INDOSUB [Word of Honor] EP10 | Genre Wuxia | Zhang Zhehan/Gong Jun/Zhou Ye/Ma Wenyuan | YOUKU

♪Berbicara tentang pedang dan pisau, dendam terhapuskan♪ ♪Dendam baru dan lama membuatku kebingungan♪ ♪Berbicara tentang taktik dan cara, siapa lebih hebat?♪ ♪Kesulitan yang kita hadapi sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, perjalanan sangat jauh♪ ♪Di mana pendampingku?♪ ♪Menceritakan beban pikiran pada hujan dan langit cerah♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪

♪Lihatlah warna bunga dan daun yang indah ini♪ ♪Hidup ini singkat, berapa tahun sudah berlalu?♪ ♪Musim gugur maupun dingin, badai terus berlanjut♪ ♪Awan mudah menyebar, hari-hariku sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪

♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 10= A-Xu. Dosa pembunuhanmu ini terlalu berat. Setiap bertemu, pasti sedang membunuh atau mengubur mayat. Dunia silat kacau. Sulit hidup di dunia.

Kalian pergilah dengan tenang. Empat Pendekar Anji. Kalian tahu di bawah sana. Lain kali jangan terlalu jujur menjadi orang. Berteman juga harus waspada. Meskipun mati, juga tak perlu begini, ‘kan? Namun,… …kematian kalian tidak adil. Kau bilang, orang awam menanggung perbuatannya sendiri,… …adalah kesalahan diri sendiri. Aku sementara tak berdebat denganmu.

Namun, Empat Pendekar Anji ini,… …memang tak bisa dibilang penjahat. Hari ini mengalami bencana yang tak terduga ini, meninggal bersama. Wen Kexing. Apakah kau bahagia? Merasa hatimu senang? Apakah ini akhir yang kau inginkan? Penjahat. Benar, mereka tidak termasuk penjahat. Namun, Pemimpin Zhou. Kau berani berkata semua yang kau bunuh adalah penjahat? Baik. Sangat baik.

Namun, Pemimpin Zhou. Kau berani berkata semua yang kau bunuh adalah penjahat? ♪Tadi malam, angin timur meniup hatiku menuju kota kosong♪ ♪Jatuh ke dunia fana secara diam-diam♪ Paman. ♪Sidik jari mengukir ketulusan yang bertambah setiap tahunnya♪ Paman. ♪Menyia-nyiakan hidup dengan menenggelamkan diri ke dunia silat♪ ♪Sungai dan danau jatuh sia-sia selama sisa hidupnya♪

Aku pikir dia benar-benar sahabatku. Semua yang dilakukan seumur hidup. ♪Mulai bertiup♪ Orang seperti kau dan aku,… …bagaimana menanyakannya? Lupakanlah. Aku yang salah. Cantik tidak? Cantik! Namun, Tuan Muda. Kenapa giok biru ini pecah? Apakah tidak sayang? Kebanyakan barang bagus tidak kuat. Awan mudah tersebar, giok biru pecah. Tuan Muda.

Malam ini, siapa yang menemaniku menghabiskan satu cerek ini,… …satu cerek tukar dengan satu mutiara emas. Biar aku saja! Biar aku saja. Tuangkan untukku. Jika begitu,… …Saudara Wen mendapat pahala dengan melakukan kebajikan? Jika neraka belum kosong, aku tak akan menjadi Buddha. Di mana ada terang, di situ ada kegelapan.

Hantu yang paling ganas dan hebat selalu diselimuti kulit manusia… …tersembunyi di antara lautan manusia. Aku datang ke sini adalah untuk membuka topeng mereka… …agar mereka musnah. A-Xu. Apakah ini termasuk mendapat pahala dengan melakukan kebijakan? Jika neraka belum kosong, aku tak akan menjadi Buddha. Tak ada yang sulit di dunia. Hanya saja, manusia selalu mencari kesulitan. Pelayan! Bawa arak kemari! Arak! Tuan Muda, aku benar-benar tak bisa minum lagi. Kepalaku sangat pusing. Apakah kau pernah merasakan? Ada sebuah barang.

Awalnya, kau sangat menginginkannya. Namun, ia menghilang. Saat kau sudah yakin tak bisa menemukannya lagi,… …bertahun-tahun kemudian,… …malah muncul lagi. Bukankah itu hal baik? Hilang dan ditemukan kembali. Namun, semua berubah seiring waktu. Kau telah tak menginginkan barang itu lagi. Adik ke-5, sudah menangkap Feng Xiaofeng? Maaf, Kak. Kali ini dia kabur.

Namun, Kakak jangan khawatir. Setelah Rapat Besar Pahlawan selesai,… …aku pasti akan menangkap siluman ini. Balas dendam untuk Empat Pendekar Anji. Bagaimana dengan pemakaman Empat Pendekar Anji? Kakak, sudah diurus sesuai keinginanmu. Menunggu keluarga dan murid Empat Pendekar Anji… …membawa peti mati kembali ke rumah. Namun, hari itu saat aku ke Taman Kedamaian,…

…menemukan di lantai ada sebuah makam yang digali setengah. Entah siapa yang melakukannya. Apakah Geng Pengemis? Kau berpikir terlalu banyak. Benar! Orang licik yang bermarga Huang memiliki niat jahat. Kulihat, sejak awal, dia berpikir untuk merebut Kunci Giok Biru. Sejak dua kalimat omong kosong dari Lembah Hantu itu, dunia silat…

Dua kalimat itu bukan Lembah Hantu yang katakan. Kakak, bagaimana ucapan ini? Awan tersebar, giok biru pecah. Siapa yang menangisi hantu di Gunung Qingya? Ini jelas-jelas Lembah Hantu menantang Ikatan Lima Danau. Adik ke-2, kau yakin Ao Laizi mati di tangan Lembah Hantu? Ini jelas-jelas Lembah Hantu menantang Ikatan Lima Danau.

Adik ke-2, kau yakin Ao Laizi mati di tangan Lembah Hantu? Tentu saja. Malam itu, aku mengejar Ao Laizi,… …dan sampai ke tempat yang dipenuhi kertas kuning. Lalu dia hilang. Aku baru kembali ke Desa Sanbai,… …Lembah Hantu langsung melakukan pembunuhan. Ini terlalu ganas! Adik ke-5, malam itu, bukannya kau mabuk, dan kusuruh orang mengantarmu?

Apakah… …kau mengejar Ao Laizi untuk merebut Kunci Giok Biru miliknya? Apanya rebut? Kunci Giok Biru aslinya adalah milik Ikatan Lima Danau. Adik ke-2! Adik ke-5! Jangan bahas lagi. Intinya, Ao Laizi yang tidak mampu melindungi Kunci Giok Biru. Jika waktu itu dia menyerahkan Kunci Giok Biru pada kita,… …juga tak akan berakhir seperti ini.

Bagaimanapun,… …aku merasa kita mencelakainya. Salah kita. Selain itu, saat Adik ke-3 Lu sekarat, dia serahkan… …Kunci Giok Biru pada Ao Laizi. Kita seharusnya menuruti keinginan terakhirnya. Orang meninggal yang paling dihormati. Bagaimana bisa memaksanya? Memangnya kenapa jika merebutnya? Dunia silat awalnya adalah tempat di mana kuat memangsa yang lemah. Kakak ke-3 mati begitu saja.

Sudah pasti kita, saudaranya, harus mengambil alih pusaka dan muridnya. Apa hubungannya dengan Ao Lai sebagai orang luar? Tak mampu tapi masih mau mengurus masalah Ikatan Lima Danau. Adik ke-5! Berdasarkan katamu,… …kau boleh membuat kerusuhan di Sekte Gunung Tai? Memaksa orang keluar untuk meminta bantuan! Membuat Ao Laizi mati di tempat asing!

Bagaimana orang-orang dunia silat memandang Ikatan Lima Danau? Dia bukan dibunuh olehku. Kita balas dendam untuknya saja. Guru, orang di Taman Kedamaian itu,… …semuanya mengabaikan kita, Sekte Gunung Hua. Aku… Bocah yang tak tahu apa-apa. Apa gunanya kau mengatakan ini? Cepat beri tahu orang sekte,… …kelak tak boleh ikut serta dalam masalah seperti ini.

Cepat laporkan padaku. Perkumpulan ikatan terbesar dan geng terbesar di dunia… …kau juga ingin ikut serta? Kau tak mau nyawa lagi! Guru, untuk apa membangun martabat orang lain,… …tapi meremehkan kemampuan sendiri? Mengingat Sekte Pedang Wuyue tahun itu… Masih ada Sekte Pedang Wuyue apa lagi? Kini, Ao Laozi sudah tiada.

Sekte Gunung Tai juga sudah lenyap. Aku hanya seorang diri. Meski memiliki kemampuan hebat,… …apakah aku bisa mempertahankan reputasi Sekte Pedang Wuyue? Saya tahu kesalahanku. Sudahlah. Masih belum ada kabar Tianjie? Belum. Guru! Apakah Tianjie sudah ada kabar? Tidak ada. Senior dari Sekte Gunung Tai mencari Anda. Katanya… Mereka bilang apa?

Katanya, mungkin ada rahasia di balik kematian Guru Ao Laizi. Mereka bilang, itu perbuatan Ikatan Lima Danau. Guru, bagaimana dengan kita? Bilang aku tidak ada. Bagaimana aku memberi tahu pada mereka? Bilang aku keluar. Bilang aku sakit. Bilang aku mati! Aku tak peduli kau bilang apa. Intinya, tak bertemu! Baik. Cepat pergi! Kau juga pergi!

Baik. Han Ying? Kini, Kota Yueyang sedang mengalami masa-masa sulit. Kejadian Taman Kedamaian kemarin,… …jika intel yang diutus Tianchuang bukan orang dekat kita,… …saat ini, Anda pasti sudah terekspos. Bagaimana dengan luka Anda? Aku sudah bertahun-tahun menyamar dan bersembunyi di kerajaan. Kini, sudah terlalu lama. Jika masih harus hidup dalam ketakutan, untuk apa aku keluar?

Ketua, Tujuh Paku Penyiksa dibuat oleh Anda. Apakah sungguh tak ada solusi? Lembah Tabib Hebat, Lembah Dukun, Xiyu. Dunia luas, pasti akan ada solusi. Bagaimana jika aku temani Anda… Cukup. Ketuamu jauh dari malapetaka. Tuhan tak akan membiarkanku mati begitu aja. Han Ying. Sejak kapan kau percaya pada dewa dan Buddha? Dulu tak ada keinginan.

Jadi, tidak percaya. Kini, ada keinginan. Jadi, terpaksa percaya. Jalan yang kupimpin ini… …ditakdirkan tak mendapat perhatian dewa dan Buddha. Ketua, bagi kami, jalan ini atau jalan buntu,… …asal bisa hidup lebih lama, itu adalah keberuntungan. Untungnya kau menjagaku tadi malam. Han Ying, semakin sering kita berinteraksi… …kau akan semakin dalam bahaya.

Bersembunyilah dengan baik di Tianchuang. Dalam hal apa pun, ingat utamakan keselamatan. Aku pergi dulu. Ketua! Jika Anda punya masalah apa pun,… …asalkan Ying’er bisa membantu, mati pun aku tidak menyesal. Ini… Aku sudah minta orang antar dua Kunci Giok Biru ke Jinzhou. Ketua, kenapa ada satu lagi di sini? Dua? Benar.

Bawahanku menemukan dua buah yang sama persis… …di tubuh Rubah Bercakar Lima. Sangat aneh. Tidak mengherankan. Tak hanya ini. Di dunia silat, seharusnya masih banyak barang tiruan. Lima Kunci Giok Biru di lukisan Raja bervariasi. Kenapa bisa ada dua Kunci Giok Biru yang sama persis? Ternyata barang tiruan. Lao Wen melakukan hal yang merugikan ini.

Sebenarnya untuk apa? Siapa yang menirukannya? Aku akan menghukumnya! Han Ying. Persaingan di sekitar Kunci Giok Biru, hanya akan memburuk. Ketika kau menangani urusan, jangan terlalu mendalam. Jangan sampai terlibat. Ketua, jika perlu, Ying’er bersedia memikirkan segala cara,… …mendapatkan dua Kunci Giok Biru yang hilang itu. Tak boleh. Ini adalah pelanggaran.

Saat awal datang ke Tianchuang, Ying’er pernah bersumpah… …setia pada Ketua selamanya, bukan Raja Jin. Kini, aku adalah orang yang akan segera mati. Untuk apa menginginkan barang pembawa sial ini? Kau hanya perlu mengingat perkataanku. Hidup dengan baik adalah kesetiaan terbesar terhadapku. Sebanyak 81 orang yang mendirikan Tianchuang bersamaku sudah tewas.

Aku tak ingin mendengar kata “Ketua” lagi. Namun,… …meskipun semua saudaramu telah tiada, masih ada… Cukup. Mungkin hari terakhirku sudah mendekat. Beberapa hari ini, akan sering berpikir,… …jika sungguh ada dewa, Buddha, reinkarnasi, serta karma,… …tanganku yang penuh dengan darah ini,… …bukankah harus digoreng selama ribuan tahun di panci minyak?

Tetua Huang, kali ini kita rugi besar. Menurutmu, bajingan mana yang melakukannya? Membuat Kunci Giok Biru yang palsu, dan mempermainkan kita. Istriku, berhenti berbicara. Siapa yang tidak marah? Gao Chong ingin menikahi putrinya dengan Zhang Chengling. Pergilah. Gao Chong ini kejam. Dari saudara hingga putri dan murid. Dia bisa menjadikan mereka sebagai pion. Apa maksudnya?

Dia ingin menikahkan… …putrinya sendiri dengan bajingan yang bermarga Zhang itu. Ini benar-benar mengorbankan putrinya demi tujuan tertentu. Jika bisa mendapatkan bajingan yang bermarga Zhang itu,… …maka bagaimanapun, dia tak akan rugi. Pendekar Cengeng. Kak Xiang. Bocah bodoh, ada makanan enak. Kakak melihat kau berlatih terlalu keras, jadi, membelikanmu kacang,… …sekalian menutrisi tubuhmu.

Aku tak apa-apa, Kak Xiang. Aku tak makan, terima kasih. Kenapa? Ini adalah kacang Wolong yang dibelikan Kak Cao untukku. Sangat enak, paling terkenal di kota. Kau tahu tidak? Antriannya sangat panjang. Rasanya sangat enak. Cepat coba! Kau kenapa? Kau kenapa? Siapa yang menindasmu? Beri tahu aku. Aku akan mematahkan kakinya!

Pendekar Cengeng yang tak berguna, jangan menangis lagi. Ketika tak memintamu bicara, kau sangat tegas. Saat harus berbicara, malah tak berbicara. Tak masalah. Kau tak bisa melawan mereka, bukankah bisa melapor? Ayo, laporkan mereka. Kak Xiang. Kenapa mereka sangat membenciku? Mereka bilang… Bocah bodoh, jika kau melapor, Gao Chong pasti… Nona Xiang. Kalian saling kenal?

Benar, Kak Xiaolian. Kau tak tahu? Kita sudah lama kenal. Ada urusan apa Kak Gao kemari? Apa yang terjadi padamu? Ditindas siapa? Keterlaluan. Kak Gao, tak ada yang menindasku. Aku bertanding dengan anggota sekte. Kemampuanku tak sehebat orang lain, tak berani mengeluh. Bertanding apa? Kau baru berapa lama datang? Belum menguasai ilmu bela diri.

Aku datang pada waktu yang tak tepat. Kalian ingin bahas hal pribadi, ‘kan? Aku pergi dulu. Ini diberikan Nona Xiang untukmu, ‘kan? Itu adalah kacang Wolong. Jika Kakak suka, ambillah. Nona Xiang sangat baik padamu. Kacang Wolong ini, terkenal di Kota Yueyang. Sangat sulit didapatkan. Awalnya, aku takut kau tak terbiasa dengan makanan sini.

Jadi, khusus mencari orang untuk belajar membuat… …kue osmanthus khas Yueyang ini. Karena menurutku, ini adalah khas kampung halamanmu. Terima kasih, Kak Gao. Aku paham dengan niat baik Kakak. Terima kasih atas pemberian Kakak, tapi ambillah kembali. Chengling. Ayah yang menyuruhku untuk lebih memerhatikanmu. Terima kasih atas perhatian kalian. Kalian telah berniat. Chengling.

Hari ini, kenapa kau memanggilku Kak Gao? Kenapa begitu asing? Biasanya, bukankah kau memanggilku… Seperti kata Kak Gao, sebelumnya kita hubungan kakak adik. Tak ada dendam dalam hatiku. Meskipun muda, tapi aku bukan boneka yang bisa diatur orang. Pemimpin Gao mengatur pernikahanku secara diam-diam. Aku tak tahu apa pun. Aku bernasib buruk.

Takutnya tak bisa menikmati. Adik Chengling. Kak Gao, tak perlu mengatakannya lagi. Aku sadar diri. Jika aku menyetujui pernikahan ini,… …sama saja dengan memanfaatkanmu, dibicarakan orang lain. Ini membuatku terlihat sangat hina. Kau kenapa? Dia baik terhadapmu, apakah salah? Aku tahu Kak Xiaolian baik terhadapku. Aku hanya… Sudahlah. Jangan begini lagi, Pendekar Cengeng. Kak Xiang.

Di mana Guru dan Paman Wen? Tidak tahu. Untuk apa kau mencari mereka? Kenapa? Tak bahagia tinggal di sini? Aku bukan tinggal di sini. Aku ditahan di sini. Bunga mekar sepanjang tahun,… …mengetahui segala hal di dunia. Master. Ada pergerakan apa? Ada sebuah masalah besar. Gao Chong ingin menikahkan putrinya dengan Zhang Chengling.

Dia telah membuat pengorbanan besar. Benar. Awalnya, Gao Xiaolian… …dan murid pertama Sekte Yueyang, Deng Kuan adalah pasangan. Meskipun belum dijodohkan, tapi orang-orang telah setuju. Begitu keputusan Gao Chong keluar, banyak yang mendiskusikannya. Oh ya, Deng Kuan itu orang yang bertahan di permainan pemakaman. Beberapa hari lalu, dia baru pulang ke Sekte Yueyang.

Entah siapa yang melukainya, dia koma hingga sekarang. Entah siapa yang melukainya? Waktu permainan pemakaman itu, hamba di lokasi. Deng Kuan hanya terkena luka luar. Seharusnya sudah sembuh. Tak mungkin bisa koma hingga sekarang. Apakah pembuangan mayat di teater dilakukan oleh Hantu Kematian? Kau dan Hantu Duka tahu berapa banyak? Tak banyak. Adakah yang salah?

Apa yang dikatakan Zhang Chengling? Dia menikahi putri tunggal Gao Chong, termasuk naik pangkat. Bocah itu biasanya terlihat sangat bodoh. Namun masalah ini, dia mengetahuinya dengan jelas. Gao Xiaolian terus menunjukkan niat baik kepadanya. Dia bahkan tidak basa-basi. Namun, aku merasa Gao Chong itu melakukannya dengan terlalu jelas. Bukankah dia ini sama saja dengan menahan…

…Chengling di dalam Sekte Yueyang? Di sana, dijaga dengan sangat ketat. Dia tak bisa keluar. Orang lain juga tak bisa masuk. Master. Chengling bertanya apa kau punya solusi untuk mengeluarkannya? Dia sangat merindukan kalian. Kenapa? Tak apa-apa. Aku hanya merasa dia agak kasihan. Rencanaku,… …kau juga berani mengaturnya? Hamba tak berani.

Lama menyamar sebagai manusia, sudah lupa siapa dirimu? Jangan lupa kau adalah Hantu Ungu Kejam. Dunia manusia dan hantu berbeda. Kau mengasihaninya. Siapa yang mengasihanimu? Gao Chong mengawasi Zhang Chengling dengan ketat. Pasti ada maksudnya. Kau awasi dia. Begitu ada gerakan yang aneh, langsung laporkan padaku. A-Xiang. Apakah kau merasa aku gila?

Kau tak takut suatu hari aku gila dan membunuhmu juga? Meski kau gila, aku tetap mengikutimu. Jika kau membunuhku, sebagai hantu, aku juga mengikutimu. Baik. Karena begitu,… …aku akan gila sampai akhir. Rapat Besar Pahlawan segera diadakan. Semuanya harus semangat. Tak boleh lalai. Baik! Kakak, jangan terlalu khawatir. Akhir-akhir ini cukup damai.

Seharusnya tak akan ada masalah. Adik ke-5, kau tidak paham. Dunia silat terlihat damai. Sebenarnya, pembunuhan di mana-mana. Tak separah itu. Hari ini, pahlawan dunia berkumpul di Kota Yueyang. Mungkin Lembah Hantu tak berani membuat masalah lagi. Pikiran manusia tak dapat ditebak. Ikatan Lima Danau cenderung diserang.

Yang ingin melihat kita jatuh tak hanya Lembah Hantu. Ayah, Paman Shen. Aku melihat Ayah dan Paman terus gelisah. Khusus merebus sup biji teratai untuk menenangkan pikiran. Anak baik. Kakak, anak perempuan paling baik. Ayah dan Paman tak makan. Nanti antarkan untuk Chengling. Ayah, aku… …tak ingin begitu lagi. Bagaimana? Ayah.

Kenapa Anda tak bertanya padaku,… …langsung mau menikahkanku dengannya? Dia masih anak kecil. Anak kecil akan tumbuh besar. Pernikahan kalian ditetapkan dulu. Setelah beberapa tahun, baru menikah. Namun, dia tak menyukaiku. Pernikahan anak sudah pasti ditentukan oleh orang tua. Seorang anak perempuan datang ke hadapan Ayah… …untuk mengatakan hal ini, apakah tidak tahu malu? Kakak.

Anda jangan marah dulu. Dengarkan dia selesai berbicara. Ayah, Anda juga tahu aku punya harga diri. Aku menuruti perintahmu. Menunjukkan niat baik terhadap Adik Chengling. Namun, ditolak olehnya lagi dan lagi. Aku bertanya pada diri sendiri. Tak pernah bersalah pada Adik Chengling. Aku tak paham kenapa Anda harus begini terhadapku.

Lebih tak paham kenapa Chengling harus begini terhadapku. Sudahlah. Tak perlu antar jika tak mau. Nanti, kusuruh orang mengantarkannya. Pulanglah dulu. Ayah! Pulanglah! Hari ini, suasana hatiku baik. Ingin mendengar lagu, boleh tidak? Boleh. Kenapa tidak? Apa pun yang kau katakan, boleh. Aku hanya membayar. Nona, kemari sebentar. Nyanyikan sebuah lagu untukku. Dengar apa baiknya?

Kalian berasal dari sanggar musik mana? Kami berasal dari Sanggar Musik Qingyu. Sanggar Musik Qingyu? Tempat bagus. “Pertemuan Bahagia”, bisa tidak? Bisa. Nenek, setel kecapinya. “Pertemuan Bahagia”? A-Xiang memesan lagu ini, apakah sedang mengirim maksud dengan lagu? Kak Qianqiao, Ketua Lembah memanggil. Kalian… …sangat hebat. Aku mengizinkan 3.000 hantu… …mengingkari sumpah dan keluar dari lembah,… …adalah untuk menangkap Hantu Gantung itu,… …merebut kembali Kunci Giok Biru yang dicurinya. Kini, sehelai rambut Hantu Gantung pun kalian tak menemukannya. Malah melakukan banyak hal yang kacau. Kalian mengurus tiga pemakaman, melenyapkan penerus Sekte Danyang,…

…menghancurkan Sekte Danau Jing, membunuh Pengelola Gunung Tai,… …juga membuang mayat untuk memprovokasi Ikatan Lima Danau. Hanya tiga bulan, kedamaian antara Lembah Hantu dan Ikatan Lima Danau… …yang sudah dipertahankan selama 20 tahun langsung hancur. Sangat bagus. Ketua Lembah, maafkan dosa kami. Dosa? Kalian mengira aku sedang menyindir? Aku memuji kalian.

Meskipun selama tiga bulan tak melakukan urusan apa pun,… …tapi kita adalah hantu kejam. Sebagai hantu kejam, mengacaukan dunia manusia adalah tugas kita. Ada dosa apa? Kalian melakukannya dengan bagus! Aku masih harus memberi penghargaan. Berdiri. Kubilang,… …semuanya berdiri! Mari. Evaluasi! Hantu Duka. Apakah berapa pemakaman ini menyenangkan? Ide yang kuberikan lumayan, ‘kan?

Melihat sekelompok orang yang munafik ini membuka topengnya… …dan saling membunuh seperti anjing gila. Bukankah lebih menyenangkan daripada membunuh mereka? Ketua Lembah bijaksana. Sekte Danyang menyembunyikan kejahatan. Kontribusi Lu Taichong tak boleh diabaikan. Tak masalah kau bunuh semua murid langsung Sekte Danyang,… …tapi membuat Lu Taichong marah besar. Awalnya, aku ingin memberinya pelajaran secara perlahan.

Gagal. Ini termasuk kesalahanmu. Aku tidak menghadiahimu, juga tidak menghukummu. Apa kau terima? Terima. Baik. Mari kita bicarakan pencapaian kedua. Sekte Danau Jing hancur dalam satu malam. Sangat bagus! Siapa yang melakukan hal baik ini? Tidak di sini? Maka hanya ada Hantu Lidah Panjang. Hantu Kematian, di mana bawahanmu? Melapor pada Ketua Lembah.

Sejak keluar dari lembah,… …Hantu Lidang Panjang tak pernah menuruti perintah saya. Menurut saya, Hantu Lidah Panjang telah berkhianat. Mengenai masalah Sekte Danau Jing dihancurkan,… …seharusnya adalah perbuatan Hantu Lidah Panjang. Saya tak mampu mengendalikan bawahan. Tolong beri saya hukuman atas ketidakmampuan saya. Hantu Lidah Panjang menolak untuk diatur olehmu? Itu juga bukan apa-apa.

Peraturan Lembah Hantu selalu yang kuat memangsa yang lemah. Yang hebat menjadi pemimpin. Jika dia mampu membunuhmu,… …aku akan menunjuknya sebagai Pemimpin Sepuluh Hantu Kejam. Jika kalian mampu membunuhku, sebagai hantu pun, aku memuji kalian. Saya tak berani. Tak berani? Lucu. Seluruh hantu kejam Gunung Qingya, satu tahun, 365 hari,… …kapan pernah melupakan soal membunuh?

Jika hari ini, aku terluka di sini,… …kalian berani bilang tak akan membunuh dan menggantikanku? Benar tidak, Hantu Kematian Putih? Saya tak berani! Saya tak berani! Ketua Lembah. Saya tak berani. Berdiri. Tak apa-apa. Jangan takut. Ketua Lembah. Ketua Lembah. Ketua Lembah, ampunilah dia! Hantu Kematian, dia adalah bawahanmu. Apakah kau merasa dia seharusnya mati?

Dia tidak seharusnya mati! Ketua Lembah, jangan marah. Kini, Lembah Hantu memerlukan orang. Berharap Ketua Lembah… Benar katamu. Lembah Hantu sedang memerlukan orang. Di dunia silat, begitu banyak orang licik, bajingan, sampah, dan penjahat. Aku juga ingin menggunakan mereka. Namun, aku adalah Ketua Lembah Hantu. Hanya hantu baru bisa digunakan olehku. Bukankah,… …Hantu Kematian Hitam?

Benar kata Ketua Lembah. Hantu Kematian Hitam. Aku mengirim saudara baikmu menjadi hantu tanpa sebab. Apa kau membenciku? Ketua Lembah membunuh dengan baik. Membosankan. Mari. Kita bicarakan pencapaianmu untuk sementara. Hantu Kematian. Rencana membuang mayat di Kota Yueyang,… …kau yang memikirkannya? Benar. Ada orang lain yang membantu? Saya juga mengatur orang bawah untuk mengurusnya.

Bagaimana situasi spesifiknya, aku juga tidak terlalu jelas. Seharusnya tak ada orang luar yang membantu. Kau mengutus siapa untuk melakukan hal ini? Hantu Kematian Putih. Bagus. Hantu Kematian, kau merencanakan dengan sangat bagus. Hantu Kematian Putih bekerja dengan buruk, hukuman mati pun tak cukup. Ketua Lembah menggantikan saya menghukumnya. Baguslah sudah membunuhnya. Baguslah sudah membunuhnya.

Kalau begitu, Pengelola Sekte Gunung Tai dibunuh oleh siapa? Hantu Bahagia. Ada jejakmu di wajahnya. Ketua Lembah. Bukan aku. Ada yang menjebakku. Jika aku yang melakukannya, aku pasti akan mengakuinya. Apakah sangat lucu? Ketua Lembah, ini penyakit kronis. Ada yang salah dengan napasku. Jika tidak tertawa, tak bisa berbicara. Ketua Lembah, ampun. Memang sangat lucu.

Melihat kalian yang ketakutan, tentu lucu. Namun, hanya lucu sesaat. Harus mencari hiburan lain. Dua hari lagi, adalah rapat besar sekelompok orang rendahan itu. Mari. Kalian bebas berpendapat. Kita harus memikirkan cara yang rumit, menghancurkan reputasi… …tiga orang tak berguna Ikatan Lima Danau yang masih hidup itu… …hingga tak bisa melawan. Itu baru lucu.

♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪

♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪