【FULL】Arsenal Military Academy Eps 4【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Arsenal Military Academy Episode 04 Kamu tidak bisa ketok pintu ya! Kamu sakit ya! Kamu kembali untuk apa? Bukan urusanmu! Siapa mau urusin kamu? Mau aku bantu oleskan, tidak? Tidak usah. Yah sudah. Xie Liangchen Apakah kamu seorang perempuan? Kamu marahin siapa? Kamu begitu pendek dan kurus. Badan lemah, larinya pelan.

Dokter suruh buka baju mau lihat lukamu, kamu juga tidak mau, dipikir-pikir, aku sepertinya belum pernah lihat kamu tidur telanjang dan belum pernah lihat kamu ke toilet umum. Kamu seorang laki-laki! Kenapa bungkus badanmu tertutup seperti itu. Kenapa? Kamu gila ya! Malas bicara sama kamu, mudah-mudahan bukan. Gadis seperti kamu, kasihan sekali! Xiangxiang Cepat, Xiangxiang.

Xiangxiang, Xiangxiang. Bangun, waktunya pulang. Xiangxiang, Xiangxiang. Cepat! Sudah akan telat. Xiangxiang, syalmu mana? Luar turun salju, dingin sekali! Xiangxiang, makan yang banyak. Xiangxiang, sudah minum obat, belum? Kakak, belum mau tidur ya? Kenapa? Kamu juga tidak bisa tidur ya. Kakak besok akan mau pergi, kamu harus baik-baik dengar kata-kata ayah dan ibu.

Kamu benaran mau pergi? Ayah bilang kondisi Feng’an kurang bagus. Kamu mau bergabung dengan tentara, sangat berbahaya! Negara sudah lemah seperti ini, mana ada kondisi yang bagus? Sekarang Feng’an, 2 tahun lagi Beijing. Kita lahir di sini, tinggal di sini, bisa bersembunyi di mana lagi? Yang kamu bilang ini aku tidak mengerti.

Kamu tidak mengerti tidak apa-apa. Adik aku tidak perlu tahu apa-apa. Kakak akan melindungimu. Tapi jadi tentara harus ikut perang, bisa mati loh. Apakah kamu tidak takut? Aku takut, tapi aku lebih takut, ketika negara… ketika bangsa dalam bahaya, ketika orang yang kita cintai ditindas, aku malah tidak bisa berbuat apa-apa. Dibandingkan mati,

Sebuah negara, bangsa, tidak ada harapan itu yang paling menakutkan. Kalau benaran ketemu perang, setidaknya aku bisa keluar, dan dilihat oleh bangsa kita, masih ada yang mempertahankan, negara masih ada harapan. Asalkan ada harapan, meskipun aku mati, nanti juga ada jutaan orang Tiongkok maju ke depan, dan melanjutkan harapan ini. Kakak,

Meskipun aku tidak ingin kamu pergi, tapi kamu berbuat seperti ini pasti ada alasanmu. Jadi, aku akan baik-baik, jaga ayah ibu dengan baik, dan di rumah tunggu kamu pulang. Xiangxiang, nanti kamu akan mengerti, ada hal, yang harus ada yang maju. Meski belum tentu berhasil, meski tidak terlalu membantu, tapi tetap harus pergi.

Ikatan tali bisa mematahkan kayu, air bisa menembus batu! Semua kerjaan yang mulia, harus diselesaikan perlahan-lahan. Asalkan kita tidak menyerah, suatu hari, pasti akan berhasil. Xiangxiang. Xiangxiang. Xiangxiang. Xiangxiang. Xiangxiang. Xiangxiang. Xiangxiang. Xiangxiang. Xiangxiang. Xiangxiang. Xiangxiang. Waktu sudah malam. Angin meniup pintu jendela. Pikirkan sendiri, apakah pernah serius. Untung di kehidupan kamu ini,

Bisa bertemu denganku. Angin bagaikan kerinduan, bermimpi. Xiangxiang, bagaimana pun juga, kamu seorang gadis. Tidak usah bahas yang lain, hanya bahas teman sekamarmu saja. Kalian makan bareng dan tinggal bareng, seiring waktu, rahasiamu mana mungkin bisa terjaga? Kalau kakakmu ada, pasti tidak ingin lihat kamu seperti ini. Kamu tidak mengerti,

Kamu kira aku demi aku sendiri ya? Aku pasti harus berbuat sesuatu, aku tidak boleh begitu lagi. Terus diam di rumah ini, aku tidak sanggup. Iya. Tapi kamu juga jangan, hidup seperti kakakmu. Dia begitu menginginkan, pasti ada alasannya. Akmil Liehuo mungkin bisa kasih tahu aku, gimana jadi orang seperti dia, Shen Junshan.

Kamu di sini untuk apa? Lagi pikir sesuatu, lukamu sudah sembuh belum? Sudah membaik. Tiupanmu merdu sekali! Mau coba, tidak? Tidak, tidak! Aku tidak bisa. Waktu aku di luar negeri, belajar dari teman sekolah. Pas pulang dan tiup lagi, tidak bisa meniup rasa itu lagi. Hari ini terima kasih ya. Terima kasih apa?

Di aula kamu bantu aku, kamu seharusnya berterima kasih kepada Gu Yanzhen. Dia? Kenapa? Kamu tidak suka dia? Bukan tidak suka, tapi benci! Kebetulan sekali! Aku juga tidak suka dia. Kenapa? Tidak tahu. Mungkin tidak suka dia bisa hidup bebas. Sirik kali. Kamu sirik dia? Mana mungkin! Bisa hidup seperti dia, sangat tidak gampang.

Iya juga. Oh iya. Kamu kenapa pulang negeri? Sekarang kondisi negara kurang bagus, Di mana-mana kacau. Aku banyak teman kabur ke luar negeri, tidak bisa dihindar lagi. Ada hal yang harus ada yang kerjakan. Ikatan tali bisa mematahkan kayu, air bisa menembus batu. Asalkan mau berbuat, pasti akan mendekati tujuan.

Ada hal yang harus ada yang kerjakan. Ikatan tali bisa mematahkan kayu, air bisa menembus batu. Semua kerjaan yang mulia, harus diselesaikan perlahan-lahan. 3 tembakan di lingkaran 5. 1 tembakan di lingkaran 6. Zhu Yanlin 3 tembakan di lingkaran 8. 2 tembakan di lingkaran 9. 1 tembakan meleset. Xie Liangchen 2 tembakan di lingkaran 5.

1 tembakan di lingkaran 6. 1 tembakan di lingkaran 7. 2 tembakan meleset. Li Wenzhong 3 tembakan di lingkaran 6. Tidak apa-apa. 2 tembakan di lingkaran 7. Kamu paling hebat! 1 tembakan di lingkaran 8. Tidak ada yang meleset. Gimana? Lumayan. Gu Yanzhen 2 tembakan di lingkaran 6. 4 tembakan meleset. Shen Junshan

2 tembakan di lingkaran 9. 4 tembakan di lingkaran 10. Tidak ada yang meleset. Hebat sekali! Hebat sekali! Xiaosong kenapa kamu belum dipanggil? Tidak tahu. Aku sedikit panik. Huang Song 6 tembakan kena semua. Semuanya lingkaran 10. Kena semua, hebat sekali! Aku tahu aku bisa, Liangchen. Aku tahu aku bisa. Bocah, tembakanmu hebat juga.

Latihan di mana? Sebenarnya bukan apa-apa, waktu aku di hutan ikut tim setengah tahun, tidak ada daging, tembak kelinci sambil latihan. Begitu dekat, buta juga bisa kena. Apa yang perlu dibanggakan? Instruktur Guo, basa basi siapa tidak bisa. Kalau sanggup kamu coba saja. Kalian berandalan, aku harus tunjukkan ke kalian. Sudah waktu makan, makan!

Tan itu kan dari sekolah wanita Xinhua, aku ada sepupu juga di sana. Jadi aku pergi beberapa kali, teman gadis muda dan cantik, aku lihat banyak. Seperti Tan polos gitu, aku pertama kali lihat. Terima kasih! Apakah aku bisa panggil kamu Xiaojun? Panggil Tan, rasanya kurang dekat. Xiaojun. Terus kamu ke Akmil aku buat apa?

Apakah ada teman yang belajar di sini? Temanku, Teman. Bukan pacar kan? Bukan, bukan! Hanya teman biasa. Setahu aku, akmil aku tidak ada perempuan. Sepertinya Xiaojun, pemikirannya modern, mau berteman dengan pria. Apakah aku ada kesempatan, untuk jadi temanmu, tidak? Capek sekali! Kamu cari aku ada apa? Keringatmu banyak, nempel di badan aku lagi.

Cepat lap! Menghina aku? Sini, sini. Kamu lap dulu. Kamu sedang apa? Aku, aku dan dia, bukan seperti kamu pikirkan. Tidak apa-apa. Rupanya kamu dan Liangchen, punya hubungan seperti ini! Kalau begitu aku tidak ganggu kalian lagi. Bukan! Bukan! Sampai jumpa. Kamu kenapa keluar sekarang? Kamu kenapa salahkan aku? Apa yang sudah aku buat?

Kamu hari ini pakai seperti ini, seperti ayam turki. Kamu yang seperti ayam turki. Kamu ke sini sebenarnya mau ngapain? Ayahmu besok mau ke Shunyuan, katanya mau ikut acara apa, sekaligus lihat kamu. Alamat yang kamu tulis, itu adalah alamat kantor ayahku. Jadi dia kirim telegraf kepada ayahku. Ayahku datang? Iya, kamu mampus. Tolong aku!

Aku gimana tolong kamu? Atau aku minta izin dulu sama instruktur. Besok kebetulan minggu. Baik! Instruktur Guo Instruktur Guo Guo Hanya 1 tembakan kena target, hanya 1 lubang peluru, bukan berarti hanya kena 1 tembakan. Artinya apa? Kalian baru datang beberapa hari, tahu apa? Instruktur Guo dulu, pas waktu itu, kalian tidak ada. Ayah Xiangxiang.

Sudah terima telegraf. Xiaojun yang kasih tahu aku. Tadinya berencana ke sekolahmu cari kamu, tidak sangka kamu malah jemput aku. Bawa apa ini? Makanan enak. Hanya tahu makan saja, ibumu buatkan kue kastanye. Ibu memang paling baik sama aku. Aku bawa saja ayah. Aku bisa. Tidak apa-apa. Sekarang koper ini,

Kasih aku 20 aku juga sanggup. Omonganmu besar sekali, tapi, kamu kelihatannya ada perubahan. Perubahan apa? Hitam, kurus, semangatnya beda. Dari luar gagah, menutupi sikap, manjamu. Tapi, di dalam, masih, perusuh yang belum dewasa. Ayah. Ayah. Ayah ibu Xiaojun suruh kita tinggal di rumahnya, aku tahu kamu takut repot jadi sudah aku tolak.

Aku pesani hotel buatmu, dekat dengan sini. Baik. Bagus! Kamu di rumah Xiaojun sudah sangat mengganggu orang. Aku dan ibumu persiapkan beberapa hadiah, nanti kamu antar buat mereka. Aku sore ada pertemuan, malam mau ikut acara perjamuan, besok sudah harus pulang. Jadi, tidak berkunjung ke sana lagi. Baik! Sini, Xiangxiang.

Perjamuan malam kamu temani ayah pergi saja. Perjamuan apa? Apakah harus pergi? Dari perhimpunan perdagangan Shunyuan. Beberapa waktu yang lalu, Mereka danai kain katun di sekolah kita. Sekarang pasar lagi kekurangan kain katun ini, pasar wilayah barat dikuasai oleh orang Jepang. Perhimpunan perdaganan Shunyuan di saat ini berani, jual kain katun dengan harga rendah,

Ini tindakan mencintai negara! Mereka undang aku dan ibumu, mengikuti acara, peresmian pabrik mesin katun mereka. Ibumu tidak enak badan, jadi kamu wakili dia saja. Ibu sakit lagi ya? Beberapa hari lagi, adalah hari kematian kakakmu. Sore waktu aku pergi pertemuan, pas kamu bisa pulang ganti baju. Harus bermartabat, royal, elegan. Harus seperti gadis.

Kamu ya, tahu juga. Sini. Ayo. Sini, sini. Duduk sini. Nona Qu Tuan muda pergi jemput walikota Bai, ada titip pesan kalau Anda sampai duluan, pergi istirahat di aula samping dulu. Dengar-dengar Tuan muda Shen, mengagumi gadis penyanyi ini, hari ini aku pertama kali lihat, lumayan cantik juga. Mulutmu doang yang hebat,

Dia itu artis terkenal di Shanghai, kenapa sampai di mulutmu, jadi gadis penyanyi? Tapi dengan penampilan dia, yang menggoda orang. Bilang dia gadis penyanyi sudah termasuk baik. Dia siapa? Artis terkenal. Lucu! Kecilin suaramu. Nanti didengar sama dia. Dengar yah, dengar. Apa aku takut dia? Aku dengar keluarga mereka, masih orang besar di Shunyuan.

Berteman lama dengan keluarga Shen. Tapi karena bangkrut, makanya harus keluar cari nafkah. Tidak tahu ini benar tidak. Ini benar atau tidak? Nona Du harusnya paling jelas. Sepupu kamu Tuan muda Shen, sangat mengagumi. Nona Qu Kamu seharusnya tahu ceritanya kan? Cerita apa? Aku tidak tahu. Kita jangan berdiri di sini. Nona Du.

Sini juga termasuk rumahmu, kamu bawa kami istirahat di ruang tamu saja. Kamu jangan mempersulit Nona Du kita, apakah tidak dengar Nona Qu tadi, pergi ke ruang tamu. Sini rumah Nona Du, kalaupun tidak bisa pergi, Gedung sebesar ini, apakah hanya 1 tempat untuk istirahat? Betul tidak. Ayo. Kita lihat-lihat, Masa takut dia? Kak Manting

Besok koran Yunyan ada jadwal wawancara denganmu ya! Lalu 3 hari lagi, kantor kita mungkin mau, diskusi masalah poster. Kak Manting Tidak boleh ditunda lagi! Sudah pulang lama, kamu tidak melakukan apa pun. Lewat… Kakak Manting Menurutmu wawancara besok. Tidak pergi. Kalau gitu besok lusa? Tidak pergi! Kamu tidak bisa tidak pergi lagi. Nona Du!

Lukisan ini, adalah “lukisan bambu” Zhu Shuzheng ya. Nona Song pintar juga, aku paling suka lirik Zhu Shuzheng, bahkan lukisannya, aku juga suka. Sudah pernah dengar, gambar ini, dikoleksi Tuan muda Shen di gedungnya. Hari ini ada kesempatan langka untuk lihat, aku harus lihat kualitasnya, baik-baik. Ngomong-ngomong lirik Zhu Shuzheng, aku paling suka kata itu.

Rela diranting sampai tua, tidak ikut daun kuning bertebangan. Meskipun Zhu Shuzheng salah jodoh, keluarga dia juga tidak menerimanya. Tapi dia ada tulang punggung yang tetap kuat, tidak mengikuti arus, tidak suka harta, memang langka! Zhu Shuzheng, memang berasal dari keluarga kaya. Gadis dari keluarga kaya, memang beda sama gadis yang keluarga miskin,

Yang hanya tahu menunjukkan dirinya tiap hari. Meski bertemu orang jahat, berakhir dengan sadis, tapi dari sisi etika, tidak pernah kalah. Nona-nona sekalian. Harap kalian tenang, kakak Manting kami, sedang tidur! Rupanya Nona Manting ya. Apakah kami mengganggu kamu? Nona Qu Manting, lama tidak jumpa. Kamu juga tidak bangun sapa dulu,

Apakah tidak takut tidak sopan? Sudah tahu mengganggu orang, masih tidak mau diam, Ji Ji Ca Ca. Apakah kalian burung? Apakah aku kenal kalian? Bingung aku, kenapa tiap hari banyak orang yang aku ngak kenal, datang pura-pura dekat? Kelihatannya Nona Qu lupa. Ingatanku memang kurang bagus, tiap hari mau ingat banyak hal, ingatan aku benar-benar

Tidak ada tempat kosong untuk ingat orang yang mukanya menyebalkan. Nona Qu Aku sarankan kamu bicara hati-hati! Kamu anggap ini apa? Gadis penyanyi, Palimo tempat perkumpulan gadis penari ya? Bicara tidak sopan! Tidak takut orang dengar tertawai kamu ya? Sopan santun juga harus lihat siapa. Mau tusuk, meludah,

Mau bertengkar yah bertengkar, mau hina yah hina. Aku mohon langsung saja? Putar sana putar sini. Siapa yang ajar kalian pura-pura di sini? Kamu bilang siapa pura-pura. Aku bilang kamu, bahasa manusia tidak ngerti ya? Kamu! Kamu, kamu, kamu apa kamu! Bicara tidak lurus, bukannya kalian nona yang beretika yang ada sopan santun?

Bukannya harusnya berlapang dada? Kenapa malah bertengkar dengan aku di depan umum? Lihat, lihat! Bedak setebal 1 cm, juga tidak bisa menutup urat di lehermu. Mending cari tempat untuk dandan lagi. Kamu, kamu wanita gila! Wanita gila! Aku seperti ini wanita gila? Kamu memang berwawasan dangkal! Segera pulang saja. Kalau tidak aku tunjukkan,

Gadis dari keluarga miskin, tiap hari menunjukkan diri itu seperti apa. Nona Qu Tuan muda sudah pulang, persilakan Anda ke atas. Manajer Huang, lukisan di dinding aku lihatnya jengkel. Turunkan dan bakar. Baik. Lihat, kamu buat 3 wanita itu emosi, Tiga orang lemah! Buat pemanasan aku saja masih kurang. Kakak Manting paling hebat!

Si Song itu liriknya bagus, nanti hubungi dia. Suruh dia tulis lagu untukku. Kakak Manting. Kenapa? Apakah dia mahal? Dia sudah mati. Kapan dia mati? Sudah mati ratusan tahun. Ratusan tahun? Orang dinasti Qing. Kakak Manting Kenapa? Mati ratusan tahun, mana mungkin orang dinasti Qing? Harusnya orang dinasti Han. Dinasti Song. Terserah mau dinasti apa.

Ratusan tahun ya. Jadi itu barang antik ya. Kalau gitu jangan jual deh. Cepat turuni kita bawa pergi. Siapa tahu nanti Shen Tingbai bangkrut, kita masih bisa jual ini. Dengar tidak? Xiaotao. Sudah. Kalian berdua juga pergi, aku tidak ada urusan lagi. Kamu tidak usah ikut aku, pergi main-main saja. Baik. Semuanya orang apa sih?

Putriku. Hari cantik sekali! Tentu dong. Ayah, keluarga ini kaya sekali. Tentu. Keluarga Shen itu keluarga besar di Shunyuan, diturunkan bertahun-tahun. Kekuatan bisnisnya, ada di seluruh provinsi, di Beijing juga ada tanah dia, tidak bisa ditandingi oleh orang kaya biasa. Keluarga Shen. Aku sapa mereka dulu. Kepala sekolah Wu. Tuan Xie. Lama tidak jumpa!

Halo, halo. Kenapa? Kamu datang ke Shunyuan, tidak kasih tahu aku. Kali ini datang buru-buru. Ini siapa? Ini putriku Xie Xiang. Ini paman Wu. Apa kabar paman Wu. Baik,baik. Kita duduk di dalam. Baik. Silakan! Main-main sendiri ya. Sekolah gimana? Sekarang lebih sibuk, badan lemah, kerjakan apa pun tidak bagus. Sekretariat Gu. Tuan Sato.

Sekretariat Kuang. Maaf! Permisi dulu. Sekretariat Kuang. Halo, Junshan. Hari ini yang datang adalah, orang besar di Shunyuan. Kamu sering di luar, manfaatkan kesempatan ini untuk kenal lebih banyak orang lagi. Kakak. Kamu urusin saja, acara ini, aku tidak pernah suka. Anak kecil. Ini cepat lambat saja, dunia bisnis memang area pergaulan orang-orang,

Kamu tidak belajar dulu. Bisnis rumah sebesar ini, nanti siapa yang teruskan? Bukannya masih ada kamu? Aku sih senang. Kamu sih malas-malasan, kamu ada impian, ada beban, ini aku tidak menentangmu. Tapi sekarang kondisi begitu kacau, aku masih pendapat yang sama, ikut tentara adalah pilihan kedua, bangun ekonomi negara itu baru dasarnya.

Kamu tinggalkan yang dekat tolong yang jauh, ini pendapat kuno. Aku tidak mau debat ini, bagaimana pun juga, nanti kamu ikut sama aku. Kenal lebih banyak orang tidak ada ruginya. Iya. Kamu bilang apa saja boleh. Tuan muda pertama. Tuan muda kedua. Ketua perhimpunan perdagangan Jepang. Sato Kazuo datang. Baik, tahu. Kakak.

Dia tidak berniat baik. Kita lihat dia mau apa? Umumnya sudah dikuasai orang Jepang. Kondisi sekarang begitu. Iya. Halo, halo. Lama tidak ketemu. Pamit dulu. Halo Tuan muda Shen. Halo. Halo. Halo. Terima kasih atas masalah waktu itu. Tidak apa-apa, masalah kecil. Terima kasih, Terima kasih. Tuan shen Tuan shen Halo! Anda… Aku Xie Zhipei,

Mewakilkan sekolah kami untuk berterima kasih kepada. Berterima kasih kepada Tuan Shen, atas sumbangan kepada sekolah kami, beberapa hari lalu. Tuan Xie yang di Beijing. Iya. Masalah kecil, aku hanya membantu sebisanya saja. Masalah ini mohon bantuan Tuan muda kedua. Tenang, tidak masalah. Xie Xiang, Xie Xiang. Kamu orang bodoh ini.

Xiaojun sudah kasih tahu kamu, kakaknya Junshan itu ketua perhimpunan, perdagangan Junshan. Kenapa kamu lupa? Memang salah sendiri, kayak di depan pistol, pasti mati. Ini putriku Xie Xiang. Dia ya, juga belajar di sekolah wanita Shunyuan. Hari ini, aku bawa dia ke sini. Dia juga di Shunyuan ya. Iya. Xiang,

Sini, kenalan dulu dengan Tuan Shen. Xiang. Xiang. Kamu sedang apa? Mukamu ini? Tadi ditabrak orang. Tidak apa-apa, Tidak apa-apa. Junshan. Sini. Kamu ini gimana sih? Bawa Nona Xie ke atas beres-beres. Tidak usah, Tidak usah! Aku bisa pergi sendiri. Itu Qu Manting. Masa? Artis terkenal Qu Manting ya. Ini Tuan muda Shen ya.

Ini Nona siapa ini? Kenapa ada di ruang tamuku? Cantik sekali! Aku hampir tidak percaya mataku. Shen Tingbai kamu ngapain? Ada racun. Aku kasih tahu kamu, lain kali perjamuan membosankan ini, jangan cari aku lagi. Aku tidak merasa. Kamu tidak merasa setelah kamu duduk di sini, kamar ini jadi agak terang? Membuat aku jadi senang,

Sama sekali tidak membosankan. Kamu sedang apa sih? Belajar dari siapa, gombal gitu. Aku mengejarmu bertahun-tahun, selalu gagal. Aku pikir, apakah aku harus ganti gaya, sedikit gombal. Mungkin kamu bisa suka. Kakak ini malam ini lagi senang ya. Kalau kamu bersedia temani aku menari, aku bisa lebih senang lagi. Tidak tahu Nona Qu,

Bersedia kasih kesempatan ini kepada aku untuk mengundang kamu, menari bersamaku nanti. Nanti mau menari nati baru ajak aku lagi. Tidak niat sama sekali. Apaan? Aku kan takut telat. takut kamu direbut orang? Kamu pelan-pelan. Aku tadi lihat sekilas, tahu semua mata laki-laki, menuju ke kamu. Aku mana boleh biarkan gitu.

Kamu pelan dikit boleh tidak, kamu takut orang dengar ya. Ngalah deh. Artis malu apa? Tuan Shen. Tuan Sato. Peresmian pabrik baru Tuan Shen, merupakan kabar baik. Kenapa? Tuan Sato juga merasa hal ini, pantas dirayakan. Tentu. Ada persaingan baru ada kemajuan, aku suka tantangan, khususnya seperti Tuan Shen yang begitu berambisi. Tantangan anak muda.

Tuan Sato baik sekali. Kelihatannya orang luar, salah paham terhadap Anda. Orang luar salah paham apa terhadap aku? Mereka bilang, kamu pendendam dan pemarah, terus akan melawan aku. Urusan bisnis gunakan cara bisnis. Aku adalah pebisnis, bukan prajurit. Aku senang! Kamu bisa bilang ini. Sebelumnya, aku kira semua orang Jepang, itu ada belajar silat.

Tapi, ngomong-ngomong, dunia bisnis adalah dunia perang dan orang Jepang yang lain, mungkin tidak akan mengikuti aturan seperti aku . Kami Tiongkok ada istilah, hadapi segala sesuatu dengan maksimal. Baik di bisnis atau di medan perang, aku menantikan bimbingan Tuan Sato, dan orang-orang yang tidak mengikuti aturan kapan pun.

Tuan Shen memang singkat, jelas, dan padat, aku mengagumimu. Bisa mendapatkan pujaanmu, adalah kebanggaanku. Nona Qu memang cantik, Tuan Shen ditemani gadis cantik, membuat orang iri. Dengar-dengar beberapa hari yang lalu, Nona Qu ke Palimo, hampir saja diculik orang. Zaman sekarang sangat kacau, orang jahat banyak. Nona Qu waktu keluar, harus lebih berhati-hati!