Bersedia menjadi pengurus rumah tangga | Hello, I’m At Your Service【INDO SUB】EP2 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] ♫ Ingin mengajakmu bicara ♫ [Hello, I’m At Your Service] ♫ Berani datang, tidak? ♫ [Episode 2] Berhenti. Ternyata dia. Gawat, jangan-jangan dia mengenaliku? Nona Dong, masih belum sempat mengatakan terima kasih pada Anda. Mari, silakan masuk. Tidak perlu. Silakan. Mari. Duduklah. Mari, minum kopinya.

Apakah leher Nona Dong tidak nyaman? Iya. Leherku kaku saat tidur kemarin, sungguh maaf sekali Direktur Lou Junior. Mohon Anda maklumi. Tidak apa-apa, aku duduk lebih dekat denganmu saja. Tidak perlu. Anda duduk di seberang saja, telingaku masih berfungsi dengan baik. Nona Dong, aku tetap sangat berterima kasih padamu dari sudut pandang perasaan pribadiku,

Karena sudah menemukan parasit dalam perusahaanku ini. Akan tetapi, aku tetap berharap kamu bisa membedakan antara pekerjaan dengan urusan pribadi, ini merupakan hal yang berbeda. Keputusan untuk memutuskan kontrak dengan Ba’er, merupakan hasil dari pertimbangan yang matang dari seluruh divisi internal perusahaan. Aku berharap kalian bisa kooperatif dan mengurangi masalah yang tidak diperlukan.

Direktur Lou Junior, kerja sama kami dengan Perusahaan Peony sebelumnya baik-baik saja. Kenapa tiba-tiba ingin memutuskan kontraknya? Apakah Anda tidak begitu memahami Ba’er? Aku sudah melihat proyek yang kalian kerjakan sebelumnya. Entah itu pemasaran dalam penjualan properti baru, tempat kebugaran, ember spa kaki, dan juga berbagai macam pekerjaan lainnya.

Cakupan operasional perusahaan kalian ternyata sangat luas juga. Akan tetapi untuk saat ini, konsep iklan kalian pada dasarnya sangatlah monoton, isinya juga sangat kaku. Bukan hanya tidak memberikan keuntungan jangka panjang yang pasti bagi pengiklan, sebaliknya memancing banyak sekali sengketa dari keuntungan tersebut. Bukan, Direktur Lou Junior, itu… itu semua hanya salah paham.

Semua itu salah paham? Baik. Mari kita bicarakan soal iklan yang kalian buat untuk Peony. Tidak ada hal baru dari isi iklannya, tidak ada hal yang mudah diingat dari slogan iklannya. Jumlah pemutaran dan penonton pada internet sangatlah sedikit sampai terabaikan. Aku bahkan tidak bisa menyebutkan kelebihannya sama sekali. Percayalah padaku, aku jauh lebih paham

Daripada kalian semua. Itu karena Presdir merasa kesempurnaan produk jauh lebih penting. Jadi, meminta kami untuk membuat iklan dengan dana yang sedikit sekali hingga membatasi imajinasi kami. Kalau begitu, kamu ini mengeluh karena uang yang kami berikan terlalu sedikit? Itu… itu karena… Karena apa? Katakan saja. Tidak bisa mengatakannya? Kalau begitu, biarkan aku yang mengatakannya.

Itu karena kalian tidak sebanding dengan kompetitor lainnya. Jadi, berinisiatif menurunkan harga untuk menarik perhatian Presdir dan tanda tangan kontrak dengan kalian. Setelah kontrak resmi ditandatangani, kalian baru meminta penambahan dana modal. Kalau begitu, kalian tidak mempunyai kelebihan lagi. Akui saja, kalian tidak sanggup membuat iklan berkualitas tinggi dengan dana yang terbatas. Pada akhirnya,

Ini merupakan masalah kalian sendiri. Ya, benar apa yang Anda katakan. Ini memang masalah kami. Namun, aku juga percaya di bawah bimbingan Direktur Lou Junior, kami pasti bisa melewati rintangan ini secepatnya. Anda hanya perlu memberikan kami sedikit waktu. Banyak sekali basa-basinya. Jika ada waktu, sebaiknya lakukan hal yang lebih bermakna.

Aku tidak akan menghabiskan waktuku lagi. Aku resmi memutuskan kontrak dengan Ba’er. Silakan pulang. Pihak Pertama selalu lebih cepat berubah daripada membalikkan halaman buku. Di saat kamu tidak bernilai dan bermanfaat lagi, kamu ibarat permen karet yang menempel di alas sepatu. Habis manis sepah dibuang. [Habis Manis Sepah Dibuang] Mari. Hati-hati. Baiklah. Mari.

Bakpao isi kecambah. En, bakpao isi kecambahnya sudah habis. Tidak ada lagi? Bukan, [Toko Bakpao] aku lihat masih ada banyak di bawahnya. Kamu jangan mencarinya lagi. Memangnya aku tidak tahu? [Pisahkan sampah Anda, lingkungan menjadi indah] [Toko Bakpao] Datang lagi besok. Sulit sekali. Bahkan makan bakpao saja begitu sulit. Sudah pulang, En? Cepat duduklah sebentar.

En, kebetulan sekali kamu pulang, ada makanan enak. Pasti belum makan malam, ‘kan? Makanlah sedikit, lalu pulang. Ke ini sudah mengomel seharian. Katanya tunggu kamu pulang nanti, bakpo yang panas pasti sudah habis. Jadi, dia pergi naik sepeda dan membelikannya untukmu. Sepeda bobroknya itu masih bisa dikayuh? Akan beli yang baru setelah dananya cair.

Aku tidak akan menghabiskan waktuku lagi. Aku resmi memutuskan kontrak dengan Ba’er. Banyak sekali basa-basinya. Jika ada waktu, sebaiknya lakukan hal yang lebih bermakna. Aku tidak boleh menyerah begitu saja, mungkin saja masih ada peluang lain. Hari ini masih belum berakhir. Ke, bawa kemari semua proyek kita yang berhasil. Ini yang akan menjadi penentu

Keberhasilan Ba’er. Langsung kirimkan pada Sekretaris Huang saja. Baiklah. Baik. Usahakan tulis sedetail mungkin. Baik. Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa besok. Halo, kita pernah berjumpa. Halo, halo. Direktur Lou Junior, dia… Kamu sedang menunggunya? Benar. Dia seharusnya masih belum pulang pada saat ini. Tidak apa-apa. Kalau begitu, aku akan menunggunya lagi.

Bagaimana kamu bisa menemuinya di sini? Dia biasanya lewat garasi bawah tanah. Tunggu, bukankah mobilnya sebelumnya berhenti di… Dasar pembohong! Licik! Apa? [Peony] Aku sudah 18 tahun di perusahaan, belum ada satu pun yang berani bersikap seperti itu padaku. [Keran Kebakaran] Mengusirku keluar seperti ini. Apakah Mudan tahu?

Aku tidak percaya dia akan setuju dengan caramu ini! Aku bilang Paman Lai, [Peony] semua tindakan yang Anda lakukan itu, kamu sungguh mengira Ibuku tidak tahu? Zhuang, bukan aku ingin mengataimu, kita harus ingat jasa dan kebajikan orang lain. Tindakanmu sekarang ini terlalu ekstrem dan tidak bisa diandalkan. [Peony] Tidak ada yang bertindak seperti dirimu!

Ya ampun, aku bertemu dengan kejadian besar, sungguh seru sekali. Zhuang. Zhuang? Kita sebagai manusia, tidak boleh hanya memikirkan soal untung, harus memikirkan soal perasaan juga. Kamu coba pikirkan, sepanjang jalan yang kulewati bersama Ibumu, itu merupakan taruhan nyawa yang cukup besar. Kemudian juga, aku bahkan pernah menggendongmu saat kamu masih kecil.

Pernah sekali kamu demam, Ibumu demi bisa pulang dan melihatmu tepat waktu, aku bantu dia menjaga kios. Saat itu kamu hanya sebesar ini, [Peony] hanya bocah kecil saja. Baik, Paman Lai. Karena Anda bilang tidak bicara soal untung, mari kita bicara soal perasaan. Baik. Kemasan mewah, pengiriman besar-besaran, pembekuan bahan makanan baru,

Setiap ada kerja sama, hampir 60 persen dananya Anda korupsi. Saat Anda menyimpan uang haram ini, apakah kamu pernah memikirkan soal hubungan perusahaan ini? Aku tidak lapor polisi merupakan kehormatan terbesarku padamu. [Peony] Saat tidak ada uang, perusahaan menyuruh kami bekerja. Sekarang perusahaan sudah ada uang, yang kuambil adalah sesuatu yang seharusnya aku dapatkan.

Kalian Ibu dan anak ingin menedangku keluar. Kuberitahu padamu, jangan mimpi! Minggir! Jangan pergi! Anak ini sudah besar dan dewasa, sudah hebat sekarang. Sudah pandai memasang perangkap pada Paman Lai-mu ini. Aku awalnya masih ingin memikirkan hubungan kita, sekarang kelihatannya tidak perlu lagi. [Peony] Halo, Zhu Li. Telepon polisi,

Lalu serahkan berkas yang ada di laci kantorku sebelah kiri kepada polisi. Kamu berani melapor polisi? Aku tidak akan melepaskanmu! Berikan ponselnya padaku! Wanita cantik menyelamatkan pahlawan, [Peony] kesempatan pahlawan membalas budi sudah tiba. Direktur Lou Junior, jangan takut. Ada aku. Sedang apa kamu? Lepaskan Direktur Lou! Kamu! [Peony] Direktur Lou! Bangunlah! Direktur Lou!

Direktur Lou, administrasi rawat inap rumah sakit sudah diurus. Anda lihat, apakah masih ada hal yang perlu aku urus? Tidak ada lagi. Kamu lanjutkan pekerjaanmu dulu saja. Baik, kalau begitu aku pergi dulu. [Lou Yuan] Bantu naikkan tempat tidurku. Baik. Apakah sudah bisa? Sudah. Kamu berencana mengantarku ke mana?

Apakah kamu akan puas jika langsung mengantarku ke kamar jenazah? [Lou Yuan] Tidak, Anda salah paham. Kesehatan Anda merupakan landasan dari kemajuan perusahaan. Perusahaan tidak akan bisa bergerak tanpa Anda. Benar. Tanpa kamu, perusahaan akan bergerak dengan lebih baik lagi. [Lou Yuan] Pergilah. Jangan. Aku juga bertanggung jawab atas dirimu yang terbaring di sini.

Aku bersumpah, aku sungguh ingin menyelamatkan Anda. Menurutku, Direktur Lai ini, bukan, si Lai itu, kenapa dia seperti itu? Untung dia sudah dibawa pergi oleh polisi. Aku ini [Lou Yuan] paling tidak bisa menoleransi orang jahat sedikit pun. Jadi, masalah ini sungguh mengesalkan, benar tidak? Lalu menurutmu, harus bagaimana? [Lou Yuan]

Aku yang bayar tagihan rumah sakitnya. Baik. Kalau begitu kamu saja. Bukan, Direktur Lou. Kamu… Direktur sehebat Anda, pasti sudah memiliki asuransi. Asuransi pasti akan mengganti rugi sepenuhnya. [Lou Yuan] Bagaimana bisa membiarkan perusahaan sekecil kami untuk mengganti rugi? Terlebih lagi, Anda lihat, Anda hebat, berwibawa, tampan. Dengan gadis sepertiku ini, Anda tentu tidak akan…

Berhenti. Hentikan. [Lou Yuan] Aku pingsan karena gula darahku rendah, tidak ada hubungannya denganmu. Jika kamu masih cerewet, jangan harap Ba’er kalian bisa bekerja sama dengan kami lagi. Aku tahu batasan. [Lou Yuan] Berhenti. Kalau begitu, aku pergi dulu. Sampai jumpa, Direktur Lou Junior. Sampai jumpa. Dia sepertinya tidak ingat soal aku yang pernah memuntahinnya.

Sepertinya masih ada kesempatan. Zhu Li bilang Bibi Mudan juga berobat di rumah sakit ini. Apakah ini mau dibuang? Benar. Petugas kebersihan akan datang membereskannya sebentar lagi. Terima kasih. Sama-sama. [Semoga lekas sembuh dan kembali ke panggung] Kalau begitu, jangan disia-siakan. Terima kasih. [Peony] Dua juta? Kamu menginginkan nyawaku, ya? Masih ada tidak? Masih ada.

Lingkup perusahaan ini memang sedikit kecil, tapi kreativitas mereka cukup bagus. Memangnya kenapa kalau kecil? Yang penting kreativitasnya bagus. Cepat, persilakan. Kreatif Ba’er. [Peony] Baik. Direktur Lou, silakan Anda lihat proposal pemasaran online kami untuk perusahaan Anda. Sungguh sepenuh hati. [Peony] Swetermu ini hasil kerajinan tangan, ‘kan? Bunga ini hasil sulaman sendiri? Bagus sekali.

Modelnya sama seperti punyaku ini. Benar. Benar, ‘kan? Ini hasil sulaman Ibuku untukku. Ibuku biasanya paling suka menyulam hal semacam ini. Saat senggang biasanya, aku juga mempelajarinya sebentar. Jika Anda suka, aku akan menyulam untuk Anda juga. Tidak perlu, aku juga bisa sendiri. Saat senggang, aku juga suka membuat hal-hal ini. Benarkah? Kebetulan sekali.

Kita berdua sungguh sangat berjodoh. [Peony] Setiap memakai sweter ini, aku merasa seperti pulang ke rumah. Ada perasaan rumah, sama halnya dengan saus Peony kita. Saat dimakan, ada rasa kehangatan rumah di dalamnya. Benar. Konsep kita adalah bisa merasakan kehangatan di rumah. Siapa? Masuk. Bibi, ini aku. En? Tetap saja En yang masih memikirkanku.

Aku juga merasa bersalah pada Anda. Anda sudah jatuh sakit, aku baru datang menjenguk sekarang. Bibi, cepat duduklah. Duduklah. Bagaimana keadaanmu? Tidak apa-apa. Saat memasuki usia seperti kami ini, tentu tidak luput dari sakit-sakitan. Kamu lihat bukankah aku baik-baik saja? Sangat baik. Baguslah kalau begitu. Bajumu ini sungguh cantik sekali,

Apakah Ibumu menyulam yang baru untukmu? Kamu lihatlah. Tangan Ibumu sungguh sangat terampil. Lihat aku, aku juga sedang menyulam. Aku dari tadi sudah membongkar dan menyulamnya lagi. Lihatlah. Cukup bagus. Jadi, dalam beberapa waktu ini, Anda harus beristirahat dengan baik di rumah sakit. Bukankah masih ada Direktur Lou Junior di perusahaan? Anda tenang saja.

Mari, minum air sedikit. Jika menurutku, Direktur Lou Junior sebenarnya cukup hebat. Begitu menjabat beberapa hari, dia sudah membasmi Direktur Lai dan beberapa parasit itu. Sebenarnya yang dilakukan Lai dan teman-temannya itu, aku sudah tahu semuanya. Hanya saja aku mempertimbangkan hubungan kami yang dulunya berjuang bersama untuk mendirikan perusahaan ini. Aku selalu tidak tega melakukannya.

Aku berpikir, bagaimanapun, saat baru merintis perusahaan ini, mereka juga pernah berkontribusi. Benar tidak? Bibi, menurutku, Anda terlalu baik. Meskipun Direktur Lou Junior ini tidak mempertimbangkan hubungan lama, begitu tega tiada ampun, tapi sangat tegas dalam bertindak. Ucapannya juga sangat tepat sasaran. Kami sangat berharap bisa belajar lebih banyak dari Direktur Lou Junior.

Dengan begitu, kami juga bisa lebih maju, melayani perusahaan dengan lebih baik lagi, benar tidak? Benar. Dia masih muda. Masih ada sedikit perbedaan dengan aku di masa itu. Tentu saja, Anda adalah wanita yang tidak kalah hebat dari pria. Justru karena ada panutan seperti Anda, dia baru bisa begitu hebat. Dia juga sudah dewasa,

Bukan lagi anak laki-laki yang masih harus kutemani di sisinya. Teringat saat itu, Ayahnya terkena penyakit jantung, lalu pergi begitu saja. Hanya tersisa kami berdua, Ibu dan anak. Aku membesarkannya, juga harus mencari uang untuk menafkahi keluarga. Tidak ada cara lain, jadi aku pergi membuka kios. Terakhir, kehidupan kami sudah mulai membaik.

Aku masih harus pergi mengawasi pabrik. Setiap malam, aku tidak bisa menemaninya. Jujur saja, aku sungguh tidak tahu bagaimana dia melewati malam-malam tersebut. Terkadang… Terkadang, begitu pulang, aku meraba bantal kecilnya itu terasa basah. Aku tahu dia pasti lagi-lagi menangis sampai tertidur. Terakhir aku memikirkan sebuah cara. Aku membelikannya boneka busa, lalu menyuruhnya memeluknya.

Aku bilang, kamu peluk saja. Kamu peluk ini seperti Ibu yang sedang memelukmu. Dia sangat patuh. Dia pun memeluknya dan tertidur. Kebiasaan buruknya ini, belum bisa dia ubah sampai sekarang. Ke, konser Ailin akan dimulai sebentar lagi. Tiket itu… Membantu di saat orang kesulitan, kamu tidak pandai, tapi soal menambah derita orang lain, kamu sebaliknya

Cukup pandai, ya? Itu merupakan dua hal yang berbeda. Kamu yang berjanji padaku kalau kamu akan membelikan tiket untukku. Apakah idolamu hanya mengadakan konser sekali seumur hidupnya? Terlebih lagi, kamu sudah mengejar idola begitu lama, kamu juga tidak pernah menunjukkan pada kami siapa idola yang kamu kejar. Apakah aku tidak pernah menunjukkannya padamu? Tidak pernah.

Kalau begitu tunjukkanlah padaku. Jika kamu sudah menunjukkannya, jangankan tiket konser, aku bahkan akan membelikan semua suvenirnya untukmu. Kamu sendiri yang bilang, ya? Sudah mengejar idola begitu lama, aku bahkan tidak pernah melihatnya. Aku katakan padamu, kamu tidak pernah melihat seberapa bagus tarian Ailin. ♫ Benar, boleh, benar, boleh ♫ ♫ Berangkat, balabalaba ♫

♫ Seperti sebuah rahasia yang mendekat selamanya ♫ ♫ Baiklah ♫ ♫ Mimpiku ♫ ♫ Baiklah ♫ ♫ Baiklah ♫ [Oktoberfest Digital] Ke… Gendut! Aku sudah hampir selesai. Aku sudah hampir selesai, Gendut! Apakah kamu tahu sudah berapa lama aku membuatnya? Itu, Shishi, tenanglah. Tenanglah, aku… Masih belum kusimpan, habisi saja aku! Mari.

Habisi saja diriku! Nyalakan ulang dulu. – Nyalakan ulang… – Maaf semuanya! Pesanan Peony tidak berhasil kudapatkan. Aku pergi. Aku akan pergi sekarang juga. Jangan ada yang menghentikanku. Berhenti kamu! Aku… Apakah aku berharap terlalu tinggi padamu? Benar, aku memang berharap tinggi padamu. Tapi, apakah aku memberimu tekanan? Tekanannya memang tidak sedikit. Namun En,

Di masa krusial ini, apakah kita boleh menyerah begitu saja? Tidak boleh. Benar, jadi kita harus mencobanya sekarang. Gendut, apa slogan kita? Kreatif Ba’er, punya kemampuan hebat. Kalau begitu, ada sebuah kabar gembira dan kabar buruk. Mana yang ingin kalian dengar duluan? Kabar baik. Kabar baik. Setelah mengikuti Direktur Lou Junior dan terlibat dalam perseturuan

Seharian tanpa henti, melewati berbagai macam rintangan, aku mengetahui satu kelemahannya. Apa kelemahannya? Dia suka maomao. (barang berbulu) Siapa itu Maomao? Setiap badan manusia punya bulu. Tutup mulutmu. Apa kabar buruknya? Yaitu, tiga tahun yang lalu, aku pernah minum dengannya. Kemudian, aku minum terlalu banyak. Baiklah. Bereskan barang dan pergi bersama. Baiklah.

Mari kita beli tiket pulang. Gendut. Jika ingin Direktur Lou tidak mengingatnya lagi, aku punya sebuah cara. [Profil Perusahaan] Direktur Wang. Aku… Dong… Dong Dong’en. [Peony] Untuk apa kamu ke sini? Aku datang mencari Direktur Lou Junior. Apakah dia ada di tempat? Dia ada di atas, kebetulan aku juga mau mencarinya, kita sama-sama saja. Baik.

[Peony] Model rambutmu hari ini, aku sama sekali tidak mengenalimu. Modis sekali, cocok denganmu. Terima kasih. Terima kasih, Direktur Wang. Direktur Wang sudah datang? Sekretaris Huang. Anting-antingmu cantik sekali, sangat cocok denganmu. Parfum apa yang Direktur Wang pakai hari ini? Aromanya begitu jantan. Direktur Wang tidak pernah mengandalkan parfum, dia ini

Sudah terlahir dengan aroma jantan. Semakin pandai memuji saja, Sekretaris Huang. Direktur Wang, bajumu ini sungguh keren sekali. Langsung ke intinya. Proyek yang dicocokkan dengan Kak Hua sudah kutaruh di atas mejamu. Baik. Serahkan urusan Kak Hua padaku. Utamanya performa kerjamu sebelumnya sudah sangat hebat, lanjutkan terus kerja kerasmu. Semangat. Semangat. Pergilah. Baik.

Orang perusahaan besar juga memuji? Memuji merupakan suatu kemampuan. Kamu lihat, setelah dipuji suasana hati orang akan membaik. Benar. Bahkan sudah sampai menepuk dadanya. Lalu, apakah Anda membantuku karena aku memuji dengan baik? Membantumu, faktor utamanya adalah karena Yuan biasanya terlalu kaku. Aku merasa banyak orang layak mendapatkan kesempatan kedua. Misalnya, kamu. Direktur Wang,

Anda sungguh tampan dan baik hati. Sungguh jantan sekali. Memang dirimu. Ayo. Kapan dana Direktur R&D bisa cair? Begitu datang, kamu langsung meminta uang padaku. Bukankah tidak pantas? Menurutmu, semua orang di perusahaan kita, siapa yang tujuan akhirnya tidak meminta uang denganmu? Setidaknya, aku meminta uang padamu, aku masih bisa menghasilkannya kembali untukmu. Benar tidak?

Benar. Ucapan ini hanya bisa dikatakan olehmu. Akhir bulan akan kuberikan uangnya. Baik, kalau begitu aku tunggu kabarmu. Aku pergi dulu. Yuan, lihat siapa yang kubawa kemari. Halo, Direktur Lou Junior. Kamu yang membawanya kemari? Siapa yang menyuruhmu membawanya kemari? Ya, ayo kita pergi makan. Baiklah. Itu, kesempatan diberikan kepada orang yang sudah melakukan persiapan.

Semangat. Aku pergi dulu. Silakan. Aku bawakan sedikit hadiah untuk Anda, aku harap Anda menyukainya. Duduk. Baik. Aku juga tahu apa tujuan kedatanganmu kemari. Aku tidak akan panjang lebar lagi. Baik. Proposal yang kamu buat itu, sudah kubaca semua. Tidak buruk, tapi tidak ada titik terangnya sama sekali. Sebenarnya, aku juga tidak yakin

Kalian bisa memenangkan proyek ini. Perkataanku selesai. Bukan kami yang tidak punya kemampuan, melainkan dana yang diberikan Pihak Pertama terlalu sedikit, sementara permintaannya banyak sekali. Terus-menerus melakukan revisi hingga semua ide bagus sudah habis terpakai. Kemudian, Direktur ini minta revisi, Direktur yang lain minta revisi juga. Pemikirannya juga tidak selaras. Menurutmu, bagaimana kami harus bekerja?

Ini merupakan kali pertama melihat Pihak Kedua berkata pada Pihak Pertama bahwa permintaan Pihak Pertama terlalu banyak sementara uangnya terbatas. Pada akhirnya, bukankah kalian sendiri yang tidak kompeten? Direktur Lou Junior, aku tahu Anda tidak tertarik dengan perusahaan kecil seperti kami, juga tidak tertarik dengan usaha dan kerja keras orang-orang kecil seperti kami.

Namun, ‘tidak kompeten’ yang terlontar dari ucapan Anda, langsung menghapus semua usaha kami. sungguh sangat tidak adil. Bahkan tidak memberikan satu kesempatan pun pada kami? Kesempatan? Kamu bisa datang menemuiku, sudah merupakan sebuah kesempatan. Namun, kamu tidak menghargainya. Kelihatannya kamu masih tidak memahamiku. Kamu bilang, aku merendahkan kalian yang merupakan perusahaan kecil,

Merendahkan kalian orang-orang kecil. Yang paling tidak kusukai adalah menggunakan hal semacam ini demi menyenangkan Pihak Pertama untuk mendapatkan proyeknya sendiri. Meskipun petugas kebersihan perusahaan, aku juga tidak akan merendahkan mereka, karena mereka selangkah demi selangkah dengan tegap dan pasti memperoleh kesempatan mereka sendiri. Bukankah kamu menginginkan kesempatan? Perusahaan perlu petugas kebersihan,

Apakah kamu mau melakukannya? Ya! Aku hanya membuat sebuah perumpamaan. Direktur Lou Junior, asalkan bisa mengubah pandangan Anda terhadap Ba’er kami, aku pasti akan berusaha dan berusaha lagi. Bukan, aku… Bukankah Anda bilang hendak memberikan kami kesempatan? Aku bilang hendak memberikan kalian kesempatan? Kalau begitu, aku harus mengajukan permintaan. Tidak masalah.

Jangan banyak tingkah dan menyiapkan barang-barang yang tidak berguna ini. Jika ada waktu, lakukan hal yang lebih bermakna. Baik, tidak masalah. Terima kasih, Direktur Lou Junior. Aku pergi dulu. Aturan ke-11 pihak B, hanya dengan berada di lokasi, kita baru punya kesempatan untuk hidup. Seekor kucing kecil yang baik-baik, berubah menjadi seekor rubah yang licik.

Halo, Ke. Aku sudah bertemu dengan Direktur Lou Junior hari ini. Aku merasa, dia sepertinya sudah tidak ingat [Aman Tentram][Harta Kekayaan] bahwa aku adalah gadis yang muntah di seluruh badannya. [Penantian masa depan] Namun, dia masih ingin memutuskan kontrak kita. Jadi, tidak ada cara lain, aku terpaksa membiarkan diriku masuk ke Perusahaan Peony ini.

Bisa masuk ke Perusahaan Peony berarti sudah sebagian besar berhasil. En, kamu berkorban terlalu banyak untuk Ba’er. Kamu sungguh merupakan jasa pelayanan terbaik Ba’er kami. Benar apa yang dikatakan pepatah, jangan takut berkorban untuk menggapai tujuan. Tenang saja, aku pasti akan berusaha mendapatkan pesanan ini. Kalau begitu sekian dulu. Sampai jumpa. Wangi sekali.

Seharusnya mienya sudah matang. Ibu. Ada apa? En, sudah makan belum? Sedang makan, kamu lihat. Hati-hati, jangan sampai kelelahan. Jangan bergadang saat malam. Jika bergadang jangan bermain ponsel. Jika bermain ponsel jangan main game. Kamu dengar tidak? Kamu tenang saja, kalian juga harus menjaga diri kalian baik-baik. Sudah, putri kita sudah mau tidur.

– Kurangi bicaramu. – Aku mau melihatnya sebentar. Melihatnya sebentar. Oh ya, En, foto profil WeChat-mu itu tidak bagus, sama seperti orang gila. Aku akan mengirimkan beberapa yang bagus untukmu. Kamu ganti dulu nanti. Sampai jumpa. Aku harus ke perusahaan Pihak Pertama untuk menjadi petugas kebersihan besok.

Meskipun menjadi petugas kebersihan juga belum tentu bisa bekerja sama, tapi, meskipun ada sedikit harapan, aku juga harus memperjuangkannya. Ba’er memerlukan kesempatan ini. Dong Dong’en, semangat untuk besok! Semangat! [Peony] Halo, Direktur Lou. Direktur Lou. Halo, Direktur Lou. Halo. Direktur Lou. Sekian dulu. Dong Dong’en. Direktur Lou Junior, selamat pagi. Aku sudah mulai bekerja.

Siapa yang mengizinkanmu bekerja sesuka hati tanpa izin dari atasan? Lapor Direktur Lou Junior, aku sudah melapor ke Departemen Logistik tadi pagi. Ini merupakan pekerjaan yang diberikan Bibi Zhao padaku. Kamu lihat lantai ini, begitu kilap. Kamu lihat tangga ini, sama sekali tidak berdebu. Ini baru cocok dengan pembawaan Perusahaan Peony yang berkelas dan berwibawa.

Baik. Lumayan bagus. Apakah Direktur Lou Junior masih ada perintah lain? Aku ini melakukan apa pun yang diperintahkan. ♫ Kamu memalsukan dirimu menunjukkan sisimu yang ramah dan antusias ♫ ♫ Itu palsu ♫ ♫ Kemudian berpura-pura tulus ♫ ♫ Mengira tidak ada yang mengetahui ♫ ♫ Kelicikanmu itu ♫

♫ Baiklah, kalau begitu, aku menemanimu berakting sampai akhir ♫ ♫ Kita lihat siapa yang akan menyerah duluan ♫ ♫ Sungguh berterima kasih padamu ♫ ♫ Memberikan kesempatan untuk aku latihan berakting ♫ ♫ Sekali lagi, terkadang kamu seperti masa itu ♫ Sudah disiram. ♫ Tidak ada perencanaan ♫

♫ Mencari tahu, mengingatkanmu kenangan lama ♫ ♫ Ucapan dan maksudmu ♫ ♫ Jangan katakan, ekspresimu yang hendak marah namun tidak berani meluapkannya ♫ ♫ Ya ampun, sungguh menggemaskan ♫ ♫ Tarikan dan dorongan denganmu sudah menjadi ♫ ♫ Seperti sebuah kompetisi ♫ ♫ Menantikan tujuan tidak tercapai, namun juga tidak tega ♫

♫ Berputar meninggalkan lokasi ♫ ♫ Meskipun kamu hendak membantah ♫ ♫ Lihatlah tatapanku ♫ ♫ Oh, kebenaran sudah lama terungkap ♫ – Benar, ‘kan? – Teh di tahun ini – cukup bagus. – Aku membelinya kemarin. ♫ Sinyal hati yang mendebarkan ini ♫ Benar. ♫ Kamu berhasil menghindarinya dengan sempurna ♫ En. Bibi Zhao.

Mari masuk dan minum teh. ♫ Bila aku tidak berinisiatif ♫ Aku… aku tidak minum teh. ♫ Takutnya tidak akan bisa menerima ungkapan perasaanmu ♫ Aku masih harus membersihkan toilet laki-laki. Kalian minum saja. Baiklah, kalau begitu jangan sampai kelelahan. Ada orang tidak? Bersih-bersih toilet. Kenapa dia lagi? Kalau begitu aku masuk. Ada orang. Maaf.

Kalau begitu, aku pergi dulu. Tunggu sebentar. Bisakah mengambilkan tisu untukku? Terima kasih. Apakah Direktur Lou Junior? Direktur Lou Junior? Direktur Lou Junior? Direktur Lou Junior. Ya. Direktur Lou Junior datang ke toilet sendiri, sungguh tidak enak hati. Salahkan diriku yang terlalu ceroboh, tidak mengganti tisunya dengan baik. Anda lihat, berapa yang Anda butuhkan? Ini.

Terima kasih. Sama-sama. Ini semua merupakan tugasku. Aku bantu Anda membersihkannya dulu. Tidak perlu dulu untuk sementara waktu. – Tidak perlu. – Aku rasa perlu. Tidak buru-buru. Sangat buru-buru. Aku sangat rajin. Tidak perlu buru-buru untuk saat ini. Aku sungguh sangat serius. Direktur Lou Junior ini sungguh kejam. Aku dengar, untuk memecat Direktur Lai saja,

Sungguh menghabiskan banyak tenaga. Disebut apa ini? – Direktur Lou sepertinya belum cuci tangan. – Habis manis sepah dibuang. Sungguh tega sekali. Sama sekali tidak memikirkan perasaan. Yang kompeten dan sudah dekat saja berakhir demikian, orang seperti kita ini, sebaiknya rendah hati dalam bersikap. Direktur Lou Junior sungguh tega sekali. Tidak berperasaan. Saat bekerja,

Aku juga ingin bermalas-malasan. Aku ajari kamu satu hal. Saat bekerja setiap hari, jongkok di atas kloset selama setengah jam. Direktur Lou Junior, wajar jika ada orang yang bergosip di perusahaan. Kamu jangan memasukkannya di dalam hati. Kenapa setiap kali bertemu denganmu sama sekali tidak ada hal baik? Pergi sikat klosetnya. Isi ulang tisunya.

Dong Dong’en. Halo, Direktur Lou Junior. Halo, Direktur Lou Junior. Kenapa kamu ada di sini? Sebentar lagi ada rapat di sini, cepat pergilah. Bukankah rapatnya masih belum dimulai? Aku bersihkan dulu tempat duduk Anda. Dengan begitu, Anda akan merasa nyaman saat rapat. [Peony] Tunggu sebentar. [Peony] Silakan duduk. Mohon angkat tangannya sebentar. Sudah merepotkan. [Peony]

Sudah merepotkan. [Peony] Sudah bisa. Sudah bisa. [Peony] Sudah bisa. Sudah bisa. Baik. Aku bilang sudah bisa. Keluarlah dulu. Baiklah. [Peony] [Peony] Dalam rapat hari ini, aku hendak mengumumkan pengangkatan anggota baru. Direktur Departemen Keuangan dan Hukum sudah mengundurkan diri. Mulai hari ini, [Peony] Departemen Hukum akan diambil alih oleh Ji Qiu, sementara Departemen Keuangan

Akan diambil alih oleh Dahai. – Selamat. – Terima kasih Direktur Lou. – Terima kasih. – Selamat Kak Dahai. Selamat. Kak Dahai. Sisa anggota baru lainnya, sudah kuserahkan pada Departemen HR. Kelak, soal tagihan harus bergantung padamu. Zijian, apakah ada perkembangan baru dengan Departemen Pemasaran? [Peony] Departemen Pemasaran kami melakukan riset pasar terhadap

Semua saus yang ada di pasaran. Daya beli anak muda jauh lebih besar daripada golongan paruh baya sampai lansia. Jika kita hendak meningkatkan jumlah pemasaran dengan pesat, maka kita harus segera mendominasi pasar anak muda. [Peony] – Mengerti tidak? – Ucapannya masuk akal. Oke? Oke. Bagaimana dengan Direktur Cao? Departemen R&D kita

Mengalami banyak pengurangan staf. Namun, untungnya beberapa anggota penting masih ada di sini. Kemudian, karyawan yang baru direkrut juga sudah mulai bekerja. Ini merupakan beberapa varian rasa baru yang kami luncurkan berdasarkan hasil survei Departemen Pemasaran. Coba kamu lihat. [Peony] Mulai lagi. Direktur Lou. Yuan. [Peony] Baik. Kalau begitu, kembangkan berdasarkan proses kalian saja.

Jika tidak ada masalah lain, kita akhiri rapat hari ini dulu. Ayo pergi. [Peony] Kak Dahai, kelak, masalah faktur harus bergantung padamu. Bergantung padaku untuk bersikap adil dan merata. Bersikap adil dan merata. Mari kita makan bersama nanti. [Peony] Habis manis sepah dibuang. Direktur Lou Junior memang sungguh tega sekali. – Tidak berperasaan. – Masuk.

Direktur Lou, berkas yang Anda minta sudah kubawakan kemari. Aku letakkan di sini. Jika tidak ada urusan lainnya, aku permisi. Zhu Li. Duduk. Aku tanyakan satu hal padamu. Apakah kamu juga merasa aku ini seseorang yang tidak memikirkan hubungan dan perasaan, habis manis sepah dibuang, bos yang tidak manusiawi? Direktur Lou, pertanyaan Anda ini…

Katakan sejujurnya. Sebenarnya, bukan seperti itu juga. Bagaimanapun, Direktur Lai dan yang lain menyalahgunakan kekuasaannya terlebih dahulu. Meskipun… Tidak perlu meskipun lagi, pergi lanjutkan pekerjaanmu. Baik, Direktur Lou. Untuk apa aku peduli dengan pemikiran orang lain? Ini. Terima kasih. Berikan aku ini satu porsi. Baik. Sedang apa? Maaf. Anda makanlah. En. Sudah datang? Cepat makanlah.

Apakah kamu sudah makan? Aku belum. Sebentar lagi baru makan. Baik, kalau begitu aku ambil makanan dulu. Dong Dong’en. [Sedang dibersihkan] Maaf… Maaf, maaf. Maaf, Direktur Lou Junior. Kenapa tidak makan pada saat waktu makan? Aku ini hendak menciptakan lingkungan makan yang sehat untuk kalian semua. [Peony] Kelihatannya masih belum lapar. Jika demikian,

Kartu makan ini tidak perlu kuberikan padamu lagi. [Kartu makan] Aku mau. Bukan, barang yang diberikan oleh Direktur Lou Junior, bagaimana mungkin aku menolaknya, benar tidak? [Peony] Meskipun kamu datang bekerja atas kemauan sendiri, tapi kami ini perusahaan yang manusiawi, tidak akan membiarkan karyawannya kelaparan. [Kartu makan] Terima kasih. Kemudian juga, [Peony]

Camilan dan minuman itu boleh diambil secara gratis. Mengisi kembali energi saat bekerja sangatlah penting. Bagaimanapun, kami adalah perusahaan yang manusiawi. Benar. Direktur Lou Junior sangatlah berperikemanusiaan. Baguslah kalau kamu tahu. [Sedang dibersihkan] [Sedang dibersihkan] [Peony] Ada alkohol juga? Saat bekerja juga boleh minum alkohol? Hebat juga perusahaan ini. Rasa apa ini?

Saat bekerja masih berharap untuk minum alkohol? [Peony] Tidak, aku… Aku hanya mengambil dan melihat saja. Selain itu, [Peony] Anda sendiri yang menyuruhku untuk mengisi kembali energi. Kelihatannya sudah pandai minum belakangan ini. [Peony] Asalkan jangan memuntahiku saja. [Peony] ♫ Tunggu, detak jantung jangan buru-buru ♫