INDOSUB [Word of Honor] EP04 | Genre Wuxia | Zhang Zhehan/Gong Jun/Zhou Ye/Ma Wenyuan | YOUKU
♪Berbicara tentang pedang dan pisau, dendam terhapuskan♪ ♪Dendam baru dan lama membuatku kebingungan♪ ♪Berbicara tentang taktik dan cara, siapa lebih hebat?♪ ♪Kesulitan yang kita hadapi sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, perjalanan sangat jauh♪ ♪Di mana pendampingku?♪ ♪Menceritakan beban pikiran pada hujan dan langit cerah♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪
♪Lihatlah warna bunga dan daun yang indah ini♪ ♪Hidup ini singkat, berapa tahun sudah berlalu?♪ ♪Musim gugur maupun dingin, badai terus berlanjut♪ ♪Awan mudah menyebar, hari-hariku sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪
♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 04= Sudah bangun? Mau makan manisan walnut? Terima kasih, Tuan Muda Wen. A-Xu. Kita ini juga pernah menghadapi maut bersama. Kita pernah makan di meja yang sama… …dan bermalam di kuil reyot bersama. Mengapa masih memanggilku Tuan Muda Wen? Bukankah terlalu sungkan? Kalian bawalah dua ekor kuda ini. Segeralah pergi ke Danau Tai… …daripada berlama-lama.
Terima kasih, Tuan Muda Wen. Kita baru saling kenal… Terasa asing meski lama mengenal, terasa dekat meski baru mengenal. Aku dan Paman Zhou-mu ini… …rasanya bagaikan bertemu kawan lama. Dalamnya hubungan tak diukur dari lamanya mengenal. Ayahmu berkelana ke mana pun seumur hidupnya. Tuan Muda Zhang! Apa Anda Tuan Muda Zhang Chengling? Jangan salah paham.
Kami bukan orang jahat. Aku anggota Divisi Kecerdasan Geng Pengemis. Aku mendapat perintah tetua geng kami, Huang He… …dan Ikatan Lima Danau… …untuk mencari keturunan Sekte Danau Jing yang hilang,… …Tuan Muda Zhang Chengling. Kemarin ada seseorang yang melihat rupa Tuan Muda… …sangat mirip dengan lukisan yang kami terima. Jadi, hari ini kami datang memastikan.
Kau mengenalnya? Dia tak mengenalmu. Memastikan? Apa perlu membawa banyak orang? Kau pasti berbohong. Jika memang benar,… …apa kalian akan berusaha merebutnya? Tidak. Tuan Muda Zhang. Pengelola Sekte Gunung Dagu, Shen Shen,… …yang menyuruh kami menemuimu. Kau pasti mengenal Pengelola Shen, bukan? Dia saudara sesumpah dengan ayahmu. Aku tidak tahu. Aku mau ikut Paman Zhou.
Maaf, aku juga tidak kenal. Kulihat Tuan Muda Zhang mengalami syok… …dan sedikit linglung. Jangan-jangan… …orang yang menculiknya memberinya obat? Kemampuan Saudara dalam membalikkan kebenaran… …benar-benar hebat. Sayang sekali jika hanya menjadi pengemis. Lebih baik menjadi ahli debat saja. Susun formasi! Serahkan Tuan Muda Zhang, aku akan melepaskan kalian. Jaga dia. Ayo. Maju! Tahan dia!
Kekuatan pinggang A-Xu pasti dilatih sejak kecil. Tuan Muda Wen, cepat bantu dia. Anak bodoh. Sekumpulan pengemis ini bukanlah tandingannya. Ayo makan kacang kenari untuk memperkuat fungsi otak. Tuan Muda Zhang, ikutlah dengan kami. Ayo. Wen Kexing! Aku di sini. A-Xu menyuruhku menjaganya. Aku ‘melihat’-nya dengan baik. [*’kan’ memiliki dua arti]
Meski tak setampan kau, tetapi tidak merusak mata. Kau ingin aku beraksi? Jika ingin minta bantuanku, maka katakan saja. Jika tak mengatakannya, bagaimana aku tahu? Pedangmu itu terlalu lunak. A-Xu! Tuan Muda Zhang! Mereka semua memang bukan orang baik. Kau jangan berbaik hati. Gunakan senjatamu! -Ikut aku! -Paman Zhou! Ikut aku! Paman Zhou!
Paman Zhou, kau baik-baik saja? Paman Zhou! Jika tidak ingin mati, segeralah menyingkir. Paman Zhou. Aku benar-benar akan menjadi cacat. Paman Zhou, kau kenapa? Tidak apa, aku takkan mati. [Penginapan Tianya] Master! Di siang hari seperti ini, kau… Sudah kusuruh mereka memilih. Mereka semua memilih mati, tak ingin hidup.
Mastermu ini begitu baik hati, tetapi tak dipuji. Bukan begitu, Tuan Muda Wen yang baik hati. Bunuh saja jika kau memang ingin. Namun, untuk apa sampai semenjijikkan itu? Seperti itu baru terlihat hebat. Dua gadis patuh. Aku akan melepaskan ikatan kalian. Namun, berjanjilah. Kalian tidak boleh menangis. Aku ini biasanya adalah pria yang baik.
Namun, aku tak bisa mendengar tangisan wanita. Begitu wanita menangis, aku takkan ingat dengan… …adat dan batasan antara pria dan wanita. Kau menangis? Kau yang duluan membuatku marah, ya. Pria mesum, kau mau mati? Gadis nakal, kau merusak hal baikku lagi? Bibi Luo berkata tidak boleh merebut wanita lagi,… …kau masih melanggarnya? Siapa yang merebut?
Dua gadis ini kubeli dengan uangku sendiri. Jika tak percaya, kuperlihatkan buktinya. Aku tak peduli apakah kau merebut atau membeli. Jika kuberi tahu Bibi Luo kalau kau mengganggu wanita,… …menurutmu apa dia akan memeriksa bukti pembelianmu… …atau mencongkel matamu? A-Xiang. Kau jangan mengadukan Kakak lagi. Sepasang gadis ini kuberikan untukmu saja.
Anggap hari ini tak terjadi apapun. Mereka berdua dibeli untuk melayanimu. Bantu Kakak menutupinya. Aku bisa saja membantumu. Namun, jika kau berutang budi padaku,… …kau harus melakukan tiga hal untukku. Gadis nakal, kau jangan keterlaluan! Apa menindasmu juga perlu memilih waktu? Master memerintahkan… …cari semua orang yang ada di luar…
…untuk menunggu perintah di Desa Sanbai di Danau Tai. Masih tidak pergi? Apa aku ditakdirkan untuk menjadi budak kalian? Aku akan pergi. Sekalian menanyakan Master apa aku boleh tinggal. Ini. Kau sudah lapar, bukan? Cicipilah. Belum matang? Sudah matang, tetapi ini pahit. Bawa kemari. Jangan dimakan. Mungkin saja ikan ini memang pahit.
Ya ampun, lihat dua orang bodoh ini. Apa kau tak tahu, sebelum memanggang ikan,… …kau harus membersihkan isi perutnya dahulu? Pantas saja pahit. Aku benar-benar tidak habis pikir. Kalian pasti dilayani sejak kecil. Di mana mastermu? Orang memang cepat dalam belajar hal buruk. A-Xu. Di malam penuh bintang ini,… …cocok untuk minum dan bersenang-senang.
Mana cukup memakan makanan murahan ini? Danau Tai terkenal akan tiga makanan lautnya. Di perahuku ada koki terkenal. Dia dapat memasak untuk kita. Tuan Muda Zhang. Kita tak bertemu sehari, kau sepertinya bertambah tinggi. A-Xiang. Kau ini. Belajar dengan dua kakakmu jika ada waktu. Melayani orang juga sebuah ilmu. Lihat penampilan mastermu hari ini.
Mengagumkan, bukan? Master, kau tahu jika hamba terlahir bodoh. Jika kau merasa pelayanan kedua kakak itu baik,… …temui saja mereka. “Awan di atas langit bagaikan pakaian putih.” “Ia berubah bagai bulu anjing dalam sekejap.”[*Segala hal terus berubah] Begitulah dunia berputar sejak dahulu. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Legenda berkata, tukang hebat bernama Rong Changqing…
…memiliki tiga benda buatannya yang terkenal. Yang pertama bernama Padang Tandus. Kedua, Punggung Naga. Ketiga, Pakaian Putih. Dulu, Qin Huaizhang, pemilik Desa Empat Musim,… …terkenal dengan Pakaian Putih sebagai senjatanya. Setelah Desa Empat Musim terbakar habis,… …senjata itu hilang begitu saja. A-Xu, kuberi tahu. Pedangmu itu mirip dengan Pedang Pakaian Putih.
Tadinya, saat kumpulan pengemis itu… …terus melawan tanpa henti,… …aku menunggumu memakainya untuk memastikan. Tetapi tidak disangka,… …kau lebih memilih bahaya daripada menarik pedang. Apa kau tidak rela membunuh kumpulan pengemis itu? Jika kupikirkan, kira-kira ada dua alasan. Yang pertama, pedang ini bukan milikmu. Tentu saja. Mana mungkin kau melakukan hal serendah itu.
Kalau begitu, hanya ada alasan kedua. Apa alasanmu menutupi jejakmu? Tuan Muda Wen. Hubungan kita berdua bagaikan ikan ini. Kau tahu alasannya? ‘Tidak dekat’. [*Dalam bahasa Mandarin, bisa berarti ‘matang’ atau ‘dekat’] Sejak kita saling kenal,… …siapa diriku, dari mana aku berasal, ke mana aku akan pergi,… …aku sendiri pun tidak tahu.
Siapa kau, dari mana kau berasal, ke mana kau akan pergi,… …aku juga tidak tertarik. Karena kau berkali-kali membantuku,… …aku akan bersikap patut. Jika kau kurang ajar… …dan ingin melihat Pedang Pakaian Putih,… …maka tidak perlu repot-repot. A-Xu. Mengapa hari ini kau menjadi begitu kasar? Ini semua salahku. Aku tak seharusnya mengetesmu dan membuatmu terluka.
Aku juga tidak rela. Maafkan aku kali ini. Lain kali takkan kulakukan lagi. Jika ingin mengetahui sesuatu,… …seharusnya aku langsung bertanya padamu. A-Xu takkan membohongiku, bukan? Yun Zai! Hong Lu! Musik Kegelapan. Salah satu dari empat Pembunuh Terbesar. Bahkan iblis sepertinya dapat diundang kemari. Pasti bayarannya mahal. Tak peduli siapa dia,…
…dia pantas mendapat siksaan ini. A-Xu, sepertinya kau semakin bertentangan denganku. Maaf telah mengotori serulingmu. Aku akan mencarikan yang baru. Tidak apa. Namun, A-Xu, kemampuan bela dirimu begitu baik,… …tetapi buta nada. Jika ada waktu, aku akan mengajarimu. Tidak perlu. Kau baik-baik saja? Ayo duduk. Paman Zhou, aku masih merasa tak enak badan.
Chengling, berapa umurmu? Empat belas tahun. Murid seni bela diri mulai belajar sejak usia 5 tahun. Meski kau berlatih tenaga dalam sejak usia tujuh tahun,… …kau juga telah berlatih tujuh tahun. Mengapa masih seperti ini? Tidak boleh menangis! Sudahlah. Mana ada anak-anak yang tak suka bermain? Saat orang tuaku mengajariku dulu,… …aku juga sering bermain-main.
Mengapa aku tak pernah bermain-main? Anak bodoh. Pernahkah kau mendengar kalimat ini? Sang penawar harga adalah pelanggan sesungguhnya. Pamanmu memarahimu yang kurang rajin… …karena ingin memujimu. Bersikap pintarlah. Paman Zhou… Guru, mohon terima aku sebagai muridmu. Kelak aku pasti akan rajin. Aku takkan menyia-nyiakan ajaran Guru. Bangunlah. Kau keturunan Sekte Danau Jing.
Kau memikul tanggung jawab meneruskan Sekte. Mana boleh aku yang menjadi gurumu? Aku belum masuk secara resmi. Ilmu bela diri kakakku sangat tinggi. Kakak keduaku pandai dalam belajar. Kukira dalam seumur hidupku,… …aku hanya bisa berbakti pada orang tuaku,… …sehingga tak mempelajari ilmu bela diri. Aku tak menguasai ilmu bela diri Sekte Danau Jing.
Keinginan manusia tak mungkin terus terwujud. Hendak berbakti, tetapi orang tua sudah tiada. Ini banyak terjadi di dunia ini. Meski begitu,… …seharusnya kau berguru ke Ikatan Lima Danau. Tidak, Guru. Aku akan berguru padamu. Mohon terima aku sebagai muridmu. Bangun! Kukatakan terakhir kali. Bangun! Kau sudah melewatkan… …waktu memperkuat dasar yang terbaik.
Ditakutkan seumur hidup ini… …kau sulit menguasai ilmu hingga tingkat tertinggi. Jangan asal bicara. Bocah, kau harus memahami maksud Paman Zhou. Maksud ilmu tingkat tertingginya adalah level… …seperti Bodhidharma atau Dewa Pedang Changming. Hanya sedikit orang yang mampu mencapainya. Kau harus rajin mulai sekarang. Berlatihlah hingga levelku.
Meski kau benar, ada dua cara untuk menguasai ilmu bela diri. Pertama, pelajari dasarnya. Kedua, pelajari ilmu bela diri dengan baik mulai hari ini. Kau akan menjadi semakin kuat. Hari ini kau sedikit terganggu dan terluka karena suara kegelapan. Kuajari kau sedikit ilmu hati. Ikuti langkah-langkahnya untuk mengobatimu. A-Xu, sudah kuduga. Hatimu sebenarnya lembut. Ayo.
Kau baik-baik saja? Kak Wen, kau tak pergi memeriksa? Tidak apa-apa. A-Xiang mampu mengurusnya sendiri. Aku juga bisa sendiri. Kak Wen tak perlu khawatir. Maaf tak bisa mengantarmu. Jangan! Kakak. Apa yang kau takutkan? Jangan-jangan… Kau takut aku memakanmu? Baguslah jika takut. Saudara. Kakak ini benar-benar bisa memakan orang. Kau harus hati-hati. Ada apa, Pak Tua Jiang? Kau ingin aku memakanmu? Kau tidak memenuhi standarku. Bodhisattva Racun. Jika kau tak menggoda pria, apa kau tak mampu hidup? Akan kuberi tahu. Dia adalah tangkapanku.
Kau jangan mengharapkannya. Tentu saja aku menginginkannya. Aku ingin… Aku ingin bermain bersamamu. Jangan! Jangan! Jangan! Jangan! Berisik sekali! Sudah tak bisa bermain. Siapa yang melukaimu hingga seperti ini? Suara Kegelapan. Siapa yang mampu memakai Suara Kegelapan… …untuk menyerangmu dari jauh? Di sisi bocah ini ada orang hebat. Tidak tahu. Aku tak berani menjumpainya.
Dasar penakut. Sudahlah jika kau diserang. Kau bahkan tak tahu siapa penyerangnya. Aku ingin lihat, jika Master meminta tanggung jawab,… …bagaimana kalian menjawabnya? Aku akan temui dia. Master menyuruh kita segera pulang ke Yueyang. Qin Song lalai dalam bertugas. Master akan menghukumnya. Arahat Cantik, jangan membuat masalah baru. Kubunuh dahulu penyerang Qin Song,…
…baru kembali ke Yueyang. Kau… Lagi pula kalian semua tahu perintah Master. Aku mau melihat apa kau berani melanggarnya. Aku akan mewakili Master dengan senang hati… …untuk membunuhmu. Meditasi! Apa tak ada yang mengajarimu cara meditasi? Konsentrasi pada mata, nafas dan hati. Arahkan telapak tanganmu ke atas untuk melancarkan nafas.
Wajar jika merasa dingin pada awalnya. Gunakan cara yang kau ingat sebagai bayangan. Jangan merasa takut. Fokus ke pernafasan. Hapus semua lukamu dengan aura baik tubuhmu. Ini Musik Pembersihan Hati. Ia sangat bermanfaat untuk melatih tenaga dalam. Musik ini akan membuatmu tenang dan menghapus kegundahan. Tak bisa dirasakan orang yang tak punya masalah hati.
Tak disangka orang ini mampu meniupkan musik seperti ini. Sejak kecil, jika aku ingin kau meniupkan musik untukku,… …tak tahu berapa kali aku harus bertingkah gemas. Sekarang kau malah meniup semalaman… …untuk seorang pengemis. Kau tidak mengalami saat-saat berbahaya… …dan tak memiliki luka dalam. Tenaga dalammu lebih dangkal dari air di gelas ini,…
…tetapi masih ingin aku meniup musik untukmu? Tenaga dalam yang kuhabiskan lebih banyak darimu. Kau bodoh? Jangan omong kosong, lanjutkan meditasimu. Kau menolong sepasang gadis itu. Apa yang hendak kau lakukan? Ini… Apa kau ingat? Kau memungut seekor anjing saat kecil. Kau tak mau membuangnya meski kupaksa. Kemudian anjingnya dibakar dan dimakan orang.
Kau menangis tiga bulan terus-terusan. Sikapku tetap sama. Jika kau berjanji padanya,… …tetapi tak bisa merawat seumur hidup,… …sebaiknya segera akhiri saja. Apa bisa disamakan? Mereka ini manusia. Bagaimana dengan Master? Katanya kau membuntuti Tuan Muda Zhang… …karena merasa ada yang aneh. Sekarang malah… …meniupkan seruling demi memulihkan tenaga dalamnya.
Tak tahu apa Si Pengemis itu sudah menganggap kebaikanmu. Sejak kapan kau ikut campur urusanku? Apa aku tak boleh menemukan orang yang cocok… …dan kujadikan teman? Begitu terlahir di dunia, hukum karma telah berlaku. Sudah lama tidak tidur setenang itu. Sudah bangun, A-Xu. Apa tidurmu enak? Setelah meniup semalaman,… …nafasku menjadi tak selancar semalam.
Mohon dimaafkan. Siapa suruh kau meniup semalaman? Kemarin aku mengetesmu dan membuatmu luka dalam. Setelah semalaman, lukamu pasti sudah membaik. Anggap saja aku membayar kesalahanku. Kau jangan marah lagi padaku. Mari, biarkan aku memeriksa nadimu. Guru. Mohon ajarkan aku ilmu bela diri. Siapa yang gurumu? Kemarin aku hanya mengajarimu ilmu hati…
…untuk menyembuhkan lukamu, bukan ilmu bela diri. Kita belum menjadi guru dan murid. Setelah aku mengantarmu ke Desa Sanbai,… …hubungan kita berakhir di sini. Cari orang lain untuk belajar ilmu bela diri. Anak bodoh. Begitu saja sudah mengagetkanmu? Apa kau tidak tahu… …bahwa gurumu sebenarnya berhati lembut? Ikuti dia terus. Pepatah berkata, “Wanita baik pun…
…takut pada pria yang terus mengikutinya.” Salah. “Tujuan akan tercapai bila memiliki niat.” Pergilah. Guru, mohon terima aku menjadi muridmu. Kau mau pergi atau tidak? Apa yang kau lakukan? Kau kejam sekali, A-Xu. Kau mau meninggalkanku sendirian di sini? Kau kekurangan orang untuk melayanimu? Siapa yang memedulikanku? A-Xiang hanya ingin mencari pasangannya… …dan menganggapku merepotkan.
Dia mengusirku turun dari perahu. Aku percaya sekali. Sebenarnya A-Xiang takut aku tak memedulikan kesehatan… …dan meniup seruling semalaman, sehingga memaksaku turun. Aku merasa bagian tengah tubuhku agak sakit. Apa aku benar-benar terluka? A-Xu, biarkan aku menumpang. Hati-hati. Tuan Zhou, Anda berbaring saja. Kau lumayan dalam berkendara, ya. A-Xu, kau bagus dalam semua hal.
Kau hanya tak mengerti kehidupan. Makan dan minum adalah hal paling menyenangkan dalam hidup. Mengapa kau melakukannya dengan tidak serius? Terserah kau mau makan atau tidak. Huzhou ada di depan. Jika kau tak puas, pergi sendiri saja. Mana mungkin aku tidak puas? Aku ini kasihan. Aku kasihan pada Chengling…
…yang tidak makan dan tidur dengan baik. Lihat wajahnya yang kurus. Saat menjadi Tuan Muda, dia bersih dan sehat. Ini baru beberapa hari. Kita segera tiba di Huzhou. Nanti kita cari rumah makan untuk makan sepuasnya. Aku akan mentraktir, bagaimana? Kau pernah berinteraksi dengan Geng Pengemis. Koneksi mereka banyak, pasti banyak yang memburumu.
Untuk menghindari masalah baru, bertahanlah. Semua akan baik-baik saja di Kediaman Zhao Jing. Guru, mohon terima aku sebagai muridmu. Chengling. Tidak terlihat bahwa kau ternyata begitu gigih. Andai saja aku seperti dirimu. Paman Wen, aku tak mau berpisah dari kalian. Tenang saja. Aku sudah melihat kondisi langit. Setelah kuhitung, jodoh kita masih sangat panjang. Guru!
Ao Laizi, jangan kabur lagi. Kau sudah setua ini tetapi belum paham juga? Lu Taichong itu tidak berniat baik. Meski kakinya putus sekali pun, dia akan menarikmu mati bersama. Kuberi tahu, kau takkan bisa lolos dari keadaan ini. Apa kalian bisa lolos? Konyol sekali. Seburuk apa pun Sekte Gunung Tai,…
…tetap takkan takut pada kalian semua! Anak-anak, jangan di sini. Temui Pendekar Zhao. Senior terlibat kekacauan karena Sekte Danyang. Kami takkan meninggalkan Senior. Murid dan guru maju bersama. Maju bersama! Ao Laizi! Nafas dan energimu sudah mencapai batasnya,… …apa lagi yang bisa kau lakukan? Kami harus mendapatkan Kunci Giok Biru itu! Sebaiknya kau menyerahkannya.
Tao Hong, Lv Liu. Kita memang tak bisa menghindari musuh. Paman Shen! Kukira Ao Laizi orang hebat. Mengapa dia ketakutan seperti kelinci? Ternyata yang mengejar Sekte Gunung Tai… …adalah Pengelola Gunung Dagu. Pendekar Shen, jika masalah ini tersebar,… …hendak ditaruh di mana martabat Ikatan Lima Danau? Kau juga harus tetap hidup untuk menyebarkan masalah ini.
-Qing Bai, mundur! -Bagus! Aku mendengar Pendekar Sanbai sangat kaya. Ternyata memang benar. Bahkan indah sekali. Guru, dua pendekar inilah yang menemukan Adik Chengling. Sudah sebesar ini, ya. Chengling. Aku saudara terbaik ayahmu. Namaku Zhao Jing. Panggil saja kau Paman Zhao. Anda… Anda Paman Zhao? Nak, kau sudah menderita. Kelak, anggap di sini rumahmu sendiri.
Jika ingin makan atau memakai apa pun,… …beri tahu Paman Zhao saja. Keduanya, maafkan aku. Terima kasih telah mengantarkan Chengling dengan selamat. Jasa sebesar ini takkan kulupakan. Mohon terima salam dariku. Tidak, tidak. Dengar-dengar Pendekar Sanbai sangat hebat. Akhirnya kita berjumpa juga. Pendekar Zhao! Guruku, Pengelola Sekte Gunung Tai… …diburu seseorang. Mohon Anda membantu mereka!
♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪
♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪