Xian Weng dibunuh dan mengidentifikasi Liu Shao | Song of the Moon【INDO SUB】EP21 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Song of the Moon] [Episode 21] Katakanlah, ada apa menyuruhku kemari? Aku tidak pernah minum arak. Sungguh? Sama sekali tidak pernah? Kamu tidak berani menghadapinya. Juga tidak berani meminum arak ini. Kamu takut setelah meminumnya, akan memunculkan sisi Lu Li. Ini baru benar. Mari. Bagaimana kondisinya?

Kalian melarangnya tinggal di Gunung Xiyin, jadi kusuruh Si Tumbuhan menjemputnya. Aku tidak tahu dia ada di mana sekarang. Tapi, Si Tumbuhan akan menjaganya dengan baik. Kamu tidak melihatnya? Dia sudah memutuskan untuk pergi, untuk apa mengekangnya lagi? Jelas-jelas kamu dan Si Tua Wanwu itu yang mengusirnya. Malah tidak mengaku, pengecut. Sudah dua hari.

Jelas-jelas tidak bisa tahan. Tidak perlu ditanam lagi jika tidak berhasil. Kediaman Peri tidak menerimamu lagi. Kamu akan pergi besok. Pria berengsek itu tidak menjengukmu juga. Untuk apa repot? Dewa. Dewa. Dewa. Dewa. Pengawal. Terjadi sesuatu pada Dewa. Pengawal. Aksesoris ini untukmu. Kalian sedang apa? Bagaimana? Aksesoris ini adalah milikmu, bukan? Mengenalinya tidak? Aku mengenalinya.

Aku merasa terlalu polos, jadi kuberikan pada orang lain. Diberikan ke siapa? Tidak ingat. Shang Yurong. Sudah seperti ini. Kamu masih pura-pura. Aku melihatnya sendiri kamu memberikan ini pada Liu Shao. Tidak mungkin. Ini tidak mungkin perbuatannya. Tidak mungkin bagaimana? Jika dikatakan, dia tidak melakukan hal yang membahayakan, tapi malah dipermalukan dan diusir,

Siapa pun akan merasa kesal. Karena sudah putus harapan, kekesalannya memicu niat membunuh, bukankah ini wajar? Kemampuannya dan Liu Shao berbeda jauh. Ada racun siluman pada aksesoris ini. Tidak ada tanda perkelahian di sana. Mungkin saja diserang selagi tidak waspada. Pil esensi? Luka Dewa memang parah. Denyut nadinya lemah. Tapi perbuatanmu ini adalah perbuatan bodoh

Yang akan merugikan kedua belah pihak. Tidak perlu segila ini jika tidak ingin Liu Shao disalahkan. Jangan banyak omong. Bantu aku dengan energimu. Tenang saja. Rumput Weirui sudah tumbuh lumayan. Dengan adanya aku, dalam satu atau dua hari, sudah bisa mengantarkannya untuk si berengsek itu. Tetua. Aku mohon bantuanmu. Batasan tiga hari sudah tiba.

Aku sudah harus pergi. Gadis kecil. Cepatlah turun gunung. Aku akan mencarimu setelah aku senggang. Melihat orang-orang berengsek di sini setiap hari, rasanya tidak nyaman. Bukankah berarti akan segera bertemu? Jangan menangis lagi. Rumput ini akan terendam jika masih menangis. Ini bukan air mata. Ini adalah sari tumbuhan. Aku pergi dulu. Luo Ge? Ada urusan?

Apakah ini milikmu? Sepertinya ini aksesoris pemberian Shang Yurong. Dewa Wanwu dari Istana Wuji diserang. Senjatanya adalah tusuk konde giok ini. Kamu melakukannya atau tidak, begitu Dewa siuman, maka semuanya akan terungkap. Bahkan Luo Ge juga tidak bisa membantumu. Aku tidak perlu bantuannya. Aku hanya perlu rasa percayanya. Menyuruhnya memercayaimu tanpa batas? Liu Shao.

Kamu sungguh menganggapnya milikmu? Tuan Peri adalah milik tiga alam. Tapi, Tuan Peri adalah Luo Ge yang berperasaan juga. Aku tahu bagaimana tabiatnya. Meski tidak cinta lagi, meski tidak mencintai seperti Lu Li, tapi setidaknya akan memiliki rasa percaya. Mungkin saja. Tapi, menurutku, Tuan Peri Luo Ge hanya akan percaya dengan hal yang dilihat

Dan didengarnya langsung. Guru. Guru. Anda sudah siuman. Ge. Kamu menghabiskan energimu selama ribuan tahun untuk menyelamatkanku. Apakah kamu tidak tahu berapa besar tanggung jawabmu? Bagaimana boleh menyia-nyiakan energi spiritualmu untukku? Guru sudah seperti Ayah. Anda mengajari dan melindungiku sejak kecil. Sudah seharusnya aku menolong Anda. Berusaha maksimal, menegakkan keadilan bagi Anda. Dewa.

Sebenarnya siapa yang melukaimu? Kami sedang menyelidiki ini. Dia orangnya. Liu Shao. Liu Shao. Nyalimu besar sekali. Jika Luo Ge tidak melindungimu, aku tidak akan menerimamu. Kamu malah berani datang menemuiku? Dari ucapan Dewa ini, berarti Tuan Peri sangat peduli padaku. Lalu, mengapa Dewa masih ingin mengusirku? Apakah Anda tahu? Aku sangat menyukainya.

Akan melayaninya dengan baik. Iblis. Kamu berani menggoda Tuan Peri. Memang tidak boleh menerimamu. Dewa jangan marah. Aku mencari Anda hari ini, untuk membahas bahwa Tuan Peri tidak tergoda olehku sama sekali. Jadi, Anda tidak perlu berselisih dengan Tuan Peri karena aku. Apa maksud ucapan ini? Dewa mungkin tidak tahu.

Lu Sheng menyuruh Lu Li untuk mendekatiku kala itu. Demi mencegahnya jatuh cinta padaku, dia diberi mantra pemakan jiwa. Lu Li mati karena aku. Membuat Tuan Peri Luo Ge melewati ujian dan kembali. Tuan Peri Luo Ge memiliki parasnya, hatinya, bahkan air matanya. Tapi, tidak memiliki mantra pemakan jiwa ini. Dewa. Coba Anda pikirkan.

Apakah dalam diri Tuan Peri Luo Ge memiliki bekas dari mantra pemakan jiwa? Ini… Ini… Ini tidak mungkin. Ada aura esensi Dewa Yaoling dalam dirinya. Aku tidak akan salah mengenali. Ge. Aku bersedia bersumpah demi kemampuanku selama ribuan tahun. Pasti dia. Sungguh dia? Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tidak mungkin adalah dia. Ge.

Apa yang terlihat adalah bukti. Apakah mataku sudah buram dan tidak bisa membedakan? Liu Shao dibutakan oleh cinta. Bukan lagi gadis yang teguh dan bisa melewati Kolam Tulang. Luo Ge. Tidak mungkin. Luo Ge. Ge. Ge. Bisa mendapatkan apa yang diinginkan, rasanya sangat menyenangkan. Biar bagaimanapun, terima kasih padamu. Aku bisa menyamar menjadi Liu Shao

Dan tidak dikenali Dewa, semua berkatmu yang memberiku serpihan esensi Dewa Yaoling milik Liu Shao. Hanya saja, dari mana kamu mendapatkan serpihan ini? Waktu itu, dia dan Luo Ge pergi ke Istana Air, lalu minum hingga mabuk. Aku berpikir kala itu, benda ini pasti bisa bermanfaat. Hasilnya, lihat saja. Bukankah sudah bermanfaat? Aku tidak mengerti.

Kenapa kamu sangat membencinya? Kakakku adalah seorang Tuan Siluman Baju Putih. Unggul sejak lahir dan bersifat lembut. Apakah tidak sepadan dengannya? Karena wanita ini tidak tahu diri, maka bunuh saja. Aku mengucapkan selamat untuk Tuan Fu. Tujuanmu seharusnya bisa segera tercapai. Coba tanya saja. Siapa yang bersedia percaya padamu? Luo Ge. Apakah kamu percaya padaku?

Siapa kamu? Berani menyebut nama Tuan Peri. Tempat seperti apa ini? Kamu tidak berhak ikut campur. Ge. Aku mohon padamu. Tidak boleh membiarkannya lagi. Hukum dia sesuai aturan. Liu Shao. Coba kamu pikirkan. Kamu ada di mana tadi malam? Siapa yang bisa menjadi saksimu? Jika kukatakan, aku ada di gunung belakang tadi malam,

Berlatih “Taktik Jiwa Es”. Apakah kamu percaya? Apakah ada saksinya? Bagaimana jika tidak ada? Tuan Peri. Berdasarkan aturan, orang yang menyerang dan melukai senior, harus dikurung di penjara langit, lalu menerima hukuman mati. Hukuman seperti ini, adalah tugas Istana Wuxie. Mohon Tuan Besar menyerahkan Liu Shao padaku. Setelah hukuman dijalankan,

Esensi Dewa Yaolingnya bisa diambil kembali, memilih orang baik yang lain untuk mewarisinya. Apakah kamu mendengarnya? Aku mendengarnya. Tapi, aku juga pernah bilang, aku tidak pernah pergi ke Istana Wuji sebelum hari ini. Tidak meninggalkan gunung belakang juga. Luo Ge. ♫ Di hari hujan, tak berasap ♫ Aku tanya terakhir kali. ♫ Terbentuk lingkaran ♫

Apakah kamu memercayaiku? ♫ Kedua sisi lingkaran terasa dingin ♫ Kamu harus memberiku alasan untuk memercayaimu. ♫ Malam tanpa tidur ♫ ♫ Tak ada bayangan bulan, orang-orang menghilang ♫ ♫ Hanya ditemani bayanganku ♫ Karena Lu Li selalu percaya padaku. ♫ Janjimu yang kupegang ♫ Meski tidak memercayai mata

♫ Musim semi berganti dalam hitungan bulan ♫ dan telinganya, dia akan percaya padaku. ♫ Sementara hati tidak berubah ♫ Ge. ♫ Langit dan awan yang menghiasi ♫ Bagaimana boleh membiarkannya menipumu di Aula? ♫ Mengalami perubahan ♫ ♫ Perahu di sisi danau itu ♫ ♫ Berlalu di hadapanku ♫

♫ Sisa hidup tidak bisa melawan momen seketika ♫ Lu Li sudah tidak ada. ♫ Kukirimkan rinduku ke awan ♫ Lu Li sudah tidak ada. Jadi, tidak mencintai. ♫ Berharap muncul wajahmu di langit ♫ Juga tidak percaya. Diam. Qiuxian. Tahan dia di penjara untuk dihukum.

♫ Kamu letakkan salju di sisi telingamu, tak terdengar suaraku ♫ Baik. ♫ Setelah bunga berguguran, kita akan saling melepas rindu ♫ ♫ Hal-hal di dunia ini selalu berubah, itu yang kupahami sebelumnya ♫ Kita pernah punya hubungan. ♫ Kesedihan di wajahku setelah kehilanganmu ♫ Mayatmu akan kubiarkan utuh. Diberi hukuman pembekuan.

Kamu akan mati sengsara dalam mimpi buruk. ♫ Hari ketika bunga jatuh di halaman, hari ketika kita bertemu ♫ Manusia selalu harus membayar ♫ Perasaanku saat pertama kali bertemu kamu ♫ perbuatannya sendiri. ♫ Hari saat aku melepasmu ♫ Ternyata, ♫ Ke gurun tak dikenal ♫ mati dalam mimpi buruk

♫ Laut dan langit bergemuruh ♫ adalah kebaikan yang diberikan Tuan Peri padaku. ♫ Pemandangan setelah berpisah ♫ Kalau begitu, aku berterima kasih ♫ Diam tanpa kata ♫ pada Dewa Luo Ge yang tiada tandingannya. ♫ Diam ribuan tahun ♫ ♫ Hari-hari milik siapa ♫ Mati rasa adalah hal paling menyedihkan. Fakta tidak penting bagiku.

Lu Li sudah tidak ada. Semuanya tidak berarti. Untuk apa menyayangkan? Dia pantas mendapatnya. Mimpi buruk pembekuan? Kabarnya penderitaan hukuman ini tidak lebih sedikit daripada hukuman petir. Waktunya bahkan lebih panjang. Tidak disangka, saat Luo Ge membulatkan tekad, dia akan sekejam ini. Lebih kejam dibandingkan saat mengatasiku kala itu. Sudah. Keinginanmu sudah tercapai.

Giliranku memberi syarat. Katakan. Mau apa? Bantu aku mengambil Pedang Bulan. Kamu mau membelah Monumen Empat Musim dan mengeluarkan jantung Dewa Yueguang? Kurang lebih begitu. Menurutmu, apakah aku akan setuju? Untuk apa begini? Jika tidak setuju, aku akan membiarkan Luo Ge mengetahui sesuatu. Apa katamu? Dewa diserang? Liu Shao dihukum sebagai pelakunya? Bagaimana mungkin?

Liu Shao tidak mungkin membunuh. Tidak boleh. Aku harus tanya pada kakakku. Yang benar saja? Kakakku malah membatasiku dan melarangku keluar? Bagaimana ini? Bagaimana jika mencari Tuan Fu? Peri kecilku sudah memanggilku. Pikirkan pelan-pelan. Aku percaya kamu akan membuat keputusan yang tepat. Masalah Pedang Bulan dibahas nanti saja. Hal terpenting sekarang, Liu Shao sudah mati.

Luo Ge. Bukan aku tidak setia kawan. Aku sudah menyelidiki. Semua jalanan di tiga istana, termasuk Istana Wuji milik Dewa, sudah kuperiksa semuanya. Memang tidak ada yang pernah bertemu Liu Shao dalam beberapa hari ini. Jika Liu Shao kembali dari belakang gunung dan membunuh, tidak mungkin tidak ada yang melihatnya. Tidak ada yang melihat

Ini menyatakan bahwa dia tidak berbohong. Dia tidak meninggalkan gunung belakang. Jadi, kamu juga merasa hal ini mencurigakan? Dan juga, kamu tidak beranggapan Liu Shao akan membunuh Dewa, benar? Berdasarkan sifatnya, dia tidak mungkin melakukannya. Tapi, ada banyak sihir yang memikat di tiga alam ini. Mungkin dia sudah dijebak dan kehilangan kendali. Tapi,

Tidak ada yang bisa diselidiki sekarang. Tidak ada gunanya meski menemukan sesuatu. Mimpi buruk pembekuan. Setelah 24 jam, dia akan mati karena esensinya hancur. Tapi lebih menderita daripada hukuman petir. Sebenarnya, kamu juga berharap bisa menemukan bukti bahwa dia bukan pelakunya dalam 24 jam, bukan? Bagaimanapun, jika hukuman langit dijalankan, dia sudah akan musnah

Sejak 20 jam yang lalu. Sudah 20 jam? Bahkan tidak akan menyisakan abu. Tidak akan kubiarkan dia mati. Ini adalah dia? Bukan, ini aku. Ingat, namaku bukan ‘hei’. Lu Li? Bawa aku pulang. Lu Li. Lu Li. Kenapa kamu tidak memercayainya? Kenapa melukainya? Lebih baik kamu lihat sendiri kenangan masa lalu kami.

Aku akan percaya padamu kelak. Meski tidak memercayai mata dan telingaku, aku pasti akan percaya padamu. Ada apa denganmu? Kamu baik-baik saja? Jangan menakutiku. Aku melihat kenangan Lu Li barusan. Apa katamu? Aku mengatakan aku percaya padanya. Coba katakan. Bukankah kakakku bertindak tidak masuk akal? Liu Shao tidak mungkin membunuh Si Tua Wanwu. Lagi pula,

Kenapa dia mengurungku di sini? Sungguh mengesalkan. Peri kecil. Jangan panik. Bukankah sedang kubaca? Pasti bisa menemukan cara untuk memecah batasan dan membiarkanmu menolongnya. Apa gunanya kamu membaca ini? Bagaimana mungkin kamu bisa mengatasi batasan kakakku? Luo Ge tidak ada di sini. Ini kesempatan terbaik. Aku harus memikirkan cara lain. Bagaimana jika aku pura-pura sakit?

Tidak benar. Aku pura-pura pingsan saja. Dengan seperti ini, pasti ada yang melapor pada kakakku, ‘kan? Saat bertemu dia nanti, aku harus menanyainya. Tuan Peri Luo Ge mungkin sulit ditipu. Jumlah elemen air ini memang tidak sesuai ekspektasi. Jika membuka pembatas secara paksa, pasti akan terluka berat. Apakah dia akan menolongku? Hanya bisa bertaruh. Fu.

Fu. Fu, ada apa denganmu? Aku terlalu bodoh. Berniat menerobos batasan kakakmu. Aku tidak bisa bertahan lagi. Bisakah kamu menolongku? Baik, tunggu aku. Akan kupanggil orang untuk menolongmu. Tidak boleh. Ini akan menyusahkanmu. Kamu bisa menolongku. Aku… Kamu punya Zither. Zither Penghancur Tulang? Bukankah Zither itu sudah lama rusak dan disimpan di gudang Istana Yuanjing?

Zither Penghancur Tulang adalah milikmu. Ikuti kata hatimu dan panggil ia. Ini… Bagaimana mungkin, Fu? Fu. Fu. Maksudmu adalah, kamu ingat beberapa hal saat mengalami ujian? Benar. Aku percaya Liu Shao bukan pelakunya. Tapi, jia dia mati, semuanya akan terlambat. Apa rencanamu? Tetua. Kamu tidak boleh masuk, Tetua.

Tuan Peri kami tidak menerima tamu hari ini. Boleh tidak menemui orang lain, tapi harus menemuiku. Aku mewakili Liu Shao membawakan barang bagus untukmu. Biarkan dia masuk. Salam, Tuan Peri. Akhirnya aku menyelesaikan pesan dari Liu Shao. Mewakili gadis itu menjaga Rumput Weirui ini hingga tumbuh. Apa katamu? Rumput ini ditanam Liu Shao? Benar.

Aku bilang, Rumput Weirui yang hidup, bisa mengobati masalah yang muncul saat Tuan Peri berlatih. Gadis itu meski pincang, tapi tetap berusaha menanam rumput ini selama tiga hari. Gadis kecil itu sungguh hebat. Demi mendapatkan energi Yin dan Yang agar rumput bisa bertunas, dia berlatih “Taktik Jiwa Es” sekuat tenaga. Entah

Si berengsek mana yang membuat “Taktik” itu. Energi Yin dan Yang berbaur, saling menolak. Hampir membuat gadis kecil itu mati. Tidak disangka, dia sungguh berhasil dalam tiga hari, rumput ini berhasil ditanam. Jika kukatakan, aku berlatih “Taktik Jiwa Es” di gunung belakang tadi malam, apakah kamu percaya? Jadi,

Semua ucapan Liu Shao di Aula kemarin benar adanya? Dia ada di gunung belakang selama tiga hari? Tentu saja. Tidak pernah pergi. Jika bukan karena sudah waktunya gadis itu pergi, dia pasti bisa menjaga hingga rumput ini tumbuh dan mengantarnya sendiri untuk Tuan Peri. Tuan Peri. Tuan Peri. Tuan Peri. Ada apa dengannya?

Liu Shao sangat keras kepala. Mengapa dia tidak mengatakannya? Itu… Ada apa? Luo Ge. Aku tanya padamu. Apakah kamu memercayaiku? Maaf, aku terlambat. Tuan Peri Luo Ge. Apa maksudmu? Wan Sui bersaksi, bukan dia yang menusuk Dewa. Wan Sui akrab dengan Liu Shao. Ucapannya tidak bisa menjadi bukti. Senior. Aku bisa membuktikan juga.

Liu Shao sudah masuk ke alam mimpi buruk sekarang. Jika tidak dibangunkan, maka dalam dua jam lagi, dia akan mati karena esensinya hancur. Tuan Peri. Istana Wuxie punya aturan sendiri. Karena Liu Shao sudah diserahkan untuk dihukum, jangan harap bisa membawanya. Luo Ge. Meski kamu masuk ke dalam alam mimpi buruk, ditakutkan sudah terlambat.

Kamu mungkin tidak akan kembali juga. Liu Shao. Liu Shao, cepat bangun. Apakah kamu masih mengenalku? Liu Shao. Jika tidak mati bersama… Aku adalah Luo Ge. Maka pergi bersama. Jika tidak mati bersama… Jangan menelantarkanku. Liu Shao, bangun. Kamu tahu tidak? Jika kamu masih tidak bangun, kamu akan mati. Lepaskan aku. Lepaskan aku! Lu Li.

Mengapa kamu di sini? Luo Ge. Aku tanya terakhir kali. Apakah kamu memercayaiku? Kamu harus memberiku alasan untuk memercayaimu. Tidak. ♫ Mengambang di lautan awan, melihat bulan di dalam air ♫ Kamu tidak memercayaiku. Kamu tidak pernah percaya padaku. Kamu bukan Lu Li. ♫ Menunggu dengan diam, telapak tangan membulat ♫

Lu Li sudah mati, ini semua palsu. Ini bukan mimpi. Ini kenyataan. ♫ Masih kuingat saat pertama kita bertemu ♫ Luo Ge yang asli. Juga adalah Lu Li yang asli. ♫ Mata yang tidak mengenal angin dan hujan ♫ ♫ Lindungi pedang panjang di langit ♫ Luo Ge? ♫ Sulit untuk menghancurkan sisa-sisa cinta ♫

♫ Sudah memutuskan untuk menggila selama sisa hidup ♫ Luo Ge. Aku tidak ingin pergi. Aku ingin terus berada di sisimu. ♫ Aku tak punya pilihan ♫ ♫ Kenapa kehidupan ribuan tahun ♫ Kalau begitu, jangan pergi. ♫ Jauh sekali dariku ♫ Tapi, aku tidak ingin ♫ Apa kamu bisa meminjamkan tangan, menghangatkan kehidupan ♫

Kamu terluka sedikit pun. ♫ Untuk beberapa malam penuh kegelisahan ♫ ♫ Berapa banyak sumpah dan kebohongan yang terjalin menjadi kepompong ♫ ♫ Mimpi telah sirna ♫ ♫ Siapa yang ingin mematahkan pohon willow dan pergi ke langit, memeluk bulan ♫ Hati-hati. Jangan! Orang yang mengekangnya adalah Lu Li. Liu Shao.

Penderitaanmu di dalam mimpi buruk ini adalah tidak ingin kehilangan orang di atas kapal. Apakah kamu tahu, siapa yang ada di atas kapal? Itu Lu Li, ‘kan? Aku ingin mencari Lu Li. Meski semua akan sia-sia. Lu Li percaya padaku. Luo Ge tidak percaya padaku. Jadi, hanya Lu Li yang bisa kucintai. Bukan Luo Ge.

Meski aku tahu, mereka adalah orang yang sama. Bukan. Luo Ge memercayaimu juga. Percaya padamu seperti Lu Li. Hanya saja, Luo Ge bersalah padamu. Tidak bisa melindungimu. Apa katamu? Aku tidak paham. Liu Shao. Lu Li merupakan mimpi burukmu. Merupakan mimpi burukku juga. Kamu tidak ingin kehilangan Lu Li. Sementara Lu Li, adalah aku juga.

Juga merupakan isi hati yang tidak berani aku hadapi. Meski mengelak seperti apa pun, aku tidak bisa kabur dari perasaan ini. Mulai sekarang, Luo Ge adalah Lu Li. Aku akan berdiri di hadapanmu. Memercayai dan melindungimu. Karena ditakutkan aku tidak bisa mengelak dari perasaan ini lagi. Tidak. Ini pasti adalah mimpi.

Luo Ge tidak mungkin berkata seperti ini padaku. Baik dalam mimpi atau kenyataan, aku tidak akan menyerah lagi.