(限时转免) Roda Raksasa | Tiger and Crane【INDO SUB】EP27 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Tiger and Crane] [Episode 27] Apakah di sini? Kita langsung turun, bunuh mereka sampai tidak dapat bereaksi. Posisi mereka mudah untuk bertahan dan sulit untuk diserang. Menerobos secara paksa pasti tidak bisa. Kalau begitu hanya bisa menyerang secara diam-diam. Yang bisa kamu pikirkan, mereka sudah memikirkannya sejak awal.
Kamu jangan lihat mereka tinggi dan kekar, semuanya adalah perajin yang terampil, selama ratusan tahun ini telah menciptakan banyak benda yang praktis dan… Sudah. Ini tidak bisa, itu juga tidak bisa. Lalu menurutmu harus bagaimana? Ada satu cara. Katakan. Tunggu langit gelap. Aku mau ke toilet. Aku tidak tahan lagi. Cepat. Pakai ini.
Kalau begitu, lepaskan ikatanku. Tanganku terikat, tidak bisa ke toilet. Kenapa? Terserah kamu mau ke toilet atau tidak. Jangan macam-macam. Pemimpin kami sengaja mengatur tenda untukmu. Kamu tidak puas apa lagi? Aku tidak puas dari mana? Pria baik seperti pemimpin kalian, biasanya meski dengan memegang lentera juga tidak bisa kutemukan. Aku bahkan merasa sangat senang.
Sini, kamu lepaskan ikatanku dulu. Aku hanya pergi ke toilet. Lepaskan ikatanku. Cepat. Bagaimana? Kamu suruh dia lepaskan ikatanku. Aku mau ke toilet. Asalkan kamu bekerja sama dengan baik, kelak kamu bisa melakukan apa pun. Percaya tidak aku akan membunuhmu? Keras kepala juga. Bawa dia. Sebentar lagi upacara pernikahan akan dimulai. Baik. Kamp besar itu
Pasti milik pemimpin mereka. Kita menyerang diam-diam, langsung menyerang kamp dan menyelamatkan Xintong, bagaimana? Baik. Setelah malam, langsung beraksi. Aku tidak bisa menunggu lagi. Xintong masih di sana. Kenapa harus menunggu sampai malam? Kamu tidak tahu, meskipun mereka tinggi dan kuat, tapi pada malam hari, kemampuan penglihatan mereka akan melemah.
Pada saat itu, kita baru melakukan taktik mengumpan, langsung menyerang kamp. Semoga Xintong baik-baik saja. Bagus. Hanya terlalu keras kepala. Kenapa kamu tertawa? Sebenarnya, sebelumnya aku begitu galak padamu, juga selalu bilang ingin membunuhmu, semua hanya untuk mengujimu. Aku lihat aku sudah seperti ini, kamu masih begitu perhatian padaku.
Aku merasa sangat tenang dari lubuk hatiku. Kamu sebenarnya tidak terlalu mengerti terhadap kami. Orang Negara Julun kami meskipun kasar, tapi sangat menjaga keluarga sendiri. Asalkan kamu tulus berhubungan denganku, aku, Xiu Damen, pasti tidak akan merugikanmu. Aku tahu. Aku ini… Aku juga bukan orang yang keras kepala. Daripada berkelana ke sana-kemari,
Menangkap siluman dengan susah payah, lebih baik aku tinggal saja di sini. Menjadi Nyonya Kepala Desa untukmu. Selain itu, aku sangat terampil, bisa menjadi istri yang baik untukmu. Perkataanmu benar. Kalau begitu, sekarang kita segera melakukan upacara pernikahan. Tunggu sebentar. Menurut adat kami, malam pernikahan harus menyembah langit dan bumi, minum arak pernikahan, mengikat rambut,
Dua orang baru bisa dianggap suami istri yang sebenarnya. Mudah saja. Ya. Persiapkan hal-hal sesuai yang Nyonya katakan. Melakukan upacara. Baik. Istriku, arak pernikahan ini memang ada. Tunggu sebentar, aku pergi ambil arak. Saudara-saudara sekalian, hari ini adalah hari pernikahan pemimpin kita. Semuanya jangan lengah. Jaga pos dengan baik. Jangan sampai terjadi kesalahan. Baik!
Malam ini harus minum dengan baik. Minum sampai mabuk. Istriku, arak pernikahan. Arak pernikahan kami sebenarnya adalah arak yang diminum bersilangan. Harus minum gelas arak di tangan pihak lain baru bisa. Kalau begitu, aku… tidak bisa minum. Kamu begitu tulus padaku. Jika aku terus memperlakukanmu seperti ini, maka terlalu tidak masuk akal.
Sini, aku bantu kamu melepaskan ikatan. Ayo. Tolong! Kebakaran! Ada yang menyerang kamp. Tolong! Cepat! Padamkan api! Utus satu tim untuk memadamkan api. Yang lain, semuanya bersiap bertarung. Baik! Ayo! Cepat! Maju! Tunggu orang kita bertarung dengannya, kita baru menyelinap masuk, langsung menyerang kamp utama. Pasti Huzi dan yang lainnya. Istriku,
Setelah minum arak pernikahan ini, kita adalah suami istri yang sesungguhnya. Ayo. Kalian orang Negara Qianyu memang licik. Pemimpin, Pemimpin. Hal yang dipaksakan benar-benar tidak akan berakhir manis. Lebih baik kamu biarkan aku pergi. Ya. Bawakan pedangku kemari. Baik. Menyerahlah terhadap pemikiran ini. Kamu tidak akan bisa pergi. Ya. Awasi dia dengan ketat. Baik.
Kalian, ikut denganku. Baik. Kalian sekelompok ini benar-benar berani sekali. Berani menyerang kamp Julun-ku di malam hari. Saudara-saudara! Tangkap para pencuri Qianyu ini! Jangan biarkan satu orang pun hidup! Dari awal sudah melihat kalian bergerak dengan mencurigakan. Kami menunggu untuk membereskan kalian, lalu pergi minum arak pernikahan. Kalian masih belum tahu, ‘kan? Adik kalian
Sudah menikah dengan pemimpin kami. Kelak adalah kakak ipar kami. Kami juga tidak akan memperlakukannya dengan buruk. Benar. Apa katamu? Pemimpin kalian ingin menikahi Xintong? Ingin menikahi apanya? Takutnya sekarang sudah malam pertama. Bagaimanapun, kalian juga termasuk besan kami. Tahu dirilah, jangan cari masalah. – Besan kepalamu! – Huzi.
– Bocah tengik, apa yang kamu katakan? – Selamatkan Xintong. Benar. Kuserahkan pada kalian. Berhenti. Serahkan Xintong! Ternyata namanya Xintong. Kalian datang tepat waktu. Sebentar lagi aku sudah akan melakukan upacara pernikahan dengan Xintong. Kebetulan bisa menangkap kalian pulang untuk minum arak pernikahan. Huzi, ayo pergi. Kejar. Baik! Larinya cepat juga. Jika berani macam-macam lagi,
Aku akan membunuhmu dengan satu tebasan. Kamu membunuhku? Kamu juga tidak takut pemimpin kalian menghukummu? Lalu kenapa? Membunuh satu orang Negara Qianyu, aku tidak bersalah. Kamu begitu membenci orang Negara Qianyu, tapi sayang sekali. Aku dari Negara Fulong. Jangan berdalih lagi. Orang-orang yang bersamamu itu sekali lihat sudah tahu adalah pembasmi siluman Negara Qianyu.
Mereka terus mengusir orang Negara Julun. Jika bukan karena Pemimpin melindungimu, sejak awal aku pasti sudah memecahkan kepalamu dengan satu tebasan. Apakah kamu menyukai pemimpin kalian? Kamu… Kamu jangan bicara omong kosong di sini. Lalu bagaimana? Pemimpin kalian jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Sedangkan aku, makin melihat pemimpin kalian,
Makin merasa dia adalah pria yang baik. Begini saja, kamu bersikap lebih baik padaku. Aku akan menyuruhnya berdasarkan tradisi Negara Qianyu kami, juga menikahimu. Menjadi selir penghangat ruangan. Kamu… Bagaimana? Kami orang Negara Julun selalu seumur hidup, satu suami dan satu istri. Kamu jangan menghinaku! Saudara-saudara sekalian! Hari ini sekelompok bocah tengik Qianyu ini
Dipukuli oleh kita sampai babak belur. Benar-benar melegakan. Malam ini, kita minum sampai puas. Minum sampai mabuk. Baik. Tuang lagi. Saudara-saudara, hari ini adalah hari pernikahan kakak kita. Aku sarankan, semuanya bergulat, menambah kesenangan. Bagus! Siapa duluan? Aku saja. Maju! Maju, maju! Jatuhkan, jatuhkan dia! Menyenangkan. Saudara-saudaramu itu benar-benar lemah sekali. Belum bertarung, sudah kabur.
Mereka itu tidak berencana menyelamatkanmu. Sudah tidur? Ya? Bawa aku pergi dari sini. Baru minum berapa banyak, sudah pulang untuk tidur? Apakah kamu adalah seorang pria? Ayo. Pulang dan minum segelas lagi. Kakak. Pemimpin menyuruhku mengantarkan arak untuknya. Malam pertama pernikahan. Dia bilang ingin minum lagi. Benarkah? Kamu ini memang perhatian. Bukan, kamu…
Kuat minum sekali. Aku ambilkan satu botol lagi untuk Pemimpin. Berhenti. Berpura-pura. Lanjut berpura-pura. Tubuh kecilmu ini, jika ditambahkan juga hanya 100 gram. Negara Julun kami tidak ada monyet kurus sepertimu. Salahmu yang sial. Mencuri sampai bertemu denganku. Belum puas minum, lanjut minum di tendaku. Baik, baik. Baik, minum. Kita saling kenal. Kita berdua berteman.
Jangan sok dekat denganku. Kita hanya pernah bertarung. Pemimpin Kedua. Ada apa ini? Semuanya, lihatlah. Menangkap seorang pencuri Qianyu. Pencuri Qianyu? Pencuri kecil ini, berkulit halus dan lembut. Tadi kita makan kambing panggang saja tidak puas. Kita bakar dia saja. Tidak enak. Kulitku halus dan empuk masih belum segemuk kambing itu. Saudara,
Kita berdua benar-benar berteman. Apakah kamu sudah lupa? Kita berdua pernah dipenjara bersama, bahkan aku yang melepaskanmu. Kamu lihat baik-baik. Yang punya dua helai rambut itu. Saudara-saudara! Kita sudah kaya! Apakah kalian tahu siapa dia? Siapa? Tidak tahu. Ini adalah pangeran Negara Qianyu yang terhormat. Sudah lama mendengar bahwa kalian orang Negara Qianyu
Sombong dan licik. Hari ini bertemu, ternyata benar. Benar, benar. Kalian orang Negara Qianyu mengusir orang Negara Julun ke mana-mana, membuat kami tidak punya tempat untuk tinggal. Sekarang dengan kamu sebagai sandera, aku ingin lihat apa lagi yang bisa kalian banggakan. Bukan. Bukan begitu. Kami tidak pernah mengusir siapa pun. Begini saja, Raja Kecil.
Kami orang Negara Julun, pasti akan membalas budi. Saat itu kamu di penjara, memang melepaskanku. – Benar. – Aku pasti tidak bisa menyulitkanmu. Begini saja, di kamarku ada beberapa kendi arak bagus. Malam ini, aku akan menemani tuan penyelamatku minum sampai mabuk. Ayo. Ayo pergi. Lepaskan Pemimpin Utama! Semua jangan bergerak! Pemimpin Utama. Pemimpin Utama.
Kakak! Lepaskan kakakku! Kakak. Batu Bata? Xintong. Lepaskan dia. Lepaskan kakakku dulu. Kamu lepaskan tidak? Adik Kedua. Dengarkan dia dulu. Aku lihat bagaimana mereka pergi. Hati-hati. Kakak! Kakak! Xintong! Pemimpin Utama. Xintong. Pemimpin Utama, Pemimpin Utama. Kakak, kamu terluka. Wanita ini terlalu licik. Aku ingin langsung membunuhnya. Ya. Bunuh dia. Benar. Bawa dia kembali.
Baik, baik. Aku pergi sendiri. Ayo pergi, Raja Kecil. Biar aku saja. Jangan berpura-pura di sana. Jangan macam-macam. Ya. Biar dia saja. Kenapa kamu menyelamatkanku? Kalau itu orang lain, aku juga akan menyelamatkannya. Apalagi, kamu adalah nyonya kepala desa yang aku rebut kembali sendiri. Kamu, seorang pemimpin utama Negara Julun yang terhormat,
Kenapa mau menjadi bandit di sini? Prajurit semangat dan pantang menyerah Negara Julun-ku, jika bukan karena terpaksa, bagaimana mungkin berkemah dan menjadi bandit di sini? Sebelumnya tanggul Lautan Ming jebol, Negara Julun tenggelam total karena ini. Pasti karena hal ini, ‘kan? Wilayah Negara Julun kecil, tanahnya rendah. Kali ini Lautan Ming menjalar. Baru tiga hari,
Seluruh Negara Julun sudah ditelan sepenuhnya. Aku benar-benar tidak berdaya, sehingga baru membawa seluruh pengungsi pergi ke Negara Qianyu untuk berlindung. Tapi kami dan Negara Qianyu tidak berteman baik. Seratus tahun yang lalu, bahkan menganggap kami sebagai budak. Ternyata memang benar. Kali ini Negara Julun mengalami kesulitan. Mereka bisa-bisanya menolak kami di luar gerbang.
Sebelumnya Pemimpin Kedua pergi ke kota untuk membeli obat, bahkan dikurung dan diusir oleh mereka. Kami menjadi seperti hari ini, semua karena Negara Qianyu. Sekarang Negara Qianyu memiliki kesulitan sendiri. Tapi kalian di sini mengandalkan merampok rumah orang, juga bukan solusi jangka panjang. Tentu saja aku tahu ini bukan solusi jangka panjang.
Namun, semua pengungsi di seluruh suku, apakah aku harus melihat mereka mati kelaparan begitu saja? Jadi kamu bersikeras membawaku ke sini untuk dinikahi, untuk membalas dendam pada orang Negara Qianyu? Masalahnya tidak seperti itu. Di depan adalah perbatasan antara dua negara. Huzi dan yang lainnya seharusnya menunggu di depan. Ayo pergi. Baik. Huzi.
Raja juga menghilang. Batu Bata juga ditangkap. – Sekarang, harus menyerang balik. – Tunggu sebentar. Sekarang kita tidak bisa bertindak gegabah. Jika tidak, kembali sama saja dengan cari mati. Kalau begitu, menurutmu harus bagaimana? Kecilkan suaramu. Setelah fajar, kita akan semakin sulit. Huzi. Kenapa kalian datang? Aku menerima sinyal, menghitung hari untuk datang menjemput kalian.
Kenapa hanya kalian berdua? Di mana Xintong dan Yuqian? Xintong ditangkap menjadi nyonya kepala desa. Apa? Kamu ingat sebelumnya kamu membolongi topengku, ‘kan? Negara Julun kami, setiap orang memiliki topeng yang unik. Biasanya kami akan memakainya di tubuh. Sampai saat penting baru akan memakainya di wajah, menghadapi hidup dan mati. Sebelumnya pernah mendengar
Banyak cerita penting tentang prajurit Negara Julun yang memakai topeng dan menggemparkan medan perang. Topeng ini adalah kekuatan spiritual kami. Orang luar tidak boleh menyentuhnya. Jika disentuh oleh pria, maka harus melakukan pertarungan yang sesungguhnya. Jika disentuh oleh wanita, maka harus menikahinya dan menjadi satu keluarga. Jadi sebelumnya kamu membolongi topengku, aku harus menikah denganmu.
Ini adalah tradisi selama ribuan tahun. Ternyata begitu. Sebelumnya aku benar-benar tidak tahu kalian memiliki tradisi seperti ini. Sekarang kamu sudah mengerti alasan masalah ini, sudah bisa dengan rela menikah denganku, ‘kan? Karena hari ini kamu mengatakan kebenaran padaku, maka aku akan jujur padamu. Sebenarnya aku sudah menyukai orang lain.
Meskipun kita tidak bisa menjadi suami istri, tapi aku juga menghormati tradisi kalian. Kita bisa melakukan upacara menjadi saudara di sini. Dengan begini, kita juga satu keluarga. Bagaimana? Ada satu hal lagi. Aku benar-benar bukan orang Negara Qianyu. Aku adalah Guru Besar pembasmi siluman negara Negara Fulong, Zhao Xintong.
Aku sudah lama mendengar saat Fulong mengalami bahaya, ada seorang pahlawan wanita yang memimpin para pembasmi siluman negara membasmi siluman dan menyelamatkan rakyat. Ternyata yang dikatakan adalah kamu. Maaf sudah tidak sopan. Terlalu berlebihan. Sebelumnya Lautan Ming bergejolak, tiga negara mengalami luka berat. Jika tidak menyelesaikan masalah dari akarnya,
Akan ada lebih banyak tragedi yang terjadi. Jadi kali ini kamu datang untuk hal ini? Benar. Kami memutuskan untuk menyerang Lembah Puncak, menghentikan sumber Lautan Ming. Kali ini pergi ke Negara Qianyu untuk mencari cara membelah Lautan Ming. Baik. Negara Julun-ku lebih tidak bisa menjadi penghalang kalian. Ayo. Hari ini,
Aku, Xiu Damen dan Zhao Xintong bersumpah menjadi kakak adik. Baik. Kalau begitu arak ini adalah upacara mengangkat saudara kita. Kakak, bersulang untukmu. Adik, ayo bersulang. Bagi menjadi tiga jalur. Aku dan Huzi langsung menuju markas pasukan kamp utama. Kalian bagi jadi dua tim dan tahan orang Negara Julun. Baik. Ayo, minum. Bagus! Habiskan! Habiskan.
Ini… Apa yang terjadi? Apa ini trik menyembunyikan kekuatan diri sendiri? Huzi, Xiaoxuan. Bagaimana? Sepanjang perjalanan ini kami tidak bertemu satu pun orang Negara Julun. Kami juga. Bahkan bayangan penjaga juga tidak terlihat. Pasti ada jebakan. Batu Bata pernah bilang orang Negara Julun adalah perajin yang terampil. Mereka pasti memasang jebakan. Ayo. Ayo. Ayo. Mari.
Mari. Minum. Saudara, aku tuangkan arak untukmu. Lao Caihua. Bersulang. Minum. Minum. Bagus! Huzi! Berhenti! Mereka orang sendiri. Biarkan mereka masuk. Huzi, Xiaxuan, Xiao Yunzi. Kalian datang tepat waktu. Cepat kemari. Kamu kemari. Aku perkenalkan kepada kalian. Ini adalah… Apa yang kamu lakukan? Apa yang kamu lakukan? Bisakah kamu jangan tidak sabaran? Aku tidak sabaran?
Kami datang menyelamatkanmu. Kamu dan dia, dia… Dia adalah kakakku. Kakakmu? Benar tidak, Kak? Benar, Adik. Kamu memanggilnya kakak. Kalian sudah menikah. Apa maksudmu? Kami baru saja mengangkat saudara. Benar. Kalian… Letakkan pisaunya. Berikan tempat duduk untuk tamu. – Baik, mari. – Baik. Duduk dulu. Makan dan minum dengan baik.
Biarkan aku jelaskan pelan-pelan kepada kalian. Bukankah kalian mau… Sudahlah, ayo. – Duduk dulu. – Cepat duduk. Xiaoxuan, jangan diam saja. Cepat duduk. Minum bersama. Kakak, aku bersulang untukmu. Ayo. Ayo. Ayo. Ayo, Kakak. Ayo, Adik. Mereka benar-benar tidak menikah? Sepertinya Xintong sudah menyelesaikan masalah. Tidak benar. Bukankah orang-orang ini selalu berselisih dengan kita?
Kenapa dalam sekejap menjadi saudara? Kita lihat dulu situasinya. Aku bicara sebentar. Ayo. Adik Xintong. Dan juga para saudara dari Negara Qianyu. Sebelumnya kita juga termasuk saling kenal karena perselisihan. Sungguh maaf. Hari ini aku, Xiu Damen minta maaf kepada kalian semua. Ayo. Aku juga minta maaf. Aku juga minta maaf, mari. Apa maksudnya ini?
Sebelumnya Lautan Ming bergejolak dan menenggelamkan Negara Julun. Mereka tidak punya tempat berteduh lagi. Awalnya ingin mencari perlindungan pada Negara Qianyu dan melarikan diri dari bencana, malah diusir oleh penjaga. Jadi mereka terpaksa tinggal sementara di sini. Pada akhirnya, mereka adalah korban. Itu omong kosong. Meskipun kita tidak menyukai mereka, tapi tidak pernah mengusir mereka.
Sebelumnya kami memang meminta penjaga gerbang kota memberi tahu Raja Tua untuk meminta bantuan. Tapi dia langsung menolak kami. Selain itu berkata ini adalah perintah Raja. Negara Qianyu kita juga diserang oleh siluman jahat. Ayahandaku terluka oleh serangan siluman jahat, sehingga meninggal. Pasti saat kalian meminta bantuan, Negara Qianyu
– sedang dalam kekacauan. – Negara Qianyu. Itu sebabnya penjaga baru menolak semuanya di luar gerbang. Di sini, aku, Wang Yuqian meminta maaf kepada semuanya. Baiklah, semuanya. Hari ini semuanya bisa berkumpul di sini, adalah hal yang membahagiakan. Ditambah lagi, sekarang aku bertambah satu adik, Xintong. Hal baik terjadi berturut-turut.
Hari ini tidak membicarakan hal lain. Kita makan, minum, menari! Baik. Xintong. Kamu sangat berjodoh dengan kakakku. Setelah menyelesaikan krisis Lautan Ming, kembalilah lagi dan menjadi kakak ipar kami. Kamu ini… Tidak bisa menjadi kakak ipar kalian. Dia adalah guru besar di Negara Fulong. Bagaimana dia bisa menikah ke Negara Julun? Lalu kenapa? Kakakku adalah
Pemimpin utama Negara Julun. Bukankah sangat cocok? Sudahlah. Sekarang, aku dan pemimpin utama kalian juga satu keluarga. Bukankah ini bagus? Ayo, minum. Bagus! Segar. Kakak. Gadis yang begitu baik, bisa cari ke mana lagi? Kenapa dijadikan saudara? Jika itu aku, sudah memikirkan cara untuk menikahinya. Benar. Sekarang aku sedikit menyesal menjadi saudara dengannya.
Benar tidak, Adik? Memperbaiki Gerbang, ya? Adik kecil, ikuti aku lafalkan. Xiu Damen. Memperbaiki Gerbang (*homofon dengan Xiu Damen). Bukankah ini sama saja? Kelihatannya adik ini punya semacam prasangka terhadapku. Tidak. Bagaimana mungkin? Karena aku dan Xintong akan meninggalkan tempat ini besok. Mungkin seumur hidup ini tidak akan bertemu lagi.
Bagaimana mungkin aku punya prasangka padamu? Hal ini sudah mengingatkanku. Adik, besok kamu akan pergi dari sini. Kalau begitu malam ini harus menemani Kakak mengobrol, membicarakan isi hati. Tidak boleh pergi ke mana pun. Ayo. Itu… Dengar-dengar Negara Julun kalian sangat kuat. Kebetulan sekali, aku juga. Jangan ditunda lagi. Bagaimana jika kita bertanding? Bersiap. Mulai.
Lebih kuat. Ini… Menang. Kekuatan apa ini begitu besar? Dia menang. Bagaimana mungkin? Tidak kelihatan. Seorang bocah. Dia begitu kuat. – Bisa-bisanya dia menang. – Saudara. Tidak mungkin curang, ‘kan? Pria sejati, siapa yang curang? Prajurit Negara Julun selalu berani bertaruh tapi berani menerima kekalahan. Apalagi kalah dari saudara sendiri. Tidak memalukan.
Segera serahkan ini kepada Penasihat Negara. Baik. Kalian lindungi dia baik-baik. Jangan sampai ada kesalahan. – Baik. – Baik. Apakah kita benar-benar akan menerima pengungsi dari Negara Julun itu? Masalah Lautan Ming berhubungan dengan semua orang. Bagaimana kita bisa diam saja? Saudara Huzi, bolehkah aku meminjam senjatamu? Untuk apa? Untuk dilihat. Apa yang terjadi?
Pisau ini diwariskan dari leluhurku. Tapi belakangan ini sering muncul suara gemuruh seperti ini. Aku selalu curiga ada hubungannya dengan senjata Saudara Huzi. Sekarang kelihatannya kemungkinan besar memang benar. Apa bahan pisau ini? Katanya dibuat dari tulang Kaisar Siluman. Tulang Kaisar Siluman? Ini baru benar. Phurba Huzi adalah senjata untuk membunuh Kaisar Siluman. Sepertinya beresonansi
Dengan pisau ini. Pantas saja. Ternyata begitu. Jadi, kalau begitu, Saudara Gerbang… Saudara Huzi memiliki kepribadian yang lugas. Aku sangat suka. Jika bertemu lagi, kita berdua harus mengadu kemampuan dengan baik. Pria sejati beradu kemampuan minum. Lain kali kita beradu kemampuan minum. Kakak, jangan dengarkan omong kosongnya. Adik, kemari. Sini.
Ini adalah orang yang kamu bilang kamu suka itu? Kakak merasa dia juga biasa saja. Jika suatu hari menyesal, kapan pun dan di mana pun kembali cari Kakak. Kakak, jangan selalu bercanda. Itu… Begitu banyak orang tapi hanya kalian yang berbisik-bisik, rasanya sangat canggung. Intinya adalah kami juga bisa mendengarnya, ‘kan? Kamu yang paling cerewet.
Aku… Pemimpin Utama, aku sudah mengirim surat kepada Penasihat Negara, agar dia mengatur prajurit untuk menjemput kalian. Jika tidak ada masalah, dua hari ini kalian bisa masuk ke kota. Bagus sekali. Terima kasih, Saudara. Negara Julun kami pasti tidak akan melupakan budi kalian. Terima kasih. Pemimpin Utama terlalu berlebihan. Setiap negara awalnya adalah satu keluarga.
Tidak perlu sungkan. Kakak, kami berangkat sekarang. Adik, kelak harus perhatikan keselamatan. Jangan biarkan dirimu dijadikan nyonya kepala desa oleh orang lain lagi. Ada aku di sisinya, tidak perlu mengkhawatirkannya. Ayo. Waktunya sudah benar-benar tidak cukup. Kita cepat pergi dulu. Saudara Huzi. Ini adalah etika perpisahan Negara Julun kami. Ayo. Baik. Kelak adikku
Harus bergantung padamu. Pasti. Ayo. Baiklah, sudah. Kita saudara sendiri. Sudah cukup. Ayo. Tidak perlu. – Saudara kandung. – Raja Kecil. Lain kali bertemu, aku akan mentraktirmu minum lagi. Baik. Xintong. Ada apa? Apakah kamu haus? Tidak haus. Lapar? Tidak lapar juga. Mau makan? Kenapa kamu mencuri paha kambing orang lain? Apa maksudnya mencuri?
Aku takut kamu lapar di jalan, jadi sengaja mengambilnya untukmu. Lebih baik aku tidak makan. Aku takut jika makan terlalu banyak, bisa sakit perut seperti seseorang. Aku… Masih ada urusan? Bukankah Memperbaiki Gerbang itu bilang ingin menikahimu menjadi Nyonya Kepala Desa? Kenapa tiba-tiba berubah pikiran lagi? Maksudmu menikah? Sekarang seharusnya sudah tidak terburu-buru, ‘kan?
Bagaimanapun, kami sudah menjadi satu keluarga. Apa… Apa maksudnya tidak buru-buru? Apakah kelak kamu masih ada rencana ini? Ini bukan urusanmu. Cepat jalan. Lalu kamu… Lalu bagaimana pemikiranmu? Lautan Ming ini sepertinya lebih bergelora dari sebelumnya. Sekarang formasi ini hampir tidak bisa bertahan lagi. Kita harus segera pergi ke Lembah Puncak.
Apakah Huzi dan yang lainnya sudah tiba di pos? Seharusnya sebentar lagi. Kenapa Anda tidak menunggu Huzi? Tuan Besar menggunakan semua kekuatan magisnya untuk melindungiku. Xiaoxuan. Apa kita… Pasti masih ada cara untuk menyelamatkan Guru. Tuan Besar bilang dia lahir di Lembah Puncak. Kita pergi ke Lembah Puncak, pasti masih bisa menemukan cara
Untuk menyelamatkan Tuan Besar. Guru. Huzi pasti akan menyelamatkan Anda. Nenek. Pengelola Kedua. Akhirnya kalian kembali. Bagaimana dengan masalah phurba? Akhirnya sudah aktif kembali. Kalian sudah bekerja keras. Pengelola, kapan kita berangkat menuju Lembah Puncak? Masalah ini tidak sesederhana itu. Apa maksudnya? Sekarang coba kamu gunakan phurba untuk membelah Lautan Ming. Apa yang terjadi?
Meskipun phurba bisa membelah Lautan Ming, tapi hanya bisa bertahan sekitar 15 menit. Setelah itu, Lautan Ming akan tertutup. Jumlah orang yang pergi ke Lembah Puncak kali ini banyak. Jika tidak bisa menemukan sebuah alat perjalanan dengan kecepatan dan kapasitas yang cukup, takutnya sulit untuk berhasil. Di mana kapalnya? Apakah bisa menggunakan kapal? Kapal biasa
Sulit menahan kuatnya api Lautan Ming. Kapal Ming sebelumnya hanya tersisa sebuah haluan kapal. Jika ingin membuat kapal baru, takutnya sulit menemukan bahan yang cocok. Waktu juga menjadi masalah. Sebelumnya, Yimei naik Naga Purba Kongyue melewati Lautan Ming. Kita tidak punya naga, tapi ada banyak kuda bagus. Tidak tahu bisa atau tidak.
Sekarang hanya bisa mencobanya. Nenek. Apakah kecepatan ini cukup? Masih jauh dari cukup. Mungkin bisa menggunakan pedang terbang untuk meningkatkan kecepatan kereta kuda. Pengelola. Kali ini sudah bisa, ‘kan? Ini masih belum bisa? Jadi harus seberapa cepat? Apa itu? Cepat laporkan kepada Guru Besar, ada benda tak dikenal. Baik. Guru Besar.
Benda ini berhenti di sini sudah satu jam. Tidak tahu apa itu. Kelihatannya sedikit aneh. Seharusnya adalah benda yang membawa orang. Apakah ada orang? Apakah ada orang? Ada… Kakak. Memperbaiki Gerbang. Adik. – Kakak datang membantumu. – Kenapa kalian di sini? Gerbang. Baru saja berpisah, kenapa bertemu kalian lagi? Aku perbaiki lagi, Saudara Huzi.
Namaku Xiu Damen. Damen. Sudahlah. Dengar-dengar, kalian ingin menyelinap ke Lembah Puncak untuk menghentikan sumber Lautan Ming. Jadi, Negara Julun juga harus berkontribusi. Benar, tidak? Benar. Terima kasih semuanya. Selamat datang. Pemimpin Utama. Pemimpin Utama! Pemimpin Kedua! Kakak. Bukankah ini… Chang Daqiang. Kenapa kalian datang? Aku dengar di depan gerbang ada kendaraan besar.
Aku pikir pasti kalian. Lihatlah. Sejak kamu pergi ke Negara Fulong untuk ujian pembasmi siluman negara, sudah berapa lama tidak bertemu? Malam ini kita minum sampai puas. Baik. Raja Kecil. Kita bertemu lagi. Ini adalah kendaraan Julun yang digunakan Negara Julun untuk berpindah tempat. Nona ini memiliki penglihatan yang bagus. Benar.
Ini adalah kendaraan Julun yang legendaris. Negara Julun kami adalah pengembara. Sepanjang tahun, demi mencari nafkah harus pergi ke mana-mana. Ini adalah alat yang kami gunakan untuk berpindah tempat. Setiap kali bisa menampung ratusan orang. Tulang-tulang putih ini seharusnya adalah tulang Kaisar Siluman, ‘kan? Gadis kecil ini memang pintar menilai. Kendaraan Julun ini dibuat oleh
Leluhur Negara Julun kami lima ratus tahun yang lalu. Bergabung ke tubuh Kapal Ming, bisa menahan api Lautan Ming. Apakah kita bisa mengendarai kendaraan ini melewati Lautan Ming? Benar. Berdasarkan tubuh dan ukuran kendaraan, kecepatannya seharusnya tidak secepat kecepatan penutupan Lautan Ming. Siapa bilang tidak bisa? Pasti tidak masalah. Tidak bisa ya tidak bisa.
Untuk apa banyak bicara? Aku beri tahu kamu. Keahlian orang Negara Julun kami tidak boleh diragukan oleh siapa pun. Terutama kamu. Yang dikatakan Adik Kedua benar. Tidak ada peralatan yang tidak bisa dibuat oleh orang Negara Julun di dunia ini. Kami bisa mengubah kendaraan Julun berdasarkan persyaratan menyeberang laut. Misalnya mengubah sistem penggerak
Di bagian dalam, mengurangi berat seluruh badan kendaraan. Dengan begini, kecepatannya akan meningkat. Bagus sekali. Tapi tentu saja, mengubah kendaraan Julun masih membutuhkan beberapa bahan. Kakak, butuh apa? Bahan biasa pasti tidak bisa. Harus menggunakan tulang Kaisar Siluman. Ini mudah. Dulu saat Kapal Ming kembali ke benua, badan kapalnya dibawa pergi oleh leluhur Negara Julun,
Tapi meninggalkan haluan kapal di tempat kami. Haluan Kapal Ming selalu disimpan di Aula Leluhur Keluarga Qi. Setelah kekacauan Fulong, Aula Leluhur dihancurkan. Haluan kapal tertimpa di bawah reruntuhan. Namun, aku bisa mencari orang untuk menggalinya. Ternyata haluan kapal ini selalu ada di rumahnya. Bagus sekali. Kakak, apakah masih perlu yang lain?
Hanya tulang Kaisar Siluman, pasti tidak cukup. Masih perlu sebuah bahan khusus. Mutiara Merah. Sistem penggerak tubuh kendaraanku ini lebih spesial. Memerlukan formasi Mutiara Merah untuk menggerakkannya. Jadi jika ingin meningkatkan kecepatan, maka harus menambah jumlah Mutiara Merah. Ketika keluar dari Negara Qianyu, aku membawa beberapa Mutiara Merah. Waktu itu untuk berjaga-jaga.
Semoga kali ini bisa membantu kalian. Boleh juga, Batu Bata. Mampu memandang ke depan. Kali ini teliti. Jadi, masalah modifikasi kendaraan Julun, mohon bantuan Kakak. Kita adalah keluarga. Jangan sungkan. Adalah keluarga.