INDOSUB [Word of Honor] EP25 | Genre Wuxia | Zhang Zhehan/Gong Jun/Zhou Ye/Ma Wenyuan | YOUKU
♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪
♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪
♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 25= Kenapa? Tak bisa tidur? Mimpi buruk, jadi tak bisa tidur lagi. Jadi, aku cari udara segar saja. Sudah hujan. Pantas saja terasa dingin. Benar. Benar, salju turun maka sudah musim dingin,… …akan segera tahun baru. A-Xu. Betapa bagusnya jika kita bisa selalu berada di Desa Empat Musim. Kenapa tidak? Biar aku saja.
Kau tak tahu letak arangnya. Kita sama-sama tak bisa tidur, mari minum arak. Minum. Tunggu dulu. Begitu misterius. Kau tak mengerti, ‘kan? Makanan ini paling enak dimakan dengan arak. Makanlah. Aku cukup dengan arak. Minum arak saat perut kosong tak baik. Sebotol ini ada enam buah yang dikeringkan. Punya manfaat sendiri, sangat baik untuk tubuh.
Ini makanan khas dari toko Wolong yang sangat terkenal. Seharusnya kau makan sedikit setiap hari. Lao Wen, kulihat dunia persilatan sudah menundamu. Dengan keahlian bicaramu,… …melakukan bisnis kecil pun bisa jadi kaya raya. Mari, cobalah. Sungguh tak makan. A-Xu, lihatlah kamu. Sudah berusia seperti ini,… …masih memilih makanan dan begadang.
Bagaimana bisa jadi teladan pada muridmu? Apakah aku yang mau? Kau coba saja punya paku di dadamu. Beberapa hari ini kau tidur dengan nyenyak, ‘kan? Itu karena aku menemukan Arak Memabukkan di desa. Aku ingat malam itu setelah kau terkena Dupa Memabukkan… …pertama kalinya kau memanggil nama Zhou Zishu ini.
Sekarang bisa beri tahu aku apa yang kau lihat saat itu? Aku bermimpi saat aku masih tujuh tahun. Kami sekeluarga datang ke Desa Empat Musim. Orang tuaku membuka pengobatan kecil di bawah kaki gunung. Pagi hari aku berlatih bela diri bersama Guru. Malam hari masih bisa pulang untuk makan malam.
Dalam mimpiku manusia yang diracuni itu… …adalah sekumpulan anjing liar. Mereka terus mengejarku dan menggigitku. Terkadang kau adalah Zhou Zishu, terkadang kau adalah Zhen Yiguo. Menghalangi mereka dan melindungiku. Zhen Yiguo? Kau lupa? Anjing liar kecil yang mengikutimu. Siapa namanya? Namanya Yiguo. Yiguo? Tunggu aku. Biar aku lihat. Aku memeliharanya.
Pendekar Qin bahkan bilang mau memasaknya. Orang tuaku langsung memberinya nama ini. Aku tahu. Aku tahu kau punya hubungan dengan Desa Empat Musim. Hanya saja tak sangka… Nama Desa Empat Musim sudah lama tak muncul. Saat aku lihat ada yang bisa Sembilan Langkah Cepat,… …aku anggap sebagai petunjuk. Jadi, mencoba mengikutimu.
Sampai kau mengeluarkan Pedang Putih,… …aku juga belum yakin. Pada akhirnya kau berkata kau bermarga Zhou. Aku tebak… …bergandengan tangan, melihat awan. Nama yang sangat bagus. Kalau begitu Lao Wen, nama Wen Kexing ini… Marga ayahku adalah Wen. Hanya saja dia anak yatim piatu,… …mengikuti Ketua Lembah Tabib Hebat dan ganti marga.
Jika sudah dikeluarkan oleh Ketua Lembah Tabib Hebat,… …maka tak ada lagi alasan untuk ikut marga orang lain, ‘kan? Aku memang pengelana kesepian yang terus bepergian. Mengubah nama ini, termasuk sangat cocok untukku. Namun, sekarang kamu… Sebelum bertemu kau dan Chengling, aku memang ingin berkelana. Mati mabuk dan dikubur, menyelesaikan hidup ini.
Saat itu kukira aku sendiri sudah tak ada rumah. Namun, sekarang sudah membaik, kita sudah kembali. Mari. Bersulang padamu. Pengelana kesepian yang terus bepergian. Bergandengan tangan, melihat awan. Aku berencana terus tinggal di sini. Asalkan Senior Ye bisa menyembuhkanku,… …aku dan Chengling akan terus tinggal di sini.
Lao Wen, kau bisa kembali kapan pun kau mau. Berkelana memang menyenangkan, tapi lebih baik cepat kembali. A-Xiang. Kenapa ambil air saja begitu lama? Cepat jalan. A-Xiang, sepertinya aku melihat Tao Hong dan Lv Liu. Apa-apaan? Kakek dan Nenek yang menculik Kak Xiaolian di Sekte Yueyang. Kau lihat jelas? Itu sungguh mereka? Tak akan salah.
Aku yakin itu adalah Kak Xiaolian yang disamarkan mereka. Tadi saat aku mengambil air, aku dengar suara Kak Xiaolian. Kutebak nadinya pasti ditutup oleh mereka. Selain makan dan minum, dia tak bisa bergerak dan berbicara. Bukankah lengan Tao Hong dan Lv Liu dipotong Hantu Gantung? Kau tak lihat jelas karena jauh.
Kakek dan Nenek itu kehilangan satu lengan. Hanya saja sengaja menutupi dengan lengan panjang. Jika sungguh mereka… A-Xiang, aku yakin itu mereka. Kita tak mudah bisa bertemu mereka, tak boleh kehilangan. Kita cepat pikirkan cara. A-Xiang, ada apa denganmu? A-Xiang, jangan takut. Sekuat apa pun musuh, akan kulindungi kau dan Kak Xiaolian.
Kau bisa melindungi siapa dengan kekuatanmu? Kak Cao, kita jangan ikut campur saja. Kemarin kau hampir saja mati. A-Xiang, kenapa kau berpikir begitu? Bagaimana mungkin aku tinggalkan Kak Xiaolian? Tinggal saja jika kau takut, aku pergi. Palingan hanya mati. Lebih baik daripada hidup sebagai pengecut. Pergi saja. Lihat kau mati sia-sia, masih bisa menolong siapa.
Berhenti! Cao Weining. Kau berani seperti ini padaku. Kau berjanji pada Master, tak akan mengecewakanku. A-Xiang, aku tak akan mengecewakanmu. Namun, dengan percintaan, kesetiaan lebih penting. Bagaimana mungkin aku mengabaikan temanku. Jika begini, bagaimana aku pantas untukmu? Apakah aku melarangmu pergi? Aku hanya tak ingin kau mati sia-sia.
Kita tak bisa menang, harus pikirkan cara, ‘kan? A-Xiang, maaf. Aku salah paham padamu. Tak perlu omong kosong. Tolong orang dulu. Kau cepat ikut Kak Xiaolian. Ikuti sambil tinggalkan jejak. Sekte Pedang Duan tak jauh. Mereka juga Ikatan Lima Danau, aku pergi minta tolong. Nanti datang halangi mereka. A-Xiang, cara ini bagus.
Memang kau lebih cerdas. Jangan banyak omong kosong. Kuingat kesalahanmu, nanti kita perhitungkan. Cepat pergi. Si Dungu ini sungguh sangat dungu. Setelah aku pergi, dia seorang diri harus bagaimana? Memikirkannya ditindas orang sudah membuatku marah. Tetua Huang. Bukankah kita sepakat bertemu di kuil Desa Batu Besar? Kenapa kau datang duluan?
Pergerakanku ketahuan di Desa Batu Besar,… …aku dikejar oleh Duxie. Baru saja lolos dari mereka. Kita sudah ditipu oleh Zhao Jing itu. Sekte pahlawan dan iblis memburuku. Sekte pahlawan mengejarku, sekte iblis membunuhku. Nona marga Gao. Apakah kau tahu hubungan Zhao Jing dan Duxie? Dari awal sudah kukatakan,… …Paman Zhao pasti akan datang menolongku.
Menolong apa? Dari awal sudah kuberi kabar untuk ganti orang,… …dia tak bersuara sedikit pun. Dia bahkan ingin kami membunuhmu,… …agar tak ada saksi. Dasar! Takutnya yang menjebak dan membunuh Gao Chong… …juga dia. Huang He. Dari perkataanmu, kami suami-istri pertaruhkan nama baik kami… …membantumu menculik gadis ini. Selama ini hidup di pinggiran dan bersembunyi,…
…semua ini jadi sia-sia? Rencana manusia tetap kalah pada takdir. Siapa sangka Gao Chong akan mati seperti itu? Siapa bisa menebak saudaranya… …tak ada yang peduli dengan anak yatim piatu ini. Sudah begini,… …Zhao Jing tak akan ganti gadis ini dengan Kunci Giok Biru. Gadis Tengik. Jika tak menemukan tempat yang mau membelimu,…
…maka kau adalah orang tak berguna yang tak bernilai. Kau percaya tidak, akan kujual kau ke rumah bordil terendah. Huang He. Kau bahkan bisa jadi kakeknya. Mengatakan hal serendah itu, dasar tak tahu malu. Tao Hong. Jika tak begini, bagaimana membalas nyawa yang hilang di Gunung Qingya? Ikatan Lima Danau mencelakai banyak orang.
Si Iblis Gao mati begitu saja. Kita tak bisa mengampuni anak Iblis itu. Ayahku bukan iblis. Ayahku tak mencelakai orang. Diam! Apa yang kau tahu? Apakah dia sungguh tak tahu? Kalau begitu, biar kuberi tahu. Dua puluh tahun yang lalu,… …Gunung Qingya bisa mati begitu banyak orang,… …semuanya karena Ikatan Lima Danau menipu semua pahlawan.
Mereka menyerang Rong Xuan hanya untuk merebut Kunci Giok Biru. Namun, mereka beralasan ingin memberantas iblis… …menipu banyak nyawa untuk berkorban. Anak satu-satunya Hong Tao dan Lv Liu… …mati terluka parah di sana. Ikatan Lima Danau bisa bangkit… …karena semua pahlawan terluka parah dan banyak yang mati. Sayangnya. Sayangnya orang yang mati di gunung Qingya…
…sampai sekarang masih tak tahu. Kau… Kau asal bicara. Huang He, kita sama-sama sudah pengalaman. Untuk apa pura-pura di depanku. Jika gadis ini tak lagi bernilai, baiklah. Kita tak perlu menyiksa anak tak bersalah ini lagi. Kita bunuh saja dia. Jangan! Hentikan! Kak Xiaolian. Cao Weining. Tetua Huang. Weining selalu hormati kau sebagai senior.
Tak sangka kau melakukan kejahatan seperti ini. Apakah gurumu datang? Sadarlah dan perbaiki kesalahan. Cepatlah bertobat. Bantu aku bunuh mereka dan menolong Nona Gao. Anak Dungu dari mana ini. Suamiku, kau dengar? Dia meminta marga Huang itu bertobat. Jangan tertawa! Nak, apakah kau kekasihnya? Sepenuh hati datang menolongnya, kau tak takut mati? Bukan.
Kesetiaan penting, tak takut mati. Cepat lepaskan dia. Semuanya tak diperhitungkan. Jika tidak, semua sekte dunia persilatan sedang mencarinya. Apa? Huang He, sudah ketahuan, ‘kan? Kau terus ingin kami menyerahkan Nona Gao. Kau mau ambil keuntungan sendiri. Kami sudah melakukan semua kejahatannya. Selesai dimanfaatkan, sudah mau dibuang? Tak semudah itu.
Mudah atau tidak, lihat kemampuan masing-masing. Kak Xiaolian, ayo cepat. Cepat. Lihat kalian mau lari ke mana. Tetua Huang sudah kami bunuh. Gadis Tengik, cepat ikut kami. Kak Xiaolian, cepat lari. Aku tahan mereka. Kita sama-sama pergi. Cepat lari. Weining! Tao Hong, Lv Lou, berani sekali kalian. Paman Shen. Kuperingati kalian. Jangan macam-macam pada keponakanku.
Cepat pergi! A-Xiang. Kak Cao. Kak Cao, kau baik-baik saja? Kau baik-baik saja. Shen Shen, kau terlalu bawel. Gadis ini pasti kami bawa. Suamiku. Paman Shen. Suamiku. Istriku. Suamiku. -Jangan pedulikan aku. -Suamiku. Suami-istri bagai burung di hutan. Saat bahaya datang, masing-masing terbang terpisah. Cepat lari. Diamlah. Shen Shen, lakukanlah. Shen Shen, lepaskan istriku.
Aku… Aku… Jangan omong kosong dengan mereka. Suamiku. Tak baikkah kita mati bersama? Kehidupan berikutnya aku jadi suamimu,… …agar kau menindasku. Baik, kukabulkan permintaanmu. Paman Shen, tunggu dulu. Kakek, Nenek. Tetua Huang bilang tahun itu… …Ikatan Lima Danau menyebabkan masalah gunung Qingya… …dan menyebabkan anakmu mati. Apakah ini benar? Kenapa tanya pada kami?
Tanya saja pada Pendekar Shen. Ikatan Lima Danau membuat kami yang tua… …mengantar kematian yang muda. Kami begitu terluka. Jika tak balas dendam, kami bukan manusia. Saat hidup, aku tak bisa balas dendam,… …mati pun aku akan cari perhitungan pada Gao Chong. Ternyata yang mereka katakan benar. Pantas saja selama ini Ayah… Paman Shen.
Lepaskanlah mereka. Xiaolian, mereka menahanmu begitu lama. Tetua Huang yang merencanakan semuanya. Kakek dan Nenek juga dimanfaatkan. Lagi pula meski Nenek menahanku begitu lama,… …tapi dia tidak jahat. Setiap kali Tetua Huang mau menindasku,… …Nenek yang selalu menahannya. Paman Shen. Jika terus balas dendam, kapan berakhirnya? Ikatan Lima Danau berhutang nyawa pada mereka.
Hari ini kita kembalikan saja. Gadis Tengik, tak perlu belas kasihanmu. Apakah dihitung seperti itu? Anakku mati muda. Diamlah, istriku. Pengelola Shen. Kami suami-istri 20 tahun di dunia persilatan. Meski tak termasuk orang baik,… …tapi kami tak pernah bohong. Hari ini… …jika kau melepaskan kami suami-istri,… …mulai sekarang kami… …keluar dunia persilatan.
Diam, kau tak bisa memutuskannya untukku. Shen Shen. Meski dia melemah,… …tapi dendamku dan Ikatan Lima Danau tak akan berakhir. Jika berani, bunuh saja aku. Saat masalah Gunung Qingya,… …keponakanku belum lahir. Dendam generasi kita,… …jangan melibatkan anak-anak. Mengingat kalian melindungi keponakanku,… …hari ini kubiarkan kalian pergi. Jika ingin balas dendam Ikatan Lima Danau,…
…cari saja aku. Aku akan menunggumu. Pergi. Kamu! Tunggu dulu. Kakek. Nenek. Hati-hati di jalan. Weining baik-baik saja? Kalian terus bersama? Kau yang mencari Paman Shen, ‘kan? Baiklah. Mereka sudah aman, aku bisa tenang. Pendekar Shen, kalau mau bunuh silakan. A-Xiang, apa yang kau katakan? Kenapa Paman Shen mau membunuhmu? Mana Wen Kexing?
Sudah kubilang aku tak tahu. Kau tanya lagi, aku tetap tidak tahu. Saat akan mati, orang akan berkata jujur. Aku tak bohong padamu. A-Xiang, asal bicara apa kamu? Kak Xiaolian, mengingat aku selalu membantu dan tak melukaimu,… …berjanjilah padaku. Jangan beri tahukan Kak Weining, aku adalah… Beri tahu apa? Kau bilang apa, A-Xiang? Xiaolian, kemari.
Jangan berdiri dekat dengannya. Paman. Apakah kalian ada salah paham? Salah paham hanya perlu dijelaskan saja. Salah paham apa? Dia adalah pelayan kepercayaan Ketua Lembah Hantu. Kau tanya dia. A-Xiang bukan nama aslimu, ‘kan? Ini memang benar. Nama dan marga tak diubah. Hantu Ungu, Gu Xiang. Kenapa? Daftar kumpulan hantu juga ada namaku?
Aku cukup terkenal juga. Kenapa kau berpisah dengan Wen Kexing,… …malah bersama dengan Cao Weining? Kau jujur padaku. Jika kukatakan, kau akan percaya? Aku tak ingin lagi hidup sebagai hantu. Aku ingin cari jalan kembali ke dunia manusia. Bersama dengannya seumur hidup. Kau percaya? Jika kau tahu identitasmu sudah ketahuan,… …kenapa masih mencari pertolonganku?
Kau tak takut aku membunuhmu? Bagaimana lagi? Pepatah mengatakan “Setelah menikah, wanita mengikuti suami.” Aku bertemu pria yang menempatkan nyawa di belakang kata kesetiaan. Hanya bisa menirunya saja. Pengelola Shen. Mengingat aku punya kebaikan ini,… …bisakah memberitahuku apakah ada aku di catatan hantu itu? Tidak ada. Tidak ada, baguslah.
Dengan begini, selamanya Kak Cao tak akan tahu. Pengelola Shen, Kak Xiaolian. Aku ada permintaan. Setelah kalian membunuhku,… …bisakah bantu aku tutupi dari Kak Cao? Bilang saja aku dibunuh Tetua Huang. Dengan begini dia tak akan tahu aku membohonginya. Bagaimana? Bukan, A-Xiang kau bukan. Paman Shen, A-Xiang adalah gadis yang baik. Jangan bunuh dia.
Jangan bunuh dia, ya? Gadis Lugu. Kau jangan ceroboh sepertiku. Hidup begitu lama,… …tak bisa membedakan manusia dan hantu. Ikut aku. Guru, hari ini kau mau mengajariku teknik pukulan? Setelah aku bisa bela diri,… …aku sangat jarang berlatih teknik pukulan. Jika paman gurumu mau mengajarimu beberapa jurus,… …barulah dapat keuntungan besar. Perkataan apa itu?
Kau sendiri tak ajari murid,… …malah minta orang luar yang mengajari. Kau termasuk orang luar? Tentu saja tidak. Paman Wen, aku sudah boleh panggil Paman Guru? Kau tak jawab, berarti mengizinkan. Bocah Tengik. Dulu kau masih lugu, betapa patuhnya. Kenapa sekarang setelah dekat jadi begitu licik? Paman Guru baik.
Dari mana kau belajar ilmu bela dirimu? Bocah Tengik, sudahlah. Muridku begitu nakal karena kau manjakan. Chengling. Ilmu bela dirimu baru mulai, tak bisa belajar ilmu diri hebat. Hari ini aku ajari kau yang dasar dulu. Pukulan Bagua. Tahun itu guru agungmu… …menarikku masuk ke perguruan karena pukulan ini. Guru, bahas sampai sini.
Kita sudah beberapa hari di sini… …dan hampir semua sudah dibersihkan. Aku belum menyembahyangi Guru Agung. Sebelum Anda mengajariku bela diri, kita pergi sembahyangi dia dulu. Harus beri tahu dia, Guru menerima murid sepertiku. Bahkan membawa Paman Guru. Dia pasti akan sangat terhibur di sana. Chengling, aku… Aku menerima bantuan Ketua Qin,…
…memang harus berterima kasih padanya. Baik, kita sama-sama ke sana. Guru Agung, Paman Guru Jiuxiao. Saya Zhang Chengling datang memberi hormat. Anda tenang saja. Chengling pasti akan berusaha banggakan Desa Empat Musim. Guru Agung. Sekarang Anda… …pasti sudah bertemu ayahku dan Guru Long, ‘kan? Urutan generasi jadi kacau. Namun, tak apa, semuanya satu keluarga.
Anda sampaikan pada mereka, Chengling sangat baik. Setiap hari meningkat. Teknik Longyuan yang diajari Guru Long,… …juga sedang kupelajari. Meski sedikit sulit,… Bocah Tengik. Masih kecil sudah begitu cerewet, bagaimana kalau besar? Banyak hal yang ingin… …kukatakan pada Guru Agung dan Paman Guru Jiuxiao. Ayah bilang orang yang mati, jiwanya tidak menghilang.
Dia akan terus menjaga orang yang dicintai. Tidak. Mereka tak bisa melihatnya. Bisa. Paman Wen, bicaralah pada Guru Agung. Chengling. Jika jiwanya masih ada, juga tak perlu diucapkan. Terkadang, bicara dalam hati akan lebih baik. Benar. Baik, aku katakan dalam hati. Chengling. Hentikan. Jika tidak, guru agungmu akan pusing karena perkataanmu. Jika mau bicara, simpan untuk selanjutnya. Kelak kita akan sering datang menyembahyangi mereka. Lao Wen. A-Xu. Kalian pergi dulu, ya? Aku ingin menenangkan diri. Baik. Chengling. Apakah… …sungguh ada dunia lain? Guru. Tidak, Paman Qin. Senior Qin. Apakah Anda di sana… …sudah bertemu orang tuaku? Aku harap ada jiwa setelah kematian. Aku juga takut kalian bisa melihat. Aku takut kalian melihat… …perjalananku sampai saat ini,… …dan merasa aku mengotori pintu Desa Empat Musim. Awalnya… …saat sungguh tak tahan lagi,…
..aku akan berlagak… Aku berlagak yang menderita sekarang bukan aku. Melainkan mimpi buruknya Zhen Yan. Saat aku bangun,… …aku menyadari aku masih di rumah kecil petani itu. Waktu… …selamanya berhenti di saat Anda menerimaku sebagai murid. Selamanya tak bergerak. Namun, aku menyadari… …itu bukan mimpi buruk Zhen Yan. Melainkan… …mimpi indahku sebagai Zhen Yan.
Masalah di dunia tidak adil. Kejahatan tak dibalas. Jika begini, aku bersedia jadi iblis… …untuk meminta keadilan atas masalah ini. Selama 20 tahun, yang mengalir di tubuhku bukan darah… …melainkan kebencian. Hanya keinginan balas dendam yang membantuku melangkah keluar. Pada akhirnya jadi Pemimpin Hantu,… …Raja Racun. Hantu tua itu tak akan menyangka…
…setelah 20 tahun aku bisa wujudkan satu per satu kutukan Zhen Yan. Kubunuh mereka semua. Akan kubunuh kalian semua. Semua. Namun, setelah membunuh mereka,… …dendam di hatiku sama sekali tak berkurang. Orang yang mengkhianati, meninggalkan dan memaksa kita. Tubuh mereka penuh dengan darah orang tuaku. Mereka adalah iblis yang menyamar jadi manusia.
Aku tak akan mengampuni mereka. Manusia yang mengkhianatiku, akan kubunuh semua. Saat keluar dari Lembah, aku sudah berjanji pada diri sendiri. Akan kuhancurkan dunia persilatan yang pura-pura baik,… …akan kuusir mereka semua ke neraka. Jika ini adalah kesalahan,… …maka aku akan menanggungnya karena melakukan… …pembunuhan dan kejahatan besar. Jika ingin aku temani,…
…aku bersedia mati bersama semua pengkhianat ini. Namun,… Namun,… Namun, setelah memasukkanku ke neraka,… …kenapa menunjukkan jalan kembali ke alam manusia lagi? Hidupku Wen Kexing sudah hancur. Tak pantas memanggil Anda Guru. Jika ada kehidupan berikutnya,… …pasti akan kubalas budi ini. Jika tak ada,… …meski masuk neraka,… …juga berterima kasih pada kalian… …memberiku secercah cahaya.
A-Xiang. Sudah sadar, dasar dungu. A-Xiang, mana Kak Xiaolian? Jangan panik. Minum air dulu. Dasar dungu. Sudah kubilang ikuti saja, jangan muncul. Untung saja kubawa orang Pedang Duan sampai tepat waktu. Jika tidak, kau sudah tak bernyawa. Kalian sudah menolongnya? Kalau begitu, mereka ke mana? Kak Xiaolian terkejut dan pingsan.
Sudah dibawa Ketua Mu ke Ikatan Lima Danau. Untung saja. Tak terjadi masalah. Lebih baik aku jangan beri tahukan apa pun. A-Xiang, kau sangat pintar. Pintar? Tak berani. Entah siapa yang bilang aku takut mati. Bukan, A-Xiang. Aku yang salah. Saat itu aku gegabah,… …lagi pula sifatku mudah panik, aku yang bodoh.
Jika tidak, kau pukul saja aku. Lampiaskan amarahmu, ya? Kamu… Kau dungu? Berbaringlah. Siapa yang mau memukulmu? Mengotori tanganku saja. A-Xiang. Menurutmu,… …apakah karakter kita saling bertentangan? Sejak bertemu denganmu, kau selalu saja terluka. Ini tak bukan salahmu, itu karena ilmu bela diriku rendah. Selalu saja dikalahkan. Namun, tenang saja.
Setelah kembali ke Gunung Qingfeng, aku akan berlatih keras. Aku akan melindungimu. Tak akan membiarkanmu tertindas. Siapa yang berani menindasku? Hanya kamu. Aku tak berani, pasti tak berani. Lagi pula, Paman Guru paling menyayangi perempuan. Kakak-Adik dari sekte lain datang ke tempat kami… …selalu jadi kesayangan. Jika Paman Guru tahu aku menindasmu,…
…pasti akan mematahkan kakiku. Masih ada Saudara Wen. Tidak, A-Xiang. Aku tak mungkin menindasmu. Pembahasannya jadi lari. Jika, karakter kita memang saling bertentangan, bagaimana? Apa yang kau katakan, A-Xiang? Itu tak mungkin. Aku serius. Bagaimana jika karakter kita saling bertentangan? Kuberikan nyawaku padamu. A-Xiang. Sebelum aku mati,… …bolehkah memberiku makanan dulu? Aku sangat kelaparan.
Ini, makanlah. Hati-hati panas. Ini, kau makan dulu. Aku lihat kau makan. Yang besar untukmu. Mantou panggangan A-Xiang enak sekali,… …makanan terenak di dunia. ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪
♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪
♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪