【INDO SUB】EP10:Sempurna dan Santai | Perfect and Casual | Mango TV Indonesia

[Perfect And Casual, diadaptasi dari Novel Jinjiangwen Xuecheng “Perfect And Casual” Penulis: Wan Zhi] [Perfect And Casual] [Episode 10] Kelak, kalau pacar atau suamimu salah paham terhadapmu, aku akan menjelaskan kepada mereka alasan dari masalah ini. Kamu hanya menganggapku sebagai pihak kedua, benar ‘kan? Tapi dalam kontrak ini,

Hubungan kita memang pihak pertama dan pihak kedua. Aku mengerti. Yun Shu. Apa sudah bangun? Aku mau berbicara denganmu. Yun Shu, [Guru Zhang, aku pindah keluar. Kartu financial ini aku kembalikan padamu. Uang di atas meja adalah setengah dari biaya listrikku. Dari: Yun Shu] Yun Shu. Yi Yi. Aku sungguh tidak mengerti dirimu.

Apa yang kamu lakukan? Aku menyuruhmu memberi kode padanya, kamu malah pergi keluar. Aku merasa Guru Zhang tidak suka padaku. Kamu menyatakan perasaan padanya? Aku tidak menyatakan perasaanku. Kemarin dia bilang padaku dia tidak ingin orang lain tahu hubungan kita berdua. Bukankah sudah jelas? Tidak apa-apa. Kamu juga tidak perlu pindah.

Kamu hanya perlu menjaga jarak dengannya. Aku merasa apa yang dikatakan Kakakku benar. Dia bilang jaga jarak di dalam hati, harus dimulai dengan jaga jarak secara fisik. Selain itu, jika perasaanku jatuh semakin dalam, juga akan mempengaruhi Guru Zhang ‘kan? Sudah seperti ini kamu masih memikirkan Guru Zhang? Kamu sudah tidak punya harapan. Bukan.

Aku suka Guru Zhang, ini adalah masalahku sendiri. Ayahku bilang jangan menyusahkan orang lain. Tapi dari awal sampai akhir, aku selalu menyusahkan Guru Zhang. Sudah, sudah. Lalu apa rencanamu sekarang? Bagaimana kalau kembali ke asrama denganku? Tinggal dua hari? Yi Yi. Aku belum sarapan dari bangun tidur sampai sekarang. Aku sangat lapar.

Tapi aku tidak punya uang. Kamu ajak aku makan saja. Bukankah Ayahmu bilang, jangan menyusahkan orang lain? Ayo makan. [Supermarket merekrut SPG. Dapat makan, dapat akomodasi, dapat gaji, dapat tunjangan, bisa nego] Ini enak sekali. Aku belum pernah makan ini. Kenapa, Yun Shu?

[Supermarket merekrut SPG. Dapat makan, dapat akomodasi, dapat gaji, dapat tunjangan, bisa nego] Tidak mungkin. Dunia memberi jalan keluar. [Kantor Umum] Sebelumnya pernah menjual barang? Saat hampir lulus kuliah pernah menjual beberapa kebutuhan sehari-hari. Lalu saat kuliah aku pernah bekerja paruh waktu di mall. Apa ini termasuk? Gaji pokok kita 2800 Yuan,

Sisanya tergantung komisi penjualan. Kamu lihat bagaimana? Baik. Saya ingin bertanya, apa ada asrama untuk karyawan? Kami ada asrama untuk karyawan. Satu kamar empat orang. Baik. Apa ada tambahan? Tidak ada, tidak ada. Baik, besok bisa mulai bekerja. Baik. Terima kasih. Apa bisa masuk asrama malam ini? Bisa, akan aku aturkan untukmu. Baik, terima kasih.

Terima kasih. Terima kasih. [Masih berusaha sendiri] Masih ada satu hal lagi yang ingin saya katakan. Jika pihak pertama merasa saat proses penugasan pengacara pihak kedua, ada beberapa hal yang tidak memuaskan Anda, Anda bisa ganti pengacara. Tapi Anda harus memberi alasan ganti pengacara. Ini adalah kontrak yang saya buat. Anda bisa lihat dulu.

Jika ada yang perlu diubah Anda bisa bilang kepada saya. Mengobrol denganmu seperti sedang ujian. Setelah berpikir-pikir, akhirnya tidak tahu makna aslinya. Aku sudah lihat secara ringkas. Sebagian besar tidak perlu ada yang diubah. Tidak perlu repot mengantar. Selamat bekerja sama. Selamat bekerja sama. [Kakak dari Luar Angkasa] Masuk saja. Ranjang ini kosong.

Kamu tidur di sini saja. Baik. Halo, namaku Yun Shu. Bagaimana aku harus memanggilmu? Namaku A Mei. Terima kasih. Yun Shu, aku sudah selesai mandi, giliranmu. Kenapa kamu di sini? Menunggumu. Bukankah kamu bilang tidak menonton hal semacam ini? Perkataan tidak sesuai tindakan, benar ‘kan? Apakah rindu padaku? Aku kembalikan. Aku mau tidur.

Kamu ambil saja. Pegang ini. Yun Lan. Yun Lan. Ada apa? Biarkan aku mengembalikan barang ini padamu. Barang itu tidak berguna untukku. Kamu simpan sendiri. Buka pintunya dulu. Ada apa? Makan. Mari, Kakak. Minum segelas. Minum. Mari, Kakak. Mari Minum. Mari bersulang. Minum segelas Minumlah. Aku memberi dia serial drama aktor pria yang dia suka.

Tapi aku diusir keluar. Coba kalian pikirkan. Aku adalah pacarnya. Tapi dia membuatku tidak senang. Seharian di depan televisi menonton orang asing yang dia sebut suami. Membuat marah ‘kan? Iya benar. Mari, Kakak minum. Mari bersulang. Mari minum segelas. Bersulang. Minum, minum. Mari. Bersulang. Masalah ini salah. Jangan dianggap serius. Aku bilang padamu.

Nanti dia mengaku salah, dia suruh aku kembali. Tidak bisa. Benar-benar tidak bisa. Akan menjadi sombong, kamu tahu? Apa sudah selesai? Kamu kembali dulu. Aku masih minum dengan Kakak. Kakak. Sayang. Aku salah. Aku sungguh salah. Kamu jangan marah. Sungguh jangan marah. Kakak ipar. Kamu jangan marah. Begini saja, jika kalian pesan makanan,

Aku akan naik dan memberikan padamu. Benar, Kakak ipar. Buka pintunya saja. Buka pintunya saja. Kakak ipar, maafkan dia. Kalian… Terima kasih. Kakak, masuklah. Cantik. Tidurmu ini tidak baik. Aku akan memperkenalkanmu seorang dokter. Jika bicara lagi langsung keluar. Halo, Senior. Aku baru selesai bekerja. Baik, sampai bertemu nanti. Kamu lihat. Aku sudah sampai.

Minum air lemon di pagi hari sehat untuk tubuh. Kemarin tidurmu nyenyak ‘kan? Sepertinya serial dramaku juga bukan tidak berguna. Ayo makan. Akhirnya akhir pekan bisa bangun siang. Kenapa kamu bangun pagi sekali? Hari ini akhir pekan? A Mei kamu makan dulu. Aku ada urusan harus pergi dulu. Kakek Zhang bisa bercanda juga.

Aku lihat termometernya. Guru Zhang sudah datang. Kondisi Kakek Zhang cukup baik. Kamu ajak dia mengobrol. Baik, terima kasih. Bagus jika suhu tubuh sudah turun. Kenapa Yun Shu tidak datang? Bertengkar? Yun Shu hari ini… Kakek. Kakek, aku sudah datang. Dia agak terlambat hari ini. Benar, hari ini aku ada urusan jadi terlambat. Tapi

Tidak peduli seberapa penting urusannya, aku pasti datang menjenguk Kakek di akhir pekan. Kakek senang mendengar ucapan Yun Shu. Kalau tidak percaya, lihat saja tekanan darah langsung turun. Kakek, coba tebak apa yang aku bawa hari ini? Apa? Durian. Kakek, semenjak kamu bilang padaku kamu ingin makan durian.

Kali ini aku membeli durian yang paling segar untuk Kakek. Yun Shu masih memikirkan Kakek. Kakek. Aku beri Kakek sepotong, cobalah. Baik. Baik. Durian ini… Sinian, bagaimana seorang perempuan bisa mengupas durian? Cepat bantu dia. Aku saja. Yun Shu. Terima kasih kamu masih ingat datang menjenguk Kakek. Ini sudah seharusnya. Aku sudah bilang,

Aku akan memenuhi kontrak seperti biasa. Ini Kakek yang berikan padamu. Tidak perlu, aku sudah menemukan pekerjaan. Aku bisa mengurus diriku sendiri. Pekerjaan apa? SPG supermarket. Supermarket Hui Min di dekat rumah. SPG supermarket? SPG minuman bir. Setiap Kamis libur, dapat makan dan akomodasi, ada gaji pokok dan ada komisi. Aku mengerti. Mengerti apa?

Kamu pasti berharap bisa hidup sendiri dengan cara seperti ini ‘kan? Aku menghargai keputusanmu. Tapi cara ini mungkin cukup sulit. Tapi karena sudah memutuskan, tetaplah bertahan, aku percaya padamu. Aku angkat dulu. Halo, Manajer? [Penawaran Spesial] Halo, halo. Silakan lihat promosi bir ini. Beli dua lusin dapat satu lusin. Adik, apa bir ini enak?

Enak sekali, Anda bisa mencoba. Maaf, maaf. Kenapa dia? Guru Zhang, kenapa kamu di sini? Aku membawa latihan soal untukmu. Kamu sedang apa? Kakakku datang. Dia tidak boleh tahu aku bekerja di sini. Jangan dilihat, jangan dilihat. Bagaimana ini? Dia mau ke sini. Kalian berdua sedang apa? Kak, kenapa Kakak ke sini?

Aku di sini tentu beli barang. Aku dan Si Nian juga beli barang. Si Nian ingin minum bir. Aku menemani dia beli bir. Bir ini dari gandum pilihan, asli dari impor, rasanya sangat lembut. Kita beli satu lusin, bagaimana? Kenapa pakaianmu semakin lama semakin… Ini untuk Yun Shu. Terima kasih. Kakak. Yun Shu, ikut denganku.

Kenapa Kakak? Si Nian orangnya lumayan juga. Kakakmu… Dia sudah pergi, tidak ketahuan. Guru Zhang, terima kasih atas hari ini. Sama-sama, memang seharusnya begitu. Karena di dalam kontrak pasal lima mengenai… Yun Shu, manajer mencarimu. Cepat pergi. Guru Zhang, terima kasih atas hari ini. Aku bisa menjaga diri sendiri. Kamu tenang saja. Aku pergi dulu.

Cepat. Aku pergi dulu. [Portofolio] Kamu memohon padaku untuk memberimu kesempatan lagi. Katanya bisa menyelesaikan target, hasilnya? Sedang apa kamu? Tidak hanya menyinggung pelanggan, merugikan pelanggan lalu lari pergi, pergi begitu lama dan tidak kembali. Barang tidak terjual, orangnya juga hilang. Mohon maaf, Manajer. Dengarkan penjelasanku. Ini benar-benar kecelakaan. Kecelakaan? Kamulah yang menyebabkan masalah bagiku.

Yun Shu. Sebenarnya kamu mau bagaimana? Kamu mahasiswa yang hebat, datang ke supermarket kami untuk bekerja, apa kamu datang ke sini untuk pengalaman hidup? Bukan, Manajer. Anda dengar penjelasanku. Sungguh bukan. Kamu pergi ke Department Keuangan untuk hitung gaji. Kami tidak bisa menerimamu lagi. Aku pasti akan menyelesaikannya dalam waktu enam jam.

Aku mohon, Anda beri aku kesempatan sekali lagi. Sebenarnya karyawan sementara juga harus diberitahu sebelumnya tentang pemecatan tanpa alasan. Kalau tidak, maka tidak sesuai dengan undang-undang perburuhan. Siapa kamu? Apa urusanmu? Dia adalah Guruku. Aku adalah suaminya. Aku mohon pada Anda beri aku kesempatan sekali lagi, bagaimana? Aku pasti menyelesaikan pekerjaan. Terakhir kali.

Sungguh terakhir kali. Kesempatan terakhir. Terima kasih, Manajer. Terima kasih, Manajer. Ayo. Baik. Ayo, ayo, ayo. Makan camilan malam, mau tidak? Hari ini aku tidak ikut. Aku mau pulang. Kita makan dulu saja baru pulang. Tidak apa-apa, besok aku janji. Selamat tinggal. Selamat tinggal, sampai jumpa besok. Bukankah kata sandiku sudah ganti? Kenapa kamu datang?

Aku baru pulang kerja. Sekalian mampir melihat kamu masih hidup atau tidak. Tidak mungkin, apa kamu sakit? Apakah ada masalah dengan Yun Shu? Yun Shu sudah pindah keluar. Yun Shu kabur dari rumah? Perhatikan kosa katamu. Bukan kabur dari rumah, tapi pindah keluar. Bukan, kenapa? Menurutku, dua orang harus menjaga jarak.

Ini bagus untuk semua orang. Katakan saja. Kamu menimbulkan masalah aneh apa lagi? Aku hanya bilang, kita harus menjaga jarak di depan orang lain. Begini baru bagus untuk semua orang. Dia yang mengusulkan pindah rumah dan belum ada persetujuan dariku. Baik. Sekarang sudah menjaga jarak dengannya sesuai yang kamu inginkan, apa kamu senang?

Sekarang apa yang kamu rasakan? Senang juga bukan, rasanya sedikit… Masih ada rasa rindu. Nian Nian, kamu jatuh cinta. Omong kosong. Semangat! Semangat! Semangat! Yun Shu, aku tidak mengerti. Kenapa masalahmu selalu sama? Masalah pindah rumah, bagaimana kamu bisa bertahan? Karena menurutku masalah perasaan tidak bisa sembarangan. Guru Zhang tidak suka padaku.

Aku tidak bisa terus tinggal di rumahnya dan menyusahkannya. Jika begini, juga menyusahkan diri sendiri. Kenapa kalian berdua menatapku? Kamu sudah berubah. Sedikit berbeda. Sudah. Jangan bicara masalah menyedihkan. Hari ini aku dapat bonus, aku ajak kalian makan, bagaimana? Aku harus bekerja di supermarket. Kalian berdua saja yang pergi, aku pergi dulu. Baik. Selamat tinggal.

Selamat tinggal. Aku datang lagi kalau ada waktu. Bagaimana kalau kita berdua pergi? Aku tidak pergi, aku mau menunggu Gu Xiao. Gu Xiao? Kalian berdua baru bertemu sekali, bertemu tidak sampai satu menit, kamu sudah ingin dengannya? Apa kamu tahu dia orang seperti apa? Kemungkinan dia pembohong. Punya banyak pacar. Bisa juga kriminal yang kabur.

Kamu bicara omong kosong apa? Aku sudah menyelidikinya. Gu Xiao adalah laki-laki yang sempurna. Sempurna? Seberapa sempurna? Setelah lulus dari sekolah dia belajar di luar negeri. Tahun lalu pulang dan mendirikan perusahaan teknologi sendiri. Rendah hati, sukses, lembut, punya cita-cita, punya tujuan. Siapa yang percaya desas-desus yang belum tentu benar?

Lebih baik lihat dengan mata sendiri daripada mendengar dari orang lain. Yi Yi. Yang dilihat mata lebih sempurna daripada yang didengar telinga. Kamu rindu padaku? Iya, iya, iya. Iya. Tentu saja berguna. Yun Shu, kelak kalau kamu menjenguk Kakek, kita saling memberitahu dulu, kalau tidak Kakek akan curiga. Apa bisa? Mengerti, Guru Zhang.

Kelak apa yang aku dan Kakek bicarakan, aku akan laporkan lewat chat. Tidak hanya itu. Kalau kamu ada masalah lain juga bisa menghubungiku kapan pun. Kelak jika mencariku, aku selalu ada kapan pun itu. Baik. Baik. Halo, Pak. Bagaimana kalau mencoba bir kami? Ini adalah barang baru kami. Apa bisa minum bir?

Aku tidak terlalu bisa minum bir. Tapi bir kami sangat enak. Perempuan yang bisa minum bir, baru punya cerita di dalam hati. Aku tidak punya cerita. Aku tidak menyuruhmu bercerita. Aku beri Anda segelas, Anda coba saja. Hari ini sangat segar, benar-benar enak. Aroma gandumnya membuat orang merasa hangat. Kalau Anda merasa hangat,

Bagaimana kalau bawa pulang beberapa botol? Bir yang hangat ini, akan lebih hangat jika diminum denganmu. Begitu baru ada budaya. Aku tidak punya budaya. Gadis, aku bilang padamu. Budaya anggur China lahir dari budaya Yang Shao lebih dari 6.000 tahun. Tahu ‘kan? Yang Shao… Undang-undang China tentang Perlindungan Hak dan Kepentingan Perempuan,

Direvisi pada tahun 2005, menjelaskan pelecehan seksual dengan rinci. Siapa kamu? Kamu gila? Tidak penting siapa aku, yang penting aku tahu, menurut Hukum Keamanan Republik Rakyat Tiongkok Pasal 42 Ayat 5… Kamu gila. Sakitmu parah, berhati-hatilah. Terima kasih. Lain kali jika bertemu situasi seperti ini, kamu bisa lapor polisi, atau minta bantuan orang lain.

Aku mengerti, kali ini terima kasih padamu. Terima kasih apa? Lain kali jika bertemu situasi seperti ini, masih tahan? Aku sering bertemu orang seperti ini. Biasanya datang membuat keributan, kamu tidak mempedulikannya, dia akan pergi sendiri. Jika bersikeras dengannya, malah bisa mempengaruhi pekerjaanmu. Singkatnya, demi beberapa kaleng bir ini? Paman,

Terima kasih atas bantuan Anda hari ini. Aku sekarang harus bekerja demi beberapa botol bir ini. Bagaimana kalau Anda keliling ke tempat lain? Manajer, Anda mencariku? Benar, Yun Shu. Ada pelanggan memesan 20 kardus bir. Nanti kamu ikut mengirim. Ini alamatnya. Aku? Pelanggan memintamu untuk mengirim. 20 kardus. Kamu ke sana sekali,

Target minggu ini sudah lumayan. Sepertinya aku pernah pergi ke tempat ini. Pernah pergi? Lebih bagus, cepat pergi saja. Nanti kamu pergi dengan Wang dari Departemen Transportasi Barang. Jangan khawatir. Manajer, terima kasih. Yun Shu, akhir-akhir ini targetmu naik cepat sekali. Jangan sombong, tetap bekerja keras. Aku pergi dulu. Baik. Halo. Anda ada keperluan apa?

Halo, aku dari Supermarket Hui Min. Aku mengirim… Mengirim bir, benar ‘kan? Benar. Mohon tunggu, aku telepon dulu. Baik. Direktur Meng, tamu Anda sudah datang. Baik. Lansung pergi ke ruang kantor di ujung sana. Birku masih di bawah, aku mengirim… Tidak apa-apa. Nanti aku saja yang mengurusnya. Kamu langsung masuk saja. Baik.

Kamu… Kamu datang untuk wawancara ‘kan? Aku dari Supermarket Hui Min ke sini untuk mengirim bir. Mengirim bir? Mau tidak mencoba wawancara di perusahaan kami? Direktur Meng. Direktur Meng? Bukankah kamu orang yang beli bir di supermarket? Apakah kamu pemilik perusahaan ini? Benar, mau coba bekerja di sini tidak? Halo, Yun Shu. Halo, Guru Zhang.

Apa kamu sedang sibuk? Ada apa? Katakan. Aku ingin memberitahumu kabar baik. Aku menemukan pekerjaan baru. Bekerja menjadi asisten di Firma Hukum. Aku baru lulus wawancara sore hari ini. Selamat untukmu. Sebenarnya aku ingin bilang padamu, karena sore ini aku ingin menjenguk Kakek. Aku khawatir kamu tidak tahu, jadi aku ingin memberitahumu sebelumnya.

Kakek pasti akan senang juga. Tetap semangat. Baiklah Guru Zhang, sampai jumpa. Baik, Sampai jumpa. Bukankah kamu mau membantunya? Kenapa masih disembunyikan? Menurut Yun Shu, aku tidak membantunya adalah bantuan yang asli. Tidak disangka setelah lulus bertahun-tahun, kamu mencariku pertama kali untuk memberitahuku perjanjian pernikahanmu. Kamu masih percaya padaku. Aku selalu mengakui kemampuanmu.

Yun Shu seperti orang biasa, tidak terlalu cantik, sepertinya juga tidak terlalu pintar. Seleramu sangat aneh. Oleh karena itu dalam waktu ini, aku harap kamu bisa banyak membantunya dalam pekerjaan. Meskipun saat kita sekolah, selalu berebut untuk menjadi yang pertama. Tapi aku selalu merasa kita tipe orang yang sama. Bisa saling memahami.

Tapi setelah aku bertemu Yun Shu, aku sadar mungkin aku tidak pernah mengertimu. Mengerti atau tidak mengerti aku, itu tidak penting. Belum makan ‘kan? Aku traktir kamu. Sebagai rasa terima kasih. Baik. Aku mau ayam goreng. Kantin sekolah saja. [Post-Credits Scene] Halo. Apa mau beli bir? Guru Zhang. Kenapa kamu kembali? Untuk apa kamu mengambilnya?

Membantumu menjual bir. Bir dan popok… Kenapa? Ikut aku sebentar. Perusahaan ritel terbesar di dunia yaitu Walmart, pernah menemukan kasus yang sangat menarik. Meletakkan bir dan popok di tempat penjualan yang sama. Hasil dari statistik penjualan supermarket menunjukkan, barang yang paling banyak terjual jika diletakkan bersama dengan popok adalah bir. Lalu hasil analisis mereka menunjukkan,

Sebenarnya banyak ayah muda pergi ke supermarket berbelanja dengan istrinya. Setelah mereka selesai membeli kebutuhan sehari-hari dan popok, akan sekalian membeli beberapa bir. Seperti ini. Jadi hasil analisis statistik menunjukkan, menyesuaikan letak barang dagang dengan benar, dapat mengubah jumlah penjualan secara efektif. Hebat. ♫ Kamu asing dan akrab ♫