(限时转免) Cinta ayah-anak Qianyu | Tiger and Crane【INDO SUB】EP25 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Tiger and Crane] [Episode 22. Hubungan Ayah dan Anak Qianyu] Batu Bata. Kamu menjijikkan sekali. Melihatnya sampai membuatku ingin muntah. Aku merasa kamu lumayan cantik. Benarkah? Apakah tarian kita ini bisa? Pasti tidak masalah. Tarianmu begitu bagus. Bagaimana jika kamu tinggal di istana saja? Mati saja sana!

Demi menangkap siluman, tidak peduli dengan hal kecil. Kamu ingat pembalasanku nanti. [Penyampaian yang Baik] Bagus sekali. Tertangkap! Akhirnya tertangkap juga. Tetap Yang Mulia Pangeran yang bijaksana. Tentu saja, juga berkat bantuan kalian, kedua tamu terhormat ini, juga membantu kami menyelesaikan bahaya di istana. Sekarang bencana sudah dimusnahkan, kita juga harus berangkat

Kembali ke Negara Fulong. Tidak tinggal beberapa hari lagi? Di sini tidak ada kekuatan ilahi puluhan ribu tahun. Kita harus kembali untuk memikirkan cara. Lalu bagaimana pemikiran Yang Mulia Pangeran? Aku… Aku juga pulang bersama mereka. Lagi pula, Ayahanda tidak ingin bertemu denganku, lebih baik tidak tinggal agar dia tidak kesal. Lihatlah tampangnya itu.

[Istana Qianyu] Yang Mulia Pangeran. Kamu datang dan pergi dengan terburu-buru. Hamba tidak tahu lain kali kapan baru bisa bertemu denganmu lagi. Penasihat Negara tenang saja. Setelah aku menyelesaikan masalah teman, aku pasti akan kembali. Aku ingin membuktikan kepada Ayahanda bahwa aku bisa. Kalau begitu, biar hamba melihatmu beberapa kali lagi. Kaisar. Ayahanda. Begitu

Tidak suka tinggal di istana? Baiklah. Pergilah jika kamu mau. Karena sudah memutuskan keluar untuk hidup mandiri di luar, jaga dirimu dengan baik, perlakukan teman dengan baik, nikmati waktu di luar dengan baik. Di luar, lindungi Pangeran dengan baik. Anakku. Kepergianmu kali ini, tidak tahu kapan akan kembali lagi. Jangan salahkan Ayah biasanya

Sangat keras dan tegas padamu. Ayahanda. Tunggu ananda kembali. Anda jaga diri baik-baik. Aku juga merindukan ayahku. Mungkin setiap orang berwajah dingin lebih bersedia menyimpan perasaan di dalam hati. Sungguh tidak disangka, ayahandaku bisa-bisanya mendukungku. Pasti karena aku terlalu tidak memahaminya. Bagaimanapun, dia adalah ayahmu. Setelah kembali dari Lembah Puncak, aku juga harus membawa ibuku

Kembali ke Desa Ruyun untuk melihat-lihat. Apakah kalian tahu? Hari ini adalah pertama kalinya dia tersenyum padaku. Kamu menggelikan sekali. Xintong, ada apa? Kamu juga merindukan rumah? Apakah kalian punya semacam perasaan yang aneh? Tadi aku dipanggil Penasihat Negara untuk ditanyai. Penasihat Negara bilang, demi menjamin keselamatan Yang Mulia Pangeran,

Tidak membiarkan kami mengganggu Anda lagi. Apa yang terjadi? Penasihat Negara, tadi ada seorang penjaga yang juga dibunuh. Memang sedikit aneh. Seperti semuanya terlalu lancar. Sejak malam itu, aku selalu merasa ada yang salah. Saat kita menangkap siluman, aku masih berpikir apakah aroma balsam terlalu kuat? Kenapa aku tidak mencium bau darah sedikit pun?

Malah saat kita berpisah tadi… Penasihat Negara? Sepertinya aku juga mencium bau sesuatu, tapi… Apa yang biasanya dilakukan Penasihat Negara Tua? Dia sudah tua, hanya bisa bertanggung jawab atas kehidupan sehari-hari Ayahanda. Akhir-akhir ini, dia juga bertanggung jawab atas beberapa tugas penjagaan. Pada malam kejadian, Penasihat Negara Tua juga dengan cepat tiba di lokasi.

Penasihat Negara tidak mungkin bermasalah. Tapi malam itu, Penasihat Negara terlihat… Omong-omong, kita juga memang tidak melihat pembunuh penjaga adalah burung Qiezhi. Selain itu, bukankah burung Qiezhi ini hanya mencuri emas, perak, giok, balsam, hanya menyerang wanita? Dengan kata lain, yang membunuh penjaga dan pelayan istana mungkin bukan siluman yang sama. Apakah Ayahanda mendukungku pergi

Karena ada sesuatu yang ingin disembunyikan dariku? Hari pertama datang ke istana… Ada yang salah dengan Penasihat Negara. Ayahanda. Tangkap siluman! Tunggu sebentar! Penasihat Negara. Kenapa kamu menghalangi kami menangkap siluman? Apakah kamu tahu siapa siluman ini? Dia adalah ayahandamu. Maksudmu siluman ini? Ba… bagaimana mungkin? Kalian tidak tahu. Beberapa hari yang lalu,

Ayahandamu sendiri yang memimpin pasukan untuk melawan siluman jahat yang menyerang, malah tidak sengaja terluka oleh seekor siluman. Sejak saat itu, setiap tengah malam, dia akan berubah menjadi siluman yang mengisap darah. Hanya dengan mengisap darah manusia sampai cukup, dia baru bisa perlahan-lahan tenang dan kembali ke bentuk manusia. Hamba demi menyembunyikan dari orang lain,

Setiap tengah malam, akan menyamarkan seorang terpidana hukuman mati di penjara sebagai pengawal, dikirim ke istana dan dipersembahkan kepada Raja. Maksud Anda, siluman jahat yang kita lihat sebelumnya… Benar. Siluman jahat yang kalian lihat malam itu adalah Raja. Hanya saja hari itu, tiba-tiba terjadi kasus burung Qiezhi menyerang orang, hamba baru bisa mengelabui orang

Dan menyembunyikan kebenaran. Kenapa tidak memanggil tabib? Kenapa tidak memanggil tabib? Hamba sudah memanggilnya. Hamba menyembunyikan identitas Raja. Kemudian, dari dalam dan luar istana mengundang ahli yang tak terhitung jumlahnya untuk mendiagnosis Raja. Mereka semua bilang penyakit Raja di dalam jiwa dan otaknya, sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Ayahanda. Ayahanda, kamu sudah bangun.

Kamu sudah tahu semuanya? Yuqian. Sejak kecil, kamu suka mempelajari ilmu medis. Mencari akar penyebab untuk memeriksa penyakit, empat cara mendiagnosis. Di Kota Qianyu, tidak banyak orang yang lebih ahli darimu. Kondisi penyakitku, coba kamu juga katakan. Tidak apa-apa. Tabib istana sudah mendiagnosis berkali-kali. Kamu katakan terus terang saja. Racun siluman yang Ayahanda kena

Sudah tersebar ke seluruh tubuh. Jika tidak ada obat mujarab, dalam beberapa hari, akan… akan jatuh ke aliran siluman jahat. Perkataanmu sangat tepat. Tabib istana juga mendiagnosis seperti itu. Hanya saja mereka tidak berani mengatakannya secara langsung. Berulang-ulang, berputar-putar. Ayahanda. Ananda pasti akan menemukan cara penyelesaiannya. Temani aku keluar jalan-jalan. Beberapa bulan yang lalu,

Di sini masih kumpulan pusat perbelanjaan, pemandangan yang indah. Berbuat baiklah, berikan sedikit makanan. Berikan sedikit. Sekarang seperti dunia yang berbeda. Berbuat baiklah, berikan sedikit uang. Berbuat baiklah, berikan sedikit. Aku bahkan tidak bisa melindungi rakyatku sendiri. Sungguh bersalah sebagai Kaisar. Ayahanda tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Selama Ayahanda menjabat, negara dan rakyat menjadi aman,

Semuanya berjalan lancar. Semua orang memuji ini adalah era yang damai dan makmur. Jika ingin menyalahkan, seharusnya menyalahkan Yimei yang melepaskan siluman jahat itu. Yuqian. Apakah kamu masih ingat sudah berapa lama kamu meninggalkan Negara Yuqian? Dua tahun lebih. Yang benar dua tahun tiga belas hari. Ananda sudah tahu salah, Ayahanda.

Saat Negara Qianyu dalam bahaya, ananda malah tidak terlibat. Waktu itu saat Ayah mengirim utusan untuk mengirim Mutiara Merah, aku menemukan tubuhnya terluka dan merasa curiga. Tapi aku malah tidak bertanya lebih lanjut. Aku… Aku yang tidak membiarkan dia memberitahumu. Dulu aku juga sama denganmu, juga pernah saat masa remaja, diam-diam kabur dari istana

Dan berkeliaran di dunia persilatan. Tapi pada akhirnya tetap tidak bisa lepas dari takdir, kembali ke istana untuk mewarisi takhta. Sejak kamu kecil, aku sudah mendidikmu dengan ketat. Semoga kelak kamu bisa menjadi seorang raja yang memenuhi syarat. Tidak disangka, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Melihatmu tumbuh dewasa setiap hari,

Hati yang berharap bisa kabur dari kandang dan menginginkan kebebasan itu juga makin kuat. Ananda sudah tahu salah, Ayahanda. Pada hari Negara Qianyu dihancurkan, aku sudah mengerti. Aku harap kamu di luar dapat berbuat dan melihat. Meskipun hanya satu hari, juga harus merasakan kebebasan sehari. Kenapa masih belum kembali? Biarkan mereka berdua

Berhubungan dengan baik sebentar. Siluman apa ini? Racun silumannya begitu hebat. Benda ini disebut ukiran serangga beracun, yang dikeluarkan Yimei dari dalam botol pengunci siluman. Saat Raja membunuh siluman ini, tidak sengaja terkena racun serangga beracun. Takutnya sekarang sudah tidak punya banyak waktu lagi. Memang benar, Yimei ini lagi. Sepertinya kita harus

Segera pergi ke Lembah Puncak, untuk mencegah lebih banyak tragedi terjadi. Ayahnya tidak akan benar-benar menjadi siluman, ‘kan? Jika selanjutnya benar-benar berubah menjadi siluman, takutnya akan melukai banyak nyawa yang tidak bersalah. Itu adalah raja Negara Qianyu. Bagaimanapun, dia adalah ayahnya Batu Bata. Meskipun dia berubah menjadi siluman, dia juga adalah ayahnya Batu Bata.

Ibuku juga siluman. Tetapi jika ada orang yang ingin melukainya, aku akan bertarung mati-matian dengannya. Batu Bata juga akan begitu. Karena ini adalah racun siluman, pasti ada cara untuk menawar racun. Jika tidak bisa ditemukan di benua, kita cari di Lembah Puncak. Benar. Pasti ada cara lain. Ayahanda. Anda tunggu aku sebentar di sini.

[Toko Sepatu Keluarga Lin] Ayah. Apakah pinggang Anda masih sakit? Kalau pijat sebentar lagi, Ayah tidak akan sakit lagi. Oke. Bos, aku mau beli sepatu untuk ayahku. Sepatu mana yang paling mahal di sini? Mahal? Tuan. Sepertinya kamu tidak pernah membelikan sepatu untuk ayahmu. Mahal belum tentu bagus. Sepatu yang terpenting adalah nyaman saat dipakai.

Kalau begitu, mana yang paling nyaman? Yang ini saja. Dipakai orang tua nyaman. Hanya tidak tahu ukurannya cocok atau tidak. Yang ini saja. Terima kasih, terima kasih. Terima kasih, Bos. Ayah. Aku membelikan sepatu baru untuk Anda. Sepatu Anda sudah basah. Aku bantu Anda ganti. Qian. Ingat waktu itu kamu memanggilku ayah,

Saat usia dua atau tiga tahun. Di aula pemerintahan, kamu adalah pemimpin negara. Di luar aula pemerintahan, kamu baru ayahku. Aku tahu, kamu sepenuh hati demi aku. Kelak ananda tidak akan berani bertindak sesuka hati lagi. Hari ini, kamu panggil aku dengan panggilan ini saja. Baik. Ayah. Ayah. Kedengarannya dekat. Sudah tinggal belasan tahun,

Bisa-bisanya tidak pernah melihat penampilan lengkap Negara Qianyu seperti ini. Qian. Ayah ingin menceritakan sebuah cerita padamu. Cerita? Ayah. Memang sudah lama tidak bercerita padaku. Lima ratus tahun yang lalu, leluhur kita karena penyebaran Lautan Ming, dibunuh dan dibantai kelompok siluman, hanya bisa membawa para pengungsi yang ditemui di sepanjang jalan

Berkelana untuk bertahan hidup dalam keadaan berbahaya. Kemudian, dia bertemu dengan Dewa Qiling. Dewa Qiling? Bukankah ini adalah legenda rakyat? Bukan legenda, itu benar-benar ada. Mungkin bagi rakyat, ini sudah sangat lama, seperti mitos. Tapi terhadap kita, Keluarga Wang, seperti kejadian kemarin. Waktu itu leluhur Wang Qianyu membuat perjanjian dengan Dewa Qiling.

Dewa Qiling membantunya membuka wilayah, akhirnya menjadi pemimpin negara. Sedangkan keturunan Keluarga Wang kita harus menjadi wadah untuk menampung kesadaran ilahi Qiling. Kekuatan ilahi seperti ini diwariskan garis keturunan Keluarga Wang dari generasi ke generasi, adalah fondasi penting Negara Qianyu, negara kita dapat berjalan makmur. Namun, jika ada kekuatan ilahi ini,

Kenapa aku tidak pernah mendengar ada leluhur yang menggunakannya? Begitu kekuatan ilahi ini dilepaskan, orang yang menjadi wadah akan kehilangan kesadaran diri dan digantikan oleh kesadaran ilahi. Konon, waktu itu Wang Qianyu juga karena menggunakan kekuatan ilahi seperti ini, untuk membangun garis pertahanan untuk melawan Lautan Ming. Tidak lama kemudian setelah itu,

Dia pun tiba-tiba meninggal. Ayahanda. Di mana kekuatan ilahi ini sekarang? Di sini. Di dalam tubuhku? Bakatmu menyembuhkan penyakit juga berasal dari kekuatan ilahi Qiling. Ayah demi melindungimu tidak dimanfaatkan oleh orang lain, jadi di depan orang luar, tidak mengatakan kebenarannya. Kekuatan ilahi seperti ini kelihatannya seperti berkah, sebenarnya juga merupakan kutukan.

Meskipun Keluarga Wang kita hidup dengan menikmati kemewahan, tapi hanyalah tahanan Dewa. Generasi demi generasi terjebak dalam kutukan yang indah ini. Ayah. Karena aku memiliki kekuatan ilahi ini, bukankah aku bisa menyembuhkan racun siluman Ayah? Qian. Apa kamu masih ingat puisi yang kita lantunkan bersahut-sahutan waktu itu? Ananda ingat. Sudah diketahui perang tidak pernah selesai.

Perang mengakibatkan dunia ini terpuruk dan penuh orang jahat. Air mata pahlawan tersebar di Lautan Ming. Gunung Dewa sulit menemukan roh suci orang bermoral. Seluruh penjuru dunia berpesta menyambut tamu terhormat. Terdampar di penjuru negara, jauh dari kampung halaman. Besok akan berubah menjadi bangau bebas. [Kota Qianyu] Tersenyum melihat angsa yang berteriak memanggil.

Waktu itu ananda masih muda dan sembrono, sembarangan mengomentari puisi Ayah. Sekarang dipikir-pikir, aku benar-benar malu. Sangat bagus Sangat memiliki aura anak muda yang bebas. Kenapa? Bukankah waktu itu ingin menjadi bangau liar yang bebas? Sekarang malah tidak menginginkannya lagi? Seperti kata orang dulu, nasib baik datang setelah nasib buruk berakhir.

Selama 500 tahun, negara ini telah mengalami banyak rintangan, tapi tetap selalu bisa berdiri tegak. Tidak tahu kali ini apa bisa melewatinya dengan aman atau tidak. Pasti bisa. Ayahanda. Aku pasti akan memikirkan segala cara untuk menghilangkan racun siluman di dalam tubuh Ayahanda. Agar Ayahanda melihat

Negara ini dibangun kembali, langit dan bumi makmur sepanjang masa. Qian. Membangun kembali negara memang penting, tapi Ayah tetap berharap kamu bahagia. Ikuti kata hati, jalani hidup yang kamu inginkan. Ayah sedikit kedinginan. Ayah, ayo kita kembali ke istana. Baik. Pangeran. Ini sudah semuanya. Huzi. Apakah kamu ada petunjuk? Belum. Aku… Aku cari lagi. Kaisar.

Aku sudah membawa orangnya. Hari ini, tidak perlu. Tapi, Kaisar… Kamu boleh pergi. Baik. Sudah ketemu. Di dalam buku tertulis, ratusan tahun yang lalu ada orang yang terluka oleh ukiran serangga beracun, juga termasuk penularan racun siluman. Ayahnya menggunakan cara tukar darah dengan darah untuk menyelamatkan putranya. Tukar darah dengan darah. Ditukar dengan nyawa.

Batu Bata. Di buku ini tertulis, meskipun orang ini sudah diselamatkan, tapi ayahnya menghabiskan semua darah di tubuhnya, dan meninggal. Ini tidak bisa. Kenapa tidak bisa? Darah lebih kental dari air. Orang kuno saja bisa. Kenapa kita tidak bisa? – Ya. – Batu Bata, tenanglah. Aku ingin menyelamatkan ayahku. Kamu tenang sedikit.

Kita pikirkan cara lain lagi. Aku ingin menyelamatkan ayahku. Aku ingin menyelamatkan ayahku. Pangeran. Pangeran. Jika Raja tahu kamu menggunakan cara ini, dia pasti tidak akan setuju. Jangan membujukku lagi. Aku tidak punya waktu lagi. Pangeran. Kaisar… Beliau sudah mangkat. Ayahanda. Kaisar. Ayahanda. Ananda sudah menemukan cara untuk menyelamatkan Ayahanda. Ayahanda, bangunlah, Ayahanda.

Ananda benar-benar sudah menemukannya. Ayah. Putramu sudah pulang. Ayah. Putramu sudah pulang. Ayah, putramu sudah pulang. Ayah. Kaisar. Kaisar. Kaisar. Kaisar. [Papan Roh Mendiang Kaisar Negara Qianyu] Sejak Tuan Besar menyerahkan elemen inti leluhur kepadanya, dia seperti melepaskan diri dari belenggu tubuhnya. Sama sekali tidak merasa lelah. Meskipun Xiaoxuan bisa dengan bebas mengendalikan tubuh ini,

Tapi melihat dari pertempuran sebenarnya, takutnya masih belum cukup cepat. Nenek, Mo Guzi. Kalian sudah datang. Xuan. Sekarang tubuhmu sudah pulih dengan baik. Tapi kecepatannya sedikit kurang. Ya. Meskipun kekuatan fisik tidak terbatas, tapi aku selalu merasa gerakanku tidak bisa mengikuti pemikiran dan kesadaranku. Jangan buru-buru. Mungkin jika kita bekerja sama, kamu bisa melakukannya.

Bekerja sama? Ribuan Sutra Pencari milikku bisa menghubungkan kesadaran manusia. Sebelumnya tidak ada kesempatan untuk mencobanya. Sekarang, kebetulan bisa digunakan untuk bekerja sama denganmu. Kamu coba pikirkan beberapa gerakan dalam hatimu. Bagus. Dengan begini, kamu sama dengan memiliki dua pasang mata, kesadaran dua orang. Yang lebih penting adalah melalui Ribuan Sutra Pencari, kekuatan elemen intiku

Juga bisa digunakan olehmu. Kekuatan ini memang meningkat pesat. Ayo. Kita terus mencoba bekerja sama. Baik. Ibu. Tuan Penasihat Negara, apakah perlu hamba membawa prajurit untuk menghentikan mereka? Hati manusia seperti air. Bisa diatur, tapi tidak bisa dihalangi. Raja. Batu Bata. Hormat kepada Raja. Saat tidak ada orang luar, kalian panggil aku Batu Bata saja.

Aku sangat tidak terbiasa dengan panggilan ini. Aku juga tidak terbiasa. Bagaimana kalau aku memanggilmu Raja Batu? Raja Bata. Raja Batu Bata saja. Boleh. Jangan tidak sopan pada Raja. Kita adalah saudara. Tidak peduli apa identitasku, hubungan ini selamanya tidak akan pernah berubah. Xiao Yunzi, kamu pergi dulu. Baik. Boleh juga. Baru saja menjabat,

Sudah ada begitu banyak laporan. Apa saja yang ditulis? Kamu masih ingin membahas urusan pemerintahan? Apa mengenal huruf? Aku… Apakah kamu mengerti? Tentu sa… Semuanya karena para pejabat satu per satu mengundurkan diri dan menyerah atas kerajaan ini. Rakyat juga pindah dari kerajaan ini. Baru saja menjabat, mereka tidak percaya pada kemampuanku. Kenapa bisa begini?

Ini tidak bisa. Kalau begitu, kami harus membantu kalian untuk menjelaskannya. Bukankah ini menindas orang? Kaisar. Ada pejabat yang menyerahkan surat pengunduran diri lagi. Mereka meminta hamba untuk menyampaikan pada Kaisar. Apa maksudnya? Makin kritis keadaannya, makin ingin melarikan diri. Bukan salah mereka. Aku yang tidak paham cara memerintah negara.

Tidak paham cara menjadi pemimpin sebuah kerajaan. Aku yang tidak bisa meyakinkan mereka. Kaisar. Negara Qianyu sekarang sudah kacau balau. Rakyat sedang membutuhkan Anda. Anda tidak boleh kehilangan kepercayaan diri. Penasihat Negara, kebetulan kamu datang. Ada beberapa hal yang ingin kukatakan pada kalian. Legenda Dewa Qiling itu benar.

Kekuatan ilahi puluhan ribu tahun ada di sini. Waktu itu leluhur dan Dewa Qiling menandatangani perjanjian. Dewa Qiling membantu leluhur memperluas wilayah, dan membangun kerajaan. Tapi Keluarga Wang juga menjadi wadah kesadaran ilahinya mulai saat itu. Keturunan setiap generasinya harus menanggung nasib seperti ini. Kemarin lusa Ayahanda memberitahuku, kekuatan ilahi puluhan ribu tahun ini

Adalah sumber hidup mendasar dari kemakmuran Negara Qianyu. Hanya saja begitu kekuatan ilahi ini dilepaskan, aku akan sepenuhnya kehilangan kesadaran diriku. Tubuhku juga akan dikuasai oleh Dewa Qiling. Kehilangan kesadaran diri, bukankah berarti sudah mati? Tidak bisa, Batu Bata. Kami memang ingin mengaktifkan phurba. Tapi kami tidak ingin menukarnya dengan nyawamu.

Tapi Xiaoxuan tidak punya banyak waktu. – Aku takut… – Tidak boleh. Bahkan jika Xiaoxuan tahu, dia juga tidak akan setuju. Kaisar. Tidak menerima berkat yang diberikan Langit malah akan mendatangkan bencana. Saat ini, krisis Lautan Ming meledak, Negara Qianyu juga mengalami perubahan besar berturut-turut. Saat ini, hanya dengan Kaisar menunjukkan kekuatan ilahi,

Baru bisa menghidupkan kembali moral kerajaan dan masyarakat, membuat Negara Qianyu kita terus panjang umur. Sejak mendiang Kaisar terluka, hamba sering berpikir, jika tanpa diduga benar-benar ada Dewa, lebih baik serahkan Negara Qianyu untuk dikendalikan oleh Dewa Qiling. Apa? Serahkan untuk dikendalikan Dewa? Apakah tadi kamu tidak mendengarnya dengan jelas? Sejak awal Negara Qianyu

Hidup bersandar pada dewa. Kiranya kalian berdua juga datang untuk mencari kekuatan ilahi. Begitu Kaisar melepaskan kekuatan ilahinya, maka masalah Negara Qianyu dan Fulong akan mudah diselesaikan. Penasihat Negara, Anda yang tidak mendengarnya dengan jelas, ‘kan? Tadi Yuqian sudah bilang. Begitu kekuatan ilahi dilepaskan, dia akan kehilangan kesadaran diri, tubuhnya dikendalikan oleh Dewa Qiling.

Tapi Negara Qianyu tidak boleh musnah! Kamu sedang memaksanya! Kondisi negara ini, kalian berdua pasti sudah melihatnya. Rakyat di dalam dan luar kota sudah gundah. Jika tidak menunjukkan keajaiban, takutnya akan sulit untuk dilanjutkan lagi. Konyol. Kalian jangan berdebat lagi. Penasihat Negara, aku tahu aku bukan orang berbakat dalam mengatur negara.

Jadi, aku ingin menyerahkan takhta kepada orang yang lebih bijaksana dan berbakat. Yang paling penting saat ini adalah mencari cara untuk menyeberangi Lautan Ming, menyelesaikan krisis Lautan Ming. Aku ingin menyerahkan takhta kepada Anda. Kaisar. Hamba tidak sanggup menerimanya. Tubuh tua hamba ini juga sulit memikul tanggung jawab ini. Kaisar. Biarkan Dewa Qiling muncul.

Mohon Kaisar pertimbangkan lagi. Apakah Penasihat Negara sudah gila atau sengaja? Memaksamu untuk bunuh diri. Dia sepenuh hati demi negara, seharusnya… Seharusnya karena sudah tidak berdaya. Tidak bisa, Batu Bata. Menurut maksud perkataannya itu, tidak peduli kamu melepaskan kekuatan ilahi atau tidak, dia tidak berencana melepaskanmu. Kamu benar-benar sudah bertekad menyerahkan takhta padanya?

Penasihat Negara sangat terampil tak peduli dalam mengelola negara ataupun dalam astrologi dan meramal dari bentuk awan. Adalah pejabat penting yang sangat dihargai Ayahanda. Jika diserahkan padanya, lebih baik daripada aku, pembasmi siluman tak terampil yang mengembara di dunia persilatan ini, ‘kan? Jika kamu ingin pergi, kami mendukungmu. Bukankah hanya membelah Lautan Ming?

Pasti masih ada cara lain. Kita juga tidak perlu hanya menggunakan satu macam cara, ‘kan? Tapi omong-omong, mengelola Negara Qianyu, penasihat negara tua ini memang lebih ahli darimu. Lebih bisa diandalkan darimu, batu bata kecil ini. Tapi, kita pergi menghentikan sumber Lautan Ming, itu akan lebih menyelamatkan dan membahagiakan rakyat. Batu Bata.

Asalkan kamu sudah memutuskannya, ikut kami kembali ke Negara Fulong. Aku tinggalkan surat untuk Penasihat Negara. Pergi ke mana? Kembali ke Negara Fulong. Kalian berdua boleh pergi, tapi Raja harus tinggal. Penasihat Negara ingin membuat Yuqian mengambil risiko hidup untuk melepaskan kekuatan ilahi. Kami terpaksa harus membawanya pergi. Dia sangat berbahaya di sini.

Apakah kamu ingin melihatnya mati? Masalah ini bisa diubah. Tapi Raja harus tinggal. Xiao Yunzi. Meskipun kamu adalah orang Negara Qianyu, tapi kamu juga adalah teman Yuqian dan teman kami. Kamu seharusnya menghormati keputusannya sendiri. Tapi sebuah negara tidak bisa kehilangan pemimpinnya sedetik pun. Aku sudah meninggalkan sebuah titah, untuk menyerahkan takhta kepada Penasihat Negara.

Kamu juga tahu, dia lebih cocok dan lebih mengerti mengelola negara dibanding aku. Kamu sudah memutuskannya? Pergilah. Penasihat Negara sudah tahu, sedang dalam perjalanan kemari. Ikutlah dengan kami. Aku tinggal, bisa membantu kalian untuk mengulur waktu. Ayo pergi. [Gerbang Yongning] Apa maksudmu? Hamba masih memakai baju zirah ini, jadi maafkan tidak leluasa memberi hormat.

Raja, silakan kembali ke istana. Aku akan pergi ke mana pun yang aku mau. Minggir. Hamba hanya melaksanakan tugas berdasarkan perintah. Tidak boleh keluar. Situasi apa pun di dalamnya hamba tidak tahu. Beraninya kalian menghalangi raja. Apa ingin memberontak? Hamba tidak berani. Hanya bekerja berdasarkan perintah. Berdasarkan perintah? Atas perintah siapa? Aku adalah raja,

Kamu mendengarkan perintah siapa? Siapa yang begitu berani memaksa Kaisar? Lepaskan Xiao Yunzi. Tidak ada yang menculikku. Aku sendiri yang ingin pergi. Kaisar. Saat ini, sedang dalam masa keterpurukan dan kekacauan. Kaisar harus menghormati Langit dan belajar dari leluhur, jangan serakah akan kemakmuran sesaat. Gunakan kekuatan ilahi yang tak terbatas untuk melindungi rakyat,

Tidak boleh mengabaikan negara. Kamu sedang memaksanya? Kaisar. Jangan tamak akan cinta duniawi, bertindak dengan emosi. Altar sudah selesai dibangun. Besok adalah hari tugas Dewa Tiande. kebetulan ada upacara persembahan. Hamba memohon kepada Kaisar untuk menunjukkan kehebatan dan menyelamatkan negara yang hampir musnah ini. Lepaskan mereka. Aku ikut kamu pulang.

– Batu Bata. – Batu Bata. Terima kasih, Kaisar. Kedua tamu terhormat sudah datang jauh-jauh, pasti sangat lelah. Kebetulan bisa beristirahat di ibu kota selama dua hari. Selama masa berkabung negara, sebagai raja sebuah kerajaan, malah ingin pergi begitu saja dari ibu kota. Sudah melanggar bakti anak, dan tidak memiliki moral seorang raja,

Hamba sungguh sangat kecewa.