Jingzhao mencurigai Li Chuyue | Love is an Accident【INDO SUB】EP2 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Love is an Accident] [Episode 2] [Wisma Gunung Yunwei] Ini prinsip macam apa? Dari dulu hanya tahu air mengalir dari atas ke bawah. Bagaimana ini bisa naik ke atas? Di tempat kami, ini termasuk ilmu pengetahuan yang cukup mendasar. Prinsipnya adalah ekspansi termal di udara. Saat lilin terbakar,

Sebagian udara mulai mengembang karena peningkatan suhu lalu keluar dari gelas. Kemudian, api padam karena kekurangan oksigen, udara di gelas akan segera mendingin, lalu mengurangi tekanan. Jadi tekanan udara yang normal di luar mendorong air di piring ke dalam gelas. Utus orang yang punya kemampuan untuk memberitahukan cara ini kepada Tuan Muda Kedua. Baik.

Masih termasuk pintar dan bijak. Dia ternyata benar-benar tahu cara membalikkan arah aliran air. Menurutmu, apakah dia orang Zhou Wei? Ketua Muda. Hamba juga tidak tahu. Apakah kamu ingat obat yang kita dapatkan di Beiming? Katanya setelah meminum obat itu, akan membuat mental orang kacau, tidak ada persiapan dan hanya bisa berkata jujur. Bawa kemari.

Baik. Ketua Muda. Sekarang kamu seharusnya percaya aku bukan pembunuh, ‘kan? Di tempat kami masih ada banyak teknologi tinggi. Apa yang kamu butuhkan, katakan saja padaku. Ketua Muda. Kiranya kamu juga sudah haus. Minumlah teh. Apakah teh ini beracun? Ketua Muda. Kamu berjanji tidak membunuhku. Kamu harus menepati janjimu.

Tentu saja aku tidak akan ingkar janji. Ini hanya secangkir teh biasa. Ketua Muda, kamu begitu tampan, memiliki temperamen yang dewasa dan stabil seperti paman, dan memiliki kulit putih dan keindahan pemuda. Memiliki tambahan ketampanan tersendiri, tambahan yang tak terhitung jumlahnya, auranya sangat hebat. Bahkan aura pengawalmu itu juga setidaknya cukup hebat.

Kamu tidak hanya tampan, juga sangat pintar dan berbakat. Kamu seharusnya sudah tahu dari awal aku bukan pembunuh, ‘kan? Aku tidak minum teh ini. Ketua Muda. Efek obatnya sudah muncul. Katakan. Siapa kamu sebenarnya? Namaku Li Chuyue, gadis biasa yang ceria dan polos, gadis miskin yang tidak punya uang untuk makan. Ketua Muda.

Wanita ini menghina dirinya seperti ini, apakah dia bodoh? Apakah kamu bisa kungfu? Bisa. Tentu saja bisa. Aku bisa kungfu yang disebut wanita penggoda. Meski aku tak termasuk cantik, tapi tetap sangat berwibawa. Lihat. Kaki panjang dan kurusku ini. Leher jenjangku yang sempurna ini. Apakah kamu orang Zhou Wei? Apa sebenarnya tujuanmu datang kemari?

Aku katakan sekali lagi. Aku berasal dari dunia lain. Aku sama sekali bukan pembunuh. Aku juga tidak kenal Zhou Wei. Aku sedang tidur nyenyak, tiba-tiba jatuh ke sini. Tapi aku memang punya tujuan sendiri. Tujuan pertama menjadi seorang desainer pakaian. Tujuan kedua agak jahat. Aku masih ingin mengejar seorang pria. Ketua Muda,

Apa Anda merasa tidak enak badan? Kenapa wajah Anda begitu merah? Tidak. Anda tidak pernah seperti ini. Anda pasti tidak enak badan. Hamba akan memanggil tabib. Sudah kubilang, tidak. Tidak perlu pergi. Dia seharusnya bukan orang Zhou Wei. Tapi identitasnya masih mencurigakan. Sebelum diselidiki dengan jelas, kurung dia di kamar.

Tidak boleh ke pergi ke mana pun. Baik. Jaga dirimu baik-baik, Ketua Muda. Pengawal. Berdiri. Ayo. Kakak. Caramu itu sangat ampuh. Tabib Luo setuju untuk bertemu di Sungai Xu besok. Tapi dia bisa menebak aku bukan Ketua Muda Wisma Gunung Yunwei, jadi kamu harus pergi sendiri. Tapi sebenarnya siapa yang memikirkan cara ini?

Di samping Kakak ternyata ada orang hebat seperti ini. Hanya seorang gadis yatim piatu yang aku pungut di luar. Dia bisa melakukan trik-trik aneh. Kebetulan tahu caranya. Ling, hari ini kamu ingin mengunjungi Bibi? Aku punya sedikit kue di sini. Saat kamu pergi, sekalian bawakan untuknya. Terima kasih atas perhatian Kakak.

Tapi sekarang Kediaman Lingxiao dipenuhi mata-mata Zhou Wei. Bagaimana cara meloloskan diri dari mereka? Aku punya caraku sendiri. Sudah larut. Bibi pasti sedang menunggu. Cepat pergi. Ling pamit. Tidak bisa. Aku harus memikirkan cara untuk keluar. Jika terus seperti ini, mungkin saja ketua muda berhati jahat itu akan melakukan sesuatu padaku. Aku mungkin akan mati.

Apakah ada orang? Keluarkan aku! Ketua Muda memerintahkan tidak boleh meninggalkan tempat ini. Kakak. Aku ingin buang air. Biarkan aku keluar sebentar. Kamu lakukan di kamar saja. Kamu… Ketua muda ini benar-benar berhati jahat. Caranya kejam dan keji. Tidak manusiawi. Tidak boleh memfitnah ketua muda kami. Ketua muda kami sangat tampan, penyayang dan murah hati,

Paling pengertian pada bawahan. Pria berwajah tampan ternyata adalah pria pembuat masalah. Bahkan bawahannya adalah penggemarnya. Perutku sakit. Sakit sekali. Sungguh sakit sekali. Sakit sekali. Kamu… Jangan menipuku. Aku beri tahu kamu, ketua muda kalian bilang ingin mengurungku. Tapi dia tidak bilang ingin nyawaku. Jika ada masalah denganku, ketua muda kalian pasti akan menyalahkanmu,

Lalu mengusirmu turun gunung. Jangankan naik jabatan dan naik gaji, kelak kamu bahkan tidak bisa bertemu ketua muda tampanmu. Tunggu. Kalau kamu adalah pelayan kediaman dalam, kenapa aku tidak pernah melihatmu? Hamba orang baru. Jadi Tuan Muda terlihat asing. Hamba masih ada urusan. Hamba pergi dulu. Wisma Gunung Yunwei

Hanya mengganti pelayan pada tanggal 2 setiap bulan. Bagaimana kamu bisa masuk? Katakan. Siapa kamu sebenarnya? Sebenarnya, hamba ingin menjadi pelayan Ketua Muda. Memang pria yang aku sukai. Semua sisinya sangat bagus. Ling, bawalah untuk Bibi. Terima kasih, Kakak. Kakak. Jika orang lain memperlakukanmu seperti ini, kamu pasti sudah marah sejak awal.

Kamu ingin menjadi pelayanku? Sepertinya dia tidak mengenaliku. Ketua muda ini terlihat seperti pria tak berperasaan. Aku hanya perlu memikirkan cara membuatnya muak, dia pasti akan mengusirku keluar. Betul, Ketua Muda. Hamba sudah lama mengagumi ketampanan Ketua Muda. Ketua Muda sangat gagah, membuat hamba sungguh terpesona. Bagus sekali. Kelihatannya ilmu menggodamu hanya seperti ini saja.

Ternyata kamu sudah mengenaliku sejak awal. Masih sengaja mempermainkan aku. Ketua Muda, cepat lepaskan aku. Aku sama sekali bukan pembunuh. Tidak bisa. Sebelum aku mengetahui identitasmu, aku tidak akan membiarkanmu pergi. Namun, aku bisa memberimu kesempatan. Aku ingin kamu membuat kesepakatan denganku. Bukankah kamu sudah bilang, kamu berasal dari dunia lain

Dan ingin mencari cara untuk pulang? Selesaikan kesepakatan ini denganku, aku bisa pinjamkan kamar tidurku padamu. Pertama menghunus pisau di leherku, kemudian dia memberiku minum teh yang tidak tahu ditaruh apa. Apakah aku masih berani percaya padamu? Aku harus pergi dari sini. Menyelamatkan nyawa lebih penting. Masalah lainnya kita bicarakan nanti. Kesepakatan apa?

Besok ada piknik, kamu harus bersandiwara denganku, berpura-pura saling mencintai. Piknik? Bukankah aku punya kesempatan untuk kabur? Sepakat. Dong Hua. Ketua Muda. Cari orang kemari. Bawa dia ke kamar tamu untuk istirahat. Baik. Kemari. Bawa nona ini kembali ke kamar tamu untuk istirahat. Ketua Muda. Apa sungguh ingin menggunakan gadis ini? Identitasnya tidak jelas.

Jika terjadi sesuatu, tindakan kita mungkin akan gagal. Jangan lihat dia pandai berbicara, sebenarnya sangat penakut. Demi mempertahankan nyawanya, dia pasti akan bekerja sama. Selain itu, wanita ini sebenarnya cukup menarik. Aku ingin melihat apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Baik. Mengerti. Besok, kamu siapkan sebuah kapal di pintu belakang rumah kecil hutan bambu.

Harus berhati-hati. Jangan sampai ketahuan oleh orang Zhou Wei. Ketua Muda tenang saja. Selain itu, bawa tokenku untuk menemui Kepala Kejaksaan Kriminal. Dia pernah berutang budi padaku. Kamu cari tahu kasus Jiayu dari dia. Baik. Hamba akan melakukannya. [Aula Heiying] Ayah Angkat. Ayah Angkat. Zhi. Ayah Angkat. Apakah kamu tahu belakangan ini Kak Jingzhao

Menyukai seorang wanita yang tidak tahu dari mana asal usulnya? Bahkan membawanya pergi keluar. Awalnya aku ingin menyelesaikannya sendiri, tapi dia tidak mengizinkanku masuk ke Kediaman Lingxiao. Ayah Angkat pernah berjanji akan menikahkanku dengan Kakak Jingzhao. Kamu harus memikirkan cara untuk menyingkirkan wanita itu. Zhi. Orang yang melakukan hal besar harus tetap tenang.

An Jingzhao dan wanita itu hanya karena baru kenal beberapa hari saja. Kamu tidak perlu khawatir. Posisi Nyonya Muda Wisma Gunung Yunwei tidak mungkin jatuh ke tangan orang lain. Ayah Angkat, kamu yang mengajariku. Siapa yang menghalangi jalan, harus dibunuh. Sekarang Li Chuyue menghalangi jalanku. Kenapa kamu malah menyuruhku tenang? Aku tidak peduli.

Kamu harus membunuhnya. Tenang saja. Ayah Angkat pasti akan memberimu penjelasan. Hanya saja sekarang belum waktunya. Sudahlah. Aku lelah. Kamu pulang saja. Cari beberapa orang yang terampil. Besok jika wanita itu sendirian, segera habisi dia. Nona, mungkin benar seperti yang dikatakan Ketua Wisma Kedua. Ketua Muda hanya karena baru bertemu wanita itu beberapa hari.

Gaya wanita itu sangat berani. Kakak Jingzhao belum pernah jatuh cinta, takutnya tidak bisa menahannya. Wanita ini tidak boleh dibiarkan hidup. Jangan-jangan Ketua Muda masih perjaka? Memang tidak bisa menahannya. Hamba akan segera melakukannya. [Kediaman Lingxiao] Apakah masih ada yang lebih baik? Ketua Muda. Semua ini sudah terbuat dari bahan yang bagus.

Pergi ambilkan pakaian yang dijahit oleh ibuku. Ketua Muda. Baju itu disiapkan oleh Nyonya untuk calon Nyonya Muda. Tidak masalah. Hanya dipakai untuk sementara. Panggil Yuan Shu untuk mengambil baju itu. Baik. Ketua Muda. Bajunya sudah dibawa. Baik. Yuan Shu, nanti perintahkan orang yang membersihkan jangan menyentuh buku di meja.

Di dalam ada barang penting dan rahasia. Baik. Ketua Muda. Tadi hamba sudah memeriksanya. Ternyata memang ada orang yang memindahkan buku di meja teh. Ketua Muda. Hamba berotak bodoh. Sebenarnya apa yang terjadi? Beberapa hari yang lalu, aku mencium aroma samar di tubuh Yuan Shu. Saat itu aromanya tidak begitu jelas, aku masih belum yakin.

Tadi aku menciumnya lagi. Kali ini aku yakin aroma di tubuhnya sama persis dengan dupa yang dibakar Zhou Wei. Yuan Shu yang mengikutiku selama belasan tahun ternyata menjadi mata-mata Zhou Wei. Nona, aku datang untuk mengganti pakaianmu. Nona. Gadis cantik. Sudah jam berapa? Jam berapa? Artinya sudah pukul berapa? Pukul 07.00.

Tempat ini bahkan tidak ada ponsel, bagaimana melihat waktu? Benar-benar menyebalkan. Nona. Apa itu ponsel? Aku bisa mencarikannya untukmu. Pil penyambung nyawa. Di sini tidak ada. Bagus sekali. Penggunaan bahannya teliti. Warnanya cerah dan menarik. Pola di atas ini harus merapikan benang yang bersilangan di atas ribuan benang rajut baru sampai proses penenunan akhir.

Ini lebih rumit dari pemrograman komputer. Luar biasa. Bagus tidak? Bagus. [Wisma Gunung Yunwei] Hati-hati. Cepat juga. Ketua Muda, Nona Chuyue sudah tiba. Baju ini memang bagus, tapi tidak nyaman dipakai. Mulai sekarang, kamu harus bersandiwara dengan baik. Jangan sampai ada celah sedikit pun. Ambil hati pria jahat ini dulu. Bersandiwara dengan baik, lumpuhkan dia,

Baru cari kesempatan untuk kabur. Ketua Muda tenang saja. Aku pasti akan bersandiwara dengan baik. Ketua Muda. Kenapa kamu ingin mencelakaiku? Aku mencelakaimu apa? Membuatku menyukaimu. Ambil jalan pintas. Menunggu Ketua Muda dan Nyonya Muda. Baik. Kamu benar-benar berusia 22 tahun? Iya. Tahun ini aku baru lulus kuliah. Jika kamu benar-benar 22 tahun,

Pasti sudah punya anak. Tidak, aku masih bayi. Anakmu masih bayi. Tidak. Aku tidak punya anak. Di tempat kami, orang sebesar aku masih bisa menyebut diri sendiri sebagai bayi. Orang kampung halaman kalian sungguh tidak tahu malu. Kamu begitu mudah mengucapkan kata-kata manis, pasti sudah berkeluarga. Tidak. Kata-kata rayuan manis seperti ini,

Sering dikatakan semua orang di tempat kami. Hal yang sangat umum. Orang kampung halaman kalian benar-benar tidak hanya tidak tahu malu, kata-kata manis seperti ini saja bisa dikatakan dengan mudah, merupakan penghinaan untuk orang yang berpendidikan. Kamu mengerti apa? Lari pelan-pelan. Jangan lari! Ibu. Pelan-pelan. Sudah. Pelan-pelan. Sini, berikan padaku. Hati-hati kepala. Ketua Muda.

Pergi buat teh dulu. Baik. Hati-hati. Adik kecil. Ayo. Cobalah. Enak, ‘kan? Kaisar kalian saja tidak bisa makan ini. Kamu tolong bantu aku. Bantu apa? Sini. Main di sana saja. Lari pelan-pelan. Lari pelan-pelan. Baiklah. Kalau kamu melakukan hal ini dengan baik, aku akan memberikan semua permen ini padamu. Oke? Pergilah. Lari pelan-pelan. Ketua Muda.

Pemandangan musim semi begitu indah, bagaimana kalau kita bermain petak umpet? Jika kamu ingin bermain, aku akan menemanimu bermain. Tapi ilmu bela diri Ketua Muda sangat hebat. Kamu bisa menemukanku di mana pun aku bersembunyi. Tidak seru jika bermain denganmu. Kalau begitu, menurutmu bagaimana memainkannya? Tutup matamu sampai kamu menemukanku. Boleh. Tapi sudah bermain,

Harus membahas menang kalah. Bertaruh apa? Jika kamu tidak menemukanku, beri aku perhiasan emas Jika kamu menemukanku, pukul dahiku keras-keras dengan jari. Seperti ini, ‘kan? Sudah. Ketua Muda. Kamu hitung sampai dua puluh baru boleh bergerak. Mulai. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh. Sebelas. Dua belas. – Ayo. – Tiga belas.

Empat belas. Lima belas, enam belas, tujuh belas. Delapan belas, sembilan belas, dua puluh. Akhirnya aku berhasil kabur. Sepertinya tidak ada bau manusia. Sepertinya seekor rubah licik. Ternyata bukan rubah. Aku menang. Karena kamu kalah, bukankah kamu harus menerima kekalahan? Sakit. Sakit. Takut sakit? Takut sakit juga ada hukuman yang berbeda. Apa kamu bersedia menerimanya?

Ayo. Tutup matamu. Apa yang kamu lakukan? Menghukummu. Tidak sakit, ‘kan? Tidak sakit masih begitu tidak rela. Tehnya sudah hampir matang. Ayo. Pindah ke sana. Aku saja. Ketua Muda. Ketua Muda. Sepertinya jantung dia tidak berdetak. Aku saja sudah hampir mati, untuk apa memedulikan dia? Kabur lebih penting. Benar-benar tidak ada detak jantung.

Apa yang sedang kamu lakukan? Tadi jantungmu tidak berdetak. Aku sedang melakukan pertolongan pertama untukmu. Pertolongan pertama? Itu adalah cara penyelamatan orang di tempat kami. Kenapa jantungmu tidak berdetak? Tadi aku sedang melatih tenaga dalam. Napas dan denyut nadiku tentu saja akan melemah. Tahu begitu, aku tadi kabur saja. Apa katamu? Tidak apa-apa.

Cari cara untuk membuat pria jahat ini mabuk. Bukankah aku bisa mendapatkan kesempatan untuk kabur? Ketua Muda. Pemandangan begitu indah, bagaimana kalau kita minum sedikit? Bagaimana? Baik. Karena pemandangan yang begitu indah, bagaimana bisa aku minum sendiri? Kamu tidak menemaniku minum? Aku alergi arak. Setelah minum arak, di seluruh tubuhku akan tumbuh ruam.

Bagaimana kalau aku minum teh sebagai pengganti arak? Baiklah. Sajikan teh. Apa-apaan ini? Kenapa teh ini pahit sekali? Ketua Muda. Ketua Muda. Teh yang kamu minum tadi, apa rasanya sangat pahit? Memang sedikit pahit. Teh ini sudah diracuni. Jika penilaianku tidak salah, ini seharusnya adalah Bubuk Tujuh Langkah Pemutus Jiwa.

Dalam 30 menit, kamu akan mati keracunan. Apa sekarang kamu merasa dadamu panas, tapi tangan kakimu dingin? Benar. Ketua Muda. Aku baru berusia 22 tahun. Aku tidak ingin mati. Ketua Muda. Kamu pasti ada cara untuk menyelamatkanku. Aku juga pernah terkena racun ini. Tapi saat itu, aku mengonsumsi ratusan jenis tumbuhan obat langka

Baru bisa menyelamatkan nyawaku. Sekarang… sekarang hanya ada satu cara. Di dalam tubuhku ada obat penawar racun ini. Kamu harus melakukan kontak tubuh denganku, baru bisa menawar racun. Semudah itu? Jangan-jangan kamu menipuku? Untuk apa aku membohongimu? Kalau kamu tidak percaya, terserah kamu. Begini sudah bisa, ‘kan? Jika kamu hanya menggenggam tanganku seperti ini,

Racun belum ditawarkan, kamu sudah… Untung saja racunnya sudah ditawarkan dan nyawaku berhasil diselamatkan. Jangan minum. Teh itu beracun. Cepat muntahkan. Muntahkan. Aku tidak membohongimu. Apakah kamu merasa setelah meminumnya perut terasa panas? Nona. Teh ini tidak beracun. Ia pahit karena Ketua Muda menyuruh hamba menambahkan Prunella vulgaris. Dasar pria jahat. Selalu membohongiku. Tidak bisa.

Aku harus mencari cara untuk pergi dari sini. Jika tidak pergi, aku akan mati dipermainkan oleh pria jahat ini. Ayo. Kuda lari! Cepat kejar kuda! Cepat kejar! Cepat berpencar cari! Cepat! Apa yang terjadi? Cepat! Cepat bantu! Cepat! Cepat kejar! Ketua Muda. Aku tidak lari lagi, oke? Apa kamu perlu membunuhku?

Jika aku ingin kamu bersandiwara denganku, kenapa harus membunuhmu? Ketua Muda. Ilmu bela dirimu begitu tinggi, kita pasti akan baik-baik saja. Benar, ‘kan? Aku tentu akan baik-baik saja. Sementara kamu, aku tidak tahu. Ketua Muda. Asalkan kamu menyelamatkan nyawaku, aku akan mendengarkanmu. Aku berjanji tidak akan lari lagi. Jika aku berbohong lagi,

Seumur hidup aku tidak akan pernah bisa menjadi desainer. Panah Bulan Sabit. Di dunia persilatan hanya Paviliun Fengnuan yang memilikinya. Bai Zhi, kamu terlalu kejam. Apa mereka sudah pergi? Belum. Mereka sedang membidikmu. Jangan sembarangan bergerak. Siapa mereka? Kenapa mau membunuhku? Kalau begitu, aku harus bertanya padamu. Sebenarnya siapa yang sudah kamu singgung?

Bagaimana mungkin aku menyinggung orang-orang di sini? Lebih baik kamu memelukku dengan erat, dengan begitu aku baru bisa melindungimu.