Jiang Ge dan Nan Chu menjadi musuh | Bright Eyes in the Dark【INDO SUB】EP5 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tiongkok] Kalian makan dengan puas, ‘kan? Ya. Kita jangan hanya makan. Aku ajari kalian satu hal lagi. Lihat itu. Sembilan Peraturan Satuan Khusus. [Sembilan Peraturan Satuan Khusus] Kelak kalian harus menghafalnya dengan baik. Asisten Liu. Sembilan Peraturan Satuan Khusus ini kenapa terlihat begitu tidak serius? Asisten Liu,

Apa maksudnya Sembilan Peraturan Satuan Khusus? Sembilan Peraturan Satuan Khusus adalah tradisi terhormat satuan kita. Jika ada orang baru yang bisa menang dari anggota lama dalam kegiatan latihan, maka dia berhak menambahkan peraturan milik sendiri. Kalau seperti itu, apa kami juga bisa? Kalian masih jauh dari itu. Setelah bertahun-tahun berlalu, totalnya hanya ada sembilan peraturan.

Sembilan orang. Sembilan orang ini adalah elite di antara para elite. Jadi, Sembilan Peraturan Satuan Khusus meskipun adalah peraturan, itu lebih merupakan kehormatan. Teringat waktu itu, yang membuat peraturan ke toilet tidak boleh lebih dari lima menit… [Peraturan Keenam: Ke toilet tidak boleh lebih dari lima menit] adalah aku. Asisten Liu, kamu keren sekali.

Asisten Liu. Ke toilet tidak boleh lebih dari lima menit. Sedikit terlalu sulit, ‘kan? Siapa yang punya tekad seperti ini? Aku beri tahu kamu. Dalam masalah ini, kamu harus gigih. Kalian masih muda. Kelak kalian akan mengerti. Untuk apa aku mengatakan ini padamu? Maksudku, aku berharap kelak setiap harinya bisa melihat kalian berdua

Menambahkan peraturan satuan khusus milik kalian sendiri. Mengerti? – Mengerti. – Mengerti. Aku pergi dulu. Baik, makan pelan-pelan. [Sembilan Peraturan Satuan Khusus] ♫Kemarin yang berputar-putar♫ ♫Angin dan embun es mengukir wajah samping♫ ♫Berjalan melawan cahaya, seperti tersembunyi♫ ♫Mengingatkan hari esok yang baru♫ ♫Biarkan sumpah bergema di telinga♫ ♫Pergi ke tempat yang lebih jauh dengan yakin♫

♫Melawan cahaya, maju dengan berani♫ ♫Asap menyerbak, menutupi langit♫ ♫Terbang lebih tinggi melawan angin♫ ♫Melampaui garis langit♫ ♫Setelah senja, sebelum fajar♫ ♫Pergi mengalami ribuan percobaan lagi♫ ♫Menerobos dinding itu untuk menyentuh♫ ♫Batas antara matahari dan laut♫ [Bright eyes in the Dark] [Episode 5] [Sehari Menjadi Teman Seperjuangan, Maka Selamanya Adalah Teman Seperjuangan]

[Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tiongkok] Bagaimana pengajuanmu itu? Ayah sudah sepakat saat makan bersama mereka. Hanya menunggu pengajuanmu disetujui. Tahun depan dia ada sebuah proyek. Sekarang berencana menyerahkannya padamu. Ayah juga bilang, dia sudah mencari tahu. Dengan kondisimu ini, meskipun batasan umur belum tiba, asalkan kamu mengajukan kepada detasemen, tim tidak akan mempersulitmu.

Penyakit Miaomiao tidak kambuh, ‘kan? Tidak. Dua hari lagi aku mau perjalanan bisnis, aku minta ibuku datang sebentar untuk membantuku antar jemput Miaomiao beberapa hari. Baik. Kalau begitu, kali ini sudah menyusahkanmu dan ibu kita. Yu Qilei. Aku sudah bilang pada Miaomiao, Ayah akan pulang dua hari lagi, Miaomiao sangat senang.

Setiap hari dia bertanya padaku, sebenarnya kapan ayah akan pulang. Baiklah. Kebakaran. Ada misi. Aku tutup dulu. Memberangkatkan mobil 1, mobil 2, dan mobil 3. Yu. Hari ini kamu istirahat, aku pimpin tim. Ayo. Kebakaran. Terjadi kebakaran di tempat pembuangan sampah luar ruangan Kompleks Linglong. Memberangkatkan mobil 1, mobil 2, dan mobil 3.

Basahi semua tempat sampah. Baik. Ketua Kelompok Lei. Baik, hentikan air. Yijiu, tumpahkan semua tempat sampah di sana. Baik. Shiquan, periksa titik api di sana. Baik. Bau ini. Bibi, tidak boleh menumpuk sampah di sini. Hari ini kalian harus segera membersihkannya. Kami akan mengutus orang kemari untuk memeriksanya nanti malam. Tentu saja.

Baik, kamu tenang saja. Aku akan memanggil orang untuk membersihkannya nanti. Ketua Kelompok Lei. Cepat. Hati-hati. Pelan-pelan. Pinggangku. Ayo, pergi ke sana. Ayo. Kalian berdua lanjut periksa. Lain kali kamu sungguh harus pelan-pelan. Papah aku naik ke mobil. Dagang. Ternyata benar kamu. Siapa itu? Kamu sudah tidak kenal? Chen Yilong? Kenapa kamu di sini?

Ibuku di sini, aku datang mengantarkan barang untuknya. Sudah berapa tahun kita tidak bertemu? Ada apa denganmu? Tadi aku terjatuh. Entah siapa yang tidak bermoral. Setelah merokok, sudah membuangnya ke dalam tong sampah sebelum puntung rokok padam. Jangan sampai aku menangkapnya. Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini? Apakah baik-baik saja? Lumayan baik.

Kalau begitu, anakmu seharusnya sudah SD, ‘kan? Tahun depan. Cepat sekali. Ini… Mobilmu? Bagus juga. Hanya bisnis kecil. Bekerja tanpa rencana. Dagang. Kamu terluka di mana? Tadi pinggangku terjatuh. Tidak apa-apa. Tidak ada masalah? Tidak ada masalah. Aku perkenalkan padamu. Lin Luxiao, ketua satuan stasiun pemadam kebakaran kami. Dia pemimpin. Halo, Pemimpin.

Aku adalah teman masa kecil Dagang. Panggil aku Yilong saja. Senang berkenalan denganmu. Jangan bersalaman, tanganku kotor. Baik, kalian mengobrol sebentar. Ayo berkumpul. Baik. Aku pergi dulu. Baik. Sudahlah. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Lakukanlah pekerjaan kalian. Lain hari kita makan bersama. Panggil saudara-saudara. – Baik. – Bersama-sama. Baik. Sampai jumpa. Kamu lihat.

Berapa banyak bensin yang dikeluarkannya? Kapan aku bisa menaikinya? Kamu mau menaikinya? Kamu cukup lihat saja. Mobil ini memang keren. Tapi mobil pemadam kebakaran kita bisa membeli empat mobil itu. Tentu saja. Semuanya perhatikan. Instruktur bilang nanti ada rapat internal. Yang sudah ganti baju, kumpul di ruang rapat. Apa yang kamu lakukan? Jangan berlama-lama.

Dagang, apa kamu berak celana? Baik, cepat lepaskan. Aku bantu kamu cuci. Cepat. Semuanya pergi mandi. Jika tidak mandi, tidak boleh pergi. Ikutlah denganku. Aku akan ambil selang air untuk menyirammu. Cepat. Hari ini, ada satu hal yang ingin kukatakan pada kalian. Sekarang ada sebuah acara spesial pemadam kebakaran yang mencari kita

Dan ingin meminta kerja sama kalian. Ini adalah informasi dasar. Kalian semua sebarkan dulu, lalu katakan pendapat kalian masing-masing. Lapor. Instruktur, apakah kita bisa masuk TV? Ya, tentu saja bisa. Masuk TV? Masuk TV adalah hal yang bagus. Kebetulan bisa menunjukkan pesona kita. Mari. Aku yang pertama mendukung. Kami juga mendukung.

Aku merasa ini adalah kesempatan yang sangat bagus. Ini tidak hanya bisa menunjukkan keterampilan pemadaman kebakaran kita, juga bisa membuat semua orang tahu hasil latihan kita. Benar tidak, Yijiu? Aku merasa ini tidak bermakna. Bukankah hanya mencari beberapa artis untuk datang merasakan kehidupan di stasiun kita? Biasanya kita sudah cukup sibuk, masih datang mengacau.

Aku katakan dulu. Ini adalah sebuah acara promosi untuk memopulerkan pemadaman kebakaran. Terutama bisa membantu kita mempromosikan dan menyebarkan pengetahuan pemadaman kebakaran. Benar, tidak? Ini juga hal yang bagus. Instruktur Yang, aku tanya dulu. Jika kita bekerja sama dengan mereka untuk merekam acara, apakah ada tunjangan khusus? Ini… Lei, kesadaranmu terlalu rendah. Ini adalah kehormatan.

Jangan bicarakan tentang uang sekarang. Kamu tidak mau diberikan uang? Mau. Instruktur, aku… Lapor. Aku katakan sesuatu. Menurutku, jika tidak memengaruhi latihan, kita masih bisa mencoba menerima beberapa hal baru. Bagaimanapun, setelah penataan kembali, kita juga termasuk pasukan utama dalam pertolongan darurat. Tanggung jawab ini lebih luas. Tugas juga meningkat banyak.

Ini juga mengajukan beberapa persyaratan baru terhadap pekerjaan kita. Jadi, aku merasa berinisiatif menyambut perubahan juga merupakan suatu cara untuk melatih tim kita. Benar, ‘kan? Inilah maksudku. – Bagus. – Bagus. Yu, katakan sesuatu. Aku… Aku tidak ada pendapat apa pun. Semua boleh. Jangan semua boleh. Katakanlah sesuatu. Yu, katakan sesuatu.

Lebih baik kalian semua yang putuskan. Baiklah. Kalau begitu, bagaimana menurut kalian? Boleh. Baik. Lin, lihatlah. Lihatlah. Sorakan masyarakat ini cukup keras. Coba kamu pertimbangkan. Latihan tidak melelahkan, ya? Stasiun satuan khusus kita tetap harus fokus pada latihan. Hal yang tidak berhubungan dengan latihan dikesampingkan saja. Rapat bubar. Kenapa dia marah? Tidak apa-apa.

Nanti aku akan membujuknya. Hari ini kalian semua sangat bersemangat. Qi Huo, nanti… Kamu ajak semua mendiskusikannya lagi. Aku tidak akan menambahkan apa-apa lagi. Rapat bubar. [Asrama Kader] Untuk apa kamu pergi secepat itu? Apa maksudmu, Yang? Aku… Tutup pintunya. Aku sudah memberitahumu, kita tidak boleh dan tidak bisa melakukannya.

Bukankah aku ingin semua orang berdiskusi bersama untuk membuat keputusan? Segala hal tidak boleh kamu putuskan sendirian, ‘kan? Dengan kata lain, jika semua orang tidak bersedia melakukannya, lupakan saja masalah ini. Tapi, sekarang coba kamu lihat. Semua orang sangat bersemangat. Bukankah kamu harus memahami mereka? Banyak masalah stasiun yang belum selesai ditangani,

Masih mau membuat acara? Lupakan saja. Stasiun? Stasiun bisa ada masalah apa? Meskipun benar begitu, masih ada solusi. Bukankah masih ada Wakil Ketua Song dan Yu? Kamu jangan terus mengungkit Yu padaku. Yu mau pergi. Pergi? Memangnya dia mau pergi ke mana? Mau pulang dan tidak bekerja lagi. Kamu mau ke mana?

Aku akan bicara dengannya. Aku harus tanya alasannya. Apa yang mau kamu bicarakan? Sekarang apa hakmu untuk membujuknya? Lalu bagaimana? Kita berdua diam begitu saja? Tidak melakukan apa pun dan hanya menunggu saja? Mi Lan meneleponnya dan menyuruhnya cepat pulang. Memang sulit bagi Mi Lan untuk membesarkan anak sendirian.

Coba katakan, Yu sudah bertahun-tahun di stasiun kita, total berapa kali dia pulang? Menurutmu, berapa kali dia pulang? Dia tidak pulang saat Miaomiao lahir. Dengar-dengar, dua hari yang lalu Miaomiao sakit lagi. Dengan jarak rumahnya itu, butuh dua hari untuk bolak-balik. Setiap hari demi menjenguk istri dan anak, dia harus mengumpulkan cuti.

Aku sebagai ketua satuan, kehidupan anggota satuanku saja belum beres. Kamu masih mau mencarikanku acara? Bisakah kamu tidak menambah kekhawatiranku? Kamu masih berani mengataiku? Kamu baru memberi tahu saat dia sudah mau pergi. Kamu benar-benar bisa tenang. Tidak bisa, aku harus bicara dengannya. Baik, kamu pergi bicara. Pergi saja.

Aku lihat bagaimana kamu bisa membuka mulut, kamu pergi saja. Pergi ya pergi. [Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tiongkok] [Surat Pengunduran Diri] Instruktur Yang. Yu. Masih belum tidur? Aku menulis sedikit data. Itu… Ada apa, Instruktur Yang? Ada masalah? Tidak ada, cuacanya cukup panas. Oh, ya. Itu… Aku baru saja melihat ramalan cuaca.

Katanya, besok peringatan suhu tinggi. Besok saat kalian keluar, jangan terkena sengatan panas. Terima kasih. Yu. Omong-omong, kamu… Ada apa? Masih ada masalah? Tidak ada, kamu tidurlah lebih awal. Jangan terlalu larut. Aku tahu. [Surat Pengunduran Diri] Sejak aku tanda tangan dengan perusahaan, tidak pernah ada satu pun kegiatan yang serius. Semua hanya melakukan bisnis.

Bahkan tidak ada waktu untuk latihan biola. Lalu, kenapa kamu tidak bilang pada perusahaanmu? Pasarnya memang kecil dan sulit dilakukan. Selain itu, orang di dalam negeri tidak ada yang tahu penghargaan yang kudapat di luar negeri. Pekerjaan ini memang diatur oleh perusahaan. Apa lagi yang bisa kukatakan pada perusahaan? Lalu, bagaimana dengan kakakmu?

Apakah dia tahu? Aku tidak berani bilang pada kakakku. Utangku padanya sudah cukup banyak. Waktu itu dia yang mengeluarkan uang untuk aku ke luar negeri. Awalnya aku pikir bisa membanggakan dia setelah kembali ke Tiongkok. Hasilnya, aku bahkan tidak bisa menghidupi diriku sendiri. Aku mana berani bilang padanya? Benar juga.

Tapi, setidaknya masih ada yang mensponsori kalian. Lihatlah aku. Aku punya kontrak 10 tahun dan utang 300.000 yuan pada perusahaan. Waktu kecil aku selalu merasa bisa menari dengan baik adalah hal yang paling sulit. Sekarang aku merasa itu hal yang paling mudah. Oh, ya. Apakah kamu tahu

Sebenarnya masih ada satu alasan kenapa aku bekerja sama dengan perusahaan? Apa? Mereka akan mengadakan resital solo untukku. Sungguh? Iya. Selain itu, aku sedang berpikir. Apakah resital soloku bisa digabungkan dengan tarianmu? Apakah kamu tertarik? Tentu saja aku tertarik. Tapi, apakah perusahaanmu akan setuju? Seharusnya tidak masalah. Bosku cukup mengagumiku.

Selain itu, aku merasa dia adalah orang yang mengerti seni. Aku akan menunggu untuk memanfaatkanmu demi mendapatkan keuntungan. Kamu harus menunggu untuk mentraktirku makan. Lin Qi, ada apa denganmu? Berkelahi sampai ke kantor polisi. Kamu harus tahu identitasmu. Apakah kamu masih ingin mengadakan resital solomu? Jangan marah, Direktur Ma. Semua ini salah paham.

Selain itu, masalah sudah diselesaikan. Bukan. Lin Qi, kamu harus mengerti. Demi resital solomu kali ini, perusahaan telah berusaha sangat keras. Biaya tempat butuh uang, tidak? Promosi butuh uang, tidak? Aku mengerti. Mulai sekarang, aku akan bekerja sama dengan perusahaan dan mempersiapkan resital solo dengan baik. Sudahlah. Jangan katakan ini padaku.

Hal yang harus kamu lakukan sekarang adalah tinggal di sini dengan tenang. Lakukan apa pun yang perusahaan suruh. Jangan berdiri di sini lagi. Pergi renungkan sendiri. Direktur Ma. Aku punya ide tentang resital soloku. Apa idemu? Ada sebuah grup tari rakyat. Mereka memiliki sekelompok penari yang sangat berbakat. Hanya saja sekarang mereka agak kesulitan.

Aku sedang berpikir, apakah bisa membiarkan mereka bergabung dalam resital soloku. Siapa yang akan mengeluarkan uang? Mereka tidak butuh uang, hanya butuh satu kesempatan. Apakah mereka butuh uang untuk makan? Apakah butuh uang untuk pakaian? Apakah butuh uang untuk biaya perjalanan? Sudahlah. Kita tenangkan diri dulu. Sekarang kamu cepat keluar, oke?

Pikirkan dulu. Lalu, malam ini ikut aku menghadiri acara makan, oke? Direktur Ma, kenapa melakukan pekerjaan seperti ini lagi? Pekerjaan seperti ini? Kamu kira aku bersedia pergi? Masih bilang pekerjaan seperti ini. Pekerjaan seperti ini adalah pembuka jalan untuk resital solomu. Cepat keluar dan bersiap-siap. Lin Qi. Lin Qi. Jangan mainkan lagi. Letakkan biolanya.

Kamu pergi minum segelas dengan Direktur Chen. Bukan, Direktur Ma. Aku tidak bisa minum arak. Tidak apa-apa. Sekarang, minum arak adalah pekerjaanmu. Direktur Chen. Ini adalah Lin Qi yang aku katakan pada Anda. Dia memenangkan sangat banyak penghargaan di Eropa. Ini sangat langka. Lin, ya? Bagus, kamu muda dan menjanjikan. Cepat. Bersulang untuk Direktur Chen.

Cepat. Direktur Chen. Habiskan. Habiskan. Habiskan. Habiskan. Ayo, cepat duduk. Duduk di sini, ayo. Duduk di sini. Duduklah. Direktur Chen menyuruhmu duduk, jadi duduklah. Lin, sudah berapa lama kamu belajar biola? Selama 16 tahun. Pantas saja Direktur Ma selalu bilang padaku, dia punya pemain biola muda yang berbakat. Ternyata itu kamu.

Selalu memintaku datang ke bar ini… Tidak apa-apa. Hanya berfoto. Direktur Ma, biolaku tidak boleh… Hanya mengambil beberapa foto. Anda katakan saja. Kelak resital solonya atau apa pun itu, aku pasti akan datang asalkan dia ada, oke? Terima kasih atas apresiasi Direktur Chen. Mari. Cepat bersulang untuk Direktur Chen lagi.

Aku benar-benar tidak bisa minum lagi, Direktur Ma. Minum segelas. Direktur Chen, Anda terserah saja. Mari. Habiskan. Habiskan. Kuat minum juga, ya. Lumayan. Oh, ya. Proposal yang Anda katakan padaku sebelumnya itu, segeralah kirimkan padaku. Astaga, Direktur Chen. Anda benar-benar… Hari ini sangat bersemangat. Aku benar-benar tidak bisa minum lagi, Direktur Ma. Cepat.

Terima kasih pada Direktur Chen lagi. Direktur Chen terlalu perhatian padamu. Aku akan pusing jika minum lagi, Direktur Ma. Tidak akan. Minum segelas lagi. Direktur Chen terserah saja. Lin Qi habiskan. Baik. Aku ingin berfoto dengan pria tampan ini, apa boleh? Tentu saja boleh. Terima kasih. Ayo, aku fotokan. Lin Qi. Berfoto dengan Direktur Wang.

Ayo, berdiri. – Terima kasih. – Ayo, baik. Baik, lihat ke sini. Satu, dua, tiga. Ada apa? Kak. Kunciku hilang. Kamu mabuk? Tunggu aku di rumah. Kamu mabuk? Kepalamu jangan sampai terbentur. Kenapa minum begitu banyak? Kerja. Kerja? Kamu seniman, untuk apa minum begitu banyak? Bagaimana resital solomu? Tenang saja. Cukup lancar.

Hari ini bos mentraktir klien minum. Jadi, pergi bersosialisasi dan memperkenalkan beberapa senior padaku. Katanya mau mendukungku. Mentraktir klien makan dan membawamu ikut? Tidak apa-apa, tenang saja. Kuncinya kuletakkan di sini. Jika kamu baik-baik saja, aku akan kembali ke stasiun. Kalau begitu, hati-hati. Ada apa? Apa perutmu sakit karena minum?

Kamu duduk sebentar, aku masakkan mi. Bangunlah, makan sesuap. Anak ini, minum sampai begini. Mau bagaimanapun, kesehatan adalah yang terpenting. [Xu Zhiyi] Bos, ini adalah data artis yang Anda inginkan. Apa kamu tahu Perusahaan Hiburan Zhige? Tahu. Anak perusahaan Grup Fude. Direktur Jiang mereka meneleponku. Katanya, akhir-akhir ini akan syuting acara bertema pemadam kebakaran.

Dia ingin menunjuk Xu Zhiyi kita. Tapi, meskipun Zhige ini dipantau Fude, tapi aku dengar Direktur Jiang ini sepertinya tidak berpengalaman dalam produksi. Selain itu, perkembangan Xu Zhiyi kita juga tidak buruk. Maksudmu, aku tidak perlu mengambil risiko ini untuk menemani Tuan Muda ini bermain-main? Benar, ‘kan? Kamu sudah mengikutiku bertahun-tahun, pandanganmu masih dangkal.

Apa Anda berpikir kita tidak hanya bisa menerbitkan Xu Zhiyi, juga bisa memanfaatkan kesempatan untuk mendorong orang baru? Apa ada yang cocok? Menurutku yang ini cukup cocok. Ini. [Nan Chu] Nan Chu? Benar. Dia wajah baru. Dibandingkan berakting, syarat mengikuti acara ini rendah dan mudah mengatur karakter untuk menarik penonton. Lagi pula, bukankah dia

Baru saja menghabiskan banyak uang perusahaan? Aku berpikir untuk segera melibatkannya dalam pekerjaan dan menghasilkan uang untuk perusahaan. Hanya saja… Hanya saja kudengar, Nan Chu sepertinya sedikit ada kesalahapahaman dengan Direktur Jiang. Salah paham? Dua, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan. Halo, Direktur Shen. Cepat datang ke perusahaan. Ada acara bertema pemadam kebakaran.

Perusahaan berencana mengaturmu untuk tampil. Namun, bos pihak sana adalah Jiang Ge dari Perusahaan Hiburan Zhige, Direktur Jiang. Kamu mengerti maksudku, ‘kan? Jiang Ge? Kenapa dia mengizinkanku tampil? Nan Chu ini tidak bisa. Tapi aku bisa mengalah dan membiarkan Xu Zhiyi membawa orang baru. Bawa siapa pun tidak masalah, asalkan bukan Nan Chu. Direktur Jiang,

Aku tahu sebelumnya Nan Chu ada sedikit perselisihan denganmu. Aku sudah mengkritiknya dengan keras. Tapi Anda lihat dia, dia masih muda. Aku juga tidak tua. Selain itu, aku harus membalas dendam. Itu… Ini kerja sama, aku rasa mencari titik temu persamaan dan menyisihkan perbedaan. Aku merasa selama baik untuk kedua perusahaan, dendam pribadi ini

Bisa didamaikan, ‘kan? Tidak bisa. Presdir Han, aku sudah menjelaskan syaratnya dengan jelas. Jika kamu masih bersikeras mengikutsertakan Nan Chu, Xu Zhiyi juga harus dipertimbangkan lagi. Baik. Aku suruh Guangzong secepatnya mengirimkan daftar nama yang cocok kepadamu. Baiklah, Presdir Han. Aku tunggu kabarmu. Baik. Lihatlah dirimu. Bagaimana aku biasanya menekankan padamu?

Apa hal terpenting dalam melakukan pekerjaan kita? Lakukan hal dengan hebat, jadilah orang yang rendah hati. Sedangkan kamu, masih belum terkenal sudah lebih dulu menyinggung atasan ini. Kelak bagaimana bisa bekerja di dunia hiburan ini? Nan Chu, ikut aku. Ada beberapa hal yang tidak bisa dibicarakan di luar. Bagaimanapun, artis perusahaan.

Awal karier tidak berjalan mulus, jika tersebar juga tidak enak didengar. Maaf, Presdir Han. Karena alasan pribadiku membuat masalah untuk perusahaan. Kamu tidak perlu minta maaf, bukan sepenuhnya masalahmu. Tapi sebenarnya selain acara, perusahaan bisa mengatur pekerjaan lain untukku. Aku ingin mengingatkanmu. Perusahaan mengontrakmu sudah membayar biaya kontrak yang sangat besar. Selain itu sesuai persyaratanmu,

Tidak rendah lagi. Mengenai kenapa, kamu sudah tahu dengan jelas, ‘kan? Aku tahu. Bisa dibilang, seharusnya titik awalmu sudah lebih tinggi dari orang lain. Tapi peluang tidak selalu berpihak padamu. Pada akhirnya, tetap harus melihat usahamu. Presdir Han. Presdir Han. Begini saja, aku pergi lagi untuk bicara dengan Direktur Jiang.

Paling-paling menemani Direktur Jiang minum beberapa kali untuk membuatnya senang. Lagi pula, pasti ada lebih banyak solusi daripada kesulitan, ‘kan? Terima kasih, Direktur Shen. Tapi ini urusanku sendiri, aku akan menyelesaikannya. Bukan. Bagaimana kamu menyelesaikannya sendiri? Presdir Han. Bagaimana kalau aku menghubungi orang dari Grup Fude untuk berganti sumber daya dengan mereka? Tidak perlu.

Kamu segera siapkan satu alternatif. Jika Nan Chu tidak bisa, kita ganti yang lain. Tapi, harus dari orang kita. Baik, aku mengerti. Direktur Jiang. Direktur Jiang. Direktur Jiang. Selalu saja menghantui. Sebenarnya apa yang kamu mau? Aku ingin bicara denganmu. Kamu juga tidak perlu minta maaf padaku. Kamu tahu aku sudah membuat acara,

Jadi datang minta maaf padaku. Bukan. Bukankah sebelumnya kamu sangat sombong? Sekarang kenapa lembek begini? Tunduk demi menghasilkan uang? Aku bukan datang untuk minta maaf padamu. Masalah sebelumnya aku tidak merasa aku salah. Jalan. Tunggu sebentar. Setelah masalah sebelumnya tersebar ke dalam negeri, telah dibuat menjadi banyak versi. Menyebabkan pengaruh buruk padamu dan keluargamu,

Aku merasa sangat bersalah. Jika kamu butuh, aku juga bisa mengunggah pernyataan untuk memulihkan apa yang terjadi saat itu… Tidak perlu bertindak begitu. Masalah ini sudah berlalu, aku masih berpegang pada ucapanku. Siapa pun boleh bergabung dengan Masa Muda yang Membara, asalkan bukan kamu. Entah kamu menargetkanku atau tidak, aku sungguh membutuhkan pekerjaan ini.

Demi Klub Tari Mimpi, ini adalah kesempatan terakhirku. Apa lagi itu Klub Tari Mimpi? Grup tariku. Pantas saja begitu udik. Kamu juga jangan bertele-tele lagi denganku, cepat pergi. Direktur Jiang. Kalau begitu, kamu bisa menganggap kali ini sebagai kesempatan wawancaraku. Jika kamu benar-benar ingin membuat acara ini berjalan dengan baik,

Aku merasa aku adalah kandidat yang sangat cocok. Kenapa kamu merasa dirimu cocok? Dalam hal apa kamu lebih hebat dari mereka? Kini perkembangan Xu Zhiyi sangat pesat dan penggemarnya sangat setia. Kamu bisa apa? Kamu hanya bisa menari. Ini acara pemadam kebakaran, bukan lomba menari. Ya, aku hanya bisa menari.

Tapi aku dan pemadam kebakaran memiliki pengalaman khusus. Lima tahun lalu, aku mengalami kebakaran. Petugas pemadam kebakaran yang menyelamatkanku. Jika bukan karena dia, aku sudah mati di dalam. Dia yang menyelamatkan nyawaku. Jadi? Jadi aku memiliki perasaan yang berbeda terhadap pemadaman kebakaran dan petugas pemadam kebakaran.

Aku memiliki pemahaman yang berbeda tentang pemadam kebakaran dan penyelamatan. Direktur Jiang. Bukankah kamu bilang ingin membuat acara yang tidak ada naskah dan tidak ada hiburan seperti film dokumenter? Lalu aku punya pengalaman nyata dalam selamat dari kematian, bukankah ini bagus? Aku harap kamu bisa mempertimbangkannya dengan serius.

Aku juga akan mengerahkan segala upaya untuk bekerja. Meskipun aku tidak bisa, aku juga berharap acara ini bisa dilakukan dengan baik. Karena para pahlawan ini layak untuk dilihat. Terima kasih Direktur Jiang memberiku kesempatan ini. Aku sudah mengatakan semua yang ingin aku katakan. Sampai jumpa. Direktur Jiang. Kenapa aku merasa kamu dididik olehnya?

Kamu cerewet, jalan saja. Baik. Menurutmu dia tidak bisa, lalu siapa lagi yang bisa? Tidak ada yang cocok, jelek. Halo. Direktur Jiang, ada apa? Halo, Presdir Han. Nan Chu itu, bagaimana kamu mengontraknya? Dia adalah anak temanku. Aku merasa persyaratannya bagus. Ada kelayakan untuk dibina, jadi mengontraknya. Bagaimana? Masalah masuk acara, apa menurutmu cocok?

Kalau begitu, acara di bidang artis semuanya menggunakan artis perusahaan kalian, apa bisa memberikan lebih banyak dukungan untuk sumber daya terkait ini? Jika bisa banyak diganti, aku bisa mempertimbangkan menggunakannya. Tentu saja. Jika tidak bisa, aku tetap harus ganti orang. Boleh. Boleh. Kita bekerja sama. Baik. Bagaimana katanya? Sudah beres. [Nan Chu]

[Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tiongkok] Surat pengunduran diri? Aku Yu Qilei? [Yu Qilei] Asisten Liu. Wakil Ketua Yu. Asisten Liu, mau pergi ke pantri? Tidak. Suasananya tidak beres. Iya, sepertinya suasana hati Asisten Liu sedang tidak baik. Aku menyadari belakangan ini Ketua Satuan dan Instruktur juga sedikit tidak beres.

Lebih baik kita berdua jangan banyak bicara. Yijiu. Ayo kita cuci muka dan gosok gigi. Ayo. Liu. Wakil Ketua Yu. Wakil Ketua Yu.. Liu. Ada apa denganmu dua hari ini? Aku tidak mau makan dengan pembelot. Kalian semua tidak tahu, ‘kan? Wakil Ketua Yu kita akan segera pergi secara diam-diam. Surat pengajuan sudah selesai ditulis.

Dia terus menyembunyikannya dan tidak memberi tahu kita. Selama bertahun-tahun menjadi saudara, mau pergi tanpa pamit. Liu. Jangan bicara denganku. Aku akui aku pernah berpikir untuk mengundurkan diri, tapi aku tidak ingin menjadi pembelot. Aku hanya merindukan anakku. Aku tidak ada saat Miaomiao lahir. Sekarang setiap kali dia sakit, aku juga tidak bisa menemaninya.

Setiap kali di telepon saat dia memanggilku ayah, hatiku merasa sangat sedih. Aku tahu. Meski sekarang dia selalu mengeluh padaku, tapi sekarang aku bisa bekerja dengan baik di sini, bisa bersama dengan semua orang, di balik itu semua adalah pengorbanannya. Aku berutang terlalu banyak pada mereka. Mungkin aku terlalu serakah.

Aku tidak hanya ingin menjadi petugas pemadam kebakaran yang hebat, aku juga ingin menjadi seorang suami yang baik dan ayah yang baik. Yu. Ayo. Jangan main lagi. Hari ini aku traktir minum. Ambil sesuka kalian. Hari ini tumben… tumben sekali. Banyak minum air, kurangi bicara. Ayo, kamu dan Gao. Baik, terima kasih. Liu. Liu.

Ini milikmu dan Yu, nanti kamu bawa pergi. Kamu antarkan sendiri untuknya. Apa-apaan sikapmu ini? Sudahlah. Bukan, ada apa ini? Bahkan tidak mau ambil gratisan. Wakil Ketua Yu mungkin akan meninggalkan stasiun kita karena alasan keluarga. Bukankah suasana hatinya sedang buruk? Yu? Sudahlah. Sisakan satu botol untukku. Lapor. Masuk. Kamu mengepel lantai, Ketua Satuan?

Minum air. [Minuman Yilong] Ini… Apa maksudnya? Tidak ada maksud apa-apa. Kamu sibuk dulu, aku pergi dulu. Kembali! Jika kamu tidak menjelaskannya, siapa yang berani minum? Sungguh tidak ada apa-apa. Teman kecilku itu, bukankah Anda pernah bertemu dengannya saat kita tugas lapangan? Dia membangun pabrik pengolahan makanan. Ingin saat pemahaman enam keadaan, kita membantunya.

– Aku pikir… – Kamu jangan berpikir lagi. Kamu juga seorang pemadam kebakaran lama, permasalahan seperti ini masih perlu dibicarakan? Jangan asal menerima pekerjaan. Tidak begitu. Aku benar-benar tidak begitu. Aku hanya membantunya bertanya. Kamu berikan… Kamu berikan ini ke pantri sana. Baik. Lalu berapa harganya? Kita transfer padanya. Apa? Tidak perlu.

Kita berdua sudah berapa tahun? Ini masalah kedisiplinan. Oke? Aku sudah transfer padamu. Sisanya ambil saja. Kamu lihat… Baiklah, aku akan mentransfernya nanti. Pergilah. Oh ya, Ketua Satuan. Aku mendengar tentang Yu. Apa itu benar? Menurutmu, sudah bertahun-tahun, aku benar-benar sedikit tidak rela. Tapi aku juga bisa memahami kondisinya. Dengan kemampuan Yu,

Di mana tidak bisa menghasilkan uang? Tidak seperti aku. Dagang. Bagaimana keluargamu? Istrimu dan anakmu baik-baik saja? Sangat baik. Selain masalah sekolah anak, semuanya baik-baik saja. Jika ada masalah, katakan saja pada rekan-rekan. Baik. Kalau begitu aku antarkan dulu. [Kelas Pemadam Kebakaran] APAR adalah jenis alat pemadam api yang sering dijumpai. Hari ini,

Aku akan memperkenalkan pada kalian APAR serbuk kering ABC. Terutama digunakan untuk padat, cair dan gas, serta kebakaran awal disebabkan korsleting listrik. Selanjutnya aku akan menunjukkan cara penggunaan APAR serbuk kering ABC. Langkah pertama, mengangkat APAR tiga hingga lima meter melawan arah angin dari sumber api. Langkah kedua, mencabut pin pengaman. Langkah ketiga,

Pegang ujung depan selang dengan satu tangan dan arahkan ke sumber api. Langkah keempat, tekan pegangan. Arahkan ke sumber api dan semprotkan ke kiri dan kanan. ♫Orang datang dan berlalu dengan haru♫ ♫Debu yang melayang, lalu tersebar♫ ♫Cinta memiliki perasaan yang membara♫ ♫Rasa sakit hanya bisa dikubur dalam-dalam♫ ♫Janjikan ketergantungan untuk hari esok♫

♫Orang yang melawan arus memiliki cahaya♫ ♫Menerangi kehidupan♫ ♫Kehidupan ini sangat panas♫ ♫Takdir juga pernah terbakar oleh impian♫ ♫Tidak takut terluka di sekujur tubuh♫ ♫Dia berjalan dari cahaya api♫ ♫Langit gelap menggenggam cahaya♫ ♫Memantulkan keberadaan kecil♫ ♫Mencabik malam gelap, menerangi langit♫ ♫Melepaskan kegelapan, berlari ke depan♫ ♫Berani berkumpul menjadi cahaya di langit♫ ♫Mengarungi waktu♫

♫Dalam sekejap♫ ♫Membiaskan sinar yang menyilaukan itu♫ ♫Orang yang melawan arus memiliki cahaya♫ ♫Menerangi kehidupan♫ ♫Kehidupan ini sangat panas♫ ♫Takdir juga pernah terbakar oleh impian♫ ♫Tidak takut terluka di sekujur tubuh♫ ♫Dia berjalan dari cahaya api♫ ♫Langit gelap menggenggam cahaya♫ ♫Memantulkan keberadaan kecil♫ ♫Lautan awan di ujung langit♫ ♫Akan selalu demi matahari pagi♫ ♫Berpencar♫