INDOSUB [Word of Honor] EP05 | Genre Wuxia | Zhang Zhehan/Gong Jun/Zhou Ye/Ma Wenyuan | YOUKU
♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪
♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪
♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 5= Guru. Awan tersebar, giok biru pecah. Yang marga Shen, tunggu saja. Akan banyak yang datang merebut Kunci Giok Biru. Kalian berdua, kemari. Pengelola Shen.
Dua murid ini sudah pindah ke Sekte Gunung Tai. Kau punya urusan apa, bisa katakan langsung padaku. Ao Laizi. Kau tak mau menyerahkan murid Kakak ke-3 Lu,… …apa tujuanmu? Pengelola Shen salah. Sebelum Pengelola Lu meninggal,… …dia menyerahkan dua murid ini padaku. Kalian Ikatan Lima Danau terlalu menindas orang. Arogan dan tak punya aturan.
Aku hargai kau sebagai pengelola sekte,… …selalu sopan padamu. Kusarankan kau jangan cari masalah. Guru Shen, sebelum meninggal, Guruku memang berpesan agar kami mengikuti Senior Ao Laozi. Mengingat hubungan baik kita, mohon hargai pesan Beliau. Jangan memaksa. Durhaka! Gurumu sakit sampai pikun. Jika kau masuk ke Sekte Gunung Tai,… …Sekte Danyang tak ada keturunan lagi.
Kalian adalah pengkhianat Sekte Danyang. Mohon jangan persulit dua anak ini. Sebenarnya kau mau orang atau benda? Langsung katakan saja. Aku mau keduanya, bagaimana? Kau bisa menahanku? Adik ke-5. Guru. Guru, Anda baik-baik saja? Adik ke-5, kenapa ada di sini? Kenapa kau dan Saudara Ao Laizi… Qing Hua, ini adalah Pendekar Shen.
Guru tak terluka, tenang saja. Adik ke-5, kau terluka. Kakak ke-2, tadi aku kebetulan melihat… …pasangan iblis tua Tao Hong dan Lv Liu… …ingin menyerang Saudara Ao Laizi. Aku membantu dan mengusir mereka. Kau datang tepat waktu. Saudara lelah di perjalanan. Dia mengantar dua murid dari Sekte Danyang kemari. Kita harus berterima kasih padanya.
Saudara sungguh mulia. Tao Hong dan Lv Liu berani mengganggu Sekte Gunung Tai. Tenang saja. Kelak Ikatan Lima Danau pasti akan memberi mereka pelajaran. Hari ini Anda lelah di perjalanan. Silakan beristirahat di Desa Sanbai. Istirahat dulu baru bicarakan lagi, bagaimana? Pendekar Zhao, jika aku tak bersedia? Jika Saudara tak mau menginap,…
…maka sudah pasti karena sifatku kurang baik. Jadi, tak bisa mengajak Anda. Kelak kita bertemu lagi. Hari ini, saya tak menghalangi perjalanan Saudara. Kakak ke-2. Adik ke-5, Saudara dikenal baik dan terhormat. Jangan memperkeruh hubungan di depan banyak orang. Jika Saudara tak menghargai, aku hanya bisa mengantar Anda. Hati-hati di jalan.
Hanya saja dua penerus Sekte Danyang… Kami turuti kata Guru, bersedia ikut Pengelola Ao Laozi. Kalau begitu, merepotkan Saudara menjaga mereka. Kalian berdua harus lebih pengertian dan lincah,… …jangan permalukan orang Ikatan Lima Danau. Saudara. Bukankah ini mendatangkan malapetaka pada diri sendiri? Hanya Tao Hong dan Lv Liu saja sudah membuatmu seperti ini.
Kau yakin mau bergerak sendiri? Keduanya punya niat tersendiri. Terima kasih bantuan Pendekar Shen. Semuanya, sampai bertemu lagi. Para murid, ayo pergi. Mari, Chengling. Temui Paman ke-5. Paman ke-5. Kakak ke-2. Ini adalah Chengling? Benar. Dua Pendekar ini yang mengantar Chengling ke Desa Sanbai. Tadi aku sudah tak sopan. Masih belum menanyakan nama kedua Pendekar.
Orang biasa, tak perlu dibahas. Hanya membantu orang lain. Hal ini sudah kulakukan, aku… Namanya Zhou Xu, aku Wen Kexing. Pendekar Zhao, Pendekar Shen. Dalam perjalanan kami mengantar Chengling… …bisa dibilang tidak mudah dan penuh kesulitan. Wangi bunga, dupa dan wanita cantik, membuat orang terpana. Suara air, musik dan suara burung, membuat orang tersentuh. Pendekar Zhao sungguh sangat elegan. Aku bersulang pada Pendekar Zhao. Tak sangka begitu pandai bersastra. Mari, mari, minum. Pendekar Zhou dan Wen. Shen Shen juga bersulang pada kalian. Terima kasih kalian sudah mengantar Chengling.
Semua Ikatan Lima Danau berterima kasih. Belum sempat kuperkenalkan. Ini adalah adik ke-5, Shen Shen. Pengelola Sekte Gunung Dagu. Ternyata Pengelola Shen. Lama mendengar namamu. Memang lebih baik langsung bertemu. Begitu bertemu, wibawanya lebih hebat dari rumor. Sungguh terhormat. Kedua pendekar, kami pamit sebentar. Semuanya. Terima kasih sudah datang untuk Ikatan Lima Danau.
Marga Zhao ini sungguh bisa menikmati hidup. Keponakanku Zhang Chengling baru kembali. Aku merasa sangat senang. A-Xu, udang ini lumayan. Mari, cobalah. Data di Tianchuang hanya tertulis, Zhao Jing, Pendekar Sanbai,… …menikah dengan putri tunggal mantan Kepala Pengawas Zhe Xi… …dan sangat kaya. Namun, tak kusangka sampai begitu kaya.
Pantas saja dijuluki Sai Mengchang. [*Suka menarik banyak pendekar] Guru. Mari, istirahat dulu. Senior. Guru! Guru! Baik-baik saja? Tak apa, tak apa. Ikatan Lima Danau adalah sekte terkenal. Meski Shen Shen terus memaksa kita,… …tapi kita tak salah. Dia tak akan berani membunuh kita secara terbuka, ‘kan? Nak, apanya yang tak berani bunuh secara terbuka?
Di belakang, meski Shen Shen tak bertindak. Kau tak dengar perkataan Tao Hong dan Lv Liu? Jika Kunci Giok Biru terbongkar, dunia tak akan bisa tenang. Masalah ini muncul, dunia persilatan akan bergerak. Kesalahan satu orang, seluruh keluarga akan mati. Hidup mati pun mementingkan janji. Ini memang tanggung jawabku. Aku sendiri tidaklah penting.
Nak, kalian harus hidup dengan baik. Kalian harus meneruskan Sekte Gunung Tai dan Danyang. Ada kalian, anak-anak yang membawa kebanggaan,… …aku dan Pengelola Lu akan mati dengan tenang. Guru, jangan berkata begitu. -Guru. -Senior. Siapa? Tolong! Tolong! Tolong! Anak-anak, hati-hati. Tolong! Tolong! Tolong! Tolong aku! Mundur. Tolong! Tolong! Pendekar, tolong aku. Kau orang Desa Pedang Duan. Ada… Ada hantu wanita mengejarku. -Hantu wanita? -Ada hantu wanita mengejarku. Hantu wanita apa? Orang yang mencelakai orang, suatu hari akan dicelakai juga. Dalam Catatan Kebencian dan Percintaan… …sudah tertulis nama pengkhianat sepertimu. Mu Yunge. Kematianmu telah tiba. Ayo. Iblis dari mana?
Cepat tunjukkan diri. Di depan percintaan, orang tua sepertimu… …tak punya hubungan apa pun, untuk apa ikut campur? Yang masih mau hidup, cepat pergi! Pemilik Buku Percintaan, Hantu Duka. Luo Fumeng, Qing Bai. Hadir. Bawa Adik Seperguruan pergi. Cepat, pergi! -Guru hati-hati! -Senior! -Guru! -Senior! Kalau begitu, kita kembali dulu. Tak bisa, tak bisa.
Kau harus tinggal. Tinggal dan belajar hal-hal seperti ini. Adik ke-5, dia masih anak-anak. Siapa yang tak minum arak dari kecil? Mari. Paman Shen, aku tak bisa minum arak. Harus minum. Adik ke-5. Ayahmu sangat kuat minum. Kenapa punya anak sepertimu? Huairen, antar gurumu kembali. Baik. Kakak ke-2. Guru, ayo, kita kembali ke kamar.
Aku tak mabuk. Guru, kita kembali dulu. Kau yang ajari Chengling. Dia mabuk akan seperti itu. Ayo, kuantar kau kembali. Mandi dan tidurlah. Pendekar Zhao. Tadi Tuan Muda itu sungguh berbakat. Itu adalah murid kesayangan kakak pertamaku, Huairen. Kak Zhao. Ini adalah Pengelola Sekte Gunung Hua yang terkenal. Yu Qiufeng. (Yu Qiufeng) Itu adalah putranya, Yu Tianjie. (Yu Tianjie) Pendekar muda. Ini adalah teman baruku, Wen Kexing, Pendekar Wen. Hormat pada Pendekar Wen. Ternyata Pengelola Yu dan Tuan Muda. Senang bisa bertemu. Memang lebih baik langsung bertemu.
Begitu bertemu, wibawanya lebih hebat dari rumor. Pendekar, mau ganti baju? Abaikan saja aku. Aku mau cari tempat untuk muntah. Persaingan dalam Ikatan Lima Danau, sungguh tak terlihat. Apa yang ingin dilakukan Yu Tianjie? Begitu ramai. Jika tak melakukan hal jahat,… …tak perlu takut diganggu di malam hari. Ikatan Lima Danau, kalian banyak lakukan kejahatan. Hantu datang menyapa. (Aula Giok) Tolong! Tolong!
Tolong! Tolong! Apa yang terjadi? Tenang dulu, jangan panik. Apa yang terjadi? Apa yang terjadi? Di pintu gerbang, terjadi masalah besar. Ketua, lihat! Ketua. Kak Ao Lai! Saudara Ao Laizi. Kakak! Kakak! Kakak! Kakak! Hantu kebahagiaan. Ini simbol Hantu Kebahagiaan. Lembah Hantu. Hantu Kebahagiaan dari Sepuluh Hantu Kejam. Awalnya Danau Jing lalu Danau Tai. Berulang-ulang membunuh. Sepertinya kali ini Lembah Hantu keluar… …untuk menghadapi Ikatan Lima Danau. Guru! Kakak. Chengling. Terjebak, kita terpancing kemari. Chengling. Chengling, kau baik-baik saja? Tuan Muda Zhang, kutanyakan padamu. Apakah orang tadi dari Lembah Hantu? Aku tak tahu. Kamu… Kamu tak tahu? Bagaimana penampilan orang tadi? Aku tak tahu, aku takut. Guru. Kamu… Kamu… Tenanglah. Dia mana tahu apa itu Lembah Hantu. Pendekar Yu. Tadi hanya beberapa pria yang memakai topeng hantu.
Mereka ingin menculik Tuan Muda Zhang saat kacau. Bela dirinya tak seberapa. Begitu aku keluar, mereka langsung lari. Memang dari Lembah Hantu. Kau bisa saja menganggapnya begitu. Hanya saja orang-orang ini sangat tak berguna. Sudah pasti Lembah Hantu tak bisa bersatu dengan kalian semua. Kehebatan para pendekar yang mengagumkan memang berbeda. Memang berbeda.
Pendekar Wen, kali ini kau menolong Chengling lagi. Aku sungguh tak tahu bagaimana berterima kasih. Siapa ini? Tuan Mu. Hantu. Hantu. Hantu. Benar, aku sudah jadi hantu. Satu jasad dua nyawa. Aku sedang mengandung anak kita yang belum lahir. Mati tergantung di bawah wilayah Desa Pedang Duan. Oh iya, Tuan Mu.
Apakah kau mau menemui anak kita yang belum lahir itu? Yan… Yanwan. Semua salahku. Semua salahku. Aku… Akan kubuatkan upacara pembebasan selama satu bulan. Kamu lepaskanlah aku. Tidak bisa. Kita sudah sepakat. Saat hidup kita akan bersama. Mati pun juga harus bersama. Sekarang aku sudah mati, kau harus menemani kami. Biarkan Pria Berengsek ini mati ketakutan. Kak Liu, kau sungguh hebat. Kelak, lihat apa dia masih berani melakukannya. Gadis Lugu, seumur hidup ini dia tak punya kesempatan lagi. Kehidupan berikutnya, harus terlahir jadi manusia dulu. Kak Liu, teknik penyamaranmu sungguh luar biasa. Bukan apa-apa. Kalau kalian mau belajar, aku bisa mengajari kalian.
Baik, baik, kami mau belajar. Kak Liu, kami mau. Namun, mudah dipelajari sulit dikuasai. Tak bisa tidur? Guru. Chengling. Kelak jangan panggil aku begitu. Aku sudah tepati janjiku. Membawamu dengan selamat ke Desa Sanbai. Jika kau ingin belajar bela diri, Zhao Jing, Gao Chong, Shen Shen,… …para pendekar ini bisa mengajarimu. Jodoh kita sampai di sini saja. Pria sejati, kelak tak boleh menangis. Aku tak menangis, aku adalah pria.
Pria mengeluarkan darah, bukan air mata. Tak boleh menangis. Pria sejati, jangan menangis. Aku tahu, aku tak menangis. Kau tak menangis, aku juga tak menangis. Kau terus bilang tak akan kesalahan. Kenapa Kunci Giok Biru sampai diculik? Aku ceroboh. Kali ini kita terjebak dan meninggalkan tempat penting. Kukira mereka ingin menculik Zhang Chengling. Namun, tak sangka. Mereka malah membuka ruang rahasiaku…
…dan datang untuk Kunci Giok Biru. Jadi, menurutmu… …siapa yang bisa merampok ruang rahasiamu? Pintu ruang rahasia dikunci dengan Gembok Langit. Orang luar tak akan tahu tempat penting di dalamnya. Tak ada yang bisa membukanya. Kalau begitu ada mata-mata di dalam,… …tapi bagaimana mereka bisa mengendalikan waktu sebagus itu? Maksudmu, desaku ada mata-mata?
Orang yang dikejar Yu Tianjie mencuri Kunci Giok Biru. Sebenarnya siapa orang menutupi wajah itu? Kakak ke-2, kenapa kau begitu ceroboh? Sekte Danyang tak ada penerus. Sekte Danau Jing dihabisi. Sekarang Sekte Gunung Tai juga tak bernyawa. Lembah Hantu sudah pasti datang untuk Kunci Giok Biru. Sekarang dari lima sudah terbunuh tiga.
Ternyata Kunci Giok Biru ada lima potong. Sepertinya disimpan oleh setiap saudara Ikatan Lima Danau. Dua puluh tahun. Apa yang kau lakukan dalam 20 tahun ini, Kakak ke-2? Kehidupan mewah sudah membuatmu lemah. Satu malam ini, ada yang mengganggu dan mencuri. Pertahananmu di Desa Sanbai tak ada bedanya dengan restoran. Kakak pertama benar.
Kau kira orang-orang ini… …sungguh mengagumimu, Si Pendekar Sanbai? Semuanya hanya suka kemewahan saja. Sekte Danau Tai yang bagus, sudah kau kelola jadi seperti apa. Reputasi Ikatan Lima Danau, dihasilkan dari berapa banyak nyawa. Berkat kamu, sekarang jadi diinjak-injak. Benar. Kau benar. Orang luar berkata, betapa hebatnya Ikatan Lima Danau.
Aku Pendekar Sanbai hidup dengan terhormat. Sebenarnya aku hanya punya uang. Aku memalukan Ikatan Lima Danau. Sebenarnya aku tak mau apa pun. Aku hanya ingin Keluarga Zhang hidup dengan baik. Lima bersaudara hidup baik-baik. Kak Rong baik-baik saja sudah cukup. Jika tahu begini, untuk apa kita dirikan Gudang Ilmu Bela Diri?
Untuk apa Kunci Giok Biru? Adik ke-5, kau masih punya satu potong Kunci Giok Biru. Kau keluarkan. Kita hancurkan dia. Kunci Giok Biru tak boleh kurang satu. Hancurkan ia,… …maka tak akan ada yang bisa buka gudang itu. Dunia akan tentram. Apakah kau ini sudah pikun, Kakak ke-2? Sudah berapa…
…saudara kita yang berkorban demi rahasia Gudang ILmu Bela Diri. Jika kau hancurkan Kunci Giok Biru, bukankah mereka jadi mati sia-sia? -Siapa? -Siapa? Teknik pengintai siapa yang bisa mengelabuiku? Siapa yang bersembunyi? ♪Kota dipenuhi pohon willow, tapi tak ada kuncup bunga♪ Turunlah. ♪Pintu hati tertutup rapat, pulang tanpa suara kaki kuda♪
Terima kasih A-Xu membantuku menahan mereka. A-Xu biasanya begitu menindasku. Tak sangka pada orang lain,… …kau tetap bisa bedakan siapa yang lebih dekat. Saudara Wen tak jadi tamu yang dihormati, malah jadi pencuri. Apa tujuanmu? Bukankah kau sama denganku? Aku tahu, aku tahu. Meski kita tak mengatakannya, dalam hati tahu dengan jelas.
Air di sekitar Ikatan Lima Danau ini begitu dalam. Chengling kita begitu lugu. Jadi, harus menyelidiki Kunci Giok Biru dengan jelas,… …dan apa hubungannya. Jika tidak, para ‘harimau’ itu cepat lambat akan menelannya. Lihatlah. Bukankah malam ini sudah begitu? Aku melihat Yu Tianheng mengejar orang yang menutup muka.
Orang ini pasti mata-mata yang dibilang Zhao Jing. Dalam perjalanan kemari aku melihat ada bekas pertarungan. Lalu, menghilang di sekitar sini. Hati-hati! Benang Pengikat Roh. Kali ini sungguh Hantu Gantung. Kalau begitu Hantu Gantung yang dibunuh A-Xiang itu palsu? Dia terkenal selama hampir 30 tahun. Jika dibunuh oleh gadis tengik, maka orang yang mati karenanya…
…pasti tak bisa diam di peti mati. A-Xu. Pagi tak membicarakan orang, malam tak membicarakan hantu. Kenapa kau tak punya pantangan? Aku sudah tahu. Kau adalah pria muda yang tak takut hantu, ‘kan? A-Xu, apakah kau takut darah? Hanya benci. Kau pembunuh yang begitu hebat, malah takut darah? Membuatku tertawa, konyol sekali. Jangan marah.
Kubersihkan untukmu. Begini lebih nyaman. Hanya melihat keuntungan, tak peduli akibatnya. Kau mau bertaruh denganku? Kita tebak siapa yang tergantung di atas sana. Tak boleh curang. Membosankan. Kau tak tebak maka kuanggap kau menyerah. Kalau begitu kutebak. Kutebak dia adalah anak Pengelola Sekte Gunung Hua. Yu Tianjie. Tepat. Babak pertama, aku menang.
A-Xu, mau ke mana? Tengah malam begini, tunggu aku. Hari ini di Desa Sanbai, sungguh banyak orang, sangat ramai. A-Xu, sampai di babak kedua. Kau tebak siapa orang ini. Menjauh dariku. Aku tahu menebaknya itu sulit. Lebih baik kau tebak, siapa yang membunuhnya. Song Huairen. Murid yang diutus Gao Chong ke Desa Sanbai.
Ternyata dia adalah mata-mata. Kau tak menebak siapa yang membunuhnya. Yu Tianjie. Aku lihat mereka berkelahi. Teknik Tiga Pedang Qingfeng. Salah, pedang bukan luka yang membunuh. Luka inilah yang membunuh. Namun, ini dilukai oleh senjata apa? Luka ini terlihat seperti dilukai pengait. Namun, bela diri ini tak pernah ada dalam ingatanku. A-Xu.
Apakah kau mendengar suara tawa burung hantu? Katanya, jangan takut suara burung hantu,… …takutlah pada tawaan burung hantu. Begitu ia tertawa, maka akan ada yang mati. Malam ini memang banyak yang mati. Masih tak cukup banyak. Kudengar, dulu ada seorang anak mendengar suara tawa burung hantu. Setelah itu, ada belasan orang yang mati di desanya.
Semua manusia adalah ‘mangsa’. Lalu, siapakah ‘pemburu’ dan orang yang menanti kesempatan itu? Hidup ini bagaikan catur. Setiap orang yang mengira semua sudah direncanakan,… …akan mengira dialah yang paling hebat. Semua orang kira mereka sedang menanti kesempatan. Tanpa disadari, merekalah sebenarnya ‘mangsa’ itu. Bilang saja kaulah orang yang menanti kesempatan itu.
A-Xu, kau mau ke mana? Tengah malam begini. Aku yang sebagai ‘mangsa’ ini takut hantu. Hati-hati! Ya ampun. Perangkap yang kejam. Tak bisa menghadapi dunia. Orang tampan dengan bela diri tinggi, pengetahuan juga begitu luas. Banyak sekali orang berbakat di dunia persilatan. Kau yang begitu berbakat,… …kenapa aku tak pernah mendengar nama Zhou Xu ini? A-Xu, sebenarnya siapa kamu? Bukankah perkataan ini lebih cocok untuk Saudara Wen? Lalu, siapa kamu?
Orang baik. Meski tak terlihat begitu, tapi aku sungguh orang baik. Ke mana pun aku pergi, semua menyebutku Tuan Baik Wen. Ikut aku, Tuan Baik Wen. Sungguh sebuah kehormatan. Saudara sungguh berbakti. Tengah malam berjaga di sini. Menghidupkan dupa di tengah malam, apakah tak takut bertemu hantu? Berlagak menakutkan juga tak lihat siapa lawanmu.
Saudara, hari ini kau bertemu ahlinya. Ayah. Cukup bagus. Kakak, cepat bantu aku. Jika kakakmu datang, tentu saja dia membantuku. Mari, Zishu. Kita sama-sama buat manusia salju, bagaimana? Mari. Zishu. Imajinasi. Jangan menyentuhnya, jangan menindasnya. Lao Wen, cepat sadar. Ini imajinasi. Aku di sini. Manusia yang diracuni. Sial. Obat Halusinasi yang membuat orang terlena dalam imajinasi. Kau takut darah. Lucu sekali. Minum. Apa? Permen, manis. Zhou Zishu, kau menipuku! Aku beri tahu ibuku. Ibu!
Dia memanggilku apa? Sejak kapan dia tahu namaku? ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪
♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪
♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪