lima Karya Klasik”? Tahukah, Wen Bin? Bahkan Kepala Sekolah tak bisa membuatnya menghadiri kelas. Kau membuktikan kepadaku betapa banyak dia bisa berubah dalam waktu singkat. Maafkan aku. Ayo. Ayo, kita akan terlambat.
Astaga, kita terlambat. Senior, kau setuju untuk bersikap baik di hadapan Tuan Ding. Sekarang, bangun! Aku akan bangun jika pengajarannya bagus. Hei. Guru ada di sini! – Guru ada di sini. – Dia di sini. Ayolah. Beri salam. Duduk. Aku Ding Ruo Yang. Aku mengajar “Lima Karya Klasik” di Yun Shang. Kita akan memulai pelajarannya.
Tuan. Tuan, aku punya pertanyaan. Apa yang ingin kau ketahui, Adik? Tanyakan saja. Kau menyanjungku, Tuan. Meskipun aku sangat bersemangat, aku tak akan menyebut diriku adikmu. Aku ingin tahu bagaimana caramu menilai dalam mata pelajaran ini. Bisakah kau memberi tahu kami? Aku akan memberitahumu. Duduk. Di kelasku… jika kalian gagal lima kali…
Kalian kehilangan tempat untuk ujian di aula. Jadi, semua tergantung bagaimana kalian melakukannya. Aku harap semuanya… dapat mengisi kendi ini… dengan ketulusan hati kalian. Berdasarkan jumlah ketulusan yang kalian berikan… aku yang akan memutuskan apa kalian akan lulus atau tidak. Mari kita mulai denganmu. [Dia secara terang-terangan meminta uang? Bagaimana mungkin?]
[Dia hanyalah seorang pria serakah.] [Jadi, tak mungkin dia yang meninggalkan catatan itu.] Kepala Sekolah Feng. Apa kau melihat kendiku yang berharga? Tuan Ding mengambilnya. Apa? Dia mengambilnya? Apa sekolah ini adalah rumahnya? Seenaknya saja dia mengambil sesuatu. Dia tak hanya mengambilnya, dia juga seorang perampok. Apa dia merampok sesuatu? Dia menerima suap dari kelasnya.
Beraninya dia menerima suap dari kelas? Ini tak bisa diterima! Mencoba menghasilkan uang dengan mudah di Akademi Yun Shang? Aku tak akan membiarkan itu terjadi! Itu benar. – Dia harus dihukum! – Tunggu… Apa dia benar-benar mendapatkan uang dengan mudah? Aku sangat tersentuh. Kalian pasti mengira ini adalah mangkuk harta karun. Di mataku…
Ini adalah mangkuk ajaib. Mangkuk ajaib? Apa itu mangkuk ajaib? Siapa yang tahu? Luar biasa! Masih ada lagi. – Mengagumkan! – Sungguh menakjubkan! Tuan Ding luar biasa! Luar biasa! Itu ajaib! Ini brilian! Benar. Luar biasa… Aku ingin tahu bagaimana cara melakukannya. Ada apa? Apa itu? Itu luar biasa!
– Itu muncul entah dari mana! – Ini. Cobalah! Pak. Tolong hentikan. Mencoba menonjol lagi. Apa yang kau inginkan? Tolong berhenti melakukan trik seperti itu dan membuang waktu kami. Apa? Bukankah kalian pikir itu menyenangkan? – Ya. – Itu menyenangkan! Jika kesenangan adalah hal yang kalian inginkan, kalian bisa menyewa seorang pesulap.
Itu akan lebih mengasyikkan. Namun, ini ruang kelas. Ada kalimat dalam kitab kesusasteraan. “Bersikaplah fleksibel dalam belajar.” Itu berarti seseorang yang kurang pengetahuan… dengan mudah menemukan diri mereka terkurung dalam dinding sempit. Mereka menjadi keras kepala. Karena itulah kita tak boleh berhenti bertanya. Pelajari kebenaran dengan pikiran yang waspada dan mudah beradaptasi. Kenapa?
Karena kalian semua telah dipilih dan dibayar oleh Yun. Kalian adalah pelajar dari Akademi Yun Shang. Kalian dapat belajar… karena orang-orang telah bekerja keras… untuk memberi kalian kesempatan. Itu sebabnya kalian harus belajar keras dan berusaha… untuk membayar mereka. Aku mendesak kalian… agar setidaknya layak mendapatkan makanan yang kalian makan. Belajarlah dengan baik.
Untuk pelajaran hari ini… aku ingin memuji seorang pelajar. Dia melakukannya dengan baik. – Dia lulus. – Feng Cheng Jun. Kenapa kau memuji seseorang yang mengeluh tentang pelajaran? Karena dia adalah satu-satunya di kelas… yang mengajukan keberatan tentang pengajaran aneh ini. Kebijaksanaan hidup tak terletak pada jawaban. Namun, pada pertanyaan.
Ada begitu banyak informasi yang bisa kuajarkan kepada kalian. Aku bahkan bisa mengatakan informasi itu telah diabaikan. Namun, hanya mereka yang bisa mempertanyakan… memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah sendiri. Jika kalian keberatan tentang pandanganku… kalian bisa mendatangiku. Selama masa pengajaran ini… aku tak sabar untuk bertengkar dengan kalian. Lalu, sisanya… telah gagal. Sisanya gagal?
Berdasarkan apa? Tuan Ding. Kepala Sekolah Feng. Dari mana kau mempelajari trik itu? Tunggu, trik apa? Di mana uang suap yang kau terima? Di dalam kendi. Lalu, kendinya? Karena kebutuhan pengajaran… aku memecahkannya. Kendinya pecah? Maafkan aku. Aku belum mempelajari… cara untuk memperbaikinya. Kendi berharga dan mahalku… pecah?
Kau tak dapat mengharapkan hasil tanpa usaha apa pun. Kendinya pecah… Pecah. Kendiku. Pecah. Kepala Sekolah Feng! Murid-Murid… untuk ujian mingguan ini… persyaratannya adalah untuk mendapatkan nilai tertinggi. Yang lain akan dianggap gagal. Aku harap semua orang memberikan yang terbaik. Baiklah. Kelas dibubarkan. Senior. Kita harus berlatih keras. Kita masih dalam masa percobaan.
Kita sudah gagal mata pelajaran Tuan Ding. Kita tak boleh gagal dalam yang lain. Benar-benar merepotkan. Seruling bodoh ini adalah kelemahanku. Ini sudah dua tahun. Aku hanya bisa memainkan nada itu saja. Jangan khawatir, aku akan membantumu. Lihat? Aku dapat membuat beberapa suara jika meniup lebih keras. Ini tak beres.
Orang lain tampaknya memainkannya dengan mudah. Tentu saja terlihat mudah jika kau banyak berlatih. Itu benar. Mari kita berlatih lagi. – Lalu, berfokus pada nadanya. – Baik. Kenapa kau menggelengkan kepala? Jika tak tahu cara memainkannya, kenapa tak bertanya kepada Tuan Zhao? Senior berselisih dengan Tuan Zhao. Dia tak akan pernah mengajari kami.
Tuan Zhao tak terlalu picik. Aku yakin dia akan mengajari kalian jika kalian memintanya. Aku tak butuh saran darimu. Kakak Feng, kenapa kau tak mengajari kami? Aku bisa memainkannya, tapi aku tak tahu cara mengajarinya. Kembalilah kemari, Wen Bin. Dia adalah orang yang sombong. Tak ada gunanya meminta kepadanya.
– Mari kita lanjutkan, Senior. – Baiklah. Astaga! Ini pasti musik Hades! Bagaimana aku bisa tidur? Itu seperti jeritan demon. Menurutku… Apa-apaan ini? Kalian adalah pelajar dari Yun Shang! Kenapa kalian tak bisa menanggung hal kecil seperti ini? Kembalilah tidur! – Namun… – Sekarang juga! Astaga, kedengarannya mengerikan. Seperti babi yang sedang disembelih.
Ada yang bisa kubantu? Kakak Cheng Jun. Tolong lakukan sesuatu… dan selamatkan teman sekelasmu dari Neraka. Apa sesuatu yang buruk terjadi? Jika kau tak menghentikan Wen Bin dan Senior… polusi suara mereka akan membunuh kita semua. Yi De. Cheng Jun. Di antara semua pelajar, permainan serulingmu adalah yang terbaik. Seperti yang kau ketahui, Senior…
Tak pernah akur dengan Tuan Zhao. Jika kau pikir dia akan meminta bantuan kepada Tuan Zhao… kau harus mengabaikan gagasan itu. Namun, jika dia dan Wen Bin… akan berlatih seperti itu setiap malam… aku tak bisa mengatakan apa mereka akan menjadi ahli, tapi kami, sayangnya, mungkin tak akan bertahan… sampai hari itu.
Jadi, kami memintamu untuk membantu kami. Tak perlu membungkuk. Kau tak memegangnya dengan benar. Nanti suaranya tak keluar. Ini cara yang benar. Bukankah kau mengatakan kau tak akan mengajariku? Sebenarnya… aku telah memikirkan perkataanmu. Perkataanku? “Banyak berharap kepada diri sendiri dan sedikit dari orang lain.” “Jangan memaksakan apa yang tak kau sukai ke orang lain.”
Aku menyadari bahwa aku banyak memaksakan pendapatku tentangmu. Itu sebabnya aku memutuskan… untuk tak terlibat dalam masalahmu. Apa itu juga salah? Aku tak bermaksud untuk benar-benar mengabaikanmu. Aku memang tak suka… ketika kau memaksakan pendapatmu kepada orang lain… tapi aku mengagumi ketulusanmu dan sifatmu yang adil dalam tindakanmu. Belum juga bakatmu yang banyak itu.
Namun, sebagai pribadi… kau sulit ditebak karena suasana hatimu yang suka berubah itu. Menurutku, kaulah yang suasana hatinya suka berubah. Apa kau mau mengajariku bermain seruling atau tidak? Kemarilah. [Berpendidikan] Astaga. Wen Bin. Kau luar biasa! Bagaimana kau melakukannya? Benar, kau harus mengajari kami. Aku tak memenuhi syarat.
Kau harus meminta Kakak Feng untuk mengajari kalian. Baiklah, tolong beri tahu kami, Kakak Cheng Jun. – Kumohon. – Kumohon. Saudara yang terkasih… aku khawatir aku tak bisa mengajari kelompok sebesar ini. Ayolah, Feng Cheng Jun. Kami sudah menjadi teman sekelasmu sejak kecil. Kau selalu unggul dalam setiap mata pelajaran. Aku juga tahu itu.
– Itu benar. – Kau menyanjungku, Kakak Chao Hui. Jika kalian benar-benar ingin belajar… kenapa tak langsung ke Tuan Zhao? – Itu… – Kau tak punya rasa persaudaraan. Kalian semua menggangguku! – Enyahlah! – Senior! – Maaf tentang itu. – Tidak apa-apa. Seorang intelektual tak akan membebani orang lain. Baiklah, mari kita pergi.
Kami akan pergi. Baiklah, ayo pergi. Kenapa kau bisa mengajariku, tapi tidak dengan mereka? Kau berbeda dari mereka.