【FULL】Arsenal Military Academy Eps 1【INDO SUB】| iQiyi Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] Arsenal Military Academy Episode 01 Tahun 1911, Revolusi Xinhai meledak. Pemerintahan dinasti Qing runtuh dengan cepat. Angkata laut utara di bawah pimpinan Yuan Shikai menguasai Tiongkok. Gejolak politik dalam negeri. Warga tidak tentram. Negara-negara Barat yang berkuasa menindas Tiongkok. Perampokan merajalela. Seluruh daerah membuka sekolah baru. Dalam kondisi seperti ini

Pemerintah Feng’an banyak orang yang cinta negara mengeluarkan modal bersama, membuka Akmil Liehuo kembali, demi membentuk tentara yang cinta negara. Cerita kita mulai dari sini. Berita terkini. Berita terkini. Akmil Liehuo dibuka kembali. Berita terkini. Berita terkini. Akmil Liehuo dibuka kembali. Berita terkini. Berita terkini. Akmil Liehuo dibuka kembali. Berita terkini. Berita terkini.

Akmil Liehuo dibuka kembali. Berikutnya giliran kita kan ya. Shen Junshan. Hadir. Turun, turun. Sini, pegang koper baik-baik. Sini, sini. Pelan-pelan. Belakang cepatan. Terima kasih. Xiaojun. Kamu kenapa baru datang, aku kira kamu tidak mau datang. Bukannya aku sudah datang. Apakah kamu sudah pertimbangkan dengan baik? Panah kalau lepas dari busur tidak bisa ditarik lagi.

Kamu kalau sudah melangkah mungkin tidak bisa mundur lagi. Akmil Liehuo juga bukan tempat buat main-main. Aku juga tidak berencana untuk kembali. Xie Liangchen. Hadir. Giliran kamu. Maaf. Terima kasih ya. Xie Liangchen. Nama lengkap. Xie Liangchen. Umur. 19. Sudah, buka baju, berbaring di atas. Dokter, aku boleh tidak buka baju tidak? Kenapa? Aku malu.

Kamu ini malu apa? Aku tidak biang buka baju di depan semua orang. Jangan banyak bacot, buka baju dan berbaring sana. Dokter, Anda kasih kelonggaran dikit. Kenapa, tidak mau lolos ya? Bukan, aku… Kalau gitu keluar, jangan buang-buang waktu aku. Dokter, aku… Keluar, keluar. Apakah sudah lulus? Benarkah? Bagaimana caranya? Aku punya cara sendiri.

Cepat pergi. Aku merasa tempat ini angker, hatiku tidak tenang. Pikiran kamu saja. Ayo, aku bawa kamu ke sebuah tempat. Ke mana? Aku ikut saja. Permisi, permisi. Jual bunga, jual bunga, rokok, buah, permen osmanthus, Tuan, Anda mau lihat bunga tidak? Rokok, buah, permen osmanthus. Dia, kamu bahkan tidak kenal dia? Kenapa ke sini?

Itu kan artis terkenal Qu Manting. Kenapa, takut ya? Akmil saja aku masuk, apalagi Palimo. Kamu paling hebat ya. Kamu jangan-jangan ke sini lihat artis terkenal juga ya? Bukan, dia temanku. Qu Manting itu temanmu? Kenapa, apakah tidak mirip? Mirip. Mirip. Benaran temanmu ya. Benaran temanku, untuk apa tipu kamu. Ayo, masuk saja. Ayo.

Kalian gimana bisa kenal. Kami teman ketika kecil. Kamu waktu kecil kenapa bisa berteman dengan artis? Biarkan kami masuk saja. Kami mau wawancarai Nona Qu. Halo, halo. Semuanya tenang dulu. Semuanya tenang dulu ya. Nona Manting kita, sedang dandan. Kalian kalau ada apa-apa bisa tanyakan kepada aku. Permisi, kalau boleh tanya,

Nona Qu Manting kali ini datang ke Shunyuan rencananya mau tinggal berapa lama? Dia mau tampil berapa hari di Palimo? Iya. Ada gosip Tuan muda Shen dan Nona Manting teman dari kecil, apakah gosip ini benar tidak? Iya, iya. Coba jelaskan. Jelaskan sedikit. Nona Manting bisa meluangkan waktu ke Palimo untuk tampil.

Ini adalah kebanggaan kita. Aku mewakilkan ballroom Palimo, menyambut dan berterima kasih dengan tulus. Penampilan kali ini, akan berlangsung selama 3 hari. Maaf, Tuan, ini adalah ruang ganti artis kami, orang luar tidak boleh masuk. Gitu ya. Boleh tanya, toilet di mana ya? Di sana. Lurus saja. Terima kasih. Tapi Shunyuan kampung halaman dia.

Dia di luar tidak terima acara bisnis seperti ini, tapi kalau terhadap sekampung harusnya ada pengecualian, betul tidak? Iya, benar. Yang kamu bilang benar. Kalau alasan kenapa dia kembali ke Shunyuan, bisa berapa lama di Shunyuan? Ada hubungan apa dengan Tuan muda kami? Iya, hubungan apa ya? Masalah ini kalian harus tanya orang yang bersangkutan.

Karena aku tidak tahu. Kamu umur berapa? Aku tanya kamu umur berapa? Tidak dengar aku bicara ya? Kamu berhenti. Kamu suka aku ya? Tidak apa-apa, ngaku saja. Laki-laki suka aku itu normal. Aku sama sekali tidak kenal kamu, gimana aku bisa suka kamu? Tidak kenal ya. Aktingnya lumayan. Kamu kenapa tidak jadi aktor saja?

Aku bilang sekali lagi, aku benar-benar tidak kenal kamu. Tidak kenal ikut artis sampai toilet wanita ya? Kamu baru umur berapa? Kecil-kecil tidak belajar yang benar, kamu sudah dewasa belum? Maaf, salah paham. Berhenti. Salah paham. Salah paham apa? Nona Qu, salah paham kamu masuk toilet wanita intip aku ya?

Nona Qu, apakah Anda di dalam, apakah kamu sudah foto? Nona Qu, keluarkan kameranya. Hapus. Tidak, aku tidak bawa kamera. Keluarkan, cepat. Kamu kenapa main pukul? Aku pukul, aku pukul memangnya kenapa? Salah paham, salah paham. Cepat keluarkan. Kamu pukul lagi aku akan balas ya. Coba kamu balas. Coba kamu balas.

Aku sudah bilang salah paham, kamu kenapa seperti orang gila? Kamu tangkap aku masih bilang aku orang gila. Nona Qu. Aku pukul kamu. Brengsek, berhenti. Nona Qu. Brengsek. Nona Qu. Permisi, permisi Nona Qu, aku ada pertanyaan mau tanya kepadamu. Baik. Semuanya jangan foto lagi. Tuan, bir Anda. Baik, silakan tunggu. Bir Anda.

Xiaojun, kita pergi saja. Bukannya sudah janji mau kenalkan Manting kepadamu ya? Para hadirin yang terhomat, teman yang terkasih, selamat malam semua, selamat datang di Palimo. Aku percaya semua Ayo, coba kita lihat. datang demi orang yang sama, tidak banyak bicara lagi, mari kita berikan tepuk tangan yang meriah,

Kita persilakan artis terkenal kita malam ini, persembahan dari Nona Qu Manting. Xiaojun, kita pergi saja deh. Kamu baru datang kenapa mau pergi lagi, sudah bilang mau kenalkan Manting kepadamu. Bukan, tadi aku… Sudah keluar, sudah keluar. ♫ Cahaya bulan menemai malam yang sunyi ♫ ♫ Ujung jari menceritakan kesedihan piano ♫

♫ Kepolosan yang indah terkunci di jendela ♫ ♫ Dan kamu bernyanyi sendirian ♫ ♫ Memori di bawah lampu jalan jadi redup ♫ ♫ Ilusi terhadap ingatan ♫ ♫ Aku terjebak dalam kenangan ♫ ♫ Kehilangan arah aku ♫ ♫ Tango di bawah sinar bulan sebelum fajar ♫

♫ Aku ingin kamu memegang tangan aku saat ini ♫ ♫ Tolong jangan ucapkan kata-kata perpisahan ♫ ♫ Biarkan aku di hatimu malam ini ♫ ♫ Tango di bawah sinar bulan sebelum fajar ♫ ♫ Ikuti saja ritme aku saat ini ♫ ♫ Momen kelembutan sebelum berpisah ♫ ♫ Memohon malam untuk berhenti ♫

Bagus, bagus. Terima kasih. Terima kasih. Artis terkenal apaan. Nyanyiannya tidak enak didengar. Lihat apa? Lihat apa? Apakah aku salah? Persiapan begitu besar, keterampilan biasa aja. Tidak sopan sekali. Tidak ada etika sama sekali. Sobat, kamu sangat tidak sopan. Iya, tidak sopan sekali. Mana boleh gitu? Tidak ada sopan santun sama sekali.

Meski lagumu biasa saja, tapi aku harus mengakui kamu cantik. Artis terkenal kan ya? Apakah kamu berminat minum sama aku malam ini? Tuan, aku bukan wanita hiburan. Salah kenal kali. Aku… Siapa tidak tahu diri berani berbuat onar di Palimo. Manajer, ini adalah anak Gu Zongtang. Siapa? Anak Gu Zongtang, sekretariat menteri dalam negeri,

Cucu dari Hu Liuweng, kapten dinas pendidikan. Lepaskan keponakan dari Hu Yunsheng, komandan Hu. Sakit, adik ipar Xu Shaoshuai, Manajer, orang ini tidak bisa kita ganggu, Cepat, telepon Tuan muda. Baik. Lepaskan. Kamu mafia ya. Kalau gitu aku perlihatkan mafia itu apa. Lepaskan. Lepaskan aku. Brengsek, lepaskan aku. Kamu, kamu lepaskan. Jangan foto lagi.

Jangan foto aku. Tolong, tolong. Kamu lepaskan aku, brengsek. Bukannya dia temanmu, kamu tidak peduli ya? Bukan, aku… Aku gimana? Manajer Wang aja tidak peduli. Jadi kamu hanya liat dia dibawa oleh mafia. Gimana, gimana ya? Aku tidak tahu harus gimana? Jangan foto, jangan foto Kalian jangan foto lagi. Lepaskan. Kakak, kakak. Kakak, tolong aku.

Kakak, kakak. Kenapa, kamu mau tolong gadis ini ya? Jangan foto lagi. Tidak usah buang-buang tenaga. Kamu bajingan, lepaskan, lepaskan aku, – Lepaskan aku. – Kamu di sini, aku pergi. Astaga. Kamu lepaskan aku, preman busuk. Sebentar. Lepaskan dia. Bocah. Kalian sekelompok ya. Bukan. Kamu membuntuti aku sampai toilet wanita, dia menculik aku lagi.

Kalian berdua pasti sekelompok, Aku sudah bilang bukan, aku datang membantumu. Jangan banyak bacot, lepaskan aku, kalian berdua. Minggir, minggir. Ke pinggir, berdiri. Sedang apa! Mundur, mundur. Aku hajar kamu. Terluka tidak? Aku terluka. Mana yang terluka? Mereka berdua intimidasi aku. Mereka berdua sekelompok, aku bukan kelompok dia. Aku sebagai saksi. Kalian berdua sudah gandengan

Masa bukan sekelompok lagi? Aku benar bukan kelompok dia. Kamu membantah lagi. Kamu. Kapten He. Tuan muda Shen. Merepotkan kamu. Tidak, tidak. Menjaga keamanan rakyat adalah kewajiban kami sebagai polisi. Tuan muda Shen harap tenang, aku akan mengurusnya dengan adil. Baik. Kalau gitu, sini, aku serahkan kepadamu. Aku bawa Nona Qu pulang. Muka apa ini.

Muka apa ini. Kamu sedang apa? Apakah kamu tidak senang? Aku akan ingat kamu. Kamu tidak boleh lepaskan dia. Sampai jumpa. Apa? Keluargamu kuat kan? Sebutkan, biar mereka kaget. Aku datang. Tidak pernah mengandalkan orang lain, hanya mengandalkan diri sendiri, kalau tidak bisa mengandalkan diri sendiri baru suruh orang lain. Apakah kamu sekarang bisa diandalkan?

Aku sendiri bisa pukul 10. Kayaknya tidak hanya 10. Sini. Balas dendam Tuan Shen dulu. Hajar. Kamu bilang apa? Ditangkap polisi? Iya. Tuan muda diintimidasi di Palimo, ada sedikit salah paham. Dia kenapa diintimidasi, ke Shunyuan beberapa hari, langsung masuk penjara. Dia kelihatannya kalau tidak cari masalah badannya bisa gatal. Jadi Tuan muda dia…

Biarkan dia mati di dalam saja. Apa benar-benar tidak mau urus Tuan muda lagi? Siapa bilang tidak mau urus. Aku hanya anak tunggal ini, kalau di dalam kenapa-kenapa kamu mau keturunan Gu punah ya? Tidak peduli lagi. Ngomong sih gampang. Kamu bengong apalagi, cepat bawa Tuan muda pulang. Kamu lihat, masalah kecil harus dibesar-besarkan.

Sekarang lihat tuh, semua orang besar di Shunyuan tahu, anak Gu Zongtang, wakil gubernur baru Feng’an tidak bisa diandalkan. Baru datang ke Shunyuan langsung masuk penjara. Besok pagi-pagi. Kita keluarga Gu takutnya menjadi bahan lelucon di Shunyuan. KaptenKapten He, Kapten HeKapten. Kamu sok berwibawa sekali. 2 garis. Tuan muda Gu.

Kami benar-benar tidak tahu identitas Anda kami tidak bisa melihat orang. Salah paham, salah paham. Salah paham. Tidak kali. Seingat aku kamu berjanji kepada orang akan bertindak adil. Ini… Ini juga terpaksa. Aku bertemu dengan Nona Qu di antara banyak orang. Aku mengagumi artis terkenal, ingin mengundang dia makan ngobrol-ngobrol, bahas tentang kehidupan.

Sekarang jadi begini, kamu tangkap aku ke sini. Gimana hitungnya nih? Tuan muda Gu harap tenang. Aku juga ditipu makanya melawan Tuan muda Gu. Seorang mafia yang mempermainkan gadis masih merasa hebat. Apakah kamu mau coba masuk ke dalam? Aku kasih kamu pikirkan baik-baik kamu sebenarnya di pihak siapa? Tuan muda, aku salah.

Aku tidak bisa melihat. Mohon Tuan muda Gu ampuni, bebaskan aku. Kedepannya kalau ada butuh aku pasti layani. Jangan bilang gitu, setelah bertarung, bisa bergaul lebih baik. Mulai hari ini, kita semuanya teman. Terima kasih Tuan muda Gu. Tapi, kalau sudah teman, aku titip kamu bawa pesan kepada itu siapa… Shen… Shen Tingbai.

Si Shen itu. Apakah kamu bersedia tidak? Pesan apa? Tidak apa-apa, kalau keberatan juga tidak apa-apa. Tidak keberatan. Tidak keberatan. Tidak main lagi. Kartu jelek, tidak bisa menang. Menang. Tuan muda Gu, Anda menang. Bengong apalagi. Tidak lihat kartu Tuan muda Gu ya. Cepat kasih uang. Cepat, cepat, cepat. Sini.

Tuan muda Gu, ini yang Anda menangkan. Kalian main kartu memang buat habiskan waktu saja ya. Main-main saja. Keluarkan uangnya, cepat. Keluarkan semua. Tuan muda Gu. Berkat Komandan Zhang dan Sekretariat Gu kami baru bisa diperlakukan dengan baik di kantor polisi, gaji juga tinggi. Kami biasanya mainnya juga besar. Harap Tuan muda Gu terima. Baiklah.

Kasih ke saudara ini buat jadi biaya pengobatan saja. Tuan muda Gu membela kebenaran. Aku tidak mau. Aku kapan bisa pergi? Kapan saja boleh. Pelit sekali. Bagaimanapun kita juga susah bersama. Tuan muda Gu, menurut Anda. Kapten. Keluarga Gu tiba. Tuan muda Gu. Silakan. Tidak main sama kalian lagi. Sampai jumpa. Punyaku, punyaku.

– Sudah, punyaku. – Ini punyaku. Kapten He, sekarang kita teman kan ya? Iya, iya. Teman. Teman harus jujur dan setia. Kalau gitu tolong kamu sampaikan pesan aku seutuhnya kepada si Shen. Pasti. Terima kasih. Kapten He. Pada bilang orang besar tidak bisa menekan penguasa daerah. Kita sudah kena batu keluarga Gu.

Tapi, ada yang harus ingatkan ke kamu penguasa daerah ini tidak gampang. Orang besar juga tidak bisa diatur suka-suka. Dewa berkelahi yang kena imbasnya hantu kecil. Kamu berdoa saja. Baik. Aku tahu harus gimana. Menurut kamu gimana. Kapten kita sepertinya suruhan. Tidak usah kamu ingatkan. Tuan, Tuan muda pulang. Tuan muda. Kamu jangan pergi. Tuan,

Kamu lihat muka Tuan muda, sudah bonyok, Orang-orang di Shunyuan banyak orang jahat perbuatannya kejam sekali, Ini namanya mampus, Menurut aku bukan kejam terlalu ringan, Kamu lihat kamu onar di Beijing apakah kurang banyak, Saat itu aku masih dihormati, Tapi sekarang bilangnya sih gubernur seprovinsi, Sebenarnya hanya pengasingan. Zhang Xihou, Li Tingchang, Shen Bonian

Mereka siapa yang mau diatur aku. Ini saja tidak tahu masih terus pura-pura berwibawa. Berbuat onar. Memalukan aku.. Bodoh, bodoh seperti sampah Apakah Anda sudah selesai memarahi kalau gitu aku pergi mandi. Bajingan. Bocah. Tuan. Aku kenapa bisa melahirkan anak durhaka seperti Tahan emosi ayah. Sudah terlanjur lahir kamu menyesal juga tidak guna.

Jangan merusak tubuh. Bocah ini, Paman Zhu, buatkan teh kembang buat ayahku. Pecundang, kamu kembali. Kamu ini. Tuan. Kamu lihat, kamu lihat. Aku kalau tahu bisa begini mending suruh mati di luar saja. Tidak bisa. Tidak bisa. Dia kayak gitu terus. Pasti akan mendatangkan masalah besar. Aku sudah titip salam. Beberapa hari lagi,

Aku kirim dia ke Akmil Liehuo. Akmil Liehuo bukannya sudah tutup. Orang Jepang yang bilang kamu juga percaya. Lagian Zhang Xihou apakah ramah. Akmil Liehuo adalah tempat yang tidak berbelas kasih. Kasih dia menderita dikit daripada tiap hari berbuat onar. Masalah hari ini adalah kelalaian aku. Sudah tahu dia bukan orang biasa

Masih lemparkan masalah ini kepada Kapten He. Benar-benar mempersulit Kapten He. Tidak, tidak. Ini adalah tugas aku. Ayahku juga kenal Sekretariat Gu. Masalah ini aku selesaikan sendiri. Tidak akan melibatkan Kapten He. Tuan muda Shen berlebihan. Apakah Kapten Shen ada hal lain lagi. Tuan muda Gu ini ada pesan untuk Tuan muda Shen. Pesan apa?

Dia bilang terima kasih bimbingan Tuan muda Shen atas masalah hari ini. Dengar-dengar Anda adalah pahlawan terkenal di Shunyuan. Kalau ada kesempatan kita harus ada pendekatan. Masih ada lagi tidak. Dia, bilang, Qu… Pinggang Nona Qu langsing. Kak. Aku sekarang adalah anggota Akmil Liehuo. Kamu tenang. Aku pasti akan menjadi tentara yang unggul

Tidak akan mengecewakanmu. Jaga diri baik-baik ya. Kembalilah. Jaga diri baik-baik. Megah sekali. Teman. Kamu anggota yang baru masuk ya. Namaku Xie… Namaku Xie Liangchen. Halo. Namaku Huang Song orang Jinan, Shandong. Orang Shandong kenapa ke sini jadi tentara. Aku kabur dari Shandong tengah jalan lihat tim sedang bentuk tantara.

Jadi aku jadi tentara dan ikut perang beberapa kali. Menang. Atasan suruh aku ke sini, jadi aku ke sini. Serius, kamu ada ikut perang juga. Sebenarnya tidak banyak tembak, aku larinya lebih lambat. Pas aku sampai, musuh sudah kabur. Musuh kabur artinya kalian menang. Ini semua barangmu ya. Iya, agak banyak.

Kamu bawa barang sebanyak ini buat apa? Barang di kota mahal, jadi aku siapkan dulu. Kamu bawa panci juga ya? Akmil kita ada ruang makan. Apa? Akmil ada ruang makan. Aku kira kita harus masak sendiri. Kampungan minggir. Pengemis ke samping. Kamu marahi siapa? Kamu lah. Semuanya ke pinggir. Kembali. Teriak lagi. Sudahlah teman. Sudah.

Aku kasih tahu kamu. Akmil tidak seperti tempat lain. Kalau kamu baik, pasti akan diintimidasi. Tidak apa-apa. Dari kecil ayahku bilang dirugikan itu merupakan keberuntungan. Ayo. Ayo. Halo teman-teman sekalian. Waktu itu mereka membuat onar besar aku menyelesaikannya dalam 2 hari. Semuanya memegang pistol tidak tahu lagi menggertak siapa. Bulan lalu aku ulang tahun

Orang di rumah berikan aku pistol mauser. – Masa? – Serius. Apakah sedang dibawa, benar tidak? Keluarkan biar kita lihat. Kasih kita lihat. Sekarang tidak boleh. Kenapa? Kalau keluarkan sekarang tidak asyik. Gini saja nanti sesudah daftar. Aku menjamu di Gedung Deyue hargai dan ke sini minum-minum. Nanti kasih kalian coba. Tidak masalah.

Cari hiburan saja boleh tidak. Baik. Halo. Taruh di sini saja. Ini bukannya yang senggol mobil kita itu. Itu barang keren. Pistol mitraliur MP18. 600 peluru/menit Bodoh. Jarak mencapai 150 meter. Ringan dan fleksibel tapi sedikit mahal. Sedikit mahal. Akmil kita banyak uang. Ini kamu juga kenal ya. Tapi, aku belum pernah pegang.

Kalau bisa coba tembak beberapa kali sih bagus. Kedepannya bisa. Kampungan. Jangan peduli dia. Barang yang aku bawa agak banyak tapi lengkap loh. Aku… Panggil kamu nih kampungan. Buta ya. Bilang siapa kampungan. Dia tanya aku panggil siapa kampungan. Coba lihat. Coba lihat kita siapa yang pakaiannya sangat kampungan. Aku kasih tahu kamu

Tidak panggil kamu pengemis, sudah menghargai kamu, tahu tidak. Ada apa. Tadi tangan siapa yang dorong mobil hingga mobilku kesenggol. Jelas-jelas kamu yang tabrak aku. Bocah. Aku bantu ingatin. Kalian parkir mobil di tengah jalan. Aku bawa mobil lewat, lalu terjadi senggolan. Kita berdua semuanya bersalah. Gitu saja. Kalian ada kerusakan apa, aku ganti.

Ada kerusakan apa. Cekungan ini ya, cekungan ini. Aku kasih tahu kamu di Feng’an, mobil aku ini kurang dari 10. Sekarang kamu merusak mobil aku lecet sebesar ini. Apakah kamu bisa tanggung. Aku tidak sebut berapa biar tidak kagetin kalian. Lihat pakaianmu seperti itu jual kamu pun tidak cukup. Gini, gini.

Hari ini aku berbelas kasih kamu berlutut dan bersujud kepadaku. Kamu bilang. Ayah, aku salah. Jadi aku tidak minta kamu ganti rugi. Kamu keterlaluan. Diam ya. Tidak sanggup ganti rugi ya? Lihat. Tidak sanggup ganti rugi kamu terima nasib saja. Orang sepertimu masih mau jadi tantara. Pulang bertani saja kamu. Kampungan. Kampungan.

Kampungan juga lebih bagus daripda kamu pengkhianat bangsa. Kamu bilang apa. Bukannya kamu pakai lencana Jepang. Kamu orang Jepang ya bukan orang Jepang yah pengkhianat bangsa. Bilang sekali lagi. Kenapa, apakah aku salah ngomong. Aku tidak salah ngomong kamu marah apa? Aku. Liangchen. Kita tidak usah peduli orang seperti ini. Maaf ya.

Maaf langsung selesai ya. Aku. Mobil rongsokan kamu tersenggol kamu suruh orang sujud. Kamu merusak barang minta maaf selesai ya. Kalau gitu, kamu mau gimana Berlutut, terus bersujud, bilang bos aku salah. Kalau gitu aku maafkan kamu. Shen Junshan. Aku hargai ayahmu dan kakakmu makanya mengalah, bukan berarti aku takut kamu. Salah harus minta maaf.

Ini wajar. Waktu kamu bahas akal sehat dengan orang. Ngomongnya masuk akal sekali. Aku bahas akal sehat denganmu kamu malah bahas hubungan kita. Baik. Hari ini. Aku hargai kamu sebagai Tuan muda kedua Shen tidak perhitungan sama kamu. Tapi lain kali kamu hati-hati. Berhenti. Wenzhong. Shen Junshan. Urusan kalian selesai. Urusan aku belum.

Aku suruh kamu bersujud kamu anggap kentut. Shen kedua, aku akan berurusan terus denganmu. Junshan, dia panggil kamu kedua. Keluarga kalian dekat ya. Aku juga dekat dengan anjing tanah yang minta makan ke rumah aku. Kamu lihat, ketemu yang congkak jadi seperti itu. Kamu lihat dia seperti itu. Semuanya sedang apa, kembali ke barisan.

Berdiri tegak. Kalian sedang apa? Berdiri tegak. Cepat kembali ke barisan. Berdiri tegak. Semangat sekali ya. Yang ikut berkelahi. Keluar. Kamu ini keluar atau tidak. Kalau keluar, keluar dengan berani. Iya. Kamu. Kamu. Kalau kamu. Aku tidak berkelahi instruktur. Apakah kamu ke sini bareng dia. Teman berkelahi, kamu di samping nonton. Kamu sampah benar.

Nanti di medan peran, kamu juga lihat tim ditembak saja. Keluar. Keluar. Tadi yang kelahi. Bawa koper kalian lari 50 keliling. 50 keliling. Instruktur. Koper aku lebih banyak. Apakah kamu sedang bercanda? Tidak, tidak berani. Kamu datang jadi tentara atau melahirkan, kuali juga dibawa. Apa ke sini jadi koki. Tidak, tidak.

Di medan perang, perlengkapan adalah nyawa. Kamu lihat kalian Gayamu longgar, dan sikapmu tidak serius atau serius, semuanya sampah. Aku tidak mengerti kenapa mau buang-buang waktu dengan kalian di sini? Tapi kalian tenang kalian sudah ke sini. Aku akan melayani kalian dengan baik-baik. Sekarang selain yang berkelahi lari 50 keliling. Semuanya bawa semua kopernya,

Lari 30 keliling, 2 jam kemudian, kumpul di asrama. Yang tidak selesai lari tidak ada makan malam, tidak ada kasur. Semuanya pergi ke tempat latihan. Lapor Instruktur. Mobil aku ini. Mobil apa mobil. Angkat kualimu dan semua kopermu segera lari. Baik. Instruktur, boleh bicara sebentar. Instruktur. Ini adalah Tuan muda dari Sekretariat Gu Zongtang

Di bawah pantauan Kapten Liu. Mohon bantuannya. Kakak-kakak sekalian. Namaku Gu Yanzhen. Idiot ini kenapa datang. Ini siapa? Ini siapa? Petugas. Gantungkan dia ke tempat latihan. Baik. Instruktur, dia itu di bawah pantauan Kapten Liu. Dia itu anak Sekretariat Gu. Aku tidak peduli latar belakang kalian. Di sini. Identitas kalian hanya 1

Yaitu persiapan menjadi tantara. Mulai dari sekarang. Siapa yang berani bergaya bos. Jangan salahkan aku tidak sungkan.